Showing posts with label PSM Madiun. Show all posts
Showing posts with label PSM Madiun. Show all posts

Ajining Rogo Soko Busono - Jersey Anniversary 90th PSM Madiun 2019

PSM Madiun mengumumkan kembali aktifnya klub di kompetisi 2019 dengan gaya. Bekerjasama dengan Reds, apparel asal Bantul, Yogyakarta, PSM Madiun membawa konsep ajiningro90 untuk memperingati 90 tahun usia klub. Beberapa lini produk dilaunching, termasuk jersey pramusim (yang juga menjadi pre-match), serta jersey anniversary 90th berdirinya PSM Madiun.

Jersey putih ini menempati peringkat 40 untuk pemilihan jersey terbaik di tahun 2019 yang diselenggarakan oleh goalcomindonesia. Produk ini merupakan jenis memorabilia terakhir yang dirilis oleh Reds untuk peringatan #ajiningro90 PSM Madiun. Selain peringatan berdiri, jersey anniversary juga menjadi sebuah penghormatan untuk salah satu klub pendiri PSSI ini.

PSM Madiun berdiri pada tahun 1929 dengan nama Madioensche Voetbal Bond atau disingkat MVB. Setelah non aktif sejak 2011, baru pada 2019 lalu klub bersejarah ini berkompetisi lagi di Liga Indonesia. Logo yang digunakan di jersey ini merupakan logo pertama dari klub saat masih bernama MVB. Konsepnya tentu diambil dari logo kota Madiun pada masa penjajahan Belanda dulu. Ada tiga unsur alam di logo ini: Gunung Lawu dan Gunung Wilis serta Sungai Bengawan Solo yang mengalir. Pita yang ada di logo di atas bertuliskan kalimat berbahasa latin yang berbunyi “Montes Prosperitatem Vident”, artinya adalah “gunung-gunung menjadi saksi akan kemakmurannya”.


Saat Reds merilis jersey anniversary ini, kesan klasik sangat terasa dengan pemilihan warna monokrom untuk foto-foto yang menjadi background. Selain bahu yang berwarna hitam-putih, banyak aspek jersey ini yang juga menggunakan warna senada di samping aksen marun di ujung lengan, kerah, dan garis menyusur di samping.

Logo apparel berupa bordiran di bagian dada kanan, konsisten dengan tema klasik yang diusung

Kerah jersey bermodel klasik dengan adanya unsur X di posisi yang biasanya berupa kancing. Necktape berlogo Reds disandingkan dengan sublimasi size label di bagian dalam kerah.

Di bagian depan, terpampang nama klub dengan patch yang dijahit bordir, mengingatkan kita dengan jersey-jersey ligina jaman dulu. Tapi hal ini disengaja supaya ada sinkronisasi antara "kekunoan" dengan "kekinian".

Warna putih drifit wave pada jersey ini dipadupadankan dengan warna gelap dari kain melange di bagian bahu. Ujung lengannya berupa rib dengan warna monokrom marun-putih.

Di bagian sampingnya, terdapat kain berpori untuk ventilasi. Garis marun memisahkannya dengan kain drifit wave yang digunakan sebagai material utama.

Sign Ajiningro90, yang menjadi tema jersey ini, diletakkan di kanan bawah bagian depan jersey dengan patch woven. Ajiningro90 merupakan istilah jawa berkalimat lengkap "ajining rogo soko busono". Artinya kurang lebih: harga diri seseorang terlihat dari pakaian yang dikenakan.


Tanda autentik dari Reds yang baru juga diterapkan di jersey ini. Trustdisional konsisten diangkat Reds dari tahun ke tahun, disandingkan dengan statement "Kriya Autentik". Dikutip dari wikipedia, kriya atau hastakarya atau kerajinan tangan adalah kegiatan seni yang menitikberatkan pada keterampilan tangan dan fungsi untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan menjadi benda-benda yang tidak hanya bernilai pakai, tetapi juga bernilai estetis.





Kemasan jersey sendiri juga sudah merupakan yang wah. Dengan harga rilisan awal sekitar 299rb, kolektor sudah mendapat boxset berisikan sertifikat, jersey, dan pernak-pernik merchandise dari Reds (stiker & gantungan kunci). Bagian depan & dalam box ini digrafir logo Reds, PSM Madiun, serta tema Ajiningro90 dengan warna emas. Sertifikat keaslian jersey pun didesain sedemikian rupa sehingga kesan klasiknya didapat. Jika saja kalimat-kalimat di sertifikat menggunakan ejaan lama, bisa menjadi nilai plus lagi.

 
Sayangnya kerjasama Reds & PSM Madiun hanya berlangsung semusim. Namun jejak sejarah kolaborasi mereka ini awet seiring berjalannya waktu dan bangkitnya kembali PSM Madiun. Suatu hal yang menyenangkan bisa mendapatkan salah satu jersey terbaik ini di koleksi @ceritajersey.
Share:

Kembalinya PSM Madiun - PSM Madiun 2019 Home Jersey

Jarang-jarang nih @ceritajersey bahas satu klub lebih dari sekali dalam setahun. Setelah awal musim lalu bahas jersey pre season PSM Madiun bersama Reds Bantul, kali ini kita akan bahas jersey salah satu #ParaPendiri ini namun untuk yang versi homenya. Jersey ini dikenakan klub untuk mengarungi kompetisi Liga 3 2019 Zona Jawa Timur.
Di tahun pertama kembalinya PSM Madiun setelah hiatus sejak 2011 ini, PSM Madiun langsung tancap gas mengikuti kompetisi Liga 3 Zona Jawa Timur. Di klasemen akhir Grup A, sayangnya PSM Madiun menghuni peringkat ke-4 dari 5 peserta dan gagal melaju ke babak berikutnya. PSM Madiun sendiri tergabung dengan klub Putra Sunan Giri, yang di akhir kompetisi menjadi juara Liga 3 2019 Zona Jawa Timur. Btw tidak hanya klub sepak bola lho, PSM Madiun ini juga memiliki tim e-sports, Sunken Relic. Sejauh ini, klub Ligina yang memiliki tim e-sports baru PSS Sleman & Bali United. Jika kalian ada yang tahu, silahkan tambahkan di kolom komentar yaa. Photo by: @psmmadiun29

Jersey home PSM Madiun 2019 ini terinspirasi dari PSM Madiun Junior yang berkompetisi di Liga Remaja tahun 2006. Pada saat itu, seluruh skuadnya diisi pemain lokal atau putra asli daerah. Walaupun kurang dukungan dari suporter, namun mereka selalu tampil semangat demi nama kota Madiun. Alhasil, mereka menorehkan prestasi hingga menembus Liga Remaja Zona Jawa. Saat itu, jersey Nike yang dikenakan oleh PSM Madiun berwarna dasar kuning dengan aksen hitam di tengah dan hijau mengapitnya.. Logo klub diletakkan di tengah, di bawah logo apparel. Desain yang sama diaplikasikan kembali oleh apparel Nayno di tahun 2019 ini, dengan sedikit modifikasi peletakan logo klub dan sponsor. Patut disayangkan, di awal rilisnya banyak yang meragukan desain jersey PSM Madiun ini. Namun setelah filosofi dan sejarah jersey PSM Madiun ini diungkap, barulah terlihat betapa dalam makna dan semangat yang diusung klub serta apparel. Pilihan yang epik!


Jersey ini bisa diperoleh di official store klub PSM Madiun atau melalui Equinoc Store, wadah/asosiasi apparel yang memang bekerja sama dengan PSSI Jatim untuk gelaran Liga 3 Zona Jawa Timur 2019 lalu.

Jika pembelian dilakukan melalui official store klub, kita diberikan "bonus" stiker toko resmi klub. Lumayan kan buat tempel-tempelan. Sebagai klub Liga 3 yang baru saja merintis kembali perjuangannya, hal ini harus kita apresiasi. Tidak banyak klub liga 3 (bahkan level provinsi) yang memiliki toko resmi.

Nayno menjadi apparel resmi klub PSM Madiun dalam kompetisi Liga 3 Zona Jatim 2019, setelah sebelumnya pada masa pre season klub ini bekerja sama dengan Reds. Nayno sendiri juga mendukung klub Persibo Bojonegoro dan PS Sinar Harapan di Liga 3 ini.

Logo PSM Madiun yang terpampang di jersey ini merupakan logo ketiga yang digunakan sejak berdirinya pada 1929 lalu (baca: Laskar Wilis - PSM Madiun 2019 Home Jersey). Berbeda dengan jersey pre season dimana logonya monokrom, logo untuk jersey kompetisi resmi ini menampilkan warna resmi klub: hijau-hitam-kuning. Bahan yang digunakan untuk logo berupa printing polyflex.


Sponsor klub di jersey ini berupa sublimasi. Dan seperti klub Liga 3 Jawa Timur lainnya, tentu saja sponsor utamanya berasal dari grup Kapal Api, yang juga menjadi sponsor resmi kompetisi ini.

Identitas 5 lingkaran dari apparel Nayno muncul di ujung lengan kanan dan kiri jersey. Dan cetakan ini bukan sublimasi lho, melainkan cutting polyflex.

Kerah jersey bermodel V-neck dengan warna hijau, modif sedikit dari desain jersey 2006 dimana warna kerahnya hitam dengan dikelilingi aksen hijau. Di bagian dalam kerahnya terdapa size label berupa printing polyflex dan necktape berlogo apparel.

Di ujung bawah, bagian dalam "ekor" jerseynya disublimasi tulisan motto apparel "Born with Pride" serta jargon PSM Madiun: "Sakmatine!". Ini menandakan semangat para pendukung PSM Madiun yang merelakan separuh nyawanya untuk mendukung klub.


Washing label jersey terletak di bagian dalam, sekaligus keterangan bahwa jersey ini berbahan 100% polyester. Jersey ini menggunakan kain drifit mtiis atau zigzag untuk kenyamanan penggunanya. Bisa dilihat juga, warna utama jersey (kuning-merah-hijau) merupakan full sublimasi pada kain. Btw yang perlu kalian tahu, seluruh jersey yang digunakan pemain (player issue) dalam kompetisi Liga 3 Jawa Timur 2019 merupakan full sublim, termasuk logo klubnya. Jadi versi yang dijual atau kita beli sekarang merupakan versi suporter yang mana malah lebih "mewah". Pilihan full sublim untuk player issue sendiri dilakukan supaya jersey lebih awet digunakan saat berkompetisi.




Black tab apparel berupa printing polyflex terletak di bawah, tentu untuk memberikan keterangan bahwa jersey ini merupakan authentic product.
Nayno sebagai apparel baru  menuliskan tagline di bagian hangtagnya, dan seperti yang sudah dijelaskan dalam review jersey Persibo hal ini menunjukkan adanya harapan dari apparel untuk menjadi kebanggaan bagi partner atau customernya.

Overall, jersey pendiri PSSI yang satu ini sangat menarik dan tentu memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi dilihat dari filosofi desain dan momen kembalinya mereka untuk berkompetisi lagi. Semoga di tahun-tahun mendatang PSM Madiun mampu meningkatkan prestasinya dan seperti rilis apparel saat launching jerseynya, setiap suporter konsisten menyerukan "PSM MADIUN, Sakmatine sigaring nyawaku mung kanggo kowe !" dengan penuh rasa bangga. Akhir kata, keep collecting original jersey ya teman-teman!
Share:

Laskar Wilis - PSM Madiun 2019 Pre Season Jersey

Akhir 2018 lalu diwarnai dengan berita kembalinya PSM Madiun dari tidur panjangnya selama hampir 8 tahun. Saat ini PSM Madiun bersiap mengikuti kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2019 yang rencananya akan digelar pertengahan tahun ini. Di masa pra musim, PSM Madiun bekerja sama dengan apparel asal Bantul, Reds, untuk memenuhi kebutuhan tim dan menyambut perayaan ulang tahun klub ke-90. Seperti apa jersey yang dipersiapkan Reds khusus PSM Madiun di pra musim ini? Yuk kita simak cerita jerseynya.

PSM Madiun merupakan klub sepakbola yang berasal dari Kota Madiun, Jawa Timur dan berdiri pada tahun 1929 menggunakan nama Madioensche Voetbal Bond. Klub ini merupakan salah satu dari 7 klub pendiri PSSI. Setelah lama vakum (sejak 2011) karena beberapa alasan (dan akhirnya dibekukan oleh Ketua Pengcab PSSI Madiun), status PSM Madiun dipulihkan kembali pada Desember 2018 lalu dan bersiap mengikuti kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur 2019. Tampak dalam foto adalah pengumuman kerja sama apparel antara klub dan Reds Bantul untuk menghadapi pra musim 2019 dan peringatan 90 tahun PSM Madiun. Photo by: @official.psmmadiun
 
Jersey PSM Madiun untuk mengarungi masa pra musim 2019 ini berwarna putih untuk pemain dan hitam untuk kiper. Selain pra musim, jersey ini juga digunakan untuk pre match. Bertepatan dengan momentum 90 tahun PSM Madiun, Reds Bantul merilis beberapa produk "90 Years Memorabilia Edition". Peringatan 90 tahun ini juga tampak di jersey dengan adanya sublimasi printing angka 90 yang cukup besar di bagian bahu hingga dada jersey. Reds dengan cantik mengkombinasikan warna putih dengan warna kebesaran PSM Madiun: hitam dan kuning. Selain itu terdapat motif garis-garis diagonal yang memenuhi bagian depan jersey. Manajemen klub sendiri memiliki tema khusus untuk perayaan kembalinya PSM & 90 tahun klub: #ajiningro90 (Ajining Rogo) yang lengkapnya adalah Ajining Rogo soko Busono. Harapannya, di usia 90 tahun ini PSM Madiun dapat menyampaikan pesan kembalinya secara simbolis melalui jersey ini.
 
Pembelian jersey pre season ini di @redsbantul dikemas dalam plastic bag berlogo Reds dan disertai stiker apparel serta logo klub PSM Madiun. Jersey dibandrol dengan harga 159ribu.
 
Logo Reds di jersey berupa flock warna hitam, pas dipadukan dengan jersey putih. Seperti disebutkan manajemen klub dalam rilis resminya, salah satu alasan PSM Madiun menjalin kerjasama dengan Reds Apparel adalah karena prestasinya yang beberapa kali masuk nominasi jersey terbaik nasional bahkan dunia. Namun sepertinya kerja sama ini hanya berlangsung untuk peringatan 90 tahun klub dan pra musim. Patut dinanti apakah Liga 3 Jatim memiliki kebijakan yang sama seperti musim lalu (satu apparel untuk seluruh klub peserta liga).
 
Tulisan "Madiun" di bahu kanan dan kiri jersey berupa sublimasi printing, menegaskan bahwa klub ini berdomisili di Kota Madiun. PSM Madiun memilih Stadion Wilis sebagai homebasenya dan akan menjadi tuan rumah Grup A dalam kompetisi Liga 3 regional Jatim nanti.
 
Logo PSM Madiun di jersey berupa patch woven. Memiliki warna dasar hitam dan kuning, logo klub ditampilkan secara monokrom di jersey ini. Logo PSM Madiun yang terpampang di jersey ini merupakan logo ketiga sejak berdirinya pada 1929 lalu. Sama seperti kebanyakan logo klub era perserikatan, ada unsur logo pemerintahan yang juga diadopsi di logo ini, yaitu Keris Pusaka Tundung Madiun. Di logo kotamadyanya, makna keris yang berwarna hitam ini adalah kejayaan, kepribadian dan sebagai penolak bahaya.
 
Jenis model kerah yang digunakan adalah V-neck dengan jahitan di tengah. Di dalamnya terdapat informasi mengenai size jersey serta logo apparel & klub.
 
Rib di lengan berwarna hitam-kuning, yang mana merupakan warna kebesaran PSM Madiun. Warna ini lekat dengan seragam PSM Madiun (atasan kuning, celana hitam, kaos kaki kuning) dan logo klub sendiri.
 
Reds Bantul sepertinya masih konsisten dengan tema Trustdisional yang telah diusungnya sejak tahun 2018 lalu. Even di tagnya pun Reds juga menerapkan tema yang sama untuk produk PSM Madiun: warna hitam-kuning.
 
Warna hitam dan kuning kembali tampil di bagian samping jersey, di sebelah kain berongga yang berfungsi sebagai lubang "ventilasi" jersey.
 
Di bawah kerah bagian belakang, identitas klub kembali ditampilkan melalui namanya: PSM Madiun.
 
Tab authentic jersey dari Reds berada di pojok kiri bawah jersey.
 
Kembalinya PSM Madiun ke kancah pesepakbolaan nasional dan langsung memutuskan untuk bekerja sama dengan Reds merupakan hal yang harus diapresiasi. Reds yang selalu menghadirkan desain jersey berskala nasional, bahkan internasional, sesuai dengan tagline bangkitnya PSM Madiun #ajiningro90. Harga 159ribu menurut @ceritajersey sepadan dengan detil jersey yang disuguhkan, apalagi pembelian jersey juga berarti kita berkontribusi dalam menyokong finansial klub. Yuk budayakan membeli merchandise resmi atau original demi kelangsungan hidup klub.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Jersey Archive

Labels