Review Starter Pack #DukungDariRumah! Terobosan Baru dari Borneo FC Samarinda


Euforia sepak bola nasional kembali! Semenjak diumumkan oleh PSSI dan PT. LIB bahwa akan ada kompetisi pra musim sebelum Liga 1 dimulai, klub-klub kasta teratas Liga Indonesia bergegas melakukan persiapan sebelum kick off perdana. Pengumuman transfer pemain, latihan perdana, dan vaksinasi Covid-19 menjadi hal yang umum kita simak dari media sosial para klub peserta liga ini.

Satu yang pasti dari seluruh campaign musim baru Liga Indonesia ini adalah tentang protokol kesehatan. Prosedur baru disusun sedemikian ketat untuk meminimalisir resiko penyebaran virus Covid-19 selama berlangsungnya kompetisi.


Yang terkini, campaign untuk menonton pertandingan dari rumah digaungkan oleh pihak federasi, liga, dan seluruh klub peserta kompetisi. Suporter memang tidak diperkenankan untuk hadir langsung di stadion, maka jadilah gerakan #DukungDariRumah menjadi hal yang paling memungkinkan dilakukan saat ini demi berjalannya kompetisi sepak bola di Indonesia. Bahkan event Nonton Bareng (nobar) menjadi hal yang riskan di era pandemi ini sehingga dilarang.


Respon klub di Indonesia juga sangat kreatif. Satu yang menarik perhatian @ceritajersey adalah inovasi Borneo FC. Mereka merilis Starter Pack #DukungDariRumah untuk menemani para pendukung setianya menonton pertandingan-pertandingan Borneo FC dari layar televisi di gelaran Piala Menpora 2021. Borneo FC sendiri bekerja sama dengan beberapa UMKM lokal di Samarinda dalam perilisan produk-produk ini.

Banner perilisan Starter Pack #DukungDariRumah Borneo FC

Ada tiga paket yang dirilis sesuai tiga pertandingan yang dijalani Borneo FC. Masing-masing berisi tiket pertandingan Borneo FC, voucher kopi, postcard, stiker, dan original merchandise klub. Nah merchandise ini terdiri dari masker, lanyard, dan penant yang semuanya bisa didapatkan jika kita membeli Paket Matchday 3. Coba simak isi masing-masing paketnya di bawah. Kebetulan karena @ceritajersey order Paket Matchday 3, jadi merchandise yang diterima cukup lengkap.

Isi paket Starter Pack #DukungDariRumah Borneo FC

Paket Matchday 1

Seluruh paket ini dikemas dalam paperbag berlogo Pesut Etam, logo baru Borneo FC semenjak rebranding di 7 Maret 2021 lalu. Paket 1 berisi postcard bergambar beberapa punggawa Borneo FC, voucher untuk ngopi, dan dua stiker masing-masing berlogo Etams (apparel partner baru klub) dan logo baru Borneo FC. Tiket Borneo FC vs Bhayangkara Solo FC disertakan di paket ini, disertai dengan masker dari Etams yang cukup gahar desainnya.


Paket Matchday 2

Paket 2 berisi postcard foto pemain Borneo FC saat merilis jersey pre season lalu, stiker Borneo FC & Etams, voucher kopi, dan tiket pertandingan Borneo FC vs Persija Jakarta. Merchandise yang disertakan di sini adalah lanyard Borneo FC.


Paket Matchday 3

Paket terakhir adalah memorabilia untuk pertandingan Borneo FC vs PSM Makassar. Selain tiket pertandingan (mayan buat dikoleksi), voucher, dan stiker-stiker, klub juga memberika postcard berupa foto full squad Borneo FC untuk turnamen Piala Menpora 2021 ini. Penant berlogo klub menjadi merchandise yang melengkapi Paket Matchday 3. Keseluruhan paket ini bisa kita dapatkan dengan pre order via Tokopedia Borneo FC Store jika kita ada di luar kota.


Dari video yang diupload instagram resmi Borneo FC di atas, tampak di balik layar tim saat pengemasan starter pack #DukungDariRumah dan distribusi ke pembeli. Bahkan pengiriman di sekitaran Samarinda pun melibatkan jasa pengiriman lokal, Kurirkuriran. Seru juga ya. 

Ada kontesnya gan buat dapetin jersey pre season Borneo FC 2021

Apresiasi untuk Borneo FC yang di tengah kondisi sulit ini masih berinovasi dengan menghadirkan ide starter pack #DukungDariRumah. Klub bahkan menyelenggarakan kompetisi berhadiah jersey pramusim jika kita post IG story dengan tiket dalam Starter Pack selama gelaran babak grup Piala Menpora 2021. Semoga @ceritajersey bisa menang yaa dengan foto-foto di bawah. 😂


Borneooo, Kasih Manyalaaaaa!

"Tiket" nonton Borneo FC vs Persija Jakarta di Piala Menpora 2021. Sayang Borneo FC kalah 0-4 😢

Merchandise ini sudah jelas wajib buat dikoleksi. Bahkan bisa jadi trendsetter hal sejenis nanti di gelaran kompetisi utama. Yang jelas, ini ide yang luar biasa dari klub apalagi menggandeng partner lokal (UMKM-UMKM) di Samarinda. Semoga hal ini juga dapat memberikan dampak positif bagi klub dan kota Samarinda. Manyala!
Share:

Ela Mikeh! - Kalteng Putra 2020 Home Shirt

Kalteng Putra harus rela berkompetisi di strata kedua liga Indonesia pada musim 2020 setelah menempati posisi juru kunci di Liga 1 semusim sebelumnya. Tim yang bermarkas di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya ini terhitung hanya semusim bertahan di kasta tertinggi setelah berhasil promosi di akhir musim 2018. Di awal musim 2020 ini pun, mereka harus menelan kekalahan 2-3 saat away ke Balikpapan. Dengan Liga 2 2020 diputuskan berhenti dan mulai dari awal kembali dengan titel Liga 2 2021, harapan baru timbul untuk tim asal Kalimantan Tengah ini untuk segera kembali ke Liga 1.

23 Maret 2020, Kalteng Putra melalui apparelnya, ADHOC, merilis jersey yang akan mereka gunakan di kompetisi musim 2020. Memang baru jersey hitam (away) saja yang terpakai dalam pertandingan resmi sepanjang tahun lalu (vs Persiba Balikpapan di pertandingan pertama). Jersey merah yang menjadi identitas tim berjuluk Laskar Isen Mulang ini belum sempat terpakai keburu kompetisi dihentikan karena pandemi Covid-19. Nah, karena jersey Kalteng Putra belum pernah ceritajersey bahas sama sekali, yuk deh kita mulai dengan review jersey homenya untuk musim 2020 lalu.


Kalteng Putra masih menggunakan merah sebagai warna utama jersey mereka di kompetisi 2020. Warna ini juga disebut sebagai "Bahandang" dalam bahasa Dayak, yang artinya adalah pemberani. Selain itu, sama seperti musim sebelumnya, garis-garis vertikal masih menghiasi bagian depan jersey dipadukan dengan motif khas suku Dayak. List warna kuning kembali muncul di jersey home 2020 setelah musim lalu Kalteng Putra mengkombinasikan warna merah dengan hijau. 

Media promosi jersey Kalteng Putra oleh @kaltengputrastore, @adhocmegastore, dan @appareladhoc

Btw jersey ini bisa kalian dapatkan di ADHOC Megastore atau Kalteng Putra Store ya. Ada dua versi yang dirilis: player issue & supporter version. Pemasangan namesetnya juga bisa dilakukan di sini, biayanya cukup murah: cuma 30ribu. Kita akan bahas versi player issuenya ya untuk artikel ceritajersey kali ini.

Logo yang terpasang di jersey adalah logo lama ADHOC Apparel

ADHOC Apparel mengumumkan Kalteng Putra sebagai tim kedua yang mereka sponsori di musim 2020 lalu. Daaaaan... dibanding dengan jersey klub lain yang mereka support, ada satu hal yang mencolok di jersey Kalteng Putra ini. Apa itu? Logo apparelnya. Alih-alih menggunakan ikon kepala banteng mereka yang lebih modern, ADHOC justru memasang logo lawas mereka di sisi kanan depan jersey. Chicago Bulls & Michael Jordan merupakan dua hal yang dicintai oleh pemilik ADHOC, jadi cukup beralasan ketika logo ADHOC terinspirasi dari kepala banteng khas klub basket NBA tersebut. Logo kepala banteng ini juga sepertinya cocok dengan Kalteng Putra yang identik dengan warna merah ya? 

Logo terkini Kalteng Putra mulai digunakan sejak musim 2013

Saat awal berdiri pada tahun 1970, klub ini masih menggunakan nama Persepar Palangkaraya dalam mengikuti kompetisi Perserikatan dan membawahi 48 klub internal. Persepar resmi menjadi anggota PSSI pada tahun 2001, pada saat mereka mengikuti kompetisi Divisi 2 Nasional dan berubah nama menjadi Persepar Kalteng Putra. Hal itu juga diikuti dengan perubahan logo klub, menjadi seperti yang saat ini kita lihat namun masih dengan awalan "Persepar". Nama Persepar Kalteng Putra semakin dikenal saat diketuai Walikota Palangkaraya, Tuah Pahoe, dan berkompetisi di Divisi 1 tahun 2006. Nama stadion mereka saat ini berasal dari nama beliau. Nama "Kalteng Putra FC" resmi digunakan mulai musim 2013 lalu, setelah semusim sebelumnya berhasil menjuarai Divisi Utama PT. LPIS. Satwa endemik Kalimantan, burung Enggang, menjadi elemen utama logo Kalteng Putra FC. Dikutip dari Borneo24, masyarakat Dayak meletakkan posisi burung Enggang layaknya menghormati sang Pencipta. Hampir keseluruhan bagian tubuh Rangkong selalu disimbolkan untuk benda yang digunakan dalam keseharian masyarakat Dayak. Misalnya rumah adat, baju adat, bahkan tattoo yang melambangkan burung ini.

Sponsor utama Kalteng Putra FC di bagian depan jersey

Dua logo sponsor masih konsisten terpasang di bagian depan jersey: Halo Dayak & Bank Kalteng. Jika diamati, banyak klub-klub di Liga Indonesia yang menggaet bank daerah masing-masing untuk mensupport dana tim selama kompetisi.

Model kerah jersey home Kalteng Putra FC 2020

Kerah jersey ini bermodel V-neck, dengan neck tape bertuliskan slogan ADHOC Apparel: Come from Behind. Informasi size label dan official jersey terletak di bagian dalamnya.

List kuning di bahu kanan & kiri jersey

List kuning yang ada di sisi bahu kanan dan kiri ini berupa sublimasi printing, menjadi batas dari garis vertikal di bagian depan dengan panel bagian belakang. Warna merah & kuning di jersey ini juga sesuai dengan pallete warna dari logo klub.

Free patch Liga 2 untuk pembelian jersey

Pembelian jersey Kalteng Putra FC di ADHOC juga sudah disertai dengan free patch Liga 2 yang terpasang di lengan kanan.

Motif Dayak di bagian depan jersey home

Motif suku Dayak tampak samar-samar terlihat di bagian depan jersey, gelap terangnya menyesuaikan dengan garis-garis vertikal yang ada. Sejak musim 2017, nuansa Dayak sangat terasa di jersey, mulai dari motif benang bintik, mandau, hingga siluet kepala burung rangkong.

Slogan klub, Ela Mikeh, pada bagian belakang jersey

Ela Mikeh adalah bahasa Dayak yang memiliki arti "Jangan Takut". Frasa ini menjadi slogan Kalteng Putra FC untuk memicu semangat tim di tiap pertandingan. Di jersey musim 2020, kata-kata pelecut ini berada di panel belakang, di atas NNS pemain.

Bagian dalam jersey home Kalteng Putra FC 2020 edisi player issue

Seluruh warna pada jersey ini merupakan hasil sublimasi printing. Kain drifit yang digunakan bertipe mtiis dengan pori-porinya yang berbentuk zigzag. Kain jenis ini umum digunakan sebagai pakaian olahraga karena bahannya yang ringan dan menyerap keringat.

Black tab jersey home Kalteng Putra FC

Authentic tab sebagai bukti keaslian jersey berada di pojok kiri bawah jersey Kalteng Putra FC 2020. ADHOC menggunakan woven dengan teknik heatpress untuk pemasangan tab ini.

Hang tag jersey terpasang di bagian dalam kerah

Berapa rating jersey home Kalteng Putra 2020 ini? Dengan harga yang ditawarkan dan material jersey yang dijual, ceritajersey memberi nilai 4 dari 5. Jersey ini termasuk yang paling murah dari beberapa produk klub yang dijual oleh ADHOC. Namun begitu beberapa komponennya masih menggunakan material polyflex dan woven, walaupun seluruh warna jersey adalah sublimasi. Pertimbangkan juga keunikan jersey ini, terutama logonya yang (jujur) memikat ceritajersey saat pertama kali melihat produk ini rilis. Ternyata kaya akan cerita bro. Belum lagi fakta bahwa jersey ini juga belum sempat terpakai di gelaran Liga 2 2020 lalu. Info tambahan lain, versi SVnya dijual hanya sekitar 135ribuan. Jadi makin tidak ada alasan bagi kolektor untuk beli jersey KW yaaaa.
Share:

Store Visit Episode 9 - ADHOC Megastore

Awal November 2020 lalu, @ceritajersey menyempatkan diri mengunjungi ADHOC Megastore, yang baru saja dibuka sebulan sebelumnya (4 Oktober). Store dari apparel ADHOC ini terletak di Ruko Prima Orchard Blok A5, Jl. Harapan Baru Regency, Bekasi. Peresmian tokonya berlangsung sangat meriah dan dihadiri juga oleh para wartawan serta rekan-rekan reviewer jersey pada saat itu. Bagaimana penampakan megastorenya sih? Yuk lah kita main ke dalamnya...

ADHOC mengawali kiprahnya di industri apparel dengan menjadi rekanan konveksi bagi beberapa apparel di Indonesia. Cukup banyak apparel yang memproduksi jerseynya di ADHOC ini, sampai pada tahun 2019 lalu akhirnya ADHOC merilis brandnya sendiri dan melakukan kerja sama pertamanya dengan salah satu klub profesional di Indonesia: PSMS Medan. Itu pula yang mendasari timbulnya slogan "Come from Behind" milik apparel. Bentuk keseriusan ADHOC di industri ini bisa dilihat dari diluncurkannya flagship store resmi mereka di Bekasi: ADHOC Megastore. Lokasi store ini bersebelahan juga dengan lokasi workshop mereka untuk memproduksi jersey.

Lokasi ADHOC Megastore di Google Maps

Tampilan dalam ADHOC Megastore

Nuansa sepak bola terasa di interior ADHOC Megastore begitu kita masuk ke dalam. Langit-langit store bermotifkan lapangan bola menyambut para pengunjung dan sederet display jersey dan produk-produk apparel.

Boxset jersey Persiraja Banda Aceh, salah satu klub yang disupport ADHOC

Selain PSMS Medan, ADHOC juga menjalin kerjasama dengan Persiraja Kutaraja, klub Liga 1 Indonesia dari Banda Aceh. Selain dijual via Persiraja Store. Produk-produk mereka juga bisa didapatkan langsung di ADHOC Megastore ini. Range harganya cukup terjangkau. Versi player issue yang dikemas dengan box di atas dibandrol seharga 350ribu.

Display product jersey-jersey klub yang bekerja sama dengan ADHOC

Display produk dari ADHOC sendiri cukup rapi dan lengkap. Pengunjung bisa bebas memilih jersey mana yang akan dibeli dari berbagai varian yang ada. Persiraja, PSMS Medan, hingga Kalteng Putra ditampilkan lengkap mulai home, away, hingga third, bahkan jersey goal keeper. Ukuran yang tersedia dari S hingga XXL, plus mereka juga menjual size untuk anak-anak.

Jersey supporter version ADHOC termasuk merchandise paling terjangkau di Liga 1 & 2 Indonesia

Selain player issue, ADHOC juga merilis jerseynya untuk versi suporter. Persiraja 2020 home & away supporter versionnya dibandrol seharga 150ribu, sementara PSMS Medan di harga 100ribu. Cukup murah untuk jersey original klub yang berstatus Liga 1 dan 2. 

Boxset klub pertama yang bekerja sama dengan ADHOC, PSMS Medan

PSMS Medan, yang menjadi klub perdana dengan lambang ADHOC di jerseynya, menjadi salah satu hot product dari apparel. Ini pertama kalinya juga untuk klub mendapatkan perilisan jersey dalam bentuk boxset. Berbeda dengan Persiraja, versi player issue dari jersey PSMS Medan ini dijual dengan harga 285ribu, belum termasuk nameset. Jika melihat akun medsos PSMS Store yang sudah lama vakum, sepertinya satu-satunya tempat kita bisa mendapatkan jersey PSMS Medan 2020 hanya di ADHOC.
Tracktop PSMS Medan musim 2020

Sebagai apparel, sudah tentu ADHOC tidak hanya menjual jersey. Di Megastore ini juga bisa dijumpai produk lainnya seperti official tracktop PSMS Medan. Tracktop ini dibandrol sebesar 350ribu dan bisa dilengkapi dengan inisial kita cukup dengan menambah biaya 10ribu.

Deretan produk tumbler dari ADHOC untuk klub yang disupport

ADHOC juga menyediakan lini produk tumbler collection, yang dijual dengan kisaran harga 65 hingga 75ribu rupiah. Jarang-jarang lho ada satu toko yang menyediakan berbagai bentuk merchandise untuk lebih dari satu klub. Kesempatan bagus untuk ADHOC yang memegang kerjasama apparel dengan banyak klub untuk mendistribusikan penjualan merchandisenya di Megastore ini.

Name & numberset PSMS Medan dari apparel ADHOC

Di ADHOC Megastore ini kita juga bisa pasang name & numberset untuk jersey klub yang telah kita beli. Biayanya cukup murah: 30ribu rupiah.

Jersey Lalenok United, juara COPA FFTL 2020, juga dijual di ADHOC Megastore

Terobosan apalagi yang telah dibuat ADHOC sejak resmi launching sebagai brand apparel? Selain kerjasama dengan klub lokal & membuka Megastore sendiri, ternyata mereka juga telah meluaskan jangkauannya hingga ke level internasional. Juara Copa FFTL (Timor Leste) 2020, Lalenok United, tercatat menjadi salah satu tim yang disponsori oleh ADHOC. Jersey mereka pun dijual di Megastore ini, dibandrol dengan harga 245ribu. Cukup murah untuk tim di luar Indonesia, apalagi berstatus juara di kompetisi domestiknya. Terkini, ADHOC juga sudah menjalin kerjasama dengan salah satu klub Singapore Premier League, Tanjong Pagar United, untuk musim kompetisi 2021. 

Shoes bag produksi dari ADHOC Apparel

Selain jersey & tracktop, produk lain yang diproduksi & dijual ADHOC adalah shoes bag. Tas untuk sepatu ini dijual dengan harga 75ribu dan tersedia dalam dua warna: biru dan hijau. Logo khas apparel yang berbentuk kepala banteng ini tampak mencolok di desainnya.

Duffle bag medium ADHOC

Memang layak ADHOC disebut sebagai apparel karena mereka tidak hanya memproduksi jersey. Selain produk-produk di atas tadi, masih ada lagi duffle bag, string bag, travel bag, short & long sweat pants, dan lain-lain. Apakah mungkin mereka nantinya akan masuk ke industri sepatu? Tidak ada yang tidak mungkin melihat potensi dari apparel ini.
 
Jersey away klub peserta Liga 2 2020, Kalteng Putra

@ceritajersey sendiri membeli jersey Kalteng Putra untuk musim 2020 ini di ADHOC Megastore. Satu hal yang unik dari jersey ini adalah tampilan logo apparel yang berbeda dari jersey untuk klub lain yang bekerja sama dengan ADHOC. Apa kisah di baliknya? Nantikan saja artikel berikutnya dari @ceritajersey.

"Wall of Fame" ADHOC Apparel

Spot ikonik dari ADHOC Megastore adalah satu wall khusus yang menampilkan logo-logo klub yang bekerja sama dengan ADHOC. Selain klub yang disebutkan di atas, ternyata ADHOC juga sudah menjalin kerjasama dengan klub Liga 2 PSKC Cimahi dan beberapa klub Liga 3 seperti Pekanbaru United & PSP Padang. Bahkan, untuk musim 2021 ADHOC juga sudah memastikan kerjasamanya dengan klub Liga 1: Persela Lamongan. Untuk apparel yang baru dua tahun launch brandnya, perkembangan ADHOC cukup pesat. Dengan semangat tinggi & resource yang dimiliki, muncul optimisme dari ADHOC untuk menjadi apparel timnas suatu saat nanti. Yuk deh mari kita dukung apparel lokal Indonesia untuk berjaya di tanah air sendiri. 

Disclaimer: harga yang disebutkan di artikel ini bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan lupa cek juga official account ADHOC di Instagram @adhocmegastore atau @appareladhoc untuk info lebih detail.

Share:

Identitas & Muruah - Persib Bandung 2020 Home Shirt

Kompetisi Shopee Liga 1 2020 dinyatakan batal oleh PSSI beberapa hari yang lalu dalam rapat Exco. Baru bergulir tiga pekan, Liga 1 2020 diputuskan tanpa ada juara dan degradasi. Dengan segala dinamika yang telah terjadi, entah ini keputusan baik atau buruk, mengingat sepertinya hanya Indonesia saja satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang gagal melanjutkan kompetisi sepak bola musim 2020 selama masa pandemi Covid-19. Persib Bandung sendiri sedang memimpin klasemen sementara Liga 1 2020 sebelum liga diputuskan batal. Skuad Maung Bandung memperoleh 9 poin dari 3 kemenangan di semua pertandingan yang dijalani. Di artikel ceritajersey kali ini, mari kita simak bersama detail jersey home mereka di musim 2020 ya.


Persib Bandung merilis rangkaian jersey terbarunya pada tanggal 25 Februari 2020 lalu di Hotel Harris Festival Citylink, Bandung. Rilisan ini termasuk dengan jersey ketiga mereka, yang mana merupakan hasil sayembara dari klub. Jersey homenya sendiri masih didesain oleh kang Achmad Gunawan dan digunakan oleh Uyung saat perilisan jersey lalu. Menggunakan warna biru, jersey ini menunjukkan identitas Persib dan representasi dari muruah atau nama baik klub. Tampak sekilas, jersey musim 2020 ini banyak mengeksplorasi motif loreng macan dan mengkombinasikannya dengan tiga warna khas identitas kota Bandung. Tahun 2020 ini juga menjadi momen ulang tahun PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang ke-10, sehingga ditunjukkan di jersey melalui ikon jahitan X di beberapa bagian. Berbasiskan pola pakaian pangsi, jersey home ini juga kaya dengan kultur Sunda yang semakin menegaskan jati diri Persib Bandung.


Promotional video & images dari Persib Official Store

Jersey ini bisa diperoleh di Persib Store, baik offline maupun online. Sama seperti sebelumnya, Persib merilis jerseynya dalam dua versi: authentic dan replika. Kita akan bahas versi authenticnya di artikel ini ya.

Authentic tab jersey dari Sportama

Rasanya sudah 5 musim berlalu sejak pertama kali Sportama mendukung Persib Bandung dalam hal perlengkapan tanding, termasuk jersey. Dan dalam 5 musim itu pula berbagai terobosan diberikan Sportama, baik dalam hal desain, teknologi, sampai hal terkecil seperti pencantuman identitas apparel. Sejak 2019, logo Sportama dipasang di posisi authentic tab tepatnya pojok kiri bawah. Jika di musim 2019 logo "S"nya disandingkan dengan peta Jawa Barat, maka musim 2020 logo Sportama dipasang bersama ilustrasi kumpulan trofi yang pernah dimenangkan oleh Persib Bandung.

Badge Persib di jersey, berbahan 3D TPU on tatami

Di musim ini juga dilakukan penyesuaian kembali di badge klub pada jersey. Sejak 2016, berbagai macam bahan digunakan Sportama untuk logo Persib Bandung, dari flock, polyflex, sampai 3D TPU. Di 2020, badge klub disajikan dengan cara yang cukup di luar dugaan. Logo Persib dipasang dalam sebuah tameng berbentuk lingkaran bermotifkan loreng macan. Menggunakan material 3D TPU bealaskan tatami, logo klub memang tampak lebih mewah. "Tameng" yang sama juga dipasang di seluruh jersey Persib, dari away, third, hingga seluruh jersey kiper. Sayangnya, seluruh logo klub ini bertameng biru, tidak menyesuaikan dengan warna masing-masing jersey. Toh tetap saja ini masih konsisten identitas klub yang memang berwarna biru.

Aksara Sunda "Maung Bandung" pada size label jersey di dalam kerah

Untuk kerah, model O-neck dengan variasi tampak digunakan di jersey home ini. Tricolor pada neck tape masih merujuk warna bendera kota Bandung: hijau artinya kemakmuran dan kesejukan, kuning berarti kesejahteraan, dan biru berarti kesetiaan. Size labelnya menjadi salah satu hal unik di jersey ini, dengan penulisan "Maung Bandung" dalam aksara Sunda disertai dengan julukan klub yang lain "Pangeran Biru" dan motif loreng macan. Di bagian ujung bawah kerah terdapat tanda X yang merujuk pada perayaan 10 tahun PT. PBB. Selain kerah, tanda X ini juga dijahit secara Bartack di lengan. Total ada 10 X di seluruh jersey, sesuai dengan representasi tadi.

Logo sponsor pada jersey berbahan cutting polyflex

Berbeda dengan musim 2019, jumlah patch sponsor yang terpampang di bagian depan jersey Persib musim 2020 tampak lebih sedikit. Di bagian dada masih nampak ada logo Halodoc, Indofood, Mobil, dan Bank Permata Syariah. Secara total, jumlah sponsor Persib turun dari 18 di 2019 menjadi 12 di 2020. Untuk jumlah nominal sih belum diungkap berapa penerimaannya.

List hijau stabilo di bagian bahu jersey

Emboss batik khas Sunda di cuffs jersey

Di bagian kerah dan ujung lengan terdapat lipatan kain dengan emboss batik khas Sunda (mega mendung bukan ya?). Makin cantik dengan ditambah list hijau stabilo di antara cuffs dan motif lorengnya. List yang sama juga ada di bagian bahu, di bawah sponsor Pria Punya Selera.


Detail pada nomor punggung di jersey Persib home 2020

Untuk namesetnya sendiri masih menggunakan material yang sama dengan musim 2019 lalu, Berbeda dengan pemilihan warna kuning di NNS jersey tahun sebelumnya, di musim 2020 ini nomor punggung berwarna putih kombinasi silver dengan corak macan dan logo Persib di bagian dalamnya. Totol-totol di bagian nomor punggung ini juga memberikan kekhasan bagi jersey Persib. Sepertinya cukup sulit jika ada diremake eh?

Ceritajersey memilih NNS Supardi Nasir karena yang bersangkutan adalah kapten dari Persib Bandung di musim 2020 ini. Mengawali karir sepak bolahnya di PS Palembang pada musim 2002 hingga 2004, Supardi sempat melanglang buana ke PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Pelita Jaya, dan Sriwijaya FC. Setelah sempat mengantar Persib meraih juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015, Supardi sempat membela Sriwijaya FC kembali pada 2016 sebelum akhirnya kembali ke Persib Bandung di musim 2017.


Nah, the best part dari jersey ini sebenarnya adalah bahannya sendiri. Berbahan dasar polyester, jersey ini sepertinya benar-benar didesain secara spesifik sejak dari kainnya. Garis-garis vertikal di bagian belakang yang nampak pada foto di atas memiliki pori-pori yang lebih lebar dibanding bagian yang lain untuk mendukung fungsi ventilasi di jersey. Untuk bagian depan, motif loreng macan disublimasi di kain berwarna biru. Jersey ini juga ringan dan kainnya stretch. Isu yang sama dengan musim-musim sebelumnya adalah soal size chart. Ceritajersey memilih size XL di musim 2020 ini dengan ukuran (p x l) 76 x 54. Musim sebelumnya, ukuran XL untuk jersey versi authenticnya adalah 78 x 52. Jadi pastikan saja bahwa jersey yang kalian beli benar-benar fit buat kalian ya. Btw tentang washing labelnya, Persib kembali menggunakan aksara & bahasa Sunda dalam aplikasinya. Detail kecil yang menarik.

Jersey Sauyunan yang dirilis Persib dalam rangka memerangi pandemi Covid-19 menggunakan basis yang sama dengan jersey ini. Hal yang berbeda hanya tidak adanya logo sponsor terpasang (diganti kata "Sauyunan" di bagian depan serta tab authentic Sportama diletakkan di posisi kanan atas, menggantikan posisi sponsor Halodoc di jersey tanding.


Persib masih menggunakan tag dengan model yang sama seperti tahun lalu, berbentuk tameng logo klub dan bisa dilepas untuk dijadikan stiker. Baik di hang tag maupun label di kerah, keduanya sama-sama menyampaikan pesan tidak ada toleransi bagi pembajakan karya dari klub. Jersey Persib memang termasuk cukup sering dibajak dan dijual versi KW-nya sampai-sampai akun para penjual jersey KW tadi dipampang di media sosial Instagram Persib Official Store.

Ceritajersey memberikan nilai 4,5 dari 5 untuk jersey home Persib Bandung musim 2020 ini. Detail budaya Sunda yang menarik diimbangi dengan inovasi kainnya menjadi nilai tambah jersey. Harga dipatok sebesar 500.000, namun Persib Official Store rutin memberikan promo yang konsisten terkait diskon & free nameset yang akhirnya membuat pembelian jersey ini cukup worth it. Patut dinanti gebrakan apalagi yang akan diberikan Sportama untuk jersey Persib musim 2021 nanti.

Share:

Koleksi Unik Lain Tentang Jersey - Gantungan Kunci!

 


Ada lini koleksi alternatif nih buat para kolektor jersey. Ga nyimpang jauh-jauh banget, masih ada hubungan sama kain laknat yang kita suka ini. Dua tahun terakhir sepertinya sudah mulai banyak klub serta apparel yang merilis gantung kunci bertemakan jersey, baik yang dijual umum sebagai merchandise resmi, atau disertakan dalam paket penjualan jersey. Nah, monggo tonton video dari @ceritajersey di bawah. Jangan lupa like & subscribe channel Cerita Jersey plus tulis kritik & saran kalian di kolom komentar yaaa.

Share:

Jenis-jenis Packaging Jersey Klub Liga Indonesia

Beberapa tahun terakhir, tiap beli jersey rasanya paket yang diterima bentuknya mulai aneh-aneh (dalam arti positif 😄). Dari yang ukuran kecil dalam genggaman tangan, sampai ada yang harus diprotect dengan kayu untuk melindungi box yang ada di dalam pengiriman. Hal ini tentu sungguh berbeda dengan penjualan jersey 3-4 tahun lalu yang hanya menggunakan sarana polybag atau bahkan plastik biasa untuk media penyimpanan jersey dalam pengirimannya ke customer. Memang seperti apa sih bentuk-bentuk packaging jersey ligina masa kini? Mari kita simak ulasannya di bawah.


Apa yang kita bahas di sini adalah kemasan-kemasan di luar polybag yaa. Mungkin masih banyak yang belum masuk dalam list di bawah, tapi monggo temen-temen jika ada yang mau sumbang pendapat di kolom komentar. Nah, seperti pengantar di awal artikel ini, packaging untuk penjualan jersey Liga Indonesia oleh para apparel lokal saat ini memang benar-benar unik dan kreatif. Di awal-awal demam "paket khusus", kita hanya mengenal box set sebagai bentuk yang cukup umum ditemui. Tapi tahu kah kalian kalau masih banyak opsi paket lain yang apparel-apparel & klub ini pilih untuk "semakin" memanjakan para kolektor jersey?

1. Box Set

Di luar polybag, bentuk ini yang paling banyak ditemui di penjualan jersey saat ini. Sebelum Persebaya konsisten dengan rangkaian rilisan boxsetnya setiap tahun, kita pernah melihat juga Persib & Persija di era League serta Sriwijaya bersama Joma di musim 2014. Harus diakui, isinya tidak hanya sekedar jersey. Klub-klub ini melengkapinya dengan sertifikat keaslian dan beberapa merchandise lain seperti gantungan kunci, sticker, atau yang bisa dibilang cukup "wah" adalah kaos & syal seperti yang dilakukan PS Mojokerto Putra lalu pada musim 2018. Istimewanya, paket istimewa ini bukan hanya dominasi klub-klub Liga 1 atau 2 saja. Klub Liga 3 pun turut serta mengemas produknya sebagus mungkin dengan model seperti ini. Sebut saja: PPSM, baik ketika rilis jersey perayaan 1 abad maupun jersey reguler bersama Artland di 2019; lalu ada juga PSD Demak bersama apparel MJS, dan PS Kopa bersama Warrix. Box set ini sebenarnya cukup punya PR saat dilakukan pengiriman ke customer: gampang penyok. Bahkan Persita Store menggunakan packing kayu yang cukup kokoh untuk mengantisipasi resiko ini saat mengirimkan box set jerseynya ke pembeli.

2. Pouch Bag


Selain box, media lain yang juga bisa digunakan untuk mengemas jersey adalah pouch bag. Tentu saja, berbeda dengan box, value added yang diberikan oleh klub maupun apparel dengan model paket seperti ini adalah fungsi reusenya. Pouch bag ini bisa digunakan oleh para kolektor untuk menyimpan barang-barang lain saat berpergian, jalan-jalan, nongkrong yang semuanya terlihat secara kasual. Persikab Bandung bersama Slemn24 menjadi salah satu klub yang mencuri perhatian saat merilis jerseynya di musim 2019 lalu. Kemasan yang dipilih mereka memang kurang lazim saat itu, tapi justru inilah lebih lebihnya. Persebaya juga menggunakan pouch bag untuk mengemas jerseynya, namun di level replika & supporter versionnya saja. Untuk jersey anniversary ke-93 tahun 2020 ini pun mereka juga menggunakan media yang sama.

3. Plastic Tube


Tabung plastik seperti gambar di atas ini digunakan oleh SMBD untuk kemasan jersey Cinta & Dedikasi II dari PS Sleman di awal musim 2019. Dirilis secara terbatas dengan serial number, jersey ini sold out dan packagingnya menjadi salah satu hal unik pada waktu itu. Klub lain yang mengikuti jejak mereka adalah Persak Kebumen bersama Tama Sportwear yang pada tahun yang sama merilis jersey utamanya dengan kemasan tabung plastik. Kelemahan dari tabung ini sama dengan box set: gampang penyok. Jika apes, bisa juga sobek mengingat plastik yang digunakan cukup tipis.

4. Plastic OPP

Plastik OPP (oriented polystyrene) adalah jenis plastik yang sering disebut juga dengan plastik kaca, yang mana plastik ini memiliki sifat kaku, jernih, serta tidak berbau. Contoh klub yang menggunakan kemasan ini adalah Bali United. Berbeda dengan polybag, plastik OPP ini lebih kuat dan tidak gampang terlipat. Plastik OPP juga umum digunakan untuk kemasan baju, hanya saja untuk Liga Indonesia sepertinya masih sedikit klub yang memilih media ini. Bali United sendiri pernah mengemas jerseynya dalam kemasan kertas seperti gambar di atas (warna hitam) khusus untuk pembelian langsung di storenya.

5. Lain-lain

Poin ini dipersembahkan untuk klub-klub serta apparel yang mungkin sejauh ini hanya mereka yang mengemas jersey dengan cara ini di Indonesia. Contoh, Genesa menggunakan kemasan yang disebut dengan "Authentic Pack" yang bentuknya seperti kantung kain. Mereka menggunakan kemasan ini saat distribusi jersey Persikad 1999 pada tahun 2019 lalu. Berikutnya ada Noto yang menggunakan besek untuk jersey Persid edisi anniversary Kabupaten Jember. Besek sendiri merupakan tempat atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu bertutup dan bentuknya segi empat, umumnya untuk tempat menaruh makanan. Ceritajersey dulu sering banget beli tape dengan kemasan besek ini waktu main ke daerah Situbondo dan sekitarnya nih. Kemasan spektakuler lainnya dari klub Liga Indonesia adalah bag alias tas, yang digunakan Persebaya dalam penjualan jersey musim 2020 ini. Mereka menambahkan sertifikat, syal, serta jersey history board dalam paket penjualannya. Sepertinya masih ada lagi sih jersey-jersey klub Ligina yang dikemas dengan unik, namun belum terangkum dalam artikel singkat ini. Kalian bisa bantu tambahkan via kolom komentar di bawah ya.

Nah, makin ke sini, apparel-apparel lokal kita makin kreatif dan unik nih. Ga cuma produk utamanya (jersey) yang difokusin, packaging pun bisa jadi nilai tambah lain buat para kolektor. Makin wajib dong berarti buat beli jersey original langsung via club store atau apparel terkait. Jadi selain polybag, apa kemasan jersey terfavorit kalian? Silahkan beri opini kalian yaaa 🥳
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels