Showing posts with label Persela Lamongan. Show all posts
Showing posts with label Persela Lamongan. Show all posts

Dari Sendang Duwur untuk Lamongan - Review Persela 2021 Home Shirt

Sampai pekan ke-17 lalu, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini menempati peringkat ke-16 dari 18 tim peserta Liga 1 2021/2022. Pergantian pelatih juga sudah dilakukan beberapa hari yang lalu, berharap adanya peningkatan performa dan prestasi di Seri ke-4 nanti yang akan diselenggarakan di Pulau Bali. Sejak promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia di musim 2004, hingga saat ini Persela Lamongan terus konsisten berada di level teratas sepak bola Indonesia. Di Liga 1 2019 lalu, mereka berhasil finish di peringkat 11 klasemen akhir, berjarak 11 poin dari Badak Lampung yang menempati posisi 16 dan degradasi ke Liga 2. Patut dinanti apakah Persela bisa lolos dari jeratan degradasi musim ini dan kembali merangsek ke papan tengah seperti sebelum-sebelumnya. Di sisi lain, klub juga melakukan pergantian apparel dari Octagon ke Adhoc di awal musim ini. Hal yang mengejutkan mengingat klub memiliki rencana jangka panjang sebelumnya dengan Octagon. Namun begitu, jersey utama mereka musim ini pun tetap layak dilirik. Seperti apa detailnya? Mari kita simak.


25 Agustus 2021 lalu, Persela merilis jersey home mereka melalui media sosialnya. Tetap menggunakan warna utama biru muda, kali ini klub mengkombinasikannya dengan sublimasi printing batik dari desa Sendang Duwur berupa motif bandeng lele. Batik ini ditampilkan dengan visual garis vertikal di bagian depan, mengapit logo sponsor So Nice yang akrab di jersey Persela selama hampir satu dekade ini. Adhoc selaku apparel juga mengkombinasikan warna biru muda di jersey dengan warna yang lebih gelap di sisi bahu & lengan. Warna merah, putih, dan hitam kembali muncul di jersey ini dengan penerapan di bagian kerah. Sebagaimana yang kita ketahui, warna ini merupakan representasi dari motif jubah Joko Tingkir dan konsisten ditampilkan di jersey utama tim sejak musim 2018. 

Video launching jersey kandang Persela musim 2021/2022 oleh @perselafc

Promotional images dari @appareladhoc

Jersey ini dapat diperoleh di kanal-kanal distribusi dari apparel maupun klub (@perselastore). Persela menjadi salah satu peserta Liga 1 dengan jersey yang harganya cukup terjangkau. Jersey homenya hanya dibandrol sebesar 275ribu, sementara jersey away di angka 330ribu dan thirdnya sekitar 295ribu.

Kemasan box untuk jersey Persela 2021/2022

Jersey Persela Lamongan (di luar edisi anniversary) untuk pertama kalinya dikemas dalam sebuah box exclusive oleh apparel, yang mana untuk motifnya di box ini menggunakan batik bercorak laut. Adhoc juga melakukan treatment yang box yang sama untuk klub Persikabo di musim 2021/2022, hanya berbeda motifnya menyesuikan identitas tim.

Logo Adhoc di jersey berupa cutting polyflex

Kiprah apparel asal Bekasi ini cukup luar biasa dalam dua tahun terakhir. Setelah menggebrak di musim 2020 lalu dengan kerjasamanya bersama PSMS, Persiraja, dan beberapa klub level Asia Tenggara, di tahun 2021 ini Adhoc melebarkan sayapnya dengan menggaet Persela Lamongan dan beberapa tim Liga 3 zona DKI Jakarta. Untuk Persela sendiri hal ini cukup mengejutkan, mengingat baru di musim 2020 lalu mereka memperkenalkan Octagon Wear sebagai apparel in housenya. Namun begitu, Octagon sepertinya masih digunakan klub untuk memproduksi lini fashion kasual Persela. Jersey terkini yang menggunakan merk Octagon adalah jersey anniversary mereka yang ke-54. Persela bersama Adhoc sendiri sudah berkolaborasi sejak gelaran turnamen Piala Menpora 2021 lalu dengan peluncuran jersey pre season.

Crest Persela Lamongan di jersey 2021/2022

Meski sama-sama menggunakan woven heatpress untuk logo klub (dibandingkan jersey 2020), outline kuning untuk logo di musim 2021 lebih tipis. Persela yang identik dengan unsur lele & bandeng seperti dalam crestnya memberikan room lebih untuk eksplorasi identitasnya dalam jersey 2021/2022.

Sublimasi motif batik bandeng & lele

Untuk jersey kandang musim 2021/2022, Persela berusaha mengangkat kearifan lokal berupa motif batik yang berasal dari Sendang Duwur. Desa Sendang Duwur, bersama Sendang Agung berjarak sekitar 36 km ke arah utara kota Lamongan, tepatnya di pesisir pantai utara Jawa. Daerah ini sudah lebih dari 100 tahun menjadi pusat rujukan batik di Lamongan. Karena letaknya di pesisir, banyak motif batik yang mengangkat tema mengenai pesisir pantai, ikan-ikan, terumbu karang, teripang, dan binatang laut lain. Tentang nama Sendang Duwur sendiri berasal dari seorang ulama yang menyebarkan Islam di Jawa. Nama asli beliau adalah Raden Noer Rahmad yang dilahirkan pada tahun 1320.

Seperti dijelaskan di atas, ikon kabupaten Lamongan (bandeng & lele) ditampilkan dalam motif batik dalam jersey Persela Lamongan 2021/2022. Jersey away mereka yang berwarna navy terinspirasi dari arus di kedalaman laut pantura sementara untuk jersey third menggambarkan indahnya pesona pantura Lamongan.

Kerah V-neck dengan identitas jubah Joko Tingkir

Kerah jersey menggunakan variasi model V-neck dengan motif tri warna dari jubah Joko Tingkir. Size label & neck tape di dalamnya menunjukkan identitas apparel Adhoc selaku produsen jersey terkait.

Kombinasi biru muda & navy di jersey home Persela 2021/2022 

Persela memadukan warna biru muda dengan navy di jersey home mereka musim ini. Warna yang sama digunakan untuk jersey away mereka untuk memberikan kesan arus air di kedalaman laut, tenang namun menghanyutkan. Logo sponsor Extra Joss kembali hadir di bagian belakang jersey ini, terletak di area navy atau di atas nama pemain. Btw meski berbeda kain dengan area biru muda, warna navy di sisi bahu & lengan jersey ini merupakan hasil dari sublimasi printing.

Sisi dalam jersey kandang Persela

Kain jersey ini terbuat dari 100% polyester dan jenis drifit yang digunakan adalah tipe mtiis. Bentuk pori-porinya yang berupa motif zigzag cukup mudah dikenali dan memang cocok untuk pakaian olahraga karena karakternya yang cukup halus, ringan, dan mudah menyerap keringat ketika digunakan.

Authentic black tab dari Adhoc Apparel

Authentic tab dari apparel Adhoc berada di sisi kiri bawah jersey dan diaplikasikan dengan woven heat press. Tidak seperti jersey mereka di musim sebelumnya (misal Kalteng Putra) yang menunjukkan nama klub di bagian ini, Adhoc hanya mencirikan identitas apparel di black tab musim 2021.

Hang tag untuk produk dari Adhoc Apparel

Persela Lamongan menggunakan tujuh apparel dalam tujuh musim terakhir untuk jerseynya. Produk Forium yang cukup apik digantikan oleh in house apparel di musim 2020 sebelum akhirnya Adhoc diumumkan akan bekerja sama dengan Persela di awal musim 2021. Tetap konsisten dengan warna biru mudanya, musim ini mereka berani memadukannya dengan warna navy di jersey utama. Langkah yang bagus ketika kemudian Persela menambahkan batik khas daerahnya untuk mengangkat budaya lokal. @ceritajersey memberikan rating 4 dari 5 untuk jersey ini. Kualitas yang sepadan dengan harga terjangkau dari klub namun tetap memberikan nilai & arti bagi sejarah & kebanggaan masyarakat daerahnya membuat jersey utama Persela Lamongan musim ini layak mendapat tempat di hati LA-mania. Tambahan dari ceritajersey, coba cek juga jersey away Persela 2021/2022 (biru navy). Recommended banget.

Share:

Unboxing Official Repro Jersey Home Persela 2006


Persela Lamongan merupakan salah satu klub di Liga Indonesia yang cukup kreatif dalam membaca peluang dan memanfaatkan sejarah mereka dalam hal merchandising. Dua tahun terakhir mereka aktif mereproduksi beberapa jersey yang pernah mereka kenakan dalam kompetisi. Nah salah satunya adalah jersey musim 2006 ini. Yuk deh kita unboxing bareng-bareng aja. Jangan lupa like & subscribe channel Cerita Jersey yaa.

Share:

Welcome, Octagon - Persela Home Shirt 2020

Semarak kompetisi Liga Indonesia 2020 bisa kita mulai setelah akhirnya kick off liga dilakukan pada 29 Februari 2020 lalu di Surabaya. Meski begitu, setelah berjalan selama 3 pekan Liga 1 2020 (beserta Liga 2) harus kembali ditunda dikarenakan adanya pandemi corona di Indonesia dan dunia. Nah sambil kita mengisi waktu #StayAtHome saat ini, kita simak saja yuk detail jersey dari Persela Lamongan untuk musim ini.

Persela masih mengusung biru muda untuk warna utama pada jersey kandangnya. Even secara sekilas tampak minim perbedaan selama 3 musim terakhir, jangan salah... Banyak detail menarik ditambahkan di jersey ini. Dan harus diakui, sejak 2018, kualitas jersey Persela semakin meningkat. Satu yang dipertahankan dari 2 jersey sebelumnya adalah corak tricolore (merah, putih, hitam) yang merepresentasikan motif jubah dari Joko Tingkir. Perpaduan antara unsur klasik dan modern di jersey ini digambarkan pada penambahan Lurik Peranakan di jersey. Jika kalian melihat garis-garis diagonal yang mengkilap di sekujur jersey, itulah Lurik Peranakan. Untuk "lurik" ini, Persela menggunakan filament kain yang berbeda dengan bahan utama jersey sehingga menimbulkan efek mengkilap tadi. Tapi yakinlah, jersey ini tetap nyaman digunakan karena material utama jersey tetaplah microfiber dan seperti musim lalu, it's so soft~

Material promo dari @perselastore
Sebelum lanjut, kalian bisa mendapatkan jersey ini seharga Rp.260.000,- di @perselastore. Harga yang sangat terjangkau untuk ukuran klub di kasta tertinggi Liga Indonesia. Dan bagusnya, spesifikasi jersey yang kita dapatkan ini sama dengan pemain. Klub tidak menerapkan perbedaan kategori player issue atau replika.

Apparel Persela dua musim terakhir: Warrix (pre season 2019), Forium, dan yang terbaru: Octagon.
Musim 2020 juga menjadi musim debut untuk self apparel Persela, Octagon. Persela menamakannya demikian berdasarkan bentuk dari segi 8 yang memiliki rangkaian sudut tidak terputus. Bisa juga dari angka 8 sendiri yang menyimbolkan infinity. Hal ini dimaksudkan supaya Octagon bisa berjalan beriringan dengan klub selama mungkin. Dikutip dari Perselafootball.com, dengan adanya tim yang solid di product development @perselastore, harapannya Octagon juga tidak hanya menjadi partner bagi Persela, namun juga menjalin kerjasama dengan pihak lain.

Logo Persela Lamongan pada jersey kandang 2020
Logo Persela di jersey musim 2020 menggunakan woven yang dipasang dengan teknik heatpress, jadi tidak dijahit di jersey seperti halnya musim lalu. Meski ada resiko lepas, tapi hal ini jelas untuk mendukung kenyamanan pengguna jersey karena tidak ada jahitan yang berpotensi menyebabkan gatal atau ruam di tubuh. Tampak motif Lurik Peranakan melewati bagian logo ini juga karena memang didesain secara diagonal. Di video launching jersey, diperlihatkan para pemain Persela yang muncul menggunakan pakaian lurik, sama seperti Joko Tingkir. Selang sesaat, barulah para pemain itu melepas lurik dan berganti dengan jersey kandang Persela terbaru ini. 


Motif Lurik Peranakan di seluruh bagian jersey (depan & belakang) berpadu dengan tricolour jubah perang Joko Tingkir.
Lurik Peranakan, dikutip dari Cakrawirawiyata sebenarnya berseling 3 dan 4 sehingga diseput "Lurik Telupat". Telupat ini memiliki makna "kewulu minangka prepat" atau dengan kata lain lurik ini merupakan perwujudan dari makna "manunggaling kawula gusti", yaitu penyatuan antara raja dan rakyatnya atau dalam makna yang lebih tinggi lagi adalah penyatuan antara Tuhan dan makhluk-Nya. Lantas, mengapa disebut Peranakan? Hal ini berasal dari cara pemakaian kurung yang seperti masuk ke dalam rahim ibu atau lubang peranakan. Cara ini juga dapat diartikan masuk lingkungan dalam keraton, dimana terdapat keamanan, kenyamanan, dan cinta kasih bagai dalam rahim seorang ibu.

Kerah V-neck dengan variasi

Ujung lengan menggunakan full rib, tidak seperti musim 2019 lalu yang hanya setengahnya.
Tidak seperti musim 2019 yang kerah rib jerseynya berada di sisi belakang, kali ini rib tricolournya berada di sisi depan membentuk pola V-neck dengan variasi. Ujung lengan jersey di musim ini juga full rib dengan warna jubah perang Joko Tingkir, merah-putih-hitam. 


Hangtag jersey Persela 2020 dari apparel Octagon

From Backward Towards The Foremost. Nice words dari Octagon!
Octagon mengawali 2020 ini dengan gemilang, jersey kandang yang breakthrough dengan perpaduan dua jenis benang untuk kain utama plus filosofi yang cukup berbobot pada jerseynya tanpa mengurangi kenyamanan pengguna. Patut dinanti seperti apa jersey away dan third Persela 2020 ini seperti apa, mengingat kebiasaan klub asal Lamongan ini yang merilis jerseynya secara parsial.
Tab authentic apparel Octagon di jersey Persela 2020
Jadi... Bagaimana penilaian @ceritajersey? 
Nilai 4 dari 5 untuk jersey ini cukup layak. Keunggulannya dari segi harga yang cukup terjangkau (cuma 260ribu!) ditambah dengan bahan kain yang nyaman plus inovasi baru dari apparel membuatnya worth it untuk dimiliki.

By the way, @ceritajersey akan memberikan giveaway untuk pembaca setia blog ini. Kalian bisa memiliki jersey Persela 2020 ini (size L, Brand New With Tag) cukup dengan menjawab pertanyaan: Siapa nama asli Joko Tingkir?
Jawab di kolom Instagram @ceritajersey dengan mention 3 orang temanmu ya. Pastikan kalian follow IG @ceritajersey terlebih dahulu. 🤣 Kuis ditutup tanggal 4 April 2020 ya.

Salam dari @ceritajersey! Know Your Culture, Love Your Culture. 😘
Share:

Laskar Joko Tingkir - Persela Lamongan 2019 Home Jersey

Masih dari histeria dimulainya Liga 1 2019, kita akan menuju Lamongan untuk bedah detail jersey home dari klub Persela, yang mana pada musim 2018 lalu finish di peringkat 13 klasemen akhir. Persela akan mengeluarkan tiga jenis jersey musim 2019 ini: home, away, dan third, yang mana ketiganya akan dilaunching secara terpisah. Yuk kita simak cerita jersey homenya dulu.

Aksi pemain Persela FC, Sugeng Effendi, dalam salah satu pertandingan Liga 1 2019. Persela kembali menggunakan jersey dari apparel Forium setelah pada pramusim 2019 lalu menggunakan jersey teamwear dari Warrix. Photo by @perselafc

Warna biru muda sebagai warna khas dari Persela Lamongan masih digunakan di jersey home musim 2019 ini. Didukung apparel asal Amerika Serikat, Forium, Persela merilis ketiga jerseynya musim ini secara parsial, tentunya jersey home menjadi yang pertama dimunculkan ke publik pada 8 Mei 2019 lalu. Didesain oleh Fajar Ramadhan (@fajarrusalem), Persela musim ini mengusung tema #HeartofBlue. Unsur warna merah, putih, dan hitam yang terkait Joko Tingkir juga masih dipertahankan di jersey sejak musim lalu. Mengenai bahan, Persela menggunakan polyester microfiber untuk jerseynya kali ini, yang harus @ceritajersey akui so far adalah jersey ternyaman di Liga 1 2019. Lembut. Tambahan aksen titik-titik kristal vertikal dari leher ke bawah semakin mempercantik jersey home ini.

Perayaan gol dari para pemain Persela dalam pertandingan persabahatan dengan Persewar Waropen (8/5/2019). Tampak titik-titik kristal di jersey diteruskan hingga bagian belakang. Selain itu, tampak sekilas perubahan desain untuk nomor punggung pemain dibandingkan musim 2018 lalu. Photo by @perselafc

Pembelian jersey Persela ini dikemas dalam shopping bag plastik berlogo Persela di bagian depan dan hashtag OraOriOra di bagian belakangnya. Kampanye #oraoriora ini digunakan oleh Persela untuk penjualan merchandise resmi dan original di Persela Store. Btw soal jersey, harganya cukup terjangkau untuk klub Liga 1, sekitar 245ribu rupiah.

Tidak seperti jersey musim sebelumnya yang mana motif Joko Tingkir mengelilingi kerah, desain motif di musim 2019 hanya melingkari separuh dari kerah bermodel O-neck ini. Fyi, dari keterangan Persela, warna merah marun, putih, dan hitam merupakan motif jubah dari Joko Tingkir. Informasi di size label pun bukan berupa cutting/printing polyflex, melainkan screen printing atau malah sepertinya sublimasi. Size label ini tercetak di tambahan kain yang ada di bawah kerah. Jahitannya cukup rapi sehingga tidak mengganggu si pemakai jersey.

Logo Persela berupa patch woven terletak di dada sebelah kiri. Jika diamati detil, font type di tulisan "Lamongan" nampak berbeda dari logo di jersey pra musim lalu. Di jersey Liga 1 2019 ini, tulisan "Lamongan" lebih sempit spacingnya dan bold. Sebagai klub dari era perserikatan, logo Persela juga memiliki kemiripan dengan logo Kabupaten Lamongan. Keduanya memiliki unsur bintang, ikan lele, bandeng, tempayan batu, dan keris, yang tentu memiliki makna tersendiri.
Forium bekerja sama dengan Persela Lamongan sejak musim 2018 lalu. Dari keterangan saat awal perkenalan apparel, Forium berusaha memenuhi harapan Persela dan fansnya di seluruh dunia dengan memposisikan dirinya sebagai internasional creative sport apparel brand. Logo apparel di jersey ini berupa screen printing.

Satu-satunya motif di bagian depan jersey adalah titik-titik kristal yang memanjang vertikal dari kerah hingga bagian bawah. Kristal ini digambarkan merupakan pantulan dari cahaya matahari ke air, mengingat Lamongan merupakan daerah yang dekat dengan laut. Motif ini sendiri dicetak secara sublimasi di jersey.

Patch sponsor So Nice dan Northcliff di jersey berupa printing polyflex. Tentang So Nice sendiri, brand makanan praktis ini sudah cukup lama terpampang di bagian depan jersey Persela, tepatnya sejak musim 2012/2013.

Kain rib bermotif merah-putih-hitam juga separuh mengelilingi ujung lengan jersey musim ini. Unsur ini semakin menegaskan identitas Persela sebagai Laskar Joko Tingkir seperti julukannya.

Nameset untuk jersey ini bisa diperoleh dengan menambah biaya pemasangan sebesar 75ribu. Berbahan cutting polyflex, ada perubahan di font type name & numbering musim ini, dengan desain khusus dari Fajar Ramadhan. Selain itu, adanya unsur riak air di dalam logo juga menambah kesan unik namesetnya. Kebanyakan jersey di Liga Indonesia memasang logo klub di dalam numbering NNSnya, jadi yang dilakukan Persela di musim ini termasuk hal yang menarik. Riak air ini sendiri masih berhubungan dengan letak geografis Lamongan yang dekat dengan laut.

Teknologi yang disematkan Forium dalam jersey ini disebut CoolExt. Teknologi ini mengklaim cepat menyerap keringat dan menguapkannya. Ada tekstur unik pada kain jersey yang mendukung sirkulasi udara di dalamnya.

Washing tag terletak di bagian dalam jersey dan menunjukkan dengan rinci bagaimana treatment yang disarankan untuk jersey ini dalam bilingual. Keterangan bahwa jersey ini dibuat dari 100% polyester juga ada di washing tag ini.

Jersey ini merupakan produk resmi dari Persela dan dijual melalui Official Storenya. Di era profesional sepak bola seperti saat ini, sangat wajar klub mulai mencari funding dari berbagai macam sektor, salah satunya adalah merchandise. Selain jersey pertandingan, Persela Store juga menjual berbagai produk t-shirt, jersey training, dan beberapa aksesoris lain.

Black tab jersey untuk menunjukkan keaslian produk dari Forium terletak di balik bagian bawah jersey.

In summary, jersey Persela Lamongan ini well-designed dan menunjukkan karakter dari Lamongan, baik dari segi geografis melalui unsur airnya dan semangat juang dari Laskar Joko Tingkir. Harganya yang cukup terjangkau untuk standar klub Liga 1 juga membuat jersey ini semakin worth it untuk dimiliki. Dan seperti yang sudah-sudah, jangan lupa untuk beli jersey orinya untuk mendukung kelangsungan hidup klub. Seperti kata Persela, #oraoriora.
Share:

Lele Glagah - Persela Lamongan 2019 Pre Season Jersey

Persela Lamongan sempat membuat kehebohan di masa pra musim 2019 setelah mengumumkan kerja sama dengan apparel asal Thailand, Warrix. Hal ini menjadikan Persela Lamongan menjadi tim pertama di Indonesia yang disponsori Warrix. Walaupun kontraknya hanya berjalan selama masa pra musim (Forium tetap menjadi apparel utama Persela di Liga 1), jersey yang dikenakan selama gelaran Piala Presiden 2019 ini tetap saja menarik untuk dibahas. Mari kita cek detailnya.
Persela, dipimpin oleh Arif Satria sebagai kapten, mengikuti gelaran kompetisi pra musim Piala Presiden 2019. Hasil yang dicapai Persela Lamongan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya dimana mereka hanya bermain di babak grup. Tahun 2019, Persela berhasil lolos hingga perempat final sebelum dikandaskan Madura United 1-2. Photo by: @perselafc

Klub yang berdiri pada 18 April 1967 ini membuat kejutan pada acara perkenalan jersey sebelum Piala Presiden 2019 digelar. Persela Lamongan menjalin kerjasama dengan apparel asal Thailand, Warrix, selama masa pra musim. Untuk jersey yang digunakan di kompetisi resmi Liga 2019 nanti, Persela tetap menggunakan Forium sebagai apparelnya. Photo by: @perselafc 

Aksi Kei Hirose, salah satu punggawa Persela Lamongan, dalam salah satu pertandingan Piala Presiden 2019. Meski sederhana, jersey ini tetap eye catching dengan pilihan warnanya dan tampak pas digunakan oleh pemain. Photo by: @perselafc

Persela menjadi tim pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan @warrix_official dalam hal penyediaan perlengkapan tim, khususnya jersey. Warrix sendiri sudah dikenal sebagai apparel yang menjadi sponsor jersey timnas Thailand selama beberapa tahun ke belakang. Tidak hanya jersey bola, Warrix juga memproduksi polo, celana kasual, topi, scarf, sepatu, dan perlengkapan olahraga lain. Di jersey ini, logo apparel terpasang di posisi standar (dada kanan) menggunakan screen print. Material yang sama juga digunakan untuk tulisan "Warrix" di bawah kerah bagian belakang jersey. Btw jersey pra musim Persela 2019 ini bisa diperoleh di @warrixindonesia dengan harga 190ribu (jersey only).

Model jersey @perselafc untuk pra musim 2019 ini menggunakan team wear @warrix_official "Lonzo" yang memang bisa dicustom sesuai kebutuhan tim. Bisa jadi karena teamwear, warna yang dipilih menjadi jersey home di luar kebiasaan Persela selama ini: biru muda (selama ini jersey home Persela berwarna biru telur asin). Berbahan 100% polyester, jersey ini cukup nyaman digunakan.

Logo klub @perselafc di jersey menggunakan material printable polyflex. Fakta menarik terkait logo adalah adanya lambang ikan lele di dalamnya yang menjadi salah satu julukan Persela: Lele Glagah. Dikutip dari wikipedia, lele merupakan binatang yang dikeramatkan bagi masyarakat Lamongan, khususnya daerah kecamatan Glagah.  Leluhur Lamongan, Surajaya, bernazar bahwa dia dan keturunannya tidak akan makan lele karena lele telah menyelamatkannya. Lele juga memiliki filosofi sebagai ikan yang bisa hidup di manapun walaupun kualitas airnya kurang bagus. Persela diberi julukan Lele Glagah dengan harapan klub kebanggaan warga Lamongan ini tidak mudah kalah meskipun harus bertanding di kandang lawan.  

Patch Piala Presiden 2019 berbahan polyflex dan harganya cukup murah dalam paket pembelian jersey ini: sekitar 30ribu rupiah saja. 

Kerah jersey Lonzo ini bermodelkan v-neck dengan variasi, dimana sambungan bahan tengahnya memisahkan rib kiri dan kanan. Tidak ada yang istimewa di size labelnya, hanya informasi ukuran jersey, bahan, dan cara perawatan jersey.

Nameset yang dipilih untuk jersey adalah sang kapten: @arifsatria_28. Pemain kelahiran 17 September 1995 ini sempat memperkuat PSP, Semen Padang, dan Persis Gotong Royong sebelum bermain untuk Persela Lamongan. Btw, penambahan nameset ini hanya berbiaya 60ribu saja di @warrixindonesia. Font typenya yang menarik dan josss didesain oleh mas @malvinico. 

Teamwear Lonzo yang menjadi jersey pra musim Persela ini berpola raglan, yang mana memiliki potongan diagonal warna atau motif berbeda pada bagian lengannya.

Label Warrix di dalam jersey, menunjukkan bahwa jersey ini dibuat di Thailand, yang memang negara asal Warrix.

Label Warrix dari teamwear Lonzo juga terletak di bawah jersey, cukup mencolok dengan warna orange dan logo W dari Warrix.

Dengan full patch dan NNS, jersey ini menjadi sekitar 280ribu dan sepertinya di bulan Mei ini sudah mulai ada promo diskon dari @warrixindonesia. Overall jersey ini, even teamwear, tetap layak untuk dimiliki. Statusnya sebagai tim pertama di Indonesia yang diendorse Warrix mungkin akan menjadikan jersey ini rare di masa yang akan datang. But, who knows?
 
 
 
 
 
 
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Jersey Archive

Labels