Beberapa waktu lalu, @ceritajersey berkesempatan untuk berkunjung ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Selain menyempatkan diri untuk melihat-lihat Stadion Batakan yang megah, tentu rasanya sayang jika momen di Kota Minyak ini tidak dimanfaatkan juga untuk berburu pernak-pernik kebanggaan klub setempat, Persiba Balikpapan. Semua aktivitas ini tentu dilakukan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku mengingat saat ini masih terdapat pandemi virus Covid-19.
Store fisik Karbitan, salah satu partner resmi dari Persiba Balikpapan di musim 2020
Cukup tricky mencari lokasi fisik dari @persiba.store ini karena di profil media sosial klub yang bersangkutan memang tidak tertulis alamat lengkapnya. Ditelusur melalui postingan yang ada pun pembelian hanya diarahkan melalui direct message di Instagram, chat Whatsapp, atau jika ada event-event khusus, maka Persiba akan membuka booth di acara tadi. Sejauh ini Persiba Store pernah membuka booth di acara HUT Kota Balikpapan ada Februari 2020 lalu dan tentu saja di opening ceremony Liga 2 lalu di Stadion Batakan. Nah, ceritajersey akhirnya bertanya via DM ke @persiba.store untuk proses pembelian jersey secara langsung seperti apa jika kita sedang berada di Balikpapan. Selain opsi COD/shipping, ternyata kita bisa berkunjung langsung ke salah satu rekanan Persiba Store untuk membeli merchandise resmi klub.
Akun instagram @persiba.store, official store dari klub Persiba Balikpapan
Karbitan, salah satu partner resmi klub dalam merchandising di tahun 2020 ini. Images by: @karbitansport
Karbitan Sport merupakan partner resmi Persiba Balikpapan di kompetisi musim 2020 ini. Karbitan menjual berbagai perlengkapan olahraga, dari sepatu, jersey, celana panjang, jaket, hingga produk kasual seperti t-shirt. Gerai Karbitan ini terletak di Jalan Letnan Jendral S. Parman, Mekar Sari, Balikpapan. Lokasinya persis berada di tikungan, di sisi kiri jalan ke arah pusat kota.
Lokasi Karbitan Sport di Google Maps
Dikutip dari Tribun Kaltim, nama "Karbitan" ini berasal dari keresahan karena banyaknya masyarakat lokal yang lebih menyukai klub di luar Balikpapan, termasuk Eropa. Karbitan sendiri sudah sejak musim 2019 menjalin kerjasama dengan Persiba Balikpapan. Tahun lalu terdapat 25 desain dan 1.000 pcs kaos yang disediakan untuk fans Persiba. Katalog lengkapnya dapat juga dicek di @karbitansport.
Bagian dalam Karbitan, display produk atas pakaian olahraga
Display produk sepatu olahraga di Karbitan & brand apparel Equal
Di dalam gerai Karbitan, selain produk-produk yang disebutkan di atas kita juga menjumpai brand sport apparel "Equal" dari Karbitan yang pernah digunakan tim Porprov Balikpapan dan salah satu klub profesional di Timor Leste. Produk lain yang bisa kita jumpai tentu saja: merchandise resmi Persiba Balikpapan.
Jersey home Persiba Balikpapan musim 2019 rilisan MBB
Dari display product, tampak beberapa jersey musim 2019 lalu dari MBB masih tersedia. Waktu itu produk ini dirilis dalam dua versi: Player Issue seharga 350ribu dan Supporter Version seharga 250ribu.
Polo t-shirt Persiba Balikpapan dari MBB
Selain jersey, t-shirt polo dari apparel MBB pun masih tersedia dengan harga 150ribu. Desainnya cukup simpel dengan warna merah polos dilengkapi dengan logo klub di sisi kiri.
Jaket "Bersama Kita Bisa" Persiba Balikpapan produksi GW Apparel
Sebagai apparel utama musim ini, produk-produk GW Apparel lebih banyak: ada jaket dengan dua model dan varian jersey musim 2020. Jaket dengan tema Bersama Kita Bisa ini dijual dengan harga 300ribu. Tulisan "Persiba" di bahu kiri & kanan plus jargon "Bersama Kita Bisa" di bagian belakang menjadi pusat perhatian pada jaket ini.
Jaket Persiba Balikpapan dari GW Apparel
Model kedua untuk jaketnya sendiri juga dibandrol seharga 300ribu. Jaket ini berwarna dominan biru dengan tambahan aksen putih & kuning di lengan, dua warna yang berkolaborasi dengan biru menjadi identitas dari Persiba Balikpapan. Logo Beruang Madu disematkan di lengan kiri, menambah karakter klub dalam produk. GW Apparel sendiri sebenarnya telah bekerja sama dengan klub sejak musim 2019 lalu, dimana jersey latihan & jersey Persiba Female diproduksi oleh GW. Sayangnya, @ceritajersey tidak menemukan kedua produk tadi saat berkunjung ke Karbitan. Bisa jadi sudah sold out.
Jersey away Persiba Balikpapan musim 2020
Namun begitu, tiga varian jersey Persiba Balikpapan musim 2020 masih tersedia lengkap: home, away, dan third dan dalam dua versi: Player Issue & Supporter Version. Untuk jersey Player Issue musim 2020 ini dibandrol seharga 300ribu, sementara SVnya di 200ribu. Jersey homenya masih menggunakan warna biru seperti logo manuntung yang terdapat di bagian dada. Sementara itu, jersey away musim 2020 berwarna putih yang merujuk pada kesucian. Tampak simpel dan elegan dipadu dengan corak beruang khas Persiba Balikpapan.
Jersey third Persiba Balikpapan musim 2020
Jersey third menggunakan warna kuning terang, diasosiasikan dengan sinar matahari yang terik oleh pihak klub. Kalian bisa melakukan custom nameset di jersey ini, dengan tambahan biaya sekitar 50ribu rupiah. @ceritajersey sendiri skip opsi ini karena waktu pemasangannya sekitar satu hari (baru jadi keesokan harinya).
Dari dua versi yang ada (PI & SV), @ceritajersey membeli jersey PI-nya. Namun sebelum kita bahas detail versi player issue, yuk deh kita simak dulu seperti apa sih versi SV dari jersey Persiba Balikpapan.
Logo klub di jersey Supporter Version
Logo klub merupakan bagian paling mencolok dari jersey versi SV. Di sini, logo klub dibuat dengan bordir woven.
Logo apparel di jersey Supporter Version
Logo sponsor di jersey Supporter Version
Bagian logo apparel terbuat dari rubber 3D sementara logo sponsor terbuat dari cutting polyflex. Btw Persiba Balikpapan merupakan satu dari sedikit tim di Liga Indonesia yang memiliki single sponsorship di bagian depan jerseynya.
Model kerah & neck tape di jersey Supporter Version
Bagian kerah pun tidak memiliki perbedaan berarti dibandingkan dengan versi PI. Sama-sama menggunakan rib dengan kombinasi warna biru-kuning-putih dan menerapkan variasi model V-neck.
Authentic tab jersey pada jersey Supporter Version
Authentic tabnya pun demikian. Baik versi PI maupun SV sama-sama berupa polyflex berwarna silver yang merefleksikan cahaya. Nah perbedaan besar selain logo klub tadi adalah material kain drifit yang digunakan. Untuk versi SV ini, jersey menggunakan drifit yang pori-porinya seperti lubang jarum atau biasa disebut sido. Untuk versi PI gimana? Nah tunggu artikel berikutnya dari ceritajersey ya. 😁
Mungkin itu tadi pengalaman belanja merchandise Persiba Balikpapan langsung di "store"nya oleh ceritajersey. Hal yang menarik melihat bagaimana upaya klub tetap menyediakan tempat bagi "turis" atau suporter untuk bisa belanja secara langsung. Bekerja sama dengan partner rekanan seperti ini bisa menjadi alternatif, sembari menunggu langkah klub selanjutnya dalam memasarkan produk-produk officialnya. Di bawah kepemimpinan Pak Gede Widiade, sepertinya ada harapan besar bagi klub dalam mengembangkan diri, baik dari segi prestasi maupun bisnis. Langkah apapun yang berdampak positif, mari kita dukung. Dan tentunya sebagai suporter, yuk biasakan untuk selalu membeli produk resmi klub.
Disclaimer: harga yang disebutkan di artikel ini bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan lupa cek juga official store Persiba Balikpapan di Instagram @persiba.store untuk info lebih detail.
PS Sleman membuat kejutan di akhir musim 2019 lalu dengan merilis jersey kandang yang dipersiapkan untuk musim 2020. Dalam pertandingan akhir Liga 1 menghadapi Tira Persikabo di Maguwoharjo, Bagus Nirwanto dkk tampil percaya diri dengan seragam hijau barunya dan menggilas tamunya dengan skor telak 5-2. SMBD selaku apparel dari PS Sleman memposting seragam tersebut di media sosial resmi klub hanya beberapa jam sebelum kick off dimulai. Seperti apa detail jerseynya? Mari kita simak cerita lengkapnya.
Berbanding terbalik dengan awal musim 2019 yang sepertinya "serba dadakan" dalam hal seragam tanding & apparel klub, PS Sleman yang telah menjalin kerjasama selama 2 tahun bersama SMBD mengejutkan para suporter dan kolektor ketika merilis jersey home 2020-nya pada 22 Desember 2019, beberapa jam sebelum kick off pertandingan akhir Liga 1 menghadapi Tira Persikabo. Bagusnya lagi, jersey ini bisa langsung didapatkan di SMBD Store, tanpa perlu menunggu berlama-lama dan tidak menggunakan sistem pre-order untuk penjualannya.
Bertajuk "Never Lose Faith, Never Lose Hope", PS Sleman meluncurkan seragam terbarunya dengan harapan menambah semangat juang tim di gelaran Liga 1 2020. Warna hijau masih menjadi pilihan utama untuk seragam home PS Sleman, dipadu dengan aksen hitam & putih di bagian kerah dan lengan. Tiga warna ini sudah menjadi identitas bagi masyarakat bola Sleman. Seragam tandang & ketiga dari klub pun menyesuaikan dengan tricolor ini. Corak sayap burung Elang Jawa pada bagian bahu menjadi signature di jersey ini, cocok dengan julukan Super Elja yang melekat di tim. Secara umum badan jersey ini polos tanpa motif, menjadikannya terlihat simpel namun elegan. Jersey ini berasal dari desain kolaborasi antara Panji Muhammad dan Faizal Yhermawan. Dan sebelum dikenakan pada pertandingan terakhir Liga 1 2019, SMBD bersama klub telah mengembangkan protoypenya selama tiga bulan.
Logo apparel SMBD di jersey home PS Sleman 2020
Sama seperti musim sebelumnya, SMBD merilis jersey ini dalam tiga varian: replica, original, serta authentic sebagai grade tertingginya. Nah, kita akan bahas detail dari jersey grade authentic ini. Secara default, SMBD bersama klub menjual jersey ini sponsorless alias tanpa sponsor. Saat awal rilisan, @ceritajersey yang sempat berkunjung ke store pun tidak dapat memasang sponsor karena belum adanya deal sponsorship untuk klub di musim 2020. Namun begitu, ketika musim 2020 bergulir dan klub telah mengikat sponsor dengan banyak perusahaan, SMBD tetap menyediakan jersey authentic ini secara sponsorless. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi para suporter & kolektor yang ingin membeli jersey dan mungkin kurang puas dengan sponsor yang ada. Atau mungkin si kolektor/suporter lebih menyukai jersey polosan untuk lebih mengagumi desain jersey secara utuh. Logo SMBD pada jersey authentic ini menggunakan sablon 3D sehingga terasa lebih tebal.
Material promo dari SMBD untuk jersey PS Sleman 2020. Gambar oleh @SMBD_ID
Jersey ini dapat diperoleh di SMBD Store dengan harga Rp.355.000 (sponsorless) untuk versi authentic. Versi originalnya dijual dengan harga 255ribu dan replika di angka 185ribu. Kalian juga bisa mendapatkannya melalui kanal-kanal distribusi apparel di whatsapp, shopee, dan juga blibli. Untuk yang berkunjung ke store, coba baca #StoreVisit @ceritajersey saat berkunjung ke SMBD akhir tahun lalu.
Kepakan sayap Elang Jawa serta lubang ventilasi jersey dengan laser cut
Kerjasama SMBD dengan PS Sleman selama 8 tahun ini digambarkan dengan 8 lubang ventilasi yang ada di pundak kiri & kanan. Penggunaan teknik laser cut untuk membuat lubang ini menjadi hal yang menarik di jersey setelah terakhir kali kita melihat teknik yang sama ada di jersey PSMP Mojokerto Putra di 2018 lalu. Posisi lubang yang ada di bagian ini juga mengingatkan kita dengan struktur yang sama pada jersey-jersey timnas yang disupport oleh Puma pada tahun 2020 ini. Omong-omong tentang kerjasama 8 tahun antara SMBD dengan klub, mereka juga melakukan re-issue atas seluruh jersey yang pernah diluncurkan, dari tahun 2013 hingga 2017. Meski memiliki spesifikasi detail yang agak berbeda dengan first productionnya, ini seperti angin segar bagi para kolektor yang ingin melengkapi koleksiannya.
Kepakan sayap Elang Jawa di bagian pundak tadi diilustrasikan dengan aksen garis-garis yang tersusun rapi, menggambarkan kecepatan dan boost of energy. Ilustrasi ini bukan sublimasi ya, apparel menerapkan teknik screen printing sehingga garis-garis sayap tadi bertekstur dan menjadi nilai plus untuk jersey ini.
Logo klub dengan bahan 3D plastisol on tatami
Logo klub PS Sleman pada jersey authentic ini menggunakan bahan 3D plastisol on tatami. Model logo seperti ini tampaknya akan menjadi tren di masa yang akan datang di Indonesia, setelah era TPU yang hits selama dua tahun terakhir. Seperti yang kita tahu, model logo tatami sebelumnya juga pernah digunakan oleh klub di Liga Indonesia ini, dengan beberapa klub terakhir yang mengimplementasikannya adalah Persijap Jepara bersama Kakijersey di 2019 lalu, Bali United 2019& 2020, Persija Jakarta di jersey replikanya musim ini, serta PSCS Cilacap untuk jersey kandang 2020. Bagusnya material ini, logo klub seolah "hidup" dan secara visual tampak lebih dalam.
Tricolor pada rib di ujung lengan jersey
Model kerah jersey yang dikelilingi aksen tricolor khas Sleman
Di bagian kerah & ujung lengan terdapat motif tricolor hijau putih hitam, yang sudah identik dengan klub. Tiga warna ini juga menjadi warna bendera kebesaran para pendukungnya yang banyak terpasang di kabupaten Sleman. Pengaplikasian tiga warna ini menggunakan bahan rib, baik di kerah maupun lengan sehingga bisa pas untuk kita.
Patch Liga 1, kita peroleh bersamaan dengan pemasangan logo sponsor di jersey
Logo sponsor pada jersey Liga 1 2020, berbeda dengan yang terpasang di laga akhir PS Sleman tahun 2019
"Come On Super Elja!" jargon khas dari klub PS Sleman
Di bagian belakang jersey, tepatnya di bawah kerah, terdapat tulisan vertikal "COSE" yang merupakan singkatan dari Come On Super Elja, jargon dukungan untuk membangkitkan semangat para pemain PS Sleman. Di ujung bawah COSE ini terdapat tag berwarna merah putih yang merupakan representasi dari bendera kebangsaan Indonesia. Elemen merah putih tidak asing berada di jersey PS Sleman, karena sebelumnya di tahun 2018 saat meraih juara Liga 2, mereka menggunakan warna merah putih untuk aksen di bagian kerahnya.
Nomor punggung PS Sleman 2020 memiliki typface yang menarik
Font type pada nama & nomor punggung PS Sleman musim 2020 ini cocok dengan dinamisnya jersey klub. Dikelilingi ouline hitam tebal, terdapat kombinasi garis hitam & hijau pada bagian tengah nomor punggung dan adanya elemen logo klub secara monokrom di 1/4 bawahnya membuat jersey PS Sleman secara keseluruhan semakin keren. Total biaya tambahan atas nameset dan sponsor di jersey musim 2020 ini sekitar 150ribu. Cukup layak.
Half moon jersey kandang PS Sleman musim 2020
Bagian dalam jersey PS Sleman 2020
Jersey ini menggunakan potongan model half moon di bagian bawahnya dengan garis-garis diagonal hitam-hijau sebagai aksen pemanis. Untuk musim 2020 ini, SMBD menggunakan TotalAero Dryfit sebagai material utamanya. Bahan ini memiliki keunggulan berupa anti-UV dan anti odor. Kain drifit ini terbuat dari serat polyester dengan campuran nilon & katun yang dapat mengalirkan udara dengan baik melalui pori-porinya. SMBD juga mengkombinasikan jersey ini dengan kain mesh di sisi kiri & kanan yang memberikan kemudahan bagi para pemain untuk bergerak karena kelenturan dan keelastisannya.
Authentic tab jersey PS Sleman 2020 dari SMBD. Untuk versi yang dikenakan pemain, terdapat tab tambahan di sisi kanan.
Tanda authentic dari jersey ini disematkan pada patch di ujung kiri bawah, berwarna gold bertuliskan offical apparel PS Sleman untuk season 2020. Di versi yang dikenakan pemain (matchworn), terdapat tambahan patch lagi di sisi kanan untuk menandakan bahwa jersey terkait disiapkan khusus untuk bertanding.
Hang tag jersey PS Sleman musim 2020. Jersey terbaik musim ini?
Dengan harga total pengeluaran sekitar 505ribu (jersey, patch sponsor, dan NNS) dan dicompare dengan produk yang kita dapat, jersey ini layak kita beri nilai 5 dari 5. Penggunaan teknik sablon untuk beberapa elemen di atas "kanvas" hijau polos jersey ini membuatnya mendapat nilai lebih. Tanpa mengesampingkan jersey-jersey dengan motif yang full sublimasi printing, jersey PS Sleman musim 2020 ini dapat bercerita banyak dengan menggunakan desain sesederhana mungkin. Range pricing yang bervariasi untuk tiga kelas produknya juga membuatnya bisa menjangkau siapapun dan menurut @ceritajersey, harganya masih masuk akal & worth it. Apakah jersey ini akan menjadi yang terbaik di Indonesia tahun 2020? Menarik disimak nanti.
Hai, kenali lebih jauh jersey klub lokal Liga Indonesia favoritmu di sini. Tebak apa apparel dari jersey klub kebanggaanmu, atau bahkan siapa yang mendesainnya. Berbagai unsur budaya daerah di Indonesia menghiasi seragam tempur para pemain bola di Lapangan. Dari motif batik yang khas, sampai tokoh yang lekat dengan masyarakat setempat. Game ini disusun untuk mengenalkan ke teman-teman semua mengenai kultur atau budaya daerah yang dibawa dalam cerita di masing-masing jersey. Dan tentu saja, tebak nama klub yang memiliki jersey paling unik di kompetisi ini. Seluruh jersey dalam kuis ini dapat kalian ketahui seluk beluknya lebih jauh dalam website www.ceritajersey.com. Tuntaskan seluruh levelnya dan buktikan kamu maniak sejati jersey bola Indonesia.
Game sederhana ini bisa kamu unduh di tautan berikut di Play Store. Untuk versi awal ini, sizenya sekitar 36 MB dan hanya tersedia di O/S Android.
Yuk, coba install games "Tebak Cerita Jersey" di perangkatmu dan share sejauh apa levelmu melangkah melalui IG story kalian dan tag @ceritajersey. Kritik & saran kalian juga kami tungguuu.
Kompetisi Liga Indonesia 2020 resmi ditunda.... hingga 2021. Kabar buruk yang meski tampak mengejutkan, sebenarnya sudah bisa ditebak melihat kondisi pandemik COVID-19 di Indonesia dan ditambah dengan situasi politik yang memanas akibat Pilkada. Sudah barang tentu, seperti yang sudah-sudah, adanya Pilkada ini menyebabkan otoritas terkait tidak menerbitkan ijin keamanan. Walaupun begitu, secara pribadi @ceritajersey juga bertanya-tanya mengapa ijin kampanye untuk Pilkada ini bisa dikeluarkan di masa pandemi seperti sekarang meski disertai kalimat "asalkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku". Untuk kesekian kalinya, mungkin bisa dibilang berakhir sudah kompetisi Liga Indonesia 2020 ini.
Meski kompetisi berhenti, baiknya kita tetap mengapresiasi usaha klub-klub di Indonesia yang berusaha menyiapkan timnya sebaik mungkin sejak awal kompetisi lalu. PSIM Jogja adalah satu klub yang telah melaunching timnya sejak 11 Maret 2020, 4 hari sebelum pertandingan pertama mereka di Liga 2 dimulai. Dan meski bermain tandang di Palembang, PSIM menggunakan jersey home untuk bertanding. Yuk deh kita simak cerita jersey ini.
Jersey PSIM musim 2020 ini didesain oleh Ditya Fajar Rizkizha, anak asli Jogja yang sudah beberapa tahun ini menjadi bagian dari media officer dan tim kreatif klub. Konsep yang diusung jersey home PSIM 2020 secara garis besar menggambarkan kekuatan diri dari klub untuk meraih kemenangan menuju kejayaan yang didasari dengan keseimbangan antara doa dan kerja keras bersama. Di bagian depan jersey terdapat 5 garis biru tua dan 4 garis biru. Lima garis biru tua tadi berarti panca atau diasosiasikan dengan kekuatan diri. Sementara empat garis dengan warna yang lebih muda berarti kerta atau kemenangan. Total jumlah garis adalah 9 yang memiliki makna Hanggatra atau kesempurnaan. Dua garis emas yang mengapit logo PSIM diartikan sebagai keseimbangan.
PSIM Jogja menggunakan self brand selama dua musim berturut-turut sejak 2019 lalu. Jersey ini bisa didapatkan di PSIM Store melalui berbagai media yang mereka punya: datang langsung ke toko, atau via WA blibli, tokopedia, atau shopee. Harga jersey dipatok Rp.375.000.
Logo klub pada jersey, dua musim terakhir menggunakan TPU
Sama seperti jersey musim sebelumnya, logo klub menggunakan material TPU, bahan yang saat ini banyak digunakan oleh klub-klub di Indonesia untuk memberikan kesan "premium" di jerseynya. Bahkan, beberapa apparel lokal pun menyediakan pilihan bahan TPU untuk logo di custom jerseynya meskipun untuk hal ini mereka harus ekspor dengan minimum quantity.
Deretan sponsor pada bagian depan jersey home PSIM 2020
Sponsor di jersey menggunakan bahan printable polyflex yang cukup tebal seperti di logo Teh Kotak dan Tolak Angin. Lama tak terlihat di pesepakbolaan Indonesia, Bank Mandiri hadir kembali di jersey klub dengan menempatkan logonya di bagian depan jersey PSIM Jogja 2020. PSIM Jogja juga termasuk deretan klub yang menjalin kerjasama dengan Kratingdaeng, yang beberapa waktu lalu membuat heboh kolektor karena menjual bundling minuman kaleng dengan jersey dengan harga yang cukup murah di jd.id.
Kerah jersey PSIM Jogja 2020
Kerah jersey ini menggunakan model V-neck, dengan size label dituliskan di bagian dalamnya menggunakan cutting polyflex. Tak seperti jersey-jersey lain yang biasanya hangtagnya langsung "ditembak" ke jersey, hangtag dari klub ini terbilang lucu: dipasang dengan peniti di bagian kerah. Jadinya akan lebih gampang bagi pembeli untuk lepas pasang tagnya sih di jersey PSIM. Jadi untuk kalian yang mencari jersey BNWT di luar official store, hati-hati yaa. Jangan sampai kedapatan jersey yang statusnya sudah bekas/used, tapi tagnya masih terpasang.
Batik parang rusak telah menjadi identitas PSIM sejak 2006 lalu
Dikutip dari media sosial klub, batik parang muncul pertama kali di jersey PSIM di tahun 2006, setelah General Manager klub saat itu, Pak Ahmad Syauqi Soeratno memiliki beberapa pemikiran yang menginginkan PSIM dapat menjadi kebanggaan warga Jogja, menjadi sarana pembinaan usia muda, dan lebih menghargai serta memuliakan perjuangan para pendahulu klub. Dengan pertimbangan tadi, maka dikajilah beberapa karya budaya asli Yogyakarta sampai akhirnya batik dipilih sebagai ikon untuk disematkan di jersey PSIM karena memiliki nilai adiluhung. Meski saat ini PSIM identik dengan Batik Parang, mereka juga sempat menggunakan motif Batik Kawung pada tahun 2012 lalu. Batik kawung sendiri memiliki makna mbejani/bejo yang artinya beruntung. Lalu, apa alasan PSIM memilih Batik Parang sebagai ciri khasnya? Jadi di masa lalu, Panembahan Senopati atau Panglima Perang menggunakan batik parang untuk berangkat berperang, disertai harapan untuk pulang kembali membawa kemenangan. Ditambah dengan tujuan untuk membangun kesinambungan maka PSIM menetapkan motif batik ini sebagai identitasnya. Batik parang sendiri memiliki makna kesinambungan, dilihat dari susunan motif S yang saling menjalin dan tidak terputus. Dasar huruf S tadi diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. sehingga diasosiasikan untuk tidak pernah menyerah.
Aksen emas di lengan jersey PSIM
Di jersey ini juga tampak beberapa aksen berwarna emas, termasuk di ujung lengan. Warna ini diambil dari lambang Kraton Ngayogyakarta, dan dengan pertimbangan dari segi heritage, kuning meas ini juga melambangkaan prestasi, kesuksesan, serta kejayaan.
Jargon Aku Yakin Dengan Kamu di bagian belakang jersey PSIM
Di bagian belakang jersey, di atas sponsor Tolak Angin terdapat jargon PSIM yang terkenal: AYDK alias Aku Yakin Dengan Kamu. AYDK telah menjadi lagu kebangsaaan dan dibanggakan oleh para suporter PSIM Jogja sejak tahun 2015. Lagu yang diciptakan oleh Andry Priyanta itu kini telah dibuatkan video klipnya oleh klub dan diluncurkan secara resmi pada 28 Oktober lalu melalui kanal youtube resmi PSIM. Monggo yang mau nonton, bisa kalian putar videonya di bawah ini:
Bagian dalam jersey home PSIM 2020
Jersey ini menggunakan material polyester dengan tipe drifit polymesh yang cukup sering dipakai untuk membuat jersey bola, basket, sepeda, dll. Seluruh warna & motif di jersey ini (kecuali logo klub, sponsor, dan blacktab) merupakan sublimasi. Yes... sublimasi. seluruhnya. Batik di bahu, garis emas, sampai tulisan AYDK. Meski bukan hal yang menyenangkan untuk kolektor, keunggulannya sih jersey jadi cukup ringan yang ketika dikenakan pemain di lapangan.
Authentic black tab di jersey PSIM 2020
Jika di musim lalu black tab jersey menonjolkan semangat "Warisane Simbah", musim ini PSIM Jogja cukup mencantumkan label "official merchandise" untuk menunjukkan orisinalitas produk. Kesederhanaan yang melengkapi dalamnya filosofi yang diusung jersey home PSIM 2020 ini.
Nah.. saatnya penilaian dari pribadi @ceritajersey. Dengan konsep & makna jersey yang matang ini, sayangnya eksekusi ke dalam bentuk produk jadinya kurang maksimal. Contoh yang berulang dari musim 2019 lalu adalah bagian jersey yang berupa motif batik parang. Sama seperti sebelumnya, bagian ini hanya berupa sublimasi printing di kain, bukan tambahan kain yang berbeda atau lainnya. Jahitan & cutting di jersey ini juga terbilang sederhana, tidak rumit, dan well... cukup standar untuk sebuah jersey. Dengan harga yang relatif sama dengan musim 2019 lalu, hasil jadi produk ini terbilang biasa saja walaupun konsepnya cukup @ceritajersey suka. Jadi.. nilai 3 dari 5 cukup untuk jersey home PSIM Jogja musim 2020. Semoga untuk musim depan bisa lebih baik lagi yaa jerseynya.
e-money dari PSIM Jogja.. tentunya hasil kerja sama klub dengan Bank Mandiri sebagai sponsornya
Sekedar tips dari @ceritajersey: musim 2019 lalu PSIM melakukan banyak promo di akhir musim termasuk pemberian diskon untuk jerseynya. Hal ini bisa jadi hal yang reasonable bagi kalian untuk membeli jersey PSIM 2020. Ceritajersey sendiri membeli jersey ini saat perayaan ultah klub dan mendapatkan e-money ekslusif bertuliskan Laskar Mataram. Tapi, bagaimanapun cara yang kalian pilih, pastikan untuk membeli produk originalnya langsung dari store klub ya. Bisa jadi hal ini sangat membantu klub, apalagi di masa "krisis" seperti saat ini.
"Orang telah tahu semua pun tahu Di lapangan hijau Kini telah muncul di ufuk timur Mutiara hitam
Timmo Kapisa Yohanes Auri Dan kawan kawannya Bermain gemilang menerjang lawan Dan selalu menang..."
Bait lagu di atas menggambarkan betapa tangguhnya Persipura Jayapura di tahun 1970an. Tim yang saat ini identik dengan jersey strip merah-hitam ala AC Milan ini menjadi peraih gelar juara terbanyak di era Liga Indonesia dengan 4 trofi. Musim ini, mereka bertekad meraih gelar juara kembali setelah terakhir mengangkat piala pada musim 2013. Sayangnya, baru tiga pekan liga bergulir, pandemi COVID-19 menghentikan kompetisi hingga saat ini. Jersey home terbaru mereka pun baru sempat sekali dipakai di pertandingan resmi.
Persipura Jayapura akhirnya mendapatkan desain jersey terbaru di musim 2020 ini setelah selama dua musim berturut-turut menggunakan corak ukiran Asmat yang sama untuk jerseynya. Warna strip merah-hitam kembali menghiasi jersey home mereka, menegaskan identitas klub asal Papua ini. Meski begitu, dalam sejarah awalnya Persipura menggunakan jersey berwarna kuning dan celana coklat sesuai warna burung Cendrawasih yang telah menjadi simbol di tanah Papua. Warna merah hitam mulai digunakan saat Persipura Plus atau tim Irian Jaya Selection bertanding melawan klub Hitachi (Jepang) pada tahun 1973. Berbeda dengan garis merah-hitam yang pernah dipakai sebelumnya, susunan warna pada jersey musim ini lebih variatif dengan permainan tebal tipis di tiap garis vertikalnya. Dalam budaya orang Papua atau Asmat sendiri, warna-warna ini memiliki arti tersendiri ketika diaplikasikan dalam ukiran atau lukisan mereka. Merah berarti darah yang dilambangkan untuk keberanian. Hitam melambangkan identitas orang Asmat sesuai warna kulit mereka. Dan ada satu warna lagi sebenarnya: putih, yang merujuk pada warna tulang untuk menyimbolkan kesucian. Treatment yang diberikan Specs juga menarik jika dilihat pada jersey away mereka yang bermotif bintang-bintang serta jersey third yang berwarna merah dengan tanda salib hitam besar berada di bagian depan jersey.
Sketsa jersey Persipura musim 2020 saat awal launching dan media penjualannya. Gambar dari @persipurapapua1963 & @divaspapua
Jersey ini bisa kalian pesan di @divaspapua yang menjual official merchandise dari Persipura Jayapura. Harganya sekitar Rp.400.000 dan jika plus nameset maka akan dikenakan biaya tambahan Rp.80.000. Ongkir dari Jayapura ke Bekasi waktu itu sih lumayan ya.. Sekitar 77ribu. Saran @ceritajersey sih kalian order ramai2 supaya ongkirnya ditanggung bareng, hehe.. Tapi beberapa hari terakhir saat artikel ini ditulis, Fisik Sport juga mulai menjual jersey Persipura terkait. Btw Persipura termasuk salah satu tim yang tegas mengenai pembajakan jersey lho. Tahun 2018 lalu, seperti dikutip dari Jawa Pos, Persipura menggelar razia bekerja sama dengan satpol PP dan melaporkan dua pedagang ke SPKT Polres Jayapura karena kedapatan menjual jersey palsu. Hal ini terbilang langka untuk klub di Indonesia. Salut untuk manajemen yang melakukan penertiban seperti ini.
Black tab "Mutiara Hitam"
Di musim 2020 ini, Specs memberikan black tab bertuliskan "Mutiara Hitam" di pojok kanan bawah bagian depan jersey. Sepertinya ini baru pertama kali apparel memberikan "identitas" tertulis untuk Persipura mengenai julukannya. Di awal artikel ini sudah dituliskan penggalan lagu "Mutiara Hitam" dari Black Brothers, band beraliran pop/rock dari Papua. Lagu ini dituliskan oleh Hengky Mirantoneng Sumanti, lead vocal sekaligus gitaris dari band Black Brothers setelah Persipura menjuarai turnamen Piala Presiden Soeharto di tahun 1976. "Mutiara Hitam" menjadi opening song dalam album perdana Black Brothers dan mereka pun menjadi ikon kebanggaan masyarakat Papua hingga saat ini. Sebelumnya, istilah "Pele-Pele Indonesia" digunakan oleh Presiden Soeharto yang kagum dengan permainan tim Persipura saat bertanding melawan Hitachi dan sejak itu, julukan Mutiara Hitam melekat pada klub hingga makin populer setelah Black Brothers merilis lagu legendarisnya tersebut.
Logo Specs di jersey Persipura Jayapura
Klub sempat mendapat kritikan dari para pendukungnya musim 2019 lalu karena jerseynya yang tidak "murni" merah hitam. Akhirnya di musim 2020, saat awal launching jersey pada 22 Januari lalu Benhur Tommy Mano (BTM) selaku Ketua Umum Persipura mengatakan bahwa desain musim ini telah sesuai dengan harapan para Persipura Mania. Beliau juga meminta para suporter setia klub untuk memberikan motivasi yang baik dan selalu mendukung jika bermain di kandang. Bicara tentang jersey, Persipura telah bekerjasama dengan Specs sejak 2005 kemudian berlanjut lagi pada September 2010 silam hingga saat ini. Kerjasama selama lebih dari 1 dekade ini menjadi kerjasama terlama suatu apparel dengan klub lokal di era Liga Indonesia.
Logo klub telah terdapat di Kemenkunham sejak 2013 lalu
Persipura memasang 4 bintang di atas logonya sebagai tanda telah menjuarai Liga Indonesia sebanyak 4 kali: 2005, 2009, 2011, dan 2013. Logo yang telah didaftarkan di Kemenkunham pada tahun 2013 ini diciptakan oleh legenda klub bernama Gasper Sibi. Logo Persipura berada di sebuah frame tiga sisi, yang masing-masing menyimbolkan adat, agama, serta pemerintah yang bersinergi memayungi Persipura. Gambar rumah Karwari yang berada di tengah merujuk pada tempat berlindung masyarakat lokal dan tiga gelombang yang ada di bawahnya menandakan bahwa rumah Karwari ini berada di atas perairan. Di bagian atap rumah terdapat gambar ikan yang menjadi simbol mata pencaharian masyarakat lokal, menggantikan gambar tifa yang sebelumnya terpasang di sana. Perubahan lain yang ada pada logo ini adalah jumlah tiang penyangga rumah yang saat ini ada lima (sebelumnya tujuh), yang menandakan Pancasila sebagai dasar negara. Di bagian samping rumah terdapat unsur padi & kapas yang merujuk pada sila kelima, dengan harapan seluruh penopang klub Persipura dapat hidup dalam kesejahteraan. Oh iya, di versi awal yang dijual di Divaspapua, logo klub menggunakan material sablon polyflex, sementara di versi yang dijual oleh Fisik Sport, materialnya menggunakan rubber on tatami. Logo klub pada jersey yang dikenakan pemain menggunakan material yang sama dengan yang digunakan oleh Divaspapua.
Kerah V-neck untuk jersey Persipura 2020
Kerah jersey ini menggunakan model V-nect dengan warna merah. Jersey ini terasa simetris dengan patch "KukuBima EnerG" di sisi kiri dan kanan bahunya. Garis vertikal hitam yang paling tebal pun berada tepat di tengah ujung kerah jersey ini seakan memotong jersey menjadi 2 bagian yang sama.
Garis bintang di bahu jersey home Persipura 2020
Di bahu, terdapat garis memanjang yang membentuk bintang di bagian ujungnya. Musim ini dua varian jersey Persipura dihiasi dengan unsur ini, bahkan untuk jersey away lebih kentara lagi dengan menempatkan banyak gambar bintang berbagai ukuran di bagian depan jersey.
Dua logo sponsor utama klub di bagian depan jersey
Bank Papua dan PT Freeport Indonesia kembali berkolaborasi menjadi sponsor utama Persipura untuk musim 2020 ini. Total dana yang digelontorkan dari kedua perusahaan ini adalah sebesar 17,5 M per tahunnya sejak 2019 lalu.
Potongan raglan untuk cutting jersey Persipura 2020
Sebagai legenda & masih aktif bermain di klub, tak salah rasanya jika @ceritajersey memilih nama Boaz untuk dipasang di jersey
Name & number set Persipura menggunakan font type berbeda dibanding musim sebelumnya. Jika di musim 2019 lalu warna nomor punggung merupakan gradasi dari putih ke merah, musim ini warnanya lebih tegas ke putih dengan logo kecil Persipura di bagian ujung bawahnya. Dua produk Bank Papua ikut ditampilkan di bawah NNS sebagai bagian dari kontrak sponsorhip dengan klub.
Penerapan direct print to fabric di jersey Persipura 2020
Apa yang menarik lagi dari jersey ini? Meski bagian dalamnya berwarna putih, bukan berarti warna di jersey ini sublimasi lho. Specs menggunakan metode direct print to fabric, yang artinya waktu proses pembuatan kain pun sudah memiliki warna dan grafis sesuai dengan yang saat ini kita lihat. Kurang lebih sama seperti Persebaya dengan kain croconya kali ya.
Xdry, teknologi andalan Specs dalam setiap produksi jerseynya. Tampak juga detail garis-garis hitam di jersey ini yang bermain tebal-tipis sebagai variasi.
Specs tetap menerapkan teknologi Xdry pada jersey musim 2020 ini, yang diklaim dapat membuat si pemakai lebih nyaman sehingga meningkatkan daya tahan serta performanya dengan cara mempercepat "penguapan" keringat.
Garis merah-hitam yang menjadi ciri khas Persipura ditampilkan kembali dengan lebih fresh oleh Specs di musim 2020 ini. Jersey ini juga nyaman dikenakan serta fittingnya pas. @ceritajersey memilih size L dan voila, ternyata memang sesuai. Tambahan tab "Mutiara Hitam" menjadi penegas identitas klub dan memperkuat cerita dari jersey ini. Overall @ceritajersey memberikan rating 4 dari 5 untuk jersey home Persipura Jayapura 2020.
Sebagai penutup, boleh lah kita simak lagu "Mutiara Hitam" dari Black Brothers berikut.