Showing posts with label Persebaya Surabaya. Show all posts
Showing posts with label Persebaya Surabaya. Show all posts

Fighting Green - Review Persebaya Surabaya 2024/2025 Home Shirt


Persebaya merilis jersey thirdnya terlebih dahulu di awal musim 2024/2025 ini, sebelum jersey home & away diperkenalkan. Sepanjang Agustus lalu Persebaya memainkan pertandingannya menggunakan jersey third yang disebut Fighting Red. Hal ini menunjukkan keberanian dan dinamis, yang terinspirasi dari jersey mereka tahun 1994 lalu Ketika bermain di babak Delapan Besar Perserikatan. Tema baru ini juga membawa spirit "Persebaya for Indonesia" karena Persebaya akan selalu berjuang untuk mendorong kemajuan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Sementara untuk jersey home & away, Persebaya kembali menggunakan warna hijau & putih, special untuk awaynya karena dua musim terakhir Bajul Ijo selalu menggunakan warna silver. Motif di jersey home mereka menggambarkan Land of Fighter, tanah pejuang yang disimbolkan melalui topografi kota Surabaya. Nah menariknya, ada warna hijau neon di lengan kanan jersey ini, yang merepresentasikan elemen keselamatan saat berolahraga & berkendara.


Tidak seperti musim sebelumnya, hanya ada dua spesifikasi jersey Persebaya di musim ini: player issue dan stadium version. Wording player issue ini menggantikan istilah "authentic" yang digunakan musim-musim lalu. Yang unik dari pembelian jersey player issue ini adalah pengemasannya menggunakan handbag yang tentu sangat fungsional dibandingkan dengan boxset biasa. Hal "ajaib" lain adalah disertakannya kopi sachetan Kapal Api yang merupakan sponsor utama klub. Kalian bisa cek video unboxingnya di IG ceritajersey ini.

Untuk pertama kalinya setelah kembali ke Liga 1, Persebaya Surabaya menempatkan logo klub di tengah jersey, diapit dua sponsor: Extra Joss dan juga Indomie. Bahan logo klub menggunakan 3D TPU, yang masih cukup umum digunakan klub-klub Liga Indonesia saat ini. AZA juga masih setia menjadi apparel partner Persebaya sejak diperkenalkan pertama kali di musim 2019 lalu.

Bagian yang mencolok di jersey ini: lengan kanan berwarna hijau neon. Seperti yang disebutkan di pembuka artikel ini, warna ini tidak hanya untuk menambah estetikan, melainkan juga sebagai simbol keselamatan saat berolahraga dan berkendara. Dikutip dari penjelasan klub saat rilis mengenai penempatan warna ini di sebelah kanan, lengan kanan memiliki peran penting saat olahraga, utamanya saat melakukan manuver atau sedang berlari. Warna ini dapat meningkatkan visibilitas dan membuat si pemakain lebih aman serta terlihat jelas dalam berbagai kondisi. 

Di sisi lain, sedikit banyak penggunaan dua warna di jersey home ini mengingatkan kita di jersey "Persebaya" musim 2014 bersama Specs ketika motif batik ditempatkan di lengan kanan jersey. Saat itu, "Persebaya" menjadi pemuncak klasemen Grup Timur di ISL 2014 dan menjadi tim paling produktif, walaupun pada akhirnya gugur di Babak 8 Besar. Template jersey yang sama juga digunakan Arema di pra musim ISL 2015 dengan warna kombinasi biru-jingga.




Topografi kota Surabaya yang diangkat di jersey ini menjadi pengingat bahwa Surabaya merupakan kota dengan sejarah yang panjang dan penuh perjuangan. Persebaya sebagai bagian dari kota ini diharapkan membawa semangat berjuang tersebut di setiap laga yang dimainkan. Desain jersey ini berusaha menghubungkan pemain dengan akar sejarah serta budaya dari kota Surabaya yang dibela. Jika di jersey homenya Persebaya memilih tema "Fighting Green", maka "Fighting White" menjadi tema untuk jersey awaynya. Perjuangan arek-arek Surabaya sejauh ini membuahkan hasil dengan klub menempati posisi puncak klasemen sementara hingga pekan ke-14 Liga 1 2024/2025.


Nameset Raditya 23 dipilih ceritajersey untuk dipasang di jersey ini. Pemain bernama lengkap Kadek Raditya Maheswara ini sebelumnya memperkuat Madura United dan pernah membela timnas Indonesia U-18 dalam ajang Piala Pelajar Asia U-18. Sejauh ini, Kadek Raditya juga selalu tampil membela Persebaya di setiap laga di Liga 1 2024/2025.

Akankah jersey ini menjadi jersey jawara Persebaya Surabaya yang puasa gelar kasta tertinggi selama 20 tahun? Masih ada 20 pertandingan lagi untuk membuktikannya hingga artikel ini ditulis. Ceritajersey memberikan nilai 4 dari 5 untuk seragam utama Bajul Ijo musim 2024/2025. Ide desain yang segar, kemasan unik, dan juga faktor turunnya harga (dari biasanya 900ribuan sekarang di 600ribuan untuk authentic/PI) menjadi alasan skor diberikan. Bukan jersey yang terbaik di musim ini, tapi doa selalu menyertai supaya Persebaya dapat menjadi yang terbaik di akhir musim nanti.
Share:

Persebaya for Surabaya - Review Persebaya 2021 Home Shirt

Empat musim menggunakan kain bermotif croco sebagai seragam kandang, Persebaya akhirnya merilis desain anyar dengan mengusung Surabaya sebagai identitas utamanya. Langsung kita simak saja review detail dari jersey klub berjuluk Bajul Ijo ini via artikel di bawah.


Persebaya meluncurkan jersey home & away teranyarnya untuk mengarungi Liga 1 2021/2022 pada 6 September tahun lalu. Masih didesain oleh Zulham Devan, tema yang diangkat untuk tahun ini adalah Persebaya for Surabaya. Tema ini dipilih karena klub membawa nama Surabaya dan berjuang untuk warga Surabaya serta seluruh masyarakat yang memiliki ikatan emosional dengan Persebaya. Tampak beberapa ilustrasi landmark kota Surabaya terpampang di jersey Persebaya, baik home maupun away. Untuk jersey homenya, Persebaya Surabaya memadukan warna hijau dengan kuning, sama seperti musim 2019 lalu.

Promotional images dari @persebayastore

Persebaya kembali merilis tiga versi jersey yang bisa dibeli: authentic player issue, replika, dan suporter. Uniknya, di musim 2021 ini mereka mengemas jersey PI dan replikanya dalam boxset. Jersey ini bisa diperoleh di Persebaya Store dan rekanannya. Ceritajersey akan membahas versi player issuenya ya.

Isi dari boxset authentic jersey Persebaya 2021

Berbagai variasi boxset telah digunakan Persebaya sejak musim 2017. Dua musim pertama sejak Persebaya kembali, boxset mereka hanya berisi sertifikat keaslian, jersey, dan beberapa merchandise seperti stiker, syal, stiker, dan gantungan kunci. 2019 mereka mengemas jersey full kit dalam satu box dan di 2020 Persebaya menggunakan tas untuk jersey dan syal disertai lembar infographic jersey Persebaya sejak 2017. Untuk edisi 2021, Persebaya mengemas jersey Player Issue mereka dalam box disertai sertifikat keaslian & tumbler exclusive.

Logo 3D Persebaya Surabaya

Crest Persebaya di jersey player issue menggunakan material 3D TPU selama 3 musim berturut-turut. Bahan woven seperti musim 2017 & 2018 hanya diterapkan di jersey versi replika. Berbeda seperti dua musim sebelumnya dimana logo AZA berada di sisi bawah, kali ini brand apparel dari Azrul Ananda ini memasang logonya di atas, di tengah logo Persebaya dan sponsor Extra Joss. 

Sponsor baru di bagian bahu jersey

Jersey Persebaya tetap menggunakan pola raglan, namun ada yang baru di musim ini: sponsor bahu. Baik di bahu sebelah kiri & kanan terdapat logo Pansaka. Dikutip dari situs resminya, Pansaka merupakan perusahaan direct selling atau penjualan langsung yang fokus pada pengembangan produk kecantikan dan kesehatan. Kerjasama mereka dengan Persebaya diumumkan secara resmi pada 4 September 2021 lalu pada acara penandatanganan kerjasama di JCC Senayan, Jakarta.

Rib dengan aksen kuning di cuffs jersey

Model kerah jersey dengan tulisan Green Force di sisi dalam

Kain rib digunakan di lengan serta kerah jersey ini supaya lebih fit dengan tubuh pemain ketika digunakan. Julukan klub, Green Force, tertulis di sisi dalam kerah dengan menggunakan warna kuning, paduan warna yang sama untuk list di lengan serta bagian samping jersey. Kombinasi dua warna ini diambil dari logo klub, yang masing-masing memiliki arti tersendiri. Hijau yang menjadi warna utama klub merupakan lambang atas kehidupan, perkembangan, dan religiusitas dan mendorong Persebaya untuk aktif dan berkembang meraih prestasi. Warna kuning menyimbolkan semangat pemuda yang pantang menyerah serta berjuang untuk mempertahankan kehormatan. Hal ini sesuai dengan sejarah panjang perjuangan arek-arek Suroboyo dalam era menuju & mempertahankan kemerdekaan.

Ilustrasi landmark kota Surabaya di jersey Persebaya

Baik jersey home & away Persebaya musim 2021/2022 ini memiliki motif yang sama di panel depannya: landmark Surabaya. Beberapa ikon yang bisa dilihat antara lain Monumen Jalesveva Jayamahe, Tugu Pahlawan, Monumen Bambu Runcing, patung Suro & Boyo, hingga Jembatan Suramadu. Motif ini diharapkan memberikan inspirasi untuk para pemain supaya bekerja lebih keras di lapangan dan membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat kota Surabaya. Menurut manajemen, motif croco yang tidak lagi digunakan juga untuk menggambarkan kesederhanaan dan mempertahankan kesan elegan, utamanya di kondisi pandemi seperti saat ini.

Motif Masjid Al Akbar di sisi samping jersey

Hal unik dari jersey ini adalah gesutan motif masjid Al Akbar di sisi samping jersey Persebaya. Masjid terbesar kedua di Indonesia yang terletak di Surabaya ini memiliki interior yang menerapkan elemen hias Islam seperti geometri, kaligrafi, pola Arabesque, dan pencahayaan sesuai dengan nilai-nilai Islami. Masjid Al Akbar diresmikan pada tanggal 10 November 2000 oleh Presiden RI kala itu, KH. Abdurrahman Wahid.

Marselino Ferdinan, punggawa muda Persebaya Surabaya

Ceritajersey memilih memasang nameset Marselino untuk jersey Persebaya ini. Marselino Ferdinan menjalani pertandingan pertamanya sebagai pemain Persebaya pada laga terakhir Grup C Piala Menpora 2021 menghadapi PSS Sleman. Meski laga ini berakhir dengan kekalahan Bajul Ijo, Marselino bermain penuh selama 90 menit. Debut Marselino sendiri di laga resmi baru dilakukan saat Persebaya mengalahkan Persikabo 3-1 di lanjutan Liga 1 2021/2022 12 September lalu. 

Baru berusia 17 tahun lewat 2 hari saat menjalani pertandingan perdananya di Persebaya, Marselino tercatat sebagai pemain termuda yang pernah tampil untuk klub. Pemain jebolan Persebaya U-16 ini juga masuk dalam daftar Pemain Muda Terbaik Dunia 2021 versi The Guardian. Marselino sendiri telah membela timnas sejak Piala AFF U-15 2019 dan baru-baru ini juga mencatatkan caps perdananya di timnas senior dalam friendly match menghadapi Timor Leste.

Sisi dalam jersey & tag hologram di washing tag

Bahan kain yang digunakan masih sama seperti musim-musim sebelumnya, dilengkapi dengan teknologi anti odor, anti UV, dan juga quick dry. Tag hologram terpasang di washing tag jersey untuk menunjukkan keaslian produk.

Black tab jersey Persebaya 2021

Black tab official jersey 2021 terpasang di sisi bawah jersey dengan material woven. Tailshirt bertuliskan "Kami Haus Gol Kamu" kembali muncul setelah terakhir terlihat di jersey musim 2019. Branding ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1987 lewat inisiasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan & Jawa Pos. Musim 2017 lalu Persebaya dikenal dengan "We Ara Back"nya dan "We Are Back Stronger" di musim 2018.

Hang tag product dari Persebaya Store

Overall, ceritajersey memberikan nilai 4,5 dari 5 untuk jersey home Persebaya musim 2021 ini. Desain yang fresh dengan warna kombinasi hijau & kuning memberikan kesan baru yang elegan setelah 4 musim lamanya mereka menggunakan kain croco. Tema yang diperuntukkan bagi kota Surabaya ini melengkapi City Series yang telah mereka susun dalam beberapa jersey pre season serta anniversary mereka yang ke-94. Melihat performa mereka dalam Liga 1 musim 2021 juga membuka peluang jersey ini memberikan sejarah manis bagi klub kebanggaan arek Suroboyo ini.

Share:

New Normal 2.0 - Persebaya Surabaya Pre Season 2021 Home Shirt

Tiba juga kita membahas beberapa jersey peserta turnamen pre season Piala Menpora 2021. Sebagaimana kita ketahui bersama, sepak bola Indonesia mulai menggeliat kembali di pertengahan Maret lalu ketika pelaksanaan turnamen Menpora Cup mendapatkan ijin dari kepolisian. Turnamen yang berlangsung sejak 21 Maret hingga 25 April 2021 ini digelar di empat wilayah yang menjadi tuan rumah: Bandung, Sleman, Solo, dan Malang. Seharusnya ada 18 klub peserta Liga 1 2021 yang mengikuti Piala Menpora, namun Persipura mengundurkan diri sehingga tersisa 17 tim. 

Seluruh tim memanfaatkan momen ini untuk mempersiapkan diri menghadapi Liga 1 2021 yang (rencananya) akan diselenggarakan di bulan Juli. Beberapa klub juga merilis seragam terbaru mereka, yang hanya akan digunakan dalam Piala Menpora 2021, termasuk yang akan kita bahas pertama di artikel ini: Persebaya Surabaya. Seperti apa jersey yang mereka kenakan dalam turnamen ini? Langsung simak artikelnya di bawah ya.


Persebaya Surabaya sebenarnya telah merilis jersey ini pada bulan Oktober 2020 lalu, saat project restart Liga 1 2020 akan dimulai. Berhubung Liga 1 akhinya distop, klub menggunakan seragam yang bertajuk New Normal Jersey 2.0 ini pada turnamen pra musim Piala Menpora 2021. Jersey ini memiliki desain berupa ilustrasi yang menggambarkan peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato pada 10 November 1945. Klub mengajak para suporternya untuk mengenang kembali sejarah besar dan aksi heroik para pahlawan yang terjadi di Surabaya. 

Promotional video dari @persebayastore untuk jersey new normal 2.0

Promotional images dari @persebayastore untuk jersey new normal 2.0

Jersey ini mulai dijual oleh Persebaya Store melalui website resminya pada 2 November 2020 pukul 19.27. Waktu yang unik karena menyerupai tahun berdirinya Persebaya. Pre order batch pertama jersey memiliki kuota hingga 500 pcs. Pada saat Piala Menpora 2021 dimulai, klub telah menyediakan jersey ini secara ready stock.

Logo Persebaya Surabaya di jersey New Normal 2.0

Berbeda dengan jersey tanding utamanya untuk pemain (player issue), jersey ini menggunakan woven untuk bahan logo klub. Jersey pre season Persebaya juga tidak pernah menggunakan motif kain croco yang sejak 2017 sudah menjadi identitas seragam klub. Namun begitu, tampak warna hijau stabilo masih digunakan di beberapa bagian jersey ini, sama halnya dengan jersey kandang musim 2020.

Garis hijau stabilo di bagian bahu ini bukan merupakan sublimasi lho, melainkan kain yang dijahit

Aksen hijau stabilo di ujung lengan jersey

Bagian kerah jersey dengan informasi 3M di size label

Dirilis bertepatan dengan momentum kelanjutan Liga 1 2020 (yang akhirnya dibatalkan), jersey bertajuk New Normal 2.0 ini memiliki pesan unik. Tampak di bagian leher, tepatnya di atas size label, klub memberikan informasi tentang 3M untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Apa saja 3M itu? Ada Menggunakan Masker (Wani Maskeran), Mencuci Tangan (Wani Cuci Tangan), dan Menjaga Jarak (Wani Jaga Jarak). Kampanye yang baik untuk masyarakat, utamanya suporter & kolektor jersey dari Persebaya melalui hal ini.

Tab "We Are Back" di jersey merepresentasikan kembalinya klub dalam kondisi new normal pasca penundaan kompetisi akibat Covid-19

Kabar kembalinya sepak bola sempat disambut antusias oleh klub & masyarakat penggila bola Indonesia pada akhir 2020 lalu, termasuk Persebaya. Dengan jersey "New Normal" ini, Persebaya menunjukkan bahwa mereka telah kembali dan siap bertanding. Angka 2.0 ini merupakan lanjutan dari jersey utama yang sebelumnya telah mereka rilis di awal musim 2020, namun hanya digunakan di dua pertandingan awal Liga 1 2020.

Washing tag di bagian dalam jersey sekaligus bukti keaslian

Walaupun tidak bermotif croco, jersey ini tetap menggunakan bahan microdot sehingga nyaman digunakan karena mampu menyerap keringat serta menjaga sirkulasi udara. Tampak di ujung lengan serta bagian bawah (hem) jersey ini memiliki cuffs atau lipatan kain tambahan berwarna hijau stabilo sebagai pemanis

Pouch & masker yang disertakan dalam paket pembelian jersey

Bukan Persebaya jika tidak memberikan yang value added dalam paket penjualan jerseynya. Jersey yang akhirnya dikenakan klub dalam Piala Menpora 2021 ini dikemas dalam sebuah pouch ekslusif dan bonus masker dengan desain khusus.

Tab "official merchandise Persebaya" untuk jersey yang diproduksi oleh AZA

Persebaya Surabaya sendiri tersingkir di babak perempat final Piala Menpora 2021 setelah menyerah 2-3 dari Persib Bandung. Sebelumnya, Persebaya lolos sebagai runner up grup C menemani PS Sleman selaku juara grup setelah memperoleh 7 poin hasil dari 2 kali menang dan 1 kali seri dalam 4 pertandingan.

Menurut @ceritajersey, jersey home Persebaya Surabaya di Piala Menpora 2021 ini pantas diberikan rating 4 dari 5. Jersey ini memiliki desain dari kisah sejarah yang tergambarkan dengan apik dan diproduksi dengan bahan yang nyaman. Tema yang digunakan tidak monoton, begitupun kombinasi warna hijau stabilo yang cukup oke dipandang. Kemasan dan bonus yang menarik menjadi nilai plus untuk jersey Persebaya New Normal 2.0.

Share:

Identitas Klub! Persebaya Surabaya 2020 Home Shirt

Antusiasme para kolektor dan Bonekmania terhadap jersey Persebaya Surabaya di musim 2020 ini memang luar biasa. Baru diluncurkan ke publik pada 1 Maret 2020 lalu, kuota pre order sebanyak 500 jersey sudah habis dalam waktu kurang dari 12 jam. Total penjualan batch 1 selama dua hari adalah sebanyak 800 pcs, seperti disampaikan dalam artikel di Bolasport. Padahal kita sama-sama tahu, jersey Persebaya ini termasuk yang paling mahal di Liga 1, terutama versi authenticnya (harga normalnya mencapai Rp.888.000). Itu gambaran singkat mengenai betapa luar biasanya daya pikat jersey klub berjulukan Green Force ini. Mari kita simak saja selengkapnya dalam artikel berikut mengenai detail jersey home Persebaya Surabaya (authentic grade) beserta perbandingannya dengan 3 jersey sebelumnya.

Motif croco masih dipertahankan oleh klub di musim 2020 ini untuk jersey homenya. Kain bercorak kulit buaya ini memang diciptakan khusus untuk klub asal Surabaya ini pada tahun 2017, hasil riset bersama dengan vendor rekanan selama berbulan-bulan. Konsistensi penggunaan "croco" ini bertujuan untuk membangun identitas dari Persebaya, yang lekat dengan "Bajul Ijo". Fyi, selain karena dekat dengan sejarah mengenai ikan Sura & Baya, julukan Bajul Ijo juga merujuk pada pertempuran pasukan tar-tar dari Mongolia dan prajurit Majapahit di era Raden Wijaya. Bajul yang berarti buaya dipercaya sebagai simbol dari keberanian masyarakat menentang kehadiran pasukan Mongolia ini. Sementara Ijo (hijau) disimbolkan sebagai warna kebesaran dari Persebaya Surabaya.

Apparel AZA dan tagline klub dalam tailshirt dua tahun terakhir
2020 menjadi tahun ke-2 jersey ini memasang logo AZA di sisi kanan bawah jerseynya. AZA berasal dari nama Azrul Ananda dan brand ini sudah dipatenkan. Selain apparel klub, AZA juga masuk ke industri sepatu basket bekerja sama dengan Ardiles. Kembali tentang jersey, tail shirt jersey 2020 masih menggunakan tagline khas Persebaya, kali ini "WANI". Di tahun 2019 lalu, tagline "Kami Haus Gol Kamu" tertulis di ujung bawah jersey.

Material promo jersey home 2020 versi authentic dari @persebayastore
Kalian bisa membeli jersey Persebaya home 2020 di Persebaya Store atau di authorized reseller lainnya. Harga ready stok saat ini dipatok di Rp.888.000,-. Paket pembelian ini termasuk jersey authentic, syal bertuliskan Bajul Ijo/Persebaya Wani, sertifikat, dan history board yang dikemas dalam sebuah sling bag. Yessss... kemasan jersey authentic Persebaya 2020 adalah sebuah tas jinjing yang bisa digunakan untuk keperluan apapun, seperti menyimpan laptop, tablet, dan lain-lain. Hal ini memang sengaja dilakukan karena manajemen selalu berusaha menampilkan sesuatu yang unik dan menarik setiap musimnya. Di musim-musim sebelumnya, kemasan jersey Persebaya tidak jauh-jauh dari boxset yang berubah-ubah ukurannya tergantung kontennya.

Kemasan jersey authentic Persebaya dari 2017-2020
Sling bag & syal sebagai paket dari pembelian jersey authentic 2020
Sertifikat keaslian jersey authentic Persebaya Surabaya musim 2020
Sertifikat Persebaya juga hal lain yang bisa diperhatikan. Kalimat-kalimat yang dituliskan oleh Pak Pres selalu berbeda setiap musimnya. Kali ini Azrul Ananda menjelaskan mengenai proses menjadi juara yang sejati.

Model kerah jersey home Persebaya 2017-2020
Walaupun sudah 4 tahun jersey Persebaya menggunakan kain yang sama (croco), bukan berarti tidak ada inovasi di jersey ini. Desainer jersey, Zulham Devan, memberikan sentuhan baru di bagian kerah. Tema warna di jersey 2020 adalah hijau "buaya" dengan kombinasi hijau stabilo, berbeda dengan dua musim sebelumnya yang dipadu dengan warna kuning. Warna stabilo di kerah 2020 ini berada di lipatan bagian dalam. Julukan klub, "Bajul Ijo" tertulis di atas size label jersey ini.

Logo 3D musim 2020 vs logo woven musim 2018
Logo klub untuk versi authentic ini sama seperti tahun sebelumnya, menggunakan emblem 3D. Hal ini berbeda dengan jersey PI 2017 & 2018 yang bermaterialkan woven. Perubahan lain di jersey ini adalah penggunaan kain mesh yang di musim 2020 ini berada di sisi kanan & kiri jersey. Di 2019 lalu, kain mesh ini berada di bawah lengan.

Penggunaan kain mesh di sisi kiri & kanan jersey home musim 2020
Rib melingkar di ujung lengan jersey
Perubahan lain dari jersey 2020 dibanding musim sebelumnya adalah rib melingkar di ujung lengan, dengan tetap mempertahankan kombinasi warna hijau tua & hijau stabilo. Musim sebelumnya, penggunaan rib hanya di sebagian ujung lengan jersey.

Font type jersey Persebaya musim 2020
Setelah tiga tahun, akhirnya para pemain Persebaya mendapatkan NNS dengan font type yang "segar". Selain typeface yang baru digunakan klub di musim ini, pemilihan warnanya juga mencolok karena hijau stabilo. Bagusnya, hal ini senada dengan tema warna di jersey home Persebaya 2020.

Tag official merchandise di bagian dalam jersey musim 2020 dan perbandingannya dengan musim 2019 
Berbeda dengan jersey-jersey musim sebelumnya, di samping stiker hologram, di bagian dalam jersey juga diberikan tag official merchandise klub. Jersey kain croco ini masih mengusung teknologi yang sama dengan musim-musim sebelumnya seperti quick dry, anti UV, dan anti odor.

Perubahan jersey home Persebaya 2017-2020
Jika kalian simak gambar di atas, tampak jelas perubahan jersey Persebaya dari tahun 2017-2020 di bagian kerah dan pola cuttingnya. Sponsor "Kapal Api" juga secara tidak langsung menjadi identik dengan klub ini, dimana mereka konsisten selama 4 tahun menjadi sponsor utama. Musim ini logo di bagian depan terlihat lebih simple dengan hanya ada dua logo sponsor terpasang, Kapal Api dan Extra Joss. Keduanya menggunakan material printing polyflex. Logo sponsor lain yang masih bertahan adalah MPM di lengan kiri jersey dan satu sponsor baru (UM Surabaya) di bagian bawah name & number set.

History Board yang menjelaskan transformasi jersey Persebaya dari 2017 hingga 2020
Penjelasan mengenai jersey Persebaya dari 2017 hingga 2020 ini bisa kalian baca dengan lengkap di History Board Jersey yang juga disertakan dalam paket pembelian jersey. Sepertinya ini pertama kalinya sebuah klub di Indonesia menjelaskan jerseynya dengan detail disertai dengan grafis yang menarik dalam setnya. Bagi para pembeli awal bahkan bisa mengetahui teaser jersey alternate Persebaya musim 2020 di History Board sebelum akhirnya dilaunching akhir April 2020 lalu.

Tag authentic jersey Persebaya 2020
Satu hal lain yang menjadi pembeda jersey 2020 ini dari jersey Persebaya musim-musim sebelumnya adalah tag authentic. Jika diperhatikan, setiap musimnya Persebaya menuliskan tahun peruntukan jersey, kecuali 2017. Musim 2018 ada di tab woven, 2019 di tag rubber sisi kiri jersey, dan 2020 ini juga ada di tag rubber sisi kiri. Untuk replika, tab autentiknya tetap berupa woven di bagian kiri bawah.

Tibalah saat penilaian dari @ceritajersey. Untuk jersey home Persebaya musim 2020 versi authentic ini, Ceritajersey memberikan rating 3,5 dari 5. Secara kualitas jersey ini tidak diragukan lagi teknologi dan desainnya. Kemasannya juga sangat menarik dengan sling bag yang menjadi sesuatu yang baru di tahun ini (jadi trendsetter lagi ga ya nantiii?). Hanya saja memang harga jual dari jersey ini cukup tinggi, nyaris 900ribu rupiah. Alternatif lainnya adalah kalian bisa beli versi replika & supporter versionnya yang dibandrol masing-masing hanya 385ribu dan 185ribu. Atau... tunggu saat year-end sale. Biasanya ada diskon sampai separuh harga untuk merchandise resmi klub.

Versi apapun yang kalian pilih, ingat untuk tetap sesuaikan dengan budget yang ada dan tentu kebutuhan hidup sehari-hari. Yang penting, budayakan untuk membeli produk original dari klub karena hal ini juga yang membantu keberlangsungan hidup klub dan elemen yang terkait. Sekian review dari Ceritajersey ya. Sampai jumpa lagi di cerita berikutnya.
Salam Satu Nyali, Wani!
Share:

Green Force - Persebaya Surabaya 2019 Home Jersey


Persebaya Surabaya meluncurkan jersey-jerseynya dengan penuh gaya pada musim 2019 lalu. Setelah sempat soft launching pada gelaran Piala Presiden (29 Maret 2019), Persebaya kemudian merilis lagi jerseynya di event Surabaya Fashion Parade (24 April 2019). Di event tersebut juga diperkenalkan jersey third Persebaya, yang juga menjadi hadiah untuk Giveaway Cerita Jersey akhir tahun lalu.

Nah di artikel ini kita tentu akan bahas jersey utamanya, alias jersey home Persebaya yang berwarna hijau. Walaupun motif croco masih dipertahankan sebagai "main core" jersey ini, sebenarnya cukup banyak hal baru yang bisa kita temui. Photo by: @officialpersebaya



Kita mulai dari boxsetnya. Persebaya memang dikenal sebagai salah satu pelopor jersey boxset sejak pertama kali merilisnya di 2017 lalu (sebelumnya pernah ada Persib & Sriwijaya FC). Nah di inovasinya kali ini, mereka menyertakan celana & kaos kaki juga supaya pembeli bisa merasakan sensasi mengenakan full set jersey layaknya pemain Persebaya. Selain di sertifikat keaslian, Azrul Ananda selaku CEO Persebaya juga menitipkan pesan di boxset ini: Dimana ada perjuangan, perjalanan, kerja keras dan upaya sepenuh hati, hasil tidak akan mengkhianati. Ucapan dan doa yang terbukti di akhir musim ketika performa Persebaya akhirnya melesat dan mampu finish di posisi runner up Liga 1 2019.

Lirik lagu anthem Bonek, Song For Pride, tertulis di boxset ini. Dikutip dari bolanusantara.com, Song For Pride ini diciptakan oleh Green Nord 27, pendukung Persebaya yang menempati tribun utara saat klub bertanding. Yang unik, berbeda dengan yel-yel, lagu ini hanya dinyanyikan pada awal dan akhir pertandingan.




Didesain oleh Zulham Devan Fauzi, jersey home Persebaya musim 2019 ini masih mengusung motif croco yang seakan sudah menjadi identitas dari klub berjuluk Bajul Ijo ini. Aksen kuning masih menjadi paduan warna untuk bagian kerah & lengan, walaupun tidak sebanyak musim 2018.  Inovasi baru yang ada di jersey ini adalah flat knit rib di kerah & lengan tadi, sehingga pemain yang mengenakannya akan lebih nyaman. Ditambah dengan logo klub yang menggunakan TPU serta tail shirt "Kami Haus Gol Kamu", praktis sebenarnya sudah banyak improvement dari jersey ini dibanding musim sebelumnya.



Salah satu hal yang membuat Persebaya melaunching jerseynya dua kali adalah karena belum finalnya sponsor yang masuk klub pada saat soft launch. Di musim 2019, akhirnya terdapat logo Safe Care, Kapal Api, Gojek, MPM Honda Motor, dan Reliance. Sponsor yang disebut terakhir ini unik. Mereka menyertakan insurance card Reliance pada tiap paket boxset yang dijual. Walau begitu, insurance card terkait hanya ada pada 1 dari 2 boxset yang @ceritajersey.

Musim 2019 juga menjadi yang pertama bagi Persebaya memasang logo "AZA", brand yang menjadi apparel Persebaya. Kalau dilihat sih AZA ini seperti akronim dari Azrul Ananda ya, akronim CEO Persebaya sendiri. Namun begitu AZA Activewear ini tidak hanya memproduksi jersey Persebaya saja, karena cukup banyak lini produknya terutama yang berkaitan dengan basket dan running.



Persebaya masih menggunakan bahan yang sama dengan musim lalu, kain croco dipadu dengan bahan microdot, dan mempertahankan teknologi anti UV serta anti odor. Kita juga bisa melihat salah satu tanda original jersey ini melalui hologram yang terpasang di washing tag di bagian dalam jersey.

Tidak seperti banyak klub lain yang menggunakan material woven atau polyflex untuk tanda authentic product, jersey Persebaya ini menggunakan rubber yang terpasang di sisi kiri sebagai tanda autentiknya.


"Kami Haus Gol Kamu" merupakan tagline yang sudah didengungkan Persebaya sejak mereka bangkit kembali di tahun 2017 lalu. Cukup lama juga sebenarnya, bersamaan dengan mulai terkenalnya julukan Green Force bagi klub. Kali ini, kata-kata penyemangat tersebut terpasang di tail shirt jersey ini. Tagline ini juga berasal dari lagu suporter Bonek yang diciptakan oleh Green Nord lho.

Green Force sebagai julukan Persebaya juga punya cerita tersendiri. Julukan ini dipicu dari keinginan Dahlan Iskan supaya Persebaya memiliki nick name layaknya Chelsea dengan "The Blues". Atas usulan Zainal Muttaqin, salah satu jurnalis olahraga, lahirlah "Green Force" untuk Persebaya.

Jersey salah satu klub pendiri PSSI ini memang cukup mahal di perilisan awalnya, sekitar 799ribu untuk versi authentic boxset. Bagusnya, Persebaya juga merilis versi replika dan suporter yang masing-masing dibandrol 375ribu dan 175ribu. Langkah cerdas dari klub untuk menjangkau seluruh kalangan suporter. Belum lagi, di akhir musim biasanya Persebaya Store mengadakan event Last Call, dimana banyak produk-produk mereka (termasuk jersey) yang dijual separuh harga lebih. So... Tidak ada alasan lagi untuk beli jersey KW. Keep original, support the club. Jersey ini jelas worth it untuk dimiliki. Salam Satu Nyali!
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels