Musim 2019 bisa jadi merupakan musim yang serba mendadak untuk PSPS Riau. Dengan kompetisi Liga 2 yang rencananya akan dimulai pada Juni 2019, PSPS Riau akhirnya menggelar latihan perdananya pada pertengahan Mei 2019. Case-case seperti tunggakan gaji yang menjadi kendala pun selesai menjelang keikutsertaan klub di Liga 2 2019. Bagaimana dengan jerseynya? Dari keterangan bang @SonyAndrio di twitternya, proses desain dan produksi untuk jersey PSPS Riau 2019 ini dikebut dalam waktu kurang dari 2 bulan. Kondisi yang bisa dibilang kurang ideal. Tapi sepertinya hal ini tidak mengurangi keunikan dan apiknya jersey PSPS di musim ini. Seperti apa detailnya? Yuk kita simak.
Skuad PSPS Riau mengenakan jersey homenya saat berhadapan dengan Sriwijaya FC pada lanjutan Liga 2 2019 (23 Juli 2019). PSPS memetik poin penuh setelah menang 2-1 atas Sriwijaya di Stadion Kaharuddin, Pekanbaru. Photo by:
@pspsriau
Jersey home PSPS Riau di musim 2019 berwarna biru, sama seperti musim-musim sebelumnya. Yang membedakan, sublimasi gradasi air yang berada di bagian depan seolah "menghidupkan" jersey ini. Gradasi yang menggambarkan kedalaman air laut ini sekaligus untuk menegaskan ciri khas provinsi Riau yang identik dengan banyak perairan. Bekerja sama dengan apparel Curva Sports, jersey ini kembali didesain oleh mas
@SonyAndrio. Seperti halnya jersey PSPS Riau di musim 2017 & 2018, jersey ini juga mengangkat identitas daerah dan klub. Selain gradasi perairan, unsur melayu dan throwback ke masa dream team PSPS Riau berusaha dikenalkan melalui seluruh jersey tanding pemain.
Untuk pembelian online, jersey dikirim dalam kemasan berlogo apparel seperti di atas
Di dalamnya masih terdapat plastic bag bertulisakn PSPS Riau Official Merchandise. Cukup rapi dan baik mengenai bagaimana apparel mentreat pengiriman produknya ke customer. Btw soal harga, jersey ini dibandrol sebesar 225 ribu dengan kualitas player issue.
Dalam paket pembelian jersey ini juga disertakan dua stiker bergambar logo official merchandise klub dan apparel jersey
Di musim 2019, PSPS bekerja sama dengan
Curva Sports, apparel lokal asal Riau. Klub lain yang juga menjalin kerjasama dengan Curva adalah KS Tiga Naga, yang akan berkompetisi di Liga 3 2019. Tidak hanya jersey klub, Curva juga memproduksi kaos kaki, backpack, t-shirt, polo shirt, dan sudah memiliki teamwear sendiri. Nilai plus untuk Curva sebagai apparel!
Logo masih menjadi bagian primadona dari jersey PSPS Riau. Seperti yang sudah dijelaskan dalam review jersey musim 2018, unsur-unsur yang memiliki kaitan dengan PSPS dapat digambarkan dengan jelas dan modern di logo baru ini, termasuk bendera merah kuning hijau Melayu. Bahan logo terbuat dari material woven adhesive yang dipasang dengan cara heatpress di jersey. Cukup jarang ditemui cara seperti ini, jadi walaupun logo woven, karena materialnya cukup tipis (dan dipasang dengan teknik pressing) membuat jersey tetap ringan.
Patch Liga 2 berupa printing polyflex sudah include dalam pembelian jersey ini. Tidak seperti Liga 1, tampak tidak ada perubahan di logo Liga 2, tidak ada unsur sponsor tampil sehingga dalam 3 tahun terakhir logo relatif tetap.
Kerah jersey home (dan juga away) berwarna merah, yang mana terinspirasi dari jersey PSPS di era dream team (Liga Indonesia 2002) saat skuad berisikan pemain-pemain sekelas Hendro Kartiko, Bima Sakti, Kurniawan, dkk. Jersey nike yang dikenakan PSPS saat itu juga cukup mencolok karena banyak terpampang sponsor di bagian depannya. Bisa jadi PSPS lah yang sebenarnya mengawali era jersey klub ligina memiliki banyak sponsor, di luar Bali United atau Persib Bandung seperti yang kita kenal saat ini. Di dalam kerah, terdapat informasi size dan keterangan original product made in Indonesia yang dicetak sepertinya dengan heat transfer.
Di belakang kerah, terdapat tambahan kain bersublimasi yang dijahit dan bermotif tricolor bendera Melayu: merah, kuning, hijau. Dikutip dari
Wikipedia, masing-masing warna ini memiliki makna tersendiri. Merah digunakan untuk menunjukkan keberanian, kesetiaan, dan kepahlawanan. Kuning dikaitkan dengan Sultan-sultan Melayu dan digunakan untuk menegaskan kesetiaan orang Melayu kepada raja-raja mereka. Warna hijau adalah warna tradisional Islam, yang tentunya merupakan bagian penting dari budaya Melayu.
Di bagian samping, terdapat tulisan "Askar Bertuah" yang mana merupakan julukan dari PSPS Riau. Cukup menyenangkan melihat julukan PSPS akhirnya tersemat di jersey yang dilepas ke supporter. Musim lalu, tulisan "Askar Bertuah" hanya ada di jersey yang dikenakan oleh pemain bertanding (match issue), terletak di belakang kerah. Di musim 2019, julukan klub dicetak secara sublimasi di jersey, tepatnya di kain drifit jala (erbin) yang fungsinya sepertinya juga untuk sirkulasi udara jersey. Jahitan kain ini dipisahkan dengan list putih dengan bagian depan & belakang jersey.

Motif yang ditampilkan di badan jersey berupa pixel-pixel menggambarkan gradasi kedalaman air. Hal ini mengingatkan kita bahwa Riau adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan perairannya. Sungai Siak, sungai terdalam di Indonesia, melintasi Riau. Sungai Kampar dan Rokan juga melewati provinsi Riau. Selat Malaka yang merupakan batas antara Indonesia dan Malaysia juga terdapat di Riau, dan menjadi salah satu jalur perdagangan di Indonesia.
@pspsriau
Beralih ke NNS, foto di atas merupakan perayaan gol para pemain PSPS saat berhadapan dengan PSMS Medan di pekan pertama Liga 2 2019. Tampak desain dari name & number set para pemain berubah dari musim sebelumnya. Photo by:
@pspsriau
NNS pemain musim ini terbilang unik. Berbahan printing polyflex, dot dot kecil yang ada di dalam nomor punggung ternyata merupakan logo PSPS Riau. Di ujung bagian bawah juga masih terdapat logo PSPS Riau yang lebih jelas dan ukurannya lebih besar. NNS Danil Junaidi dipilih karena beliau merupakan kapten dari PSPS Riau di musim 2019 ini,
Kapten PSPS Riau, Danil Junaidi berjibaku dengan lawan saat berhadapan dengan Persiraja Banda Aceh dalam kompetisi Liga 2 2019. Danil sempat memperkuat Persegres Gresik selama satu musim sebelum akhirnya kembali ke klub yang membesarkan namanya, PSPS Riau. Photo by:
@pspsriau
Di ujung kerah, terdapat rib berwarna merah yang senada dengan bagian kerah jersey.
Jersey ini berbahan dasar drifit rhabit, fungsinya sama seperti drifit wave atau smash yaitu untuk anti UV dan anti bakteri. Polanya saja yang membedakan antara ketiga jenis drifit ini.
Penerapan teknik heat press atas woven adhesive juga dilakukan di black tab "original jersey" dari Curva.
Overall jersey home PSPS Riau di musim 2019 ini unik dan konsisten dengan tema-tema yang diangkat selama 3 musim terakhir. Unsur lokalnya cukup terasa, hanya saja bang Sony Andrio dapat lebih memodernisasikannya di edisi tahun ini.
Semoga PSPS Riau dengan jersey barunya ini dapat bangkit di Liga 2 dan membuka peluang untuk kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tahun depan. Akhir artikel, semoga tulisan ini dapat membantu dan menambah referensi rekan-rekan dalam hunting jersey home PSPS 2019 ya. Buy original, support the club! Pembelian jersey original ini akan berkontribusi 10% ke pemasukan PSPS Riau, di luar royalti wajib sesuai kontrak apparel dengan klub. Be a smart supporter then.