Showing posts with label Artland. Show all posts
Showing posts with label Artland. Show all posts

Introduction of Batik Tirto Tejo - PSCS Cilacap Home Shirt 2020

Liga 2 pekan perdana memang belum sempat dituntaskan 100% setelah pandemi COVID-19 menyebar. Ada dua pertandingan di Wilayah Timur yang harus ditunda. Salah satu klub yang belum memulai pertandingan resmi pertamannya di 2020 ini adalah PSCS Cilacap, yang sedianya akan bertanding menghadapi Persis Solo pada 15 Maret 2020. Duel tim merah vs biru ini rencananya akan dilangsungkan di Stadion Manahan Solo yang diresmikan kembali di tahun ini. Nah, setelah kita menyimak review jersey home si tuan rumah, Persis Solo, pada artikel 17 April lalu, sekarang giliran kita bedah cerita dari jersey home tim Hiu Selatan, julukan dari PSCS Cilacap.

Akhirnya, setelah sejak 2016 selalu memasang motif bunga Wijaya kusuma di bagian depan jersey homenya, di tahun 2020 ini PSCS menggunakan grafis khas Cilacap yang disebut batik Tirto Tejo. Batik ini sudah menjadi ikon khas Cilacap sejak tahun 1980 dan masing-masing katanya memiliki makna yang cukup dalam. Tirto berarti air dan Tejo berarti cahaya, sehingga kombinasi keduanya melambangkan kemakmuran dan optimisme yang tinggi. Manajemen juga menegaskan adanya harapan bagi klub untuk memperoleh hasil yang maksimal melalui tekad, kekompakan, serta persatuan dan doa dalam iringan perjalanan PSCS Cilacap di setiap laga. Motif yang sama sebenarnya sudah "dibocorkan" oleh klub dan apparel saat mereka merilis jersey pre-seasonnya pada 19 Februari lalu, atau sebulan sebelum jersey resmi 2020 diluncurkan. Warna jersey home ini tetap biru, merujuk pada warna kebesaran klub dan juga apresiasi kepada para pendukung setia PSCS Cilacap.

Logo apparel Artland dengan heat transfer 3D
PSCS Cilacap bekerja sama dengan Artland, brand sportwear asal Sleman, yang akan membantu memenuhi kebutuhan apparel klub. Artland sendiri sudah berpengalaman menyediakan keperluan jersey untuk berbagai macam klub Liga Indonesia, seperti PSIP Pemalang, Persena Nagekeo, serta PPSM Magelang di Liga 3 2019, dan tim PSIS Semarang untuk kompetisi Liga 1 Putri 2019. Klub lain yang selama dua tahun ini bekerja sama dengan Artland adalah PSBS Biak. Logo apparel pada jersey ini diaplikasikan dengan metode heat transfer 3D, sehingga cukup tebal. Btw Artland bersama PSCS juga merilis jersey ini dalam dua versi: player issue dan supporter, yang masing-masing memiliki spesifikasi sendiri. Silahkan disesuaikan dengan budget masing-masing. Untuk versi player issue sendiri dilepas seharga Rp.300.000 dan kalian sudah bisa memperolehnya melalui @pscsofficialstore.

Material promosi dari @pscsofficialstore dan @artlandsport.id


Rubber on tatami. Trend baru untuk material logo klub Liga Indonesia pada jersey
Logo klub yang berdiri pada 1 Januari 1970 ini berupa ilustrasi dari bunga Wijayakusuma. Dikutip dari situs Pemkab Cilacap, bunga Wijayakusuma ini hanya ada dan tumbuh di Cilacap. Ada beberapa mitos yang mengiringi bunga ini, dari menjadi bunga favorit para raja dan ratu, bunga pembawa keberuntungan, hingga "legenda"nya yang mistis sehingga Wijayakusuma juga dikenal sebagai bunga gaib. Terlepas dari itu semua, Cilacap memang sudah identik dengan bunga ini sehingga nama "Wijayakusuma" pun terpatri di dalam logo klub. Warna biru tua yang menjadi warna kebesaran klub berasal dari letak Cilacap yang berada di pantai selatan, dekat dengan Samudra Indonesia. Tentang jerseynya sendiri, logo klub yang dipasang untuk versi player issue bermaterialkan rubber on tatami. Material ini tampak mulai banyak digunakan klub di Indonesia akhir-akhir ini, di samping TPU yang sudah menjadi trend.

Kerah jersey dengan aksen biru-putih, warna khas dari PSCS Cilacap
Kerah jersey menggunakan V-neck model dengan variasi. Neck tape di bagian kerah bertuliskan "Made with Pride" yang menjadi tagline dari apparel Artland. Untuk size labelnya sendiri terletak agak ke dalam, dicetak dengan screen print. Pesan @ceritajersey, hati-hati dengan size chartnya ya. Sizingnya cukup kecil, dengan ukuran L saja di 52 x 72. Mungkin sebaiknya dinaikkan 1 ukuran saja supaya lebih aman, dari yang biasanya M ke L, atau dari L ke XL, dst. Motif di kerahnya sendiri merupakan sublimasi printing garis vertikal biru, bukan collar rib.

Kain drifit pada bagian bahu jersey
Bagian lengan jersey yang menggunakan kain airwalk dengan aksen grafis Tirto Tejo di bagian ujungnya
Verticool, sebutan Artland pada kain yang digunakan sebagai bahan utama jersey home PSCS 2020
Bagian dalam jersey, tampak washing tag di sisi kain jala erbin
Apparel menggunakan material yang berbeda-beda untuk jersey PSCS Cilacap 2020 ini, meskipun basicnya tetap polyester 100%. Drifit jala erbin diterapkan untuk bahu, sisi kanan-kiri bawah dan belakang jersey sebagai ventilasi, dipadu dengan sulkul di samping. Untuk bagian utamanya (depan) dan lengan, jersey ini menggunakan kain airwalk yang karena bentuk & teknologinya disebut Verticool oleh apparel. Seluruh motif batik dan warna pada jersey ini merupakan printing. Hanya logo apparel, klub, dan patch-patch (autentik, sponsor, liga) yang bukan sublimasi.

Nama pemain yang dipilih @ceritajersey, M. Arifin, merujuk pada ban kapten yang dikenakannya
Grafis "Keberagaman Cilacap" di dalam nomor punggung jersey home PSCS Cilacap 2020
Satu hal yang @ceritajersey highlight dari jersey ini adalah grafis pada Name & Number Set-nya, terutama nomor punggung. Jika kita lihat baik-baik, ada semacam doodles di bagian dalam nomor punggung ini, yang ternyata memiliki cerita tersendiri. Dari apparel, nameset yang elegan ini menggambarkan keberagaman di Cilacap, sehingga kita bisa melihat adanya mercusuar Cimiring Kambangan (menara suar) yang memecah ombak, gambar penyu & ombak yang merepresentasikan teluk penyu, lalu ada ilustrasi Benteng Pendem, ikon bunga Wijayakusuma, dan tentu saja: Hiu Selatan, yang juga menjadi julukan bagi klub. Pemasangan NNS ini sendiri bisa kalian lakukan di apparelnya langsung, di @artlandsport.id.

Black tab authentic jersey home PSCS Cilacap 2020
Tab authentic pada jersey ini berupa bordir woven. Artland melakukan perubahan dibandingkan black tab musim sebelumnya yang berbentuk persegi panjang dengan text "Authentic Sportwear". Di 2020, black tab jerseynya lebih besar dengan bentuk segi enam dan tulisan "PRO" di bagian atas.

Box kemasan jersey PSCS Cilacap 2020
Kemasan dari jersey ini out of the box dengan tabung segi enam bergambar Stadion Wijayakusuma yang menjadi homebase klub. Paket pembelian ini disertai dengan sertifikat official product dan stiker dari klub. PSCS Cilacap sendiri sudah dua musim ini aktif dengan official storenya. Meski musim lalu sempat ada "tragedi" dengan X-Munich, sepertinya problemnya teratasi dengan kembalinya Calsie sebagai apparel di musim 2019 dan disambung dengan Artland di 2020 ini. Satu lagi yang ditunggu sebenarnya adalah aktifnya Umah PSCS, yang menjadi office sekaligus store fisik resmi dari klub. Musim lalu bahkan sudah ada progress pembangunannya, mungkin kalian yang update, bisa komentar di bawah ya mengenai kabar terakhirnya seperti apa.

Hang tag jersey PSCS Cilacap, menunjukkan status official merchandise klub berjuluk Laskar Nusakambangan
Untuk versi PI seharga 300ribu (plus NNS 65ribu) menjadikan jersey PSCS Cilacap ini berada di level menengah di kalangan klub-klub Liga 2, jadi masih terjangkau lah ya. Keberanian klub serta apparel yang mendobrak "zona nyaman bunga Wijayakusuma" selama 3 tahun terakhir melalui motif baru di jersey homenya juga layak diapresiasi. Dan tentu saja, Name & number set dari apparel lah yang menurut @ceritajersey harus kalian pasang di jersey home PSCS kalian. So much effort terlihat dari doodles yang ada di sana. In overall jersey home PSCS Cilacap 2020ini Ceritajersey beri rating 4 dari 5.

Jika harga 300ribu (include patch Liga 2) ini dirasa terlalu mahal, kalian masih bisa membeli versi suporternya. Ingat untuk tetap sesuaikan dengan budget yang ada dan perhatikan prioritasnya dibanding dengan kebutuhan primer lainnya. Yang pasti, utamakan untuk beli jersey original dari klub atau apparel jika ada kesempatan untuk beli. Nah sekian review dari Ceritajersey. Semoga sedikit sharing ini dapat mengisi waktu luang kalian di hari lebaran ini. Tak lupa Ceritajersey mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H dan mohon maaf lahir & batin jika selama ini kami ada salah kata & ucap dalam berinteraksi. Sampai jumpa lagi di cerita berikutnya ya.
Share:

Ayo Macan Tidar! - PPSM Sakti Magelang 2019 Home Jersey

PPSM Magelang kembali aktif mengikuti kompetisi Liga 3 di tahun 2019 ini setelah selesai menjalani sanksi akibat tidak mengikuti Piala Indonesia 2018. Klub yang baru saja merayakan ulang tahun ke-100nya ini tergabung di Grup 4 dalam Liga 3 2019 Zona Jawa Tengah. Sayangnya, langkah PPSM terhenti di babak 8 besar karena menghuni posisi juru kunci grup 5. Photo by: @ppsm_mgl

PPSM Magelang memasukkan unsur Macan Tidar di jersey homenya untuk kompetisi musim 2019 ini. Dengan ini, maka motif loreng menjadi motif yang umum digunakan oleh klub-klub berjulukan "Macan". Di luar negeri sendiri, jersey PPSM sempat dikomparasikan dengan jersey Hull City yang juga baru dirilis pada awal musim 2019. Keduanya memang sama-sama berjulukan harimau/tiger. Namun begitu, tentu muatan lokal yang diusung keduanya berbeda. Selain itu, berbeda dengan jersey centenary yang lebih banyak memasukkan untuk budaya batik Mandala, jersey home PPSM ini lebih mengedepankan identitas klub PPSM Sakti dengan adanya kata-kata penyemangat untuk tim. Jersey yang akan kita bahas di ceritajersey kali ini adalah versi player issuenya ya.

Musim ini, PPSM Magelang merilis dua jersey: edisi centenary dan reguler, keduanya bekerja sama dengan apparel yang berbeda. Namun begitu, kedua jenis jersey ini juga dirilis dalam boxset dan bersertifikat. Untuk boxset jersey PPSM edisi player issue Liga 3 2019, boxnya berwarna hitam dan memiliki motif macan. Seluruh elemen tulisan dan logo di box menggunakan warna orange, sehingga kesan elegan muncul dari monokrom ini.

Bagusnya lagi, logo dan tulisan di box ini timbul, jadi bukan print biasa. Tidak seperti boxset PSBS Biak, Artland mengkustom boxset yang ini khusus untuk PPSM Magelang.

Tema jersey PPSM di 2019 ini adalah "We Are Macan Tidar". Macan Tidar merupakan julukan dari klub PPSM, dimana di Magelang terdapat gunung yang bernama Gunung Tidar. Dikutip dari Wikipedia, asal muasal nama Tidar ini ada banyak versi. Ada salah satu versi yang menyebutkan bahwa nama itu berasal dari kata “Mati dan Modar”. Jadi karena angkernya Gunung Tidar waktu dulu, maka kalau ada orang mendatangi gunung tersebut kalau tidak mati ya modar.

Sertifikat dari klub ini ditandatangani oleh Ketua Umum PPSM Magelang, Evin Septa Haryanto Kamil. Kembali ditegaskan bahwa pembelian jersey original ini ikut mendukung klub dalam mengarungi kompetisi. Jadi...masih mau beli KW?

PPSM Magelang bekerja sama dengan apparel Bajuri Sport untuk jersey centenary dan pertandingan pertama Liga 3 Zona Jawa Tengah. Barulah pada pertandingan kedua, tampak para pemain PPSM menggunakan jersey sponsorless dari Artland. Rilis jersey resmi dari apparel dan klub baru dilakukan pada awal Agustus 2019. Logo Artland di jersey ini menggunakan material plastisol 3D yang cukup tebal.

Logo PPSM dan filosofinya sudah dibahas detail dalam artikel "Macan Tidar - PPSM Magelang Centenary Jersey" yang membahas jersey centenary klub. Berbeda dengan saat itu, logo pada jersey player issue yang dikenakan di liga ini menggunakan bahan woven yang diheat press di jersey.

Sepertinya bank daerah menjadi primadona untuk sponsor klub-klub di Indonesia ya. Di Jawa Tengah pun, terdapat Bank Jateng yang mensupport tim PPSM Magelang. Material sponsor di jersey ini berupa cutting polyflex.

Di ujung lengan, terdapat rib bermotif loreng hitam-orange, sesuai dengan tema Macan Tidar yang diusung. Tapi sejujurnya, rib ini tidak elastis, atau dengan kata lain tidak "slimfit" dengan lengan pemakai jersey.

Motif yang sama juga ditemui di bagian kerah. Dengan V-neck modelnya, garis-garis hitam orange mengelilingi kerah jersey. Size label terletak di bagian dalam, namun tampak kurang jelas karena adanya sublimasi printing jargon klub di bagian belakang jersey. Necktape jersey bertuliskan "Made With Pride" yang mana merupakan jargon apparel.

"Ayo Macan Tidar!" merupakan kata-kata yang dipilih untuk menyemangati klub di musim 2019 ini, sesuai dengan tema jersey yang digunakan. Tulisan ini berupa sublimasi printing di bawah kerah jersey bagian belakang.

Nameset PPSM Magelang tidak kalah ciamiknya. Identitas Macan Tidar ditunjukkan kembali di NNS dengan adanya motif loreng macan di dalamnya. Tidak lupa logo apparel Artland juga disematkan di ujung bawah nomor punggung.

Kembali Artland sebagai sponsor klub ditampilkan logonya di belakang jersey, tepatnya di bawah NNS. Namun kali ini, cetakan logo yang ada berupa sublimasi printing.


Jersey ini menggunakan material polyester dan didukung dengan teknologi dry-tech. Ada dua jenis drifit yang digunakan unyuk bagian depan dan belakangnya: zigzag dan polymesh. Pori-pori yang lebih lebar untuk bagian belakangnya membuat jersey lebh nyaman karena sirkulasi udaranya membantu mengeringkan keringat pengguna. Warna dan motif pada jersey ini seluruhnya sublimasi ya, terlihat dari warna dasar kain yang ada di baliknya.

Blacktab woven untuk keotentikan jersey ini lebih simpel daripada versi untuk PSBS Biak. Di jersey PPSM hanya ada logo apparel dan tulisan "Authentic Sportswear".

Tidak ada yang mengecewakan dari jersey salah satu pendiri PSSI ini di musim 2019. Banyak improvement dibandingkan jersey centenarynya. Langkah yang tepat bagi PPSM dalam menggandeng Artland sebagai apparel partnernya. Btw jersey ini dirilis dalam dua versi: player issue seharga 225ribu dan supporter version seharga 165ribu (pada waktu masa pre order). Jersey 3rdnya lebih mahal 10ribu rupiah. Dengan detail yang cukup kaya dari bahasan di atas, tidak salah rasanya jika ini masuk dalam jajaran list jersey yang layak dikoleksi. Nice work, Artland & PPSM!
Share:

Napi Bongkar - PSBS Biak 2019 Home Jersey

Setelah dari Liga 1, kita beralih ke Liga 2 yang beberapa pertandingan lagi akan mengakhiri putaran grupnya. Salah satu klub yang berpeluang besar melaju ke babak 8 besar adalah PSBS Biak Numfor, yang saat ini (hingga pertandingan ke-15) menempati posisi 4 Grup Wilayah Timur. PSBS satu grup bersama tim-tim kuat seperti Persik Kediri, Mitra Kukar, Martapura, dan Persis serta PSIM Yogyakarta. PSBS sebagai salah satu klub dari Papua memiliki ciri khas pada jerseynya berupa garis-garis vertikal, yang mana musim ini banyak diisi dengan corak-corak lokal oleh apparel. Seperti apa jersey PSBS Biak musim 2019 ini? Yuk kita simak cerita jerseynya.
PSBS Biak Numfor berdiri pada tahun 1968 dan bermarkas di Stadion Cendrawasih, Kabupaten Biak Numfor. Prestasi tertingginya yaitu menjuarai Divisi Satu Liga Indonesia pada tahun 2010 lalu untuk kemudian promosi ke Divisi Utama 2011/2012. Saat ini PSBS bermain di Liga 2 2019 wilayah Timur dan berpeluang lolos ke babak 8 besar. Photo: Liga Indonesia Baru
Jersey home PSBS Biak 2019 berwarna dasar kuning dengan garis-garis vertikal hijau. Bekerja sama dengan apparel Artland, PSBS Biak telah mengumumkan desain jerseynya sejak Mei 2019.  Uniknya, detail motif pada hasil akhir jersey home ini jauh berbeda dengan saat pertama kali dilaunching. Jika sebelumnya hanya ada motif batik belah ketupat di sepanjang garis vertikal hijau, ternyata jersey jadinya lebih spesifik muatan lokalnya. Di jersey home yang final, garis vertikal hijau berisikan motif batik Biak dan beberapa unsur lokal seperti tifa, tombak, dan Cendrawasih. Burung khas Papua ini cocok dengan klub karena PSBS juga memiliki julukan Cendrawasih Kuning. Artland benar-benar apik mengeksusi jersey ini dengan mengkombinasikan tiga jenis kain untuk menunjang kenyamanannya. Btw motif garis-garis vertikal seperti PSBS ini jamak ditemui di sejumlah klub Papua. Sebut saja Persipura, Persemi Mimika, Persewar Waropen, Persiwa Wamena, dan di masa lalu mungkin kita sempat melihat Persiram Raja Ampat serta Persidafon Dafonsoro. Ada dua versi yang dirilis: player issue dan suporter. Untuk suporter, spesifikasi motif dan seluruh logo yang ada di jersey berupa full printing. Sementara bahan kain yang digunakan hanya satu jenis. Cerita Jersey akan membahas yang versi player issuenya ya.
Pembelian jersey player issue PSBS Biak di Artland dikemas dalam box eksklusif berwarna hitam yang elegan. Seluruh logo atau tulisan di box ini monokrom silver sehingga terkesan mewah. Untuk jersey player issue sendiri saat itu dijual dengan mekanisme pre order di @artlandsportwear.2 seharga 225.000.
Sertifikat keaslian jersey hanya tersedia untuk jersey versi player issue. Bentuk pembelian jersey ini, seperti disebutkan dalam sertifikatnya, merupakan bentuk dukungan bagi klub dalam mengarungi Liga 2 2019. Pengesahan sertifikat dilakukan oleh Ketua Umum PSBS Biak yang juga menjabat sebagai Bupati Biak Numfor periode 2019-2024, Herry Ario Naap. Btw tulisan “Napi Bongkar” yang merupakan julukan dari PSBS Biak tertulis besar-besar di sertifikat ini. Credit to Artland, ternyata “Napi Bongkar” ini ada artinya lho. Kata “Napi” ini berasal dari bahasa Biak yang memiliki arti Saudara. Sementara “Bongkar” merupakan istilah dalam bahasa Indonesia yang berarti mengangkat/menurunkan muatan. Kata-kata ini digunakan untuk memotivasi para punggawa PSBS Biak sejak era Bupati Yusuf Melianus Maryen menjabat (2003-2013). “Napi Bongkar” merupakan wujud semangat dan untuk menghargai pemimpin terdahulu di Biak Numfor yang berjasa untuk PSBS kuat, ksatria, dan tidak ada alasan menyerah ketika bertanding. Dan pastinya PSBS tetap semangat untuk membongkar benteng pertahanan lawan-lawannya.
Logo apparel berupa heat transfer 3D di jersey sehingga timbul. Musim ini cukup jarang ada apparel yang menggunakan material ini untuk bagian logonya. Model aplikasi ini mirip seperti logo apparel Eazywear di jersey Peseban Banjarmasin di musim 2018 lalu, hanya saja berbeda material (meski sama-sama timbul). Tentang Artland sendiri, apparel asal Sleman ini mulai mensponsori PSBS Biak sejak musim 2019. Selain PSBS, di musim ini Artland juga mensupport kebutuhan jersey PSIP Pemalang, Persena Nagekeo, dan PPSM Magelang.
Logo PSBS Biak ditreatment dengan wah di jersey ini, tentunya dengan woven yang cukup rapi. Yang unik di logo ini yaitu tertulis angka 1964 di dalamnya, walaupun PSBS Biak baru didirikan pada 1968 (empat tahun kemudian). Tidak banyak unsur logo pemerintah daerah yang diserap dalam logo klub selain daun padi serta kapas. Warna biru muda yang menjadi warna dasar logo pemda juga diaplikasikan menjadi warna perisai segi lima PSBS Biak.
Di bagian depan jersey terpampang sublimasi printing logo Bank Papua. Bank Papua yang berdiri pada tahun 1966 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Irian Jaya ini rutin mensponsori tim-tim asal Papua dalam berlaga di Liga Indonesia. Selain Persipura di Liga 1, PSBS Biak dan Persewar Waropen yang berlaga di Liga 2 pun juga mendapat sponsorship dari Bank Papua. Kalo kalian ingat, sebelum Perseru Serui berubah menjadi Badak Lampung pun mereka sempat disponsori oleh Bank Papua.
Nah, bagian ini paling menarik karena mengangkat budaya lokal dari Biak. Motif batik Biak ini berupa sublimasi printing pada kain, dan jika diamati terdapat beberapa unsur seperti burung Cendrawasih, tifa, tombak, dan relief-relief yang mewakili kultur setempat. Tifa merupakan alat musik khas Indonesia Timur yang dibunyikan dengan cara dipukul menyerupai gendang. Rupanya, asal usul  tifa ini yang paling terkenal berasal dari Biak. Dikutip dari kemdikbud, di Biak dahulu kala ada dua orang laki-laki bersaudara yang bernama Fraimun dan Sarenbeyar, masing-masing memiliki arti yaitu saren : busur dan beyar : tali busur, jadi Sarenbeyar berarti saren / busur yang telah terpasang anak panahnya, Fraimun artinya perangkat perang yang gagangnya dapat membunuh. Singkat cerita, mereka berdua lah yang membuat tifa pertama kali dari pohon opsur dan kulit soa-soa.
Kerah jersey PSBS Biak ini menggunakan model V-neck dengan jahitan menyamping. Size label terletak agak ke dalam di kerah jersey ini, berupa heat transfer polyflex.
Motif batik Biak tadi diteruskan juga di ujung lengan jersey, tetap berupa sublimasi printing.
Untuk material NNS menggunakan cutting polyflex putih. Tampak logo apparel Artland disematkan di bagian ujung bawah nomor punggung. Font typenya sendiri dikembangkan oleh apparel dengan nama: Artland Strike 9.
Seluruh motif di jersey ini berupa sublimasi printing, kecuali logo apparel dan klub. Artland menyebut bahan kain yang digunakan sebagai Cool Tech (NZ Power). Drifit yang digunakan untuk jersey ini ada tiga varian dilihat dari motifnya, antara lain drifit nike, mtiis atau zigzag, dan jala erbin. So far sih jersey ini nyaman yaa dipakai. Ga sumuk.
Identitas Artland kembali muncul di hangtag jersey ini. Selain logo yang dicetak di material tebal dan doff, himbauan apparel untuk tidak sembarangan menyetrika jersey ini (“Do Not Iron!”) juga dipasang di hangtag terpisah.
Bagian terakhir yang menunjukkan keotentikan jersey ini tentu woven blacktab dari apparel yang terletak di pojok bawah jersey.

Dengan dirilisnya dua versi jersey (player issue dan suporter) tentu tidak ada alasan untuk para pendukung dan kolektor bola membeli jersey fake atau KW. Harga makin terjangkau, tinggal kita menyesuaikan dengan budget yang ada. Overall jersey PSBS Biak Numfor ini worth it untuk dimiliki. Salah satu jersey terbaik di Liga 2 dengan detail dan material yang digunakan. Akhir artikel, semoga cerita tentang jersey home PSBS Biak musim 2019 ini bisa menambah referensi kalian ya. Salam Napi Bongkar!
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Jersey Archive

Labels