Showing posts with label Bali United. Show all posts
Showing posts with label Bali United. Show all posts

Island of Gods - Bali United's eSports Team 2020 Shirt

Jersey yang akan @ceritajersey bahas weekend ini bukan lah jersey bola, tapi masih berkaitan dengan olahraga yang kita sukai semua. Island of Gods (IOG) merupakan eSports team milik juara bertahan Liga 1 2020, Bali United, dan menjadi klub sepak bola pertama di Indonesia yang memiliki tim eSports sendiri. Akhir Juli lalu, IOG meluncurkan jersey anyarnya dan mulai dijual secara resmi pada akhir Agustus kemarin. Seperti apa penampakannya? Ayo kita simak bersama.

Jersey yang diperuntukkan bagi gamers ini memiliki warna tridatu khas Bali, dengan hitam sebagai warna utama dan lengan kanan-kiri berwarna merah & putih. Di bagian dada terdapat semacam warna belang-belang hitam gelap-terang yang tergradasi sampai bawah, yang mungkin bisa diasumsikan sebagai deburan ombak (koreksi jika salah yaa), mengingat di video launchingnya IOG menampilkan kecantikan pulau dewata dimulai dari adegan ombak di tepian pantai. Desain jersey ini sukses menampilkan sesuatu yang berbeda dibanding dengan jersey utama Bali United 2020. Meski begitu, aura "Bali" masih terasa di jersey Island of Gods 2020. Bahan jersey ini menggunakan polyester, dengan beberapa logo yang menempel berupa printable polyflex dan beberapa lainnya cutting. Warna-warna pada jersey ini merupakan sublimasi.


Video perkenalan Island of Gods

Logo IOG pada jersey

Bali United mampu melihat peluang emas melalui strategi marketingnya di 2019 lalu. Dengan perkembangan eSports yang luar biasa di kalangan milenial, mereka membentuk tim sendiri yang menjadikan mereka sebagai klub sepak bola pertama yang memiliki tim eSports di Indonesia. Hadirnya Island of Gods ini resmi diumumkan oleh media sosial Bali United pada 6 Februari 2019. Saat Initial Public Offering (IPO) saham Bali United pun, klub mengajak serta para personil IOG di Bursa Efek Indonesia. Prestasti IOG pun tidak main-main. Pada tahun 2019 lalu, mereka berhasil menjuarai kompetisi Free Fire Asia Invitational setelah mengalahkan 12 tim lainnya dari berbagai negara. Selain Free Fire, IOG juga memiliki divisi Mobile Legends, PUBG Mobile, PES (Pro Evolution Soccer), serta FIFA.

Logo Bali United pada jersey IOG. Tanda bintang juga ikut terpasang lho

Kata "Burn" pada jersey diikuti dengan garis merah putih

Dilihat dari perkenalannya tahun lalu, IOG sudah banyak menampilkan unsur api dalam dalam posting-posting awalnya. Warna merah menyala dalam logo IOG pun berasal dari nyala api. Jersey IOG 2019 bahkan bertema api: keep our inner flames alive dan ditandai dengan marking api di lengan kanan & kiri. Di tahun 2020, IOG kembali mengusung hal yang sama: ready to burn, bring the fire. Hashtag #IOGburn mulai digunakan sejak paruh kedua 2019 dan kata "BURN" akhirnya  disematkan di jersey IOG 2020, diikuti garis memanjang ke bawah berwarna merah dan putih. Tulisan burn beserta nyala api di jersey ini berupa cutting polyflex dan garis merah putih tadi merupakan sublimasi.


Video launching jersey Island of Gods 2020

Potongan raglan jersey IOG 2020

Jersey ini menggunakan cutting raglan sehingga cukup nyaman bagi kita untuk menggerakkan lengan. Wajar jika ini penting, mengingat gamers pasti sangat aktif saat memainkan handheldnya menggunakan tangan. Btw IOG ini juga memiliki beberapa sponsor lho. Dari OVO, smartfren, BOS Bengkel Mobil, CBN Fiber, dan tentu: YCAB Foundation.

Jersey IOG 2020 menggunakan kerah round neck 

Kerah jersey menggunakan round neck. Yang patut disayangkan, size label di bagian dalamnya masih menggunakan model tag lama sehingga cukup risih di belakang leher ketika digunakan. Kalau mau sih tinggal dipotong rapi aja bagian tag ini.

Nama tim tertulis di bagian belakang. Menariknya ada kesamaan dengan jersey Bali United 2020: siluet atap I Wayan Dipta

Di bagian belakang, tertera sublimasi printing nama tim ini: "Island  of Gods" yang juga berarti Pulau Dewata. Di bagian atasnya, sama seperti jersey home Bali United 2020, terdapat siluet atap stadion I Wayan Dipta, yang menjadi homebase klub.

Bagian dalam jersey IOG 2020

Tambahan kain di bagian kerah dalam untuk menutupi bordiran siluet atap I Wayan Dipta

Seperti sudah disebutkan di atas, jersey ini menggunakan material polyester yang cukup nyaman digunakan, apalagi jika kita duduk berjam-berjam depan laptop atau memainkan game di handheld kita. Yang harus diperhatikan sebenarnya adalah sizing jersey ini. Ceritajersey membeli ukuran XL (sama seperti jersey Bali United 2020) dengan asumsi ukurannya akan sama. Ternyata... jersey IOG cukup besar. Lebarnya mencapai 56 cm dengan panjang 75 cm. Pro player dari IOG sendiri banyak menggunakan size L. Jadi ketika jersey ini mulai dijual, jelas saja "golden size" ini langsung sold out. 😅. Di bagian dimana terdapat bordiran siluet atap I Wayan Dipta, jersey ini dilapisi lagi dengan kain sehingga mengurangi risiko "risih" dengan jahitan tadi.

Material promo jersey dari Island Of Gods (@iogesports)

Jersey ini dijual dengan harga 185 ribu dan saat ini bisa didapatkan melalui Bali United Store. Untuk pembelian online, kalian bisa coba alternatifnya ke Reds Jersey Bali, karena baru mereka yang menjualnya via platform online. Melihat desain dan kualitasnya, jersey ini layak diberikan rating 4 dari 5 oleh Ceritajersey. Harga terjangkau, kualitas, serta desain khas dan inline dengan jersey utama Bali United membuatnya worth it dan pantas mendapat rating tersebut. Satu-satunya yang perlu diperbaiki mungkin mengenai sizingnya. Hati-hati salah ukuran ya.

Hang tag berhologram official merchandise Bali United

Langkah "bisnis" dari Bali United ini menjadi pionir di klub-klub bola Indonesia. Dengan memperluas cabang olahraga yang mereka geluti ke eSports, sepertinya memang sasaran "konsumen" mereka akan segera terpikat dengan Bali United. Selain Bali United, beberapa klub ligina lain saat ini sudah mulai aktif di dunia eSports, seperti PS Sleman, PSM Madiun, Persikabo Bogor, dan yang akan lanching dalam waktu dekat adalah Persija Jakarta. Ditambah lagi, pada Rapat kerja Nasional KONI Pusat lalu (25-27 Agustus), Kemenpora dan KONI telah secara resmi mengakui eSports sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia. Artinya, setelah ini eSports dapat juga dipertandingkan pada kompetisi resmi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) setelah sebelumnya "debut" di Asian Games 2018 serta Sea Games 2019. Makin menarik mengikuti perkembangan olahraga yang satu ini. Patut dilihat bagaimana klub-klub Liga Indonesia melihat peluang ini. Apakah nantinya akan ada kompetisi gaming Liga Indonesia seperti halnya ePremier League di Inggris sana? Semoga saja ini terwujud.

Share:

This is Our Home! Bali United 2020 Home Shirt

Ini dia juara bertahan dari Liga 1: Bali United. Musim 2019 lalu, klub asal Pulau Dewata ini berhasil meraih 19 kali kemenangan dan 7 hasil imbang, sehingga berjarak 10 poin dari pesaing terdekatnya dalam perburuan gelar juara liga. Hal ini juga menjadi piala perdana bagi Bali United semenjak berdiri pada tahun 2015 lalu. Jersey Jawaranya sendiri pernah kita bahas dalam artikel "Serdadu Tridatu - Bali United 2019 Home Jersey"

Jersey home Bali United 2020
Jersey home Bali United 2020

Klub yang musim ini diperkuat Gavin Kwan Adsit serta Nadeo Argawinata ini meluncurkan jersey terbarunya untuk mengarungi musim 2020 ini pada 21 Februari lalu. Yang unik, mereka juga merilis video musik berjudul "Our Home", merujuk pada tema jersey 2020. Video ini diproduseri oleh Housman Pranoto dan mengajak serta para pemain Bali United, Yabes Tanuri (CEO Bali United) & staff klub menari bersama. Tarian yang diperagakan merupakan hasil karya kolaborasi dengan Eki Dance Company. Coba simak videonya di bawah ini. Asik buat berjoget.



Warna dasar untuk jersey home Bali United tetap lah merah, konsisten dengan warna Tridatu untuk jersey klub yang lain (putih untuk away, hitam untuk third). Tidak seperti musim lalu yang menempatkan motif Kebo Iwa di bagian depan, kali ini klub melalui Irvans Zulisando, desainer jersey Bali United 2020, memasang motif batu karang di bagian depan serta ombak di bagian bahu. Dua hal ini merujuk pada masyarakat Bali yang kehidupan sehari-harinya bergantung pada laut sebagai mata pencaharian. Untuk logo sponsor yang terpasang di jersey ini sendiri mengalami penyusutan dari tahun 2019, dari 20 ke 16. Somehow, banyaknya sponsor di jersey Bali United ini seakan menjadi sisi menarik yang lain dari klub. Sejauh ini finansial klub (untuk yang baru berdiri 5 tahun lalu) terhitung stabil dan bahkan mereka berhasil mencatatkan diri melantai di bursa efek. Development jersey sendiri cukup lama, sekitar satu tahun hingga mulai dirilis. Dikutip dari indosport.com, informasi dari Direktur Pemasaran dan Bisnis klub menyebutkan bahwa pembuatan jersey ini melibatkan para pemain dan dilakukan trial terhadap beberapa bahan yang menjadi opsi dari manajemen. Pemain Bali United memberikan pendapat bahkan hingga ke ukuran bahu.

Jersey home Bali United 2015 - 2020

Material promo dari klub untuk rilis jersey dari 2015 hingga 2020.

Jersey ini dapat dibeli di Bali United Store dan toko-toko rekanannya. Dibandrol seharga Rp.399.000, jersey ini hanya naik 9ribu rupiah dari musim lalu. Penambahan nameset dikenakan tarif Rp.120.000. Jika kita bandingkan material promonya dari tahun ke tahun, campaignnya semakin apik dan tentu hal ini menarik bagi pembeli. Setelah Bali United Festival di 2019, 2020 ini klub menyelenggarakan event Beach Clean Up sebelum merilis jersey secara resmi. Jangan lupa, ada music video "Our Home" juga...

Bagian depan jersey home Bali United 2020

Perbandingan material logo klub pada jersey musim 2015, 2018, dan 2020

Dibandingkan dengan jersey-jersey home Bali United musim-musim sebelumnya, jersey musim ini menggunakan O-neck dengan variasi rib. Model raglan diterapkan untuk jersey 2020 dan pola lengan & badan disambung dengan jahitan yang cukup rapi. Logo klub menggunakan material rubber on tatami, sama seperti musim 2019 lalu. Dari foto di atas kita juga bisa membandingkan kualitasnya antara logo jersey 2015, 2018, dengan 2020. Menariknya, logo musim ini mendapat tambahan unsur satu bintang, impact dari keberhasilan Bali United meraih gelar juara Liga 1 2019.

Motif batu Kresnananda pada lengan jersey

Motif di bagian lengan merupakan corak dari batu Kresnadana, yang mana sering digunakan untuk perhiasan. Terdapat "cipratan" berwarna emas yang berupa screeprint sehingga teksturnya timbul. Akibat dari hal ini, tidak heran jika logo sponsor yang menempel di bagian lengan tidak terlalu lengket.

Patch juara bertahan Liga 1 di lengan kanan jersey

Di lengan kanan jersey, terpasang patch juara bertahan Shopee Liga 1 2019 yang musim ini memiliki corak grafis baru berwarna biru di kiri & kanan tulisan Shopee. Dengan hal ini, maka selama 6 musim berturut-turut sejak 2015, jersey Bali United selalu mengenakan patch kompetisi utama yang berbeda-beda.

Unsur atas Stadion Dipta di bagian belakang jersey

Nah, ini dia "unsur" terpenting dari jersey ini: bordiran berwarna emas di bagian bawah kerah belakang. Bordiran ini merupakan siluet dari genteng tribun VIP Stadion Kapten I Wayan Dipta yang menjadi homebase Bali United. Dikutip dari situs resmi klub, lambang ini merepresentasikan simbol "dimanapun kita berada, home will always be with you". Home di sini merujuk ke Dipta. Klub juga mendedikasikan jersey ini kepada laut-laut di Bali serta berpesan bahwa kita harus bisa merawat kehidupan laut yang ada di sekitar. Hal-hal itulah yang akhirnya memunculkan tema jersey 2020 "This Is Our Home"
Motif kotak-kotak pada bagian belakang jersey

Model baru untuk nomor punggung jersey Bali United 2020

Berbeda dengan bagian depan yang motifnya sublimasi (walaupun kain berwarna merah), bagian belakang jersey ini menggunakan kain yang sedari awal sudah bermotif kotak-kotak merah. Hal baru lain yang ada di jersey ini adalah penggunaan font type baru untuk name & number set, termasuk pemasangan logo sponsor YCAB Foundation di bagian ujung bawah nomor punggung. Jika kita lihat dari musim ke musim, perubahan bentuk NNS memang paling menonjol selama dua musim terakhir ini.

Perbandingan nomor punggung jersey Bali United dari musim 2015 hingga 2020.

Washing tag di bagian dalam jersey

Hang tag dan hologram untuk bukti keaslian jersey

Jersey ini menggunakan material yang lebih ringan dari musim sebelumnya, efek positif dari riset yang dilakukan klub dengan pemainnya. Klub menyebut teknologi yang diusung jersey ini sebagai H-Tech, yang di samping anti UV, kainnya juga dapat menyerap keringat dan mengeringkannya dengan lebih cepat dibanding kain konvensional.

Kode produksi pada authentic tab jersey 2020 beserta komparasinya dengan musim-musim sebelumnya

Ini dia bagian yang menarik lain dari jersey ini. Walaupun sudah bukan woven seperti musim-musim sebelunya, authentic tab jersey Bali United musim ini memiliki serial number yang tentunya memberi kepastian ke kalian bahwa tiap jersey memiliki kode produksi yang berbeda-beda. Bahkan menurut kabar, proses pembuatan bagian ini sampai melibatkan anak magang untuk proses editing satu per satu nomor di kode produksinya. 

Ceritajersey memberikan rating 4,5 dari 5 untuk jersey home Bali United 2020 ini. Kualitas dari jersey ini cukup baik, baik dari spesifikasi bahan maupun kenyamanannya. Klub juga dapat menyampaikan maksud & filosofi dari desain jersey ini ke publik dengan jelas. Lamanya waktu riset, produksi, hingga akhirnya jersey siap dirilis di pasar memberikan kesan yang positif betapa niatnya jersey ini diciptakan. Harga yang dipatok juga setara dengan kualitasnya. Namesetnya sendiri (walaupun lebih mahal dari kebanyakan klub) terbukti memang lebih bagus kualitasnya. Warna merah tidak tembus ke NNS karena adanya lapisan hitam di baliknya. Satu lagi nilai plusnya, jersey ini mudah didapatkan di berbagai channel distribution klub.

Nah sekian review jersey home Bali United musim 2020 dari @ceritajersey. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi bagi kalian untuk hunting jersey original klub favorit. Sampai jumpa lagi di cerita berikutnya ya.
Share:

Jersey Jawara Liga 1 2019 - Bali United 2019 Home Jersey

Akhirnya... Jersey Jawara kasta tertinggi Liga Indonesia: Bali United, kita bahas lagi setelah hampir satu tahun. Siapa yang mengira jersey Liga 1 2019 yang pertama kali Cerita Jersey bahas justru kembali lagi menjadi #JerseyJawara di penutup musim. Dan tidak seperti #JerseyJawara yang lain, profil pemain yang kita angkat kali ini adalah pemain kharismatik Bali United, Irfan Bachdim.

Pemain Indonesia keturunan Belanda ini membela Bali United sejak tahun 2017. Lahir di Amsterdam pada 11 Agustus 1988, Irfan Bachdim sempat memperkuat klub Belanda seperti SV Argon, Ajax Amsterdam, dan FC Utrecht sebelum akhirnya ke Indonesia dan memperkuat Persema Malang bersama Kim Jeffrey Kurniawan. Setelah membela Chonburi dan Consadole Sapporo, Irfan Bachdim kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Bali United selama 3 tahun. 75 kali penampilannya dilengkapi dengan 14 gol dan 11 assist, serta berhasil mengantar Bali United meraih kampiun Liga 1 2019 setelah nyaris juara di 2017. Kado yang manis ketika pada akhirnya di awal musim 2020, Irfan Bachdim bergabung dengan PS Sleman. Photo by: @baliunitedfc



Bali United menjuarai Liga 1 2019 setelah dalam 34 kali pertandingan, mereka meraih 19 kali kemenangan dan 7 hasil imbang. Poin akhirnya berjarak 10 poin dengan runner up, Persebaya, yang meraih 54 poin. Jersey yang mereka kenakan mengalami banyak peningkatan dibandingkan musim sebelumnya, dimana di musim 2019, Bali United mengkombinasikan antara teknik printing dan sablon untuk pembuatannya. Seperti apa detailnya, @ceritajersey pernah mengangkatnya di artikel "Serdadu Tridatu - Bali United 2019 Home Jersey".

Yuk langsung cek link di atas aja untuk detail #JerseyJawaranya!
Share:

Serdadu Tridatu - Bali United 2019 Home Jersey

Akhirnya Liga 1 2019 resmi dimulai sejak 15 Mei lalu. 18 tim akan berkompetisi merebut mahkota dari juara bertahan Persija Jakarta. Bali United, dengan segala materi pemain dan resource yang mereka punya, menjadi salah satu kandidat juara musim 2019 ini. Setelah menjadi runner up di musim 2017 (di bawah Bhayangkara FC), musim 2018 lalu dilalui cukup buruk oleh Bali United dengan finish di peringkat 11 klasemen akhir. Pertandingan melawan Persebaya Surabaya di pekan pertama Liga 1 2019 akan menjadi awal perjuangan Irfan Bachdim cs untuk merengkuh gelar juara. Bicara soal Bali United, tentu tidak bisa lepas dari jersey home merah-hitamnya. Setelah musim lalu bermotif barong, seperti apa jersey musim 2019 ini? Apakah masih dipenuhi sponsor di bagian depannya? Yuk kita simak detailnya.
Paulo Sergio merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persebaya Surabaya di pekan pertama Liga 1 2019. Tampak bagaimana jersey home Bali United dikenakan para pemain. Meski dipenuhi sponsor, rasanya orang tetap mengenal Bali United yang identik dengan warna merah-hitam sebagai seragam utamanya. Photo by: @baliunitedfc
Jersey home Bali United ini diluncurkan pada event Bali United Festival (16 Maret 2019) bersama dengan jersey away, third, dan goal keeper. Tidak bekerja sama dengan apparel apapun alias self-apparel, tim berjuluk Serdadu Tridatu ini tetap mengusung warna dasar Tridatu (merah, putih, hitam) sebagai warna dasar jerseynya. Tentunya merah menjadi pilihan utama untuk jersey kandang. Setelah tahun lalu mengusung motif barong di bagian depan jersey, musim 2019 ini Bali United memakai motif kalung Kebo Iwa yang dilengkapi dengan ornamen ukiran Bali di dekat kerah jersey. Unsur lokal lainnya yaitu adanya motif Cepuk Rangrang di bagian belakang jersey. Secara garis besar, seperti dikutip dari website resminya, jersey Bali United untuk musim 2019 ini menggunakan berbagai kombinasi teknik dalam pengerjaannya, dari printing hingga sablon serta penggunaaan material baru untuk logo klub. Klub juga menjelaskan bahwa desain jersey lebih modern mengikuti perkembangan jersey klub-klub Eropa. Harapannya, jersey baru ini dapat memberikan energi baru ke klub untuk lebih berprestasi.
Adanya sponsor Indomie di belakang jersey harus diakui "agak mengganggu". Posisi nama pemain menjadi lebih ke bawah, tapi somehow tetap rapi dilihat. Sponsor, bagaimanapun, ikut berkontribusi dalam hidup klub. Cukup cerdik juga melihat Bali United dapat memanfaatkan space-space yang ada di jersey untuk dijual ke sponsor. Photo by: @baliunitedfc
Jersey Bali United dapat dibeli langsung di @baliunitedstore, baik via IG atau website. Selain media sosial, Bali United Store juga melayani via elevenia dan beberapa rekanan. Jersey dibandrol dengan harga 390ribu dan jika ditambah nameset akan dicharge biaya sebesar 120ribu. Pengemasan jersey ini cukup rapi: di dalam tas kresek official store, jersey masih dibalut dalam kertas kado yang berdesain tipografi Bali United.
Kerah jersey berupa model V-neck berwarna full hitam, tidak seperti tahun sebelumnya yang masih memiliki aksen putih di bagian ujung. Sejujurnya bagian ini cukup cantik karena di bawah kerah langsung bertemu dengan motif kalung Kebo Iwa. Di bagian dalam kerah hanya terdapat informasi mengenai size jersey dan keterangan bahwa jersey dibuat di Indonesia.
Entah apa nama bahan logo klub untuk jersey Bali United musim 2019. Bagian perisai dan huruf BU-nya seperti rubber dan dipasang di atas material yang mengkilap (plastik?). "Material mengkilap" ini sendiri berupa motif kain poleng Bali yang memang menjadi unsur dalam logo Bali United sendiri. Dikutip dari budaya-indonesia.org, makna dari motif kotak-kotak persegi di kain poleng merupakan simbol keseimbagan alam, antara kanan-kiri, dan atas-bawah, jumlah kotak hitam sama dengan jumlah kotak putih. Kain ini dianggap sebagai kain penolak bala dan dianggap sebagai kain keberuntungan bagi masyarakat Bali.
Titik-titik di area dada hingga kerah ini membentuk motif kalung Kebo Iwa, yang mana merupakan seorang ksatria di Bali yang telah melegenda. Kebo Iwa juga merupakan panglima perang tertinggi di Bali yang berhasil menyatukan nusantara di jaman Kerajaan Majapahit. Fakta lainnya, terdapat patung Kebo Iwa di dekat stadion Kapten I Wayan Dipta yang merupakan homebase dari Bali United.
Sponsor di badan jersey Bali United berupa plastisol dan ada juga yang printing polyflex. Ada sekitar 15 (!) logo sponsor yang terpasang di jersey Bali United, belum termasuk celananya. Secara estetika jersey mungkin banyaknya sponsor ini cukup mengganggu, tapi kembali lagi ke konsep kemandirian finansial klub, Bali United termasuk sukses bertahan hidup dan bahkan berencana IPO di tahun 2019. Hal ini menjadi yang pertama kali untuk klub Liga Indonesia. Btw layouting dari sponsor di jerseynya cukup rapi lho. Pendapat pribadi @ceritajersey soal ini bahkan lambat laun kita akan mengenal Bali United sebagai klub yang memiliki banyak sponsor di jerseynya. Hal ini bisa menjadi kekhasan tersendiri dari suatu klub. Dan patut diingat, even logo sponsor memenuhi jersey, Bali United tetap konsisten dengan mengangkat tema budaya lokal di setiap jerseynya. Hal inilah yang patut diacungi jempol.
Di bagian bawah jersey terdapat list berupa tulisan dari julukan Bali United: Serdadu Tridatu. Tren list di bawah jersey sepertinya akan menjadi tren di 2019 setelah Persib Bandung melakukannya selama dua tahun terakhir.
Motif Cepuk Rangrang terdapat di belakang jersey.  Dikutip dari situs resmi klub, motif ini merupakan motif kain tenun hasil karya warga Nusa Penida, Klungkung yang sudah dikenal masyarakat luas. Sejarahnya Tenun Rangrang ini adalah jenis kain tenun leluhur warga Nusa Penida yang dahulunya hanya dijadikan perlengkapan upacara keagamaan.
Akhirnya NNS Bali United menggunakan font type yang jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Motif Cepuk Rangrang kembali dimunculkan dalam nomor punggung beserta dengan logo Bali United di bagian ujung bawah.
List berwarna Tridatu di tengkuk ini sempat menimbulkan kehebohan di media sosial saat awal jersey dilaunching. Sempat dibilang mirip dengan vaporknit dari apparel terkenal asal US, Bali United sendiri memang mengakui bahwa klub mengikuti perkembangan jersey terbaru klub-klub di benua Biru. Warna tridatu (seperti dikutip dari Jawapos.com) secara etimologi, berasal dari dua kata yakni kata tri yang berarti tiga, dan datu yang berarti kekuatan, jadi Tri Datu berarti tiga kekuatan. Tiga kekuatan di sini adalah kekuatan dari tiga Dewa utama dalam agama Hindu: Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. Tri Datu yang memiliki tiga warna yakni merah, putih dan hitam yang menjadi lambang tiga kekuatan.

Jersey Bali United 2019 menggunakan bahan kain yang disebutnya memiliki teknologi H-tech, dimana mampu menyerap keringat dan dapat kering lebih cepat dari kain pada umumnya. Jersey ini juga diklaim dapat melindungi pemain dari sinar matahari dan sinar UV.
Jersey ini merupakan salah satu official merchandise klub, yang mana Bali United memang menjadikan pernak-pernik klub sebagai salah satu sumber pemasukan. Adanya Bali United Megastore di Stadion I Wayan Dipta menjadi salah satu bukti bahwa klub sangat serius dalam menggarap sektor ini.
Tanda jersey Bali United versi player issue ini original terdapat di black tab di pojok kiri bawah jersey. Selain keterangan authentic, kode produksi jersey juga tertera di jersey ini.

Dengan harga 390ribu, bisa dibilang jersey Bali United ini cukup terjangkau untuk klub yang berlaga di Liga 1 2019. Harganya masih ada di kisaran menengah, dan jika nanti dirilis untuk versi supporter tentu harganya akan di bawah ini. Desain dan bahan baru yang digunakan (dari kain jersey hingga logo klub) membuat jersey ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Effort klub untuk develop sendiri jerseynya seakan terbayar dan mari kita harap jersey ini bisa memberikan sejarah baru bagi Bali United di pentas sepak bola Indonesia.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Jersey Archive

Labels