New Apparel, New Hope - Barito Putera 2019 Away Jersey


Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya dalam artikel Store Visit – Barito Putera Store, klub asal Kalimantan Selatan ini merilis dua jenis jersey: versi player issue dan replika. Versi player issuenya hanya bisa didapat melalui pembelian season card sementara versi replikanya dijual bebas. Nah Cerita Jersey akan membahas detail dari jersey away 2019 versi replikanya di artikel ini.

Barito Putera finish di peringkat 13 klasemen akhir Liga 1 2019 lalu. Memainkan 34 pertandingan, mereka menderita kekalahan sebanyak 13 kali dan sempat berada di papan bawah klasemen sebelum akhirnya bangkit di pertandingan-pertandingan terakhir (meraih 3 kemenangan dari 5 pertandingan). Photo by: @psbaritoputeraofficial

Jersey away Barito Putera menggunakan warna reversal atau kebalikan dari jersey homenya, yaitu hitam dengan aksen kuning di beberapa bagian. Pola gradasi kristal di bagian dada dan lengan sama dengan versi jersey home. Tahun ini merupakan tahun pertama Barito Putera menggunakan self apparel, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Riors dan terakhir Umbro (2018). Kontrak dengan Umbro diakhiri lebih awal karena menurut klub, jersey musim lalu kurang diminati karena harganya yang cukup mahal (pro versionnya  atau level 1 mencapai 600ribu). Akhirnya klub memutuskan untuk memproduksi jerseynya sendiri supaya harganya bisa lebih terjangkau. Satu perbedaan yang paling mencolok dari jersey versi replika dan player issue Barito Putera musim ini adalah material logo klub. Di versi replika, logo klub hanya berbahan printing polyflex, sementara versi player issuenya menggunakan bahan TPU.

Jersey Barito Putera 2019 dalam kemasan plastic bag
Nota pembelian di Bario Putera Store
Jersey ini bisa didapatkan di akun official store klub di shopee atau langsung visit ke Barito Store di Banjarbaru. Jersey dikemas dalam plastic bag dengan logo official merchandise klub. Versi replikanya cukup murah, hanya 250ribu.

Pada 4 Februari 2019 lalu, Pak Hasnuryadi, owner sekaligus manajer Barito Putera sempat berkunjung ke kantor marketing Persebaya dan bertemu dengan Azrul Ananda. Bisa jadi dari diskusi dua tokoh top sepak bola Indonesia itu, Barito Putera akhirnya memutuskan untuk menggunakan self apparel. Sama seperti NH milik Borneo FC, Barito Putera juga menggunakan inisial petingginya, H, dalam logo apparel yang disematkan.

Untuk sponsor di bagian depan jersey tidak banyak perubahan dibandingkan musim sebelumnya.  Logo Jhonlin Group masih berada di sebelah kanan jersey dan logo sponsor utama klub, Hasnur Group, terpampang di bagian tengah.  Keduanya logo ini berbahan printing polyflex

Selain dua logo sponsor di depan jersey, masih terdapat satu logo sponsor di bagian belakang (bawah NNS) yang berbahan cutting polyflex.

Bagian kerah bermodel V-neck dan hanya berisi informasi size jersey. Di versi player issunya, terdapat neck tape bertuliskan “Pride of Banua”. Pride of Banua menandakan bahwa Barito Putera ingin menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

Tulisan “Pride of Banua” di jersey musim 2019 ini muncul lagi di bagian belakang jersey, di atas sketsa sang pendiri klub, alm. H. Abdussamad Sulaiman HB, dan istrinya, almarhumah Hj. Nurhayati. Sketsa ini muncul selama dua musim berturut-turut di jersey Barito Putera.

NNS pada jersey away ini menggunakan warna kuning dengan desain yang lebih personal. Di dalam nomor punggung terdapat garis yang terhubung dengan logo klub di bagian dasarnya. Photo by: @psbaritoputeraofficial

Yang unik dari jersey ini adalah bagian bawah “ekor” atau tail shirt-nya. Jika biasanya gambar di sini berada di bagian dalam, tail shirt Barito Putera justru menghadap luar. Gambar di tail shirt ini adalah perahu khas Banjar, sama seperti yang terdapat di neck tape jersey musim 2018 hanya saja ditampilkan dengan warna berbeda.

Bagian dalam jersey replika Barito Putera 2019
Drifit smash menjadi bahan jersey ini dimana klub menggunakan dua kombinasi warna dasar kain: hitam untuk bagian belakang dan kuning untuk bagian depannya.  Untuk jersey player issue menggunakan drifit chevron seperti yang sudah dibahas dalam artikel Store Visit.

Tab authentic jersey Barito Putera 2019
Hangtag official merchandise klub yang terpasang di bagian dalam kerah
Tab authentic product  berada di bagian bawah jersey ini dan berbahan polyflex. Dibandingkan jersey tahun 2018 lalu (dari Umbro) tentu ada banyak perbedaan pada kedua jersey ini. Namun patut diapresiasi langkah dari klub untuk mulai membesarkan sektor merchandisingnya dengan membuat apparel sendiri. Semoga ke depannya profit dari bisnis merchandise ini dapat memberikan kontribusi positif untuk keberlangsungan Barito Putera, sama seperti halnya dengan Persebaya Surabaya yang telah melakukannya dalam 3 musim terakhir. Makanya, buat kalian para pencinta jersey Liga Indonesia, pastikan untuk selalu beli produk klub yang original yaaa.
Share:

Laskar Kijang Hamuk - Persetala Tanah Laut 2019 Home Jersey

Masih di area Kalimantan Selatan nih, sebelum kita bahas jersey away Barito Putera (sesuai artikel sebelumnya saat Store Visit), yuk lah kita lihat-lihat dulu jersey juara Liga 3 zona Kalimantan Selatan. Juara kompetisi di zona ini untuk musim 2019 lalu adalah Persetala Tanah Laut setelah di final mengalahkan Kotabaru FC 1-0. Hal ini merupakan pembalasan yang manis setelah di tahun 2018 lalu, Persetala dikalahkan oleh lawan yang sama di final ajang yang sama sehingga gagal juara. Persetala sendiri bermarkas di Stadion Pertasi Kencana, Tanah Laut, dan kepemilikan klubnya masih di bawah Askab Tanah Laut. Photo by: @persetalaofficial
Jersey kandang Persetala Tanah Laut di musim 2019 ini berwarna merah dengan aksen hitam di kerah dan list putih di bahu dan ujung lengan. Seluruh warna, motif, dan logo pada jersey berupa sublimasi printing pada kain. Motif V yang ada pada bagian depan jersey ini berisikan siluet kepala kijang, yang sudah menjadi maskot fauna daerah Tanah Laut. Untuk kompetisi Liga 3 2019 ini, Persetala Tanah Laut disupport oleh apparel Daff Sport. Pada launching jersey tim di 18 Juli 2019 lalu, Bupati Tanah Laut, H. Sukamta, berharap jersey baru klub dapat menambah semangat dan daya juang para pemain Persetala yang akan berlaga di Liga 3.
Kemasan jersey ini berupa plastic bag berlogo apparel. Jenis kemasan yang paling umum digunakan sejauh ini untuk jersey-jersey tim lokal di Indonesia.

Daff Sport merupakan apparel asal Ngawi. Selain Persetala, di musim 2019 lalu apparel ini juga menjadi sponsor klub Persinga Ngawi yang berlaga di Liga 3 Pra Nasional. Logo apparel di jersey berupa sublimasi printing.
Walaupun logo klub di jersey ini hanya sublimasi, tapi filosofinya cukup clear. Mereka mengkombinasikan logo Kabupaten Tanah Laut dengan julukan tim, Kijang Hamuk. Unsur yang diambil dari logo kabupatennya adalah belanga. Menurut website Pemkabnya, belanga yang berada di tengah-tengah lambang kabupaten, mendeskripsikan ciri-ciri khas kepribadian dan kebudayaan Tanah Laut ini sejak Bahari. Belanga tersebut dibuat dari Tanah Liat oleh suku Biaju Abaling yang bertempat tinggal di Hulu Sungai Tabanio, dekat gunung Skatalu. Suku Biaju Abaling tersebut adalah suatu suku penduduk asli dari Tanah Laut, sebelum masuknya para pendatang ke daerah ini. Belanga atau Tajau adalah Padaringan orang Tanah-Laut dan seluruh Kalimantan dari jaman bahari sampai sekarang, yaitu tempat menyimpan beras. Jadi secara garis besar hal ini melambangkan kekayaan alam Tanah Laut yang disimpan dalam sebuah wadah (Belanga), untuk lebih dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran Daerah. Unsur Perahu Layar yang terletak di tengah-tengah belanga berada diatas Laut melambangkan bahwa daerah ini juga daerah nelayan, yang mana perahu ini merupakan alat penghubung Tanah Laut pada masa dahulu sampai sekarang, Penduduk pendatang dari daerah lain merupakan pedagang dengan mempergunakan perahu layar dan dengan perahu dapat menguasai laut serta sebagai alat penggalian kekayaan lautnya. Laut melambangkan ketabahan masyarakat Tanah Laut menghadapi segala rintangan dan cobaan, serta Laut melambangkan kekayaan alam Tanah Laut dengan hasil Lautnya. Dua kijang emas yang mengapit bola di logo adalah representasi julukan klub dan FYI, di Kalimantan Selatan, hewan ini masih menjadi misteri sampai sekarang. Bahkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan juga belum bisa memastikan keberadaannya, walaupun ada beberapa saksi mata yang pernah melihat kijang emas ini.

Persetala memiliki beberapa sponsor yang logonya secara jelas tersublimasi di jersey. Namun begitu, mereka tetap menuliskan nama timnya di bagian dada. Hmmm...
Tidak hanya di depan, logo sponsor juga ada yang dipasang di bagian lengan kanan jersey. Tentang sponsor sendiri, ketiga perusahaan yang mendukung Persetala Tanah Laut seluruhnya terkait dengan bisnis pertambangan. PT. Cahaya Marhan Naya merupakan supplier batu bara, CV. Wahyu Putra Ramadhan memiliki workshop unit alat berat di Asam-asam, dan PT. Jorong Barutama Greston adalah perusahaan tambang batubara dengan sitenya di Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kalimantan memang dikenal dengan kekayaan alamnya, salah satunya batu bara.

Kerah yang digunakan bermodelkan V-neck dengan variasi. Logo apparel dicetak di bagian kerah langsung serta size labelnya masih berupa tag dengan huruf. Klasik ya, hehe.. Tag produk dipasang di size label ini..

List putih di jersey ini berupa sublimasi printing dan memisahkan warna merah di depan jersey dengan aksen hitam di bagian belakang.


Salah satu alasan mengapa jersey Persetala unik adalah adanya satu ilustrasi sosok ini di bagian belakang jersey klub. Mungkin yang paling mendekati adalah sketsa H. Abdussamad Sulaiman HB pada jersey Barito Putera. Di jersey Persetala Tanah Laut, ilustrasi kartun ini adalah H. Sukamta, yang menjabat sebagai Ketua Umum Persetala dan Bupati Tanah Laut. H. Sukamta berasal dari Kulon Progo dan mengawali karir sebagai aparatur negara di Banjarbaru sejak lulus dari APDN. Setelah pengalaman pertamanya di staf bagian kepegawaian, perlahan karir H. Sukamta makin moncer hingga akhirnya menempati posisi kepala di beberapa badan pemerintahan di Tanah Laut. H. Sukamta terpilih sebagai Bupati Tanah Laut sejak 19 September 2018 lalu setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati selama 5 tahun (2013-2018)
Di bagian belakang jersey, NNS pemain hanya ditampilkan nomor punggungnya saja. Slot sponsor masih ada di bagian ini, dengan tiga logo perusahaan yang terpasang di bawah angka nomor punggung. Seluruhnya berupa sublimasi printing.
Jersey ini menggunakan kain drifit berbahan polyester. Warna di dalam putih karena memang seluruh motif di permukaannya  sublimasi printing.

Satu-satunya part yang tidak disublimasi di jersey adalah black tabnya yang berupa woven. Tab ini merupakan tanda authentic produk dari Daff Apparel.


Sebagai klub Liga 3 zona provinsi, langkah Persetala ini patut diapresiasi dengan menggandeng apparel dan menyematkan label official jersey pada produknya. Jerseynya sendiri saat awal launching dapat dibeli dengan menghubungi CP klub yang tercantum di IG. Sayangnya, langkah Persetala dalam kompetisi Liga 3 2019 lalu terhenti di babak regional sehingga gagal lolos ke level nasional. Semoga di musim 2020 nanti Persetala bisa melangkah lebih jauh lagi ya.
Share:

Store Visit Episode 3 - Barito Putera Store

Kunjungan @ceritajersey ke Barito Putera Store di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tampak lapangan latihan Barito Putera di belakang admin @ceritajersey.

Edisi 3 Store Visit bersama Cerita Jersey kali ini mengambil tempat yang agak jauh, di Kalimantan Selatan tepatnya di Banjarbaru, 15 km dari Banjarmasin. Sudah bisa ditebak, salah satu klub yang juga memiliki basis suporter besar di daerah ini adalah Barito Putera.

Kunjungan ini dilakukan pada bulan7 Oktober 2019 lalu. Jadi maafkan kalau artikel ini dikategorikan "super latepost". Awalnya, dari informasi-informasi yang ada di internet, admin kira Barito Store masih memiliki store fisik seperti dalam post instagram oleh @berita.baritoputera berikut:

Post bertanggal 7 Juli 2017 tersebut memuat foto Store klub Barito Putera yang menjual beberapa jersey home & away (saat masih disupport Riors) dan merchandise lain seperti syal dll. Launchingnya sendiri akan dilakukan pada 10 Juli 2017. Namun ternyata, ketika admin cek kembali ke akun official Instagram @baritoputera.store, store terkait justru beralamat di Jln Ahmad Yani KM 27,3 Banjarbaru. Sempat kebingungan mencari lokasinya, secara fisik memang bangunan toko milik Barito Putera ini tidak seperti store klub Ligina lainnya, melainkan memang sebuah kantor (milik Hasnur Group). Untuk masuk ke dalamnya pun kita harus menukarkan ID Card dengan visitor ID milik Hasnur Group di pos security.

Lokasi Barito Putera Store di salah satu kantor Hasnur Group, seberang runway bandara

Lokasi storenya berada di sisi jalan dekat runway bandara Syamsudin Noor. Cukup mencolok sebenarnya, karena terdapat lapangan bola yang biasa digunakan oleh para pemain Barito Putera untuk latihan. Seperti dikutip dari Tribun News, lapangan mini ini sendiri baru dipakai pertama kali pada 17 Maret 2019 lalu, memanfaatkan lahan kosong depan Hasnur Group.

Nah kembali ke pengalaman belanja merchandise nih. Jadi ketika kita masuk ke dalam storenya, kita akan disambut oleh security (lagi) yang akan menanyakan tujuan kita berkunjung. Setelah menyampaikan niatan untuk membeli jersey, barulah security terkait akan menghubungkan kita ke PIC yang khusus menangani merchandise Barito Putera ini.

Simpel sih, kita tinggal bilang jenis merchandise apa yang kita mau beli. Misal jersey home/away, size L. Jika tidak ada, akan ditawarkan opsi lainnya. Sayangnya, untuk jersey player issue Barito Putera  di musim 2019 lalu tidak diperjual belikan untuk umum. Dari informasi yang beredar di akun resmi klub & store Barito Putera, jersey player issue ini hanya bisa didapatkan dengan membeli Season Card klub musim 2019 senilai Rp.2.500.000. Hal ini sudah termasuk tiket VIP untuk seluruh pertandingan home Barito Putera di musim 2019, jersey player issue, voucher belanja di Barito Putera Store, dan diskon pengiriman barang menggunakan TIKI Banjarmasin. Cukup menarik. Namun karena domisili admin Cerita Jersey bukan di Banjarmasin, jadi paket season card ini harus diskip dulu.
Season card 2019 dari Barito Putera (@baritoputera.store)


Namun begitu, Cerita Jersey mendapat kesempatan untuk melihat lebih detail jersey player issue yang memang dirilis terbatas ini. Plus membandingkannya dengan jersey replika yang dijual umum. Btw jersey Barito Putera musim ini menggunakan self apparel berlogo H (kemungkinan besar sih Hasnur). Mungkin ini hasil dari klub yang melakukan benchmark ke Persebaya di awal musim 2019 lalu. Langsung saja, ini dia perbedaan jersey Player Issue & replika dari Barito Putera 2019.

LOGO
Logo pada jersey Barito Putra merupakan bagian yang paling kentara perbedaannya. Pada jersey player issue, material yang digunakan adalah TPU, sementara pada versi replikanya menggunakan polyflex.

NECK TAPE
Kedua kerah jersey player issue & replika sama-sama bermodel V-neck, hanya saja pada jersey player issue memiliki detail necktape bertuliskan "Pride of Banua".

BAHAN
Kedua tipe jersey ini sama-sama menggunakan material drifit, namun berbeda jenisnya. Drifit smash digunakan untuk versi replika, dimana drifit ini berbentuk seperti biji mentimun dan membentuk pola persegi berurutan dalam susunannya. Sementara untuk versi player issuenya, drifit chevron dipilih sebagai material utamanya.

Tiga komponen di atas menjadi pembeda jersey player issue dan replika. Lalu apa persamaannya?
TAIL SHIRT

Dua jersey ini sama-sama memiliki sublimasi motif perahu khas Banjar

BLACK TAB
Baik versi player issue maupun replika, keduanya memiliki blacktab yang sama-sama berbahan printing polyflex.

SKETSA PENDIRI
Sketsa sang pendiri klub, alm. H. Abdussamad Sulaiman HB, dan istrinya, almarhumah Hj. Nurhayati, masih dipertahankan pada jersey 2019 ini. Di dua versi jersey yang dirilis, keduanya sama-sama berbahan printing polyflex.

Lebih detailnya, jersey Barito Putra 2019 ini akan @ceritajersey review di artikel berikutnya, kalian stay tune di blog ceritajersey.com ya.. hehe

Booth Barito Putera Store di Duta Mall Banjarmasin (@baritoputera.store)
Kembali ke Barito Putera Store, walaupun saat ini belum memiliki toko fisik seperti klub lain, klub sering mendirikan booth atau pop up store, seperti saat ada event di Banjarmasin Expo, lalu di Banjarbaru, dan di Duta Mall Banjarmasin. Pembelian merchandise resminya lebih mudah dilakukan via akun shopee-nya di link berikut. Namun begitu, tentu klub memiliki rencana untuk membuka official store sendiri di Banjarmasin, yang mana hal ini masih dalam kajian oleh Hasnur Group karena termasuk investasi jangka panjang. Yang jelas, adanya store ini dapat membantu keuangan klub dan nantinya setelah toko fisiknya resmi berdiri, seperti dikutip dari Tribunnews, diharapkan Barito Putera Store dapat berfungsi sebagai wadah berkumpul suporter dan berdiskusi mengenai perkembangan klub. Semoga makin maju, Barito! Dan semoga @ceritajersey ada kesempatan lagi untuk berkunjung ke sana.
Share:

Liga 3 2019 Zona DIY Champion - Sleman United Home Jersey

#JerseyJawara yang berikutnya kita review adalah jersey home dari juara Liga 3 2019 Zona DIY, Sleman United. Klub yang baru berdiri pada tahun 2012 ini menjadi juara 1 setelah memuncaki klasemen di babak 4 besar (Final Four) Liga 3 Zona DIY. Sebelumnya, pada babak penyisihan di Grup B Sleman United tergabung bersama dengan UAD FC, Persikup, dan JIF.
Setelah menjadi juara, Sleman United bersama Protaba Bantul  melaju ke babak regional Jawa mewakili DIY. Sayangnya langkah Sleman United di babak nasional terhenti di babak 16 besar setelah kalah 1-0 dari Persekat Tegal. Photo by: @slemanunited2012
Jersey home Sleman United yang dikenakan dalam Liga 3 2019 Zona DIY ini berwarna ungu dan full sublim. Seluruh jersey yang dirilis (home, away, GK home, GK away) memiliki pola dan desain yang sama, hanya dibedakan dengan warna. Untuk bagian depan terlihat ada garis-garis ungu gelap yang membentuk huruf V, motif umum yang seolah menyiratkan bahwa V ini merepresentasikan Victory. Meski Sleman United merupakan klub dari Liga 3 zona provinsi, hal ini tidak menurunkan animo perusahaan atau brand untuk menjadi sponsor klub. Layaknya klub-klub di Liga 1, bisa dilihat bahwa jersey Sleman United ini juga dipenuhi berbagai macam logo sponsor, dari bagian pundak hingga depan jersey. Btw yang menarik dari jersey home mereka ini, tahun 2018 lalu Sleman United memilih warna merah-kuning sebagai jersey homenya. :))

Jersey ini dijual dengan mekanisme pre-order melalui klub pada 14 Juli 2019. Packagingnya sangat simpel, hanya dimasukkan ke plastik biasa.

Ghazi Sportindo menjadi apparel klub Sleman United di musim 2019 ini. Dalam profilnya, apparel asal Kabupaten Sleman ini sepertinya memang banyak fokus ke produk-produk custom berupa jersey printing, walaupun ada juga yang dikombinasikan dengan sablon, printable flex, atau bordir.

Logo Sleman United di jersey ini berupa sublimasi printing. Nah jika PSS Sleman memiliki julukan Super Elja, maka Sleman United ini justru menggunakan Elja atau Elang Jawa sebagai unsur dalam logo klubnya. Elang jawa sendiri merupakan salah satu satwa endemik di Pulau Jawa dan identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Namun karena populasinya yang semakin kecil, elang jawa saat ini masuk ke dalam status terancam kepunahan. Sejak 1992 pun elang jawa ini juga sudah menjadi maskot satwa langka di Indonesia.

Logo-logo sponsor di jersey ini seluruhnya merupakan sublimasi printing. Seluruh produk/usaha yang mensupport Sleman United merupakan produk/usaha lokal, dari rental mobil, souvenir, make up, hingga printing. Dengan langkah yang tepat, kolaborasi brand lokal dan klub sepak bola bisa menghasilkan iklim usaha yang bagus beserta dengan hasil imbal-baliknya.

Bahu kanan dan kiri jersey ini pun tidak luput dari slot untuk sponsor.

Jersey ini menggunakan kerah model O-neck dengan sedikit variasi jahitan di bagian tengahnya. Size label tercetak di bagian kerahnya sendiri bersama washing label dan logo apparel. Sementara necktapenya bertuliskan Ghazi Jersey Printing.

Bagian lengan memiliki desain yang lebih unik dibanding bagian jersey lainnya. Terdapat sublimasi bulu burung elang yang sudah identik dengan sepakbola Sleman. Sayangnya, di jersey home ini motifnya lebih sama, bentrok dengan warna ungu yang lebih kuat. Di jersey awaynya, motif bulu ini lebih terlihat jelas.

NNS pada jersey Sleman United juga dicetak dengan metode sublimasi printing. Nama pemain tidak dituliskan di sini, melainkan hanya nama klub serta nomor punggungnya. Di bawah NNS terdapat tulisan Askab PSSI Sleman. Askab PSSI Sleman sendiri cukup aktif menggelar kompetisi internalnya di Jogja. Bahkan mereka memiliki empat kasta: Liga Super, Liga Utama, Liga 1, dan Liga 2. Hal ini merupakan salah satu upaya Askab dalam melakukan pembinaan sepakbola di Bumi Sembada. Di Sleman sendiri terdiri dari hampir 1212 pedukuhan, 86 kelurahan, dan 86 klub anggota Askab.

Tentu sebagai salah satu klub anggota Askab, terdapat logo Askab PSSI Sleman di jersey Sleman United. Letaknya di bagian belakang jersey, tepatnya disublimasi di atas NNS.

Jersey drifit ini bermaterialkan polyester, material yang umum digunakan sebagai bahan jersey di Indonesia. Warna dasarnya di bagian dalam berwarna putih, berarti seluruh motif dan warna di permukaan luarnya merupakan sublimasi printing.

Baru ini mungkin jersey yang mencantumkan nomor telepon apparelnya di tab authenticnya. Meskipun tabnya berupa sublimasi juga, rasanya lucu juga tab jersey memiliki semacam informasi Contact Person. Unik.

Isi paket yang lain adalah celana klub (home). Sama seperti jerseynya, logo dan NNS yang ada di celana ini pun sublimasi printing.

Walaupun Sleman United gagal meneruskan langkahnya di kompetisi Liga 3 Nasional, masih terbuka kesempatan bagi klub asal Sleman ini untuk berjuang promosi ke kasta yang lebih tinggi dan menyusul saudara tuanya, PS Sleman di Liga 1. Bukan tidak mungkin di masa yang akan datang akan terjadi derby Sleman di kasta tertinggi Liga Indonesia. Sampai saat itu tiba, kita nikmati dulu memorabilia penuh kenangan (dan tentunya original) dari Sleman United ini... Jersey jawara Liga 3 2019 Zona DIY.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels