Store Visit Episode 14 - Vilour Store

Lama tak jumpa dengan rubrik #StoreVisit khas ceritajersey. Kali ini ceritajersey menyambangi salah satu apparel atau konveksi legendaris di kota Bandung, Vilour. Vilour sempat menjadi apparel resmi Persib Bandung di pertengahan 2000an. Bhayangkara FC saat menjadi juara Liga 1 2017 pun menggunakan Vilour untuk supply produk jersey dan perlengkapan tim. Terakhir, tim asal Kudus, Persiku, bekerja sama dengan mereka saat mengarungi & menjuarai Liga 3 Zona Jawa Tengah 2019.

Bagian depan Vilour Store di Jl. Dipati Ukur, kota Bandung

Vilour Store terletak di Jl. Dipati Ukur no.76A, Kecamatan Coblok, Kota Bandung. Tokonya cukup mencolok, berada di sisi paling kanan ruko & memiliki plang orange dengan logo V khas mereka. Selama masa PSBB, Vilour Store beroperasi dari jam 10 pagi hingga 6 sore, setiap hari Senin hingga Sabtu. Mengikuti perkembangan jaman dimana hampir tiap entity memiliki online store, saat ini mereka juga menjual produknya via marketplace Tokopedia & Shopee.

Map lokasi Vilour Store di Google Maps

Varian produk yang dijual oleh Vilour Store di lantai 1

Deretan jersey teamwear yang dijual oleh Vilour di lantai 2 store

Vilour menjual berbagai macam produk fashion seperti kaos, celana, jaket, jersey, polo dll dengan harga yang cukup terjangkau. Mereka juga menyediakan produk kaos polos yang bisa dibeli secara grosir atau eceran. Usaha Vilour ini sudah dirintis cukup lama di kota Bandung. Dikutip dari wordpress mereka, tahun 1985 menjadi awal berdirinya Vilour (Vici Lourencia) via CV. Kartika. Barulah di tahun 1996, mereka bertransformasi menjadi perseroan terbatas dengan nama PT. Vilour Promo Indonesia. 

Di pentas sepak bola Indonesia, Vilour mulai dikenal sejak menjadi apparel resmi Persib Bandung dalam kurun waktu 2003 hingga 2008/2009. Saat ini kita juga masih bisa menemui jejak sejarah mereka di Vilour Store, dimana beberapa purwarupa jersey Persib era itu tersimpan cukup rapi. Vilour bahkan pernah merilis reproduksi jersey Persib di tahun 2013an lalu, walaupun secara material memiliki cukup banyak perbedaan dibanding first productionnya. 

Display jersey Persema Malang produksi Vilour yang disimpan di store

Di samping Persib, Vilour juga cukup banyak mensupport tim Liga Indonesia lainnya, seperti PSIM, PSM Makassar, PSMS Medan, Persikab Bandung, hingga Persema Malang. Di salah satu sudut store, Vilour menyimpan beberapa jersey produksi mereka termasuk jersey lama Persib Bandung dan beberapa jersey Bhayangkara FC dari musim 2017 lalu.

Sudut memori di Vilour Store

Voila, ada jersey repro Persib nyempil di gantungan

Vilour pernah merilis reproduksi jersey Persib musim 2004/2005, 2006/2007, 2007/2008, dan 2008/2009 pada tahun 2013 lalu. Tentu saja, sama seperti produksi pertamanya, jersey-jersey reproduksi ini telah sold out di Vilour Store, kecuali satu jersey musim 2004/2005. Dibandrol seharga 225ribu rupiah, tentu jersey ini menjadi hidden gems yang masih tersisa di store. Dibandingkan dengan rilisan awalnya (yang masih Vilour simpan sebagai arsip), memang tampak cukup banyak perbedaan antara kedua jersey ini. Dari material kain yang digunakan, detail list di kerah, hingga bahan logo/crest.

Perbandingan antara first pro & jersey reproduksi Persib musim 2004/2005 

Dari lantai 1, kita naik ke lantai 2 store, yang menurut @ceritajersey juga menyimpan cukup banyak  barang bagus dan tentu akan menyenangkan kalian para penggemar bola, khususnya Bharamania garis keras. 😄

Cover tabloid Bola di sisi kiri tangga naik ke lantai 2

Dalam perjalanan naik ke lantai 2, di sisi kiri tangga kita bisa melihat beberapa frame yang menampilkan foto serta cover koran kesebelasan & pemain-pemain Persib yang mengenakan jersey produksi Vilour.

Display official tshirt Bhayangkara FC untuk pemain

Di bagian ini, kita bisa melihat banyak varian produk terkait dengan Bhayangkara FC musim 2017. Dalam statement resmi Chief Operating Officer klub saat itu, Gede Widiade, klub memutuskan menjalin kerjasama dengan Vilour karena kualitasnya yang tidak kalah dengan produk impor. Vilour pun memberikan support penuh untuk tim, terlihat dari lini produk yang dirilis & supply untuk Bhayangkara FC, dari jersey tanding, training, polo shirt, jaket, hingga topi. Jersey spesial yang dikenakan klub saat perayaan gelar juara Liga 1 2017 pun masih dijual di store ini dengan harga 100ribu. Untuk polo shirt yang biasa dikenakan oleh official tim, Vilour membandrolnya dengan harga 85ribu rupiah.

Official cap Bhayangkara FC 2017

Produk non jersey seperti topi di atas ini dijual dengan harga 35ribu saja. Murah sekali untuk produk resmi dari klub Liga 1. Ada dua varian yang bisa dipilih: warna kuning dan hijau. Motif jerseynya tidak berbeda jauh dengan jerseynya, ada kobaran api di salah satu sisi topi.

Backpack Bhayangkara FC

Untuk menyimpan jersey & perlengkapan lain, akan lebih pas jika ditaruh di dalam tas official Bhayangkara FC. Vilour memasang harga sebesar 125ribu rupiah untuk tas ini, cukup luas juga spacenya untuk menyimpan barang.

Track suit Bhayangkara FC dari musim 2017

Stok jersey Bhayangkara FC saat berkompetisi di Liga 1 2017

Masih banyak produk Bhayangkara FC yang dijual oleh Vilour dan tersedia di store. Ada jersey replika & player issue, jersey training, kaos kaki, track suit, dan lain-lain. Kalian bisa langsung berkunjung ke sini untuk pembeliannya. Alamatnya sudah disebutkan di atas yaa.


Ada gems lain di Vilour Store? Tentuuuuu~
Vilour sempat menjadi apparel partner PSM Makassar di tahun 2012 dan jerseynya masih tersedia di sini walaupun hanya size kids/anak-anak. Ceritajersey sendiri membeli setelan jersey Persebaya DU (Divisi Utama) sponsorless dengan harga 225ribu. Sedikit terkejut ketika menemukan jersey ini di Vilour, tapi faktanya memang masih cukup banyak stok di sini, baik jersey home (hijau) maupun away (putih).

Ada jaket klasik Persib Bandung produksi Vilour juga lho. Harganya? Sangat terjangkauuu!

Potret besar Ilija Spasojevic dengan trophy juara Liga 1 2017

Vilour, dengan sejarah panjangnya di dunia sepak bola Indonesia, mulai dari Persib Bandung di 2000an awal hingga Persiku Kudus 2019 lalu layak mendapat posisi di tiap hati kolektor dan tentu... spot spesial di dalam lemari jersey. Produk-produknya masih diburu hingga kini dan harga di secondary marketnya juga cukup tinggi, terutama untuk first productionnya. Kunjungan ceritajersey memberikan insight bagaimana usaha konveksi/apparel dari Vilour tetap bertahan hingga saat ini. Semoga Vilour dan produk-produknya bisa semakin sukses dan baik kualitasnya. Nah.. setelah jersey jawara Persiku Kudus sempat kita bahas tahun 2019 lalu, tentu baiknya kita explore jersey produksi Vilour lainnya yang juga memiliki cerita tersendiri di benak kolektor: jersey utama Bhayangkara FC saat menjuarai Liga 1 2017. Tunggu artikel berikutnya di blog ceritajersey ya.

Disclaimer: harga yang disebutkan di artikel ini bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan lupa untuk berkunjung langsung ke Vilour Store (Jl. Dipati Ukur no.76A, Bandung) untuk info lebih detail.
Share:

Bage Jo! - Review Sulut United FC 2021 Home Shirt

Liga 2 2021/2022 telah memasuki putaran kedua per awal November lalu. Total ada 24 klub peserta yang terbagi dalam 4 grup. Dibandingkan tiga grup lainnya, persaingan grup D bisa dibilang yang paling ketat: jarak dari peringkat 1 hingga 6 hanya terpaut 3 poin! Sulut United meraih 11 poin, sama dengan Persiba Balikpapan, kemudian berturut-turut disusul oleh Kalteng Putra (10 poin), PSBS Biak, Persewar, dan Mitra Kukar yang mana ketiganya baru mengumpulkan 8 poin. Keenam klub di sini telah bertanding sebanyak tujuh kali, artinya masih ada sisa tiga pertandingan lagi untuk menentukan siapa yang lolos ke tahap berikutnya, bertahan di Liga 2, atau bahkan degradasi ke Liga 3 musim depan.

Sulut United, yang diasuh oleh Ricky Nelson, merupakan salah satu kandidat kuat untuk lolos dari fase grup Liga 2 2021/2022. Diperkuat oleh Patrich Wanggai, Dirga Lasut, Rossy Noprihanis, dkk, hingga artikel ini ditulis tim yang bermarkas di Stadion Klabat, Manado, ini belum terkalahkan dengan meraih dua kemenangan dan lima kali seri. Di luar prestasi mereka di lapangan, seragam tanding yang Sulut United kenakan musim ini juga berhasil mencuri perhatian. Di tahun ketiga keikutsertaan mereka dalam kompetisi sepak bola Indonesia, klub ini telah disupport oleh apparel yang juga bekerja sama dengan timnas Indonesia. Langsung saja kita simak detail jersey mereka ya.


Sulut United FC meluncurkan seragam kandang anyar  mereka pada 22 September lalu melalui media sosial apparel & klub. Warna biru yang menjadi identitas utama klub merupakan representasi dari keindahan laut Sulawesi Utara dan tentu hal ini menjadi inspirasi untuk jersey home Sulut United FC. Strip-strip di dalam jersey bermakna suku-suku di Sulawesi Utara yang kemudian bersatu dan bersinergi memberikan dukungan untuk Sulut United. Ada harapan untuk para pemain yang mengenakannya memiliki energi yang bergelombang, layaknya ombak yang selalu menerjang apapun yang ada di depannya. Kolaborasi apik antara klub dan apparel sungguh mampu menyempurnakan keindahan jersey ini. Mills & Sulut United melanjutkan perilisan jersey away dan third berturut-turut pada 23 & 24 September 2021

Promotional video launching jersey home Sulut United 2021 oleh @millssportid

Promotional images dari @millssportid dan @sulutunited.fc.store

Jersey ini dirilis dalam dua versi: player issue dan replika. Keduanya bisa diperoleh di marketplace dari apparel klub, Mills, atau belanja melalui official store klub, Sulut United FC Store. Untuk artikel ceritajersey ini, kita akan bahas versi player issuenya yaa.

Logo apparel terbuat dari material raised rubber

Setelah di tahun pertama tampil dengan menggunakan jersey self apparel, Sulut United menggebrak dengan kerjasamanya bersama Classico pada tahun 2020. Dua jersey apik, masing-masing untuk pre season dan kompetisi Liga 2 2020, diluncurkan oleh Classico dan klub. Sayangnya, Liga 2 2020 hanya berlangsung satu pekan dan harus dihentikan akibat adanya pandemi covid-19. Di saat kita kira jersey Sulut United tidak bisa lebih baik lagi dibanding 2020 (yang jujur, Ceritajersey beri nilai 5 dari 5!), klub mengumumkan kerjasamanya bersama Mills pada 15 Februari 2021. Mills, apparel timnas Indonesia, bekerja sama dengan beberapa klub Liga 1 & Liga 2 pada kompetisi Liga Indonesia musim 2021/2022 ini, termasuk salah satunya Sulut United FC. Logo apparel pun terpasang apik di bagian depan jersey dengan material raised rubber.

Logo Sulut United di jersey player issue menggunakan bahan yang sama dengan logo apparel

Sulut United, seperti yang pernah ceritajersey jelaskan sebelumnya, baru berdiri di tahun 2019 setelah sebelumnya bernama Bogor FC. Klub ini pindah domisili ke Manado, Sulawesi Utara, dan mengikuti kompetisi Liga 2 2019 setelah sebelumnya promosi dari Liga 3 2018 sebagai peringkat 3 grup Barat. Logo klub memiliki elemen alam seperti gunung Klabat dan laut yang identik dengan Manado & Sulawesi Utara. Logo Sulut United di jersey versi player issue ini menggunakan material yang sama dengan logo apparel: raised rubber. Dibanding TPU (yang makin lama makin hits di Indonesia), raised rubber lebih solid. 

Sponsor depan jersey Sulut United 2021

Detail logo sponsor yang menggunakan screenprint

Sponsor klub mengalami perubahan di tahun 2021 ini, dimana hanya ada dua logo terpasang di depan: Minahasa Cahaya Lestari & Nusatama Investama Indonesia. Keduanya diaplikasikan di jersey dengan sablon gesut alias screenprint sehingga jauh lebih awet. Persiapan apparel & klub untuk jersey Sulut United memang lebih baik karena desain seragam & sponsor klub sudah difixkan sejak lama.

Rib di ujung lengan jersey

Bagian ujung lengan jersey ini menggunakan rib dengan aksen garis biru muda & gelap mengelilingi ujungnya. Dipadu dengan model kerah polo berkancing, membuat jersey ini memiliki kesan kasual dan bisa digunakan untuk occasion apapun. 

Kerah polo berkancing untuk jersey home Sulut United 2021

Tulisan filosofi hidup Minahasa "sitou timou tumou tou" di sisi belakang jersey 

Di sisi belakang jersey, tepatnya di bawah kerah, terdapat kalimat "Sitou timou tumou tou". Filosofi hidup Minahasa ini dipopulerkan oleh salah satu pahlawan nasional Indonesia, Sam Ratulangi, yang berasal dari Sulawesi Utara. Kalimat ini bermakna bahwa manusia baru dapat disebut sebagai manusia jika sudah dapat memanusiakan manusia. 

Bagian dalam jersey home Sulut United 2021 versi player issue

Jersey player issue Sulut United terbuat dari material poly micro dan didukung dengan beberapa teknologi seperti sun protection yang melindungi dari sinar UV, moisture wicking untuk penyerapan keringat, serta cool omni yang menjaga pengguna tetap nyaman mengenakan jersey saat berkeringat. Apparel menyediakan kancing cadangan di tag bagian dalam jersey ini untuk antisipasi jika salah satu kancing di kerah jersey hilang.

Tailshirt jersey yang bertuliskan #TorangSulutUnited

Sama seperti seluruh jersey klub yang disupport oleh apparel Mills, Sulut United juga mendapatkan treatment pencantuman tagline di bagian tailshirt. #TorangSulutUnited, yang menjadi salah satu slogan klub selama ini terpatri di ujung bawah jersey dengan rapi. Torang sendiri bermakna "kita" dalam bahasa Manado, sehingga Torang Sulut United berarti kita Sulut United, sebuah penegasan atas 
identitas klub.

Tab keaslian produk dari Mills untuk jersey home Sulut United 2021

Hang tag jersey Sulut United 2021 dari Mills

In summary, ceritajersey memberikan nilai 5 dari 5 untuk jersey home Sulut United 2021 dari Mills. Jersey ini menggunakan model yang jauh berbeda dari dua jersey kandang sebelumnya sehingga memberikan kesan fresh atas ide jersey berkerahnya. Elemen filosofi hidup dari suku Minahasa serta penggambaran laut untuk boost semangat punggawa Sulut United menjadi cerita penting yang terangkat dari jersey ini. Baik Mills maupun Sulut United juga sepertinya menjalankan sinerginya dengan sangat baik sehingga produk ini dapat terdeliver dengan sempurna ke kalangan stakeholder jersey. One of the gems untuk best shirt 2021. Semoga apiknya jersey ini sejalan dengan prestasi klub di Liga 2 2021/2022. Bage jo, Sulut United!

Rangkaian jersey home Sulut United sejak berdiri hingga saat ini (2019-2021)

Share:

#TerbaikTerbaik Episode 2 - Jersey Ligina Terbaik 2014/2015 versi Goal Indonesia

Berselang sebulan dari episode pertama #TerbaikTerbaik yang mengangkat jersey Arema FC musim 2011/2012, di episode kedua ini kita akan membahas jersey ketiga Persib Bandung yang menjadi jersey Liga Indonesia terbaik dalam listing yang dirilis Goal.com Indonesia pada musim 2014/2015.


27 Februari 2015 lalu, Goal.com Indonesia merilis artikel 100 Jersey 2014/2015. Seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel #TerbaikTerbaik sebelumnya, proses panjang penilaian dimulai dengan keterlibatan pembaca Goal.com dalam memilih jersey terbaik yang dibagi dalam sepuluh kategori: Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis & Belanda, klub Eropa lan, klub belahan dunia lain, Asia, Timnas Eropa, dan Timnas non Eropa. Setelah proses voting pembaca, penilaian berikutnya melibatkan redaksi Goal.com dan juri. Di tahun 2015, ada delapan juri (list lengkap dapat dibaca dalam gambar di bawah), yang beberapa di antaranya merupakan member aktif komunitas Jerseyforum seperti Angga Wirastomo, Fajar Ramadhan, Rizki Ananda, dan Galih Satrio. Presenter olahraga seperti Pangeran Siahaan dan Putri Violla juga menjadi juri dalam proses penilaian jersey terbaik musim 2014/2015 ini. Baik pembaca, redaksi, dan anggota dewan juri memiliki masing-masing satu suara dengan sistem penilaian 1 hingga 100, sehingga maksimal nilai yang bisa diperoleh adalah 1000.

Jersey third Persib Bandung yang digunakan dalam ISL 2014

Dalam hasil akhir penilaian, jersey edisi spesial Lazio 2015 "Eagle Kit" terpilih menjadi jersey terbaik dengan 501 poin, disusul dengan jersey third Persib Bandung musim 2014 (482 poin) dan jersey away timnas Belanda tahun 2015 di peringkat ketiga (431 poin). Yessss temen-temen, ada jersey klub Liga Indonesia di peringkat 2, mengalahkan jersey-jersey epik lain seperti jersey third Real Madrid (hasil collab dengan Yohji Yamamoto (peringkat 6)), jersey home Shimizu S-Pulse yang ikonik dengan peta dunianya (peringkat 21), dan banyak jersey lain. Hal ini sekaligus menjadikan jersey third Bandung musim 2014 menjadi yang terbaik di antara jersey-jersey Liga Indonesia lain. Tercatat, jersey home Sriwijaya 2015 dengan Joma berada di peringkat 36 dengan 174 poin dan jersey home Arema Cronus (juga dengan Joma) berada di peringkat 69 dengan 134 poin. 

Berikut kutipan dewan juri mengenai jersey third Persib Bandung musim 2014
Seharusnya Persib berani menggunakan jersey ini untuk pertandingan resmi! Motif camo cocok dengan julukan Persib, Maung Bandung. Juga warna dan desain nomor punggung motif kujang berkesan Jawa Barat. Hanya ada satu kekurangan, penempatan sponsor tidak mengenal hierarki sehingga terlihat ruwet. - Moh Ridwan Widiyana (juri)
Susunan dewan juri penilai jersey terbaik 2014/2015 versi Goal.com Indonesia dan artikel yang menobatkan jersey third Persib Bandung sebagai jersey terbaik kedua musim terkait. Images by @goalcomindonesa

League menjadi apparel Persib Bandung di musim 2014

Musim 2014 menjadi musim penuh keceriaan untuk Persib Bandung. Dalam gelaran ISL 2014, klub berjuluk Pangeran Biru ini meraih gelar juara setelah mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti di Stadion Jakabaring, Palembang. Salah satu jersey yang dikenakan mereka dalam kampanye musim tersebut pun dinobatkan menjadi jersey terbaik di tanah air oleh Goal.com Indonesia. Jersey yang diproduksi oleh apparel League ini dilaunching pada 29 Januari 2014. Didesain oleh Raka Gemma, ketiga jersey Persib di musim tersebut memiliki cerita yang berbeda-beda. Jersey home (biru) terinspirasi dari jersey klub yang dikenakan saat berhadapan dengan AC Milan pada tahun 1994. Jersey away (putih) terinspirasi dari jersey Persib yang digunakan dalam medio 80-an. Jersey third atau alternatif, yang menjadi topik utama dari artikel ini, terinspirasi dari event heroik "Bandung Lautan Api". Sesuai pendapat juri, jersey bermotif camo ini memang cocok dengan Persib. "Tactical" & "Stealthy" menjadi menjadi poin utama dari jersey Persib ini seperti yang diusung desainer.

Persib Bandung meraih gelar Liga Indonesianya yang kedua di musim 2014 ini

Material logo diheat press pada jersey ini untuk memberikan massa yang lebih ringan. Meski Persib telah menjuarai liga sekali pada waktu itu (era Liga Indonesia, musim 1994/1995), klub tidak memasang bintang di atas logo.

Salah satu logo sponsor Persib Bandung di bagian bahu

Di tahun 2014, memang masih cukup asing bagi kita melihat banyak logo sponsor di jersey klub Indonesia. Juri sendiri memberikan sorotan mengenai penempatan sponsor "yang tidak mengenal hierarki" di jersey Persib Bandung. Namun begitu, jika dibandingkan dengan situasi yang sama di Liga Indonesia beberapa tahun terakhir, layouting Persib terhitung cukup rapi mengenai sponsor di tahun 2014.

Patch ISL 2014 di lengan kanan jersey Persib

Menggunakan collar rib di ujung lengan & kerah menjadi poin plus jersey ini. Jersey menjadi lebih fit in dan nyaman digunakan. Perpaduan warna biru gelap dan merah memberikan kesan unik di jersey.


Bandung Lautan Api, yang menjadi konsep utama jersey ini, merupakan salah satu peristiwa penting yang terjadi di Bandung dalam rangkaian event perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dikutip dari Wikipedia, pada 23 Maret 1946 sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka & meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA Belanda menggunakan kota Bandung sebagai markas strategi militer. Peristiwa ini juga mengilhami terciptanya lagu "Halo, Halo Bandung" yang legendaris.

Semangat dari peristiwa heroik ini diterjemahkan dengan apik melalui motif camo di jersey ketiga Persib Bandung 2014. Warna merah yang ada di collar rib merepresentasikan api & semangat masyarakat Bandung. Sementara julukan klub, "Pangeran Biru", tertulis di neck tape jersey untuk menegaskan identitas khas Persib.

Detail motif camouflage di jersey ketiga Persib Bandung 2014

Bagian samping jersey ketiga Persib bermotif V dengan selang-sering warna merah & biru gelap

Name & number set Persib Bandung musim 2014

Hal menarik lain dari jersey Persib Bandung musim 2014 adalah tipografinya. Kultur lokal Jawa Barat ditampilkan dengan apik melalui unsur senjata kujang di bagian nomor punggung. Sementara tahun lahir Persib (1933) dan satu bintang representasi juara dipasang di ujung bawah nomor. Tipografi yang unik ini juga menjadi poin plus penilaian dalam komentar dewan juri jersey terbaik 2014/2015 Goal.com Indonesia sesuai kutipan di atas.

Logo Quick Dry, teknologi yang digunakan League dalam jersey produksi mereka

Material jersey berbahan 100% polyester dan berteknologi Quick Dry. League menggunakannya untuk produksi jersey Persib Bandung 2014, termasuk jersey third. Teknologi ini mampu menjaga tubuh pemain tetap fresh dan kering. Versi home dari jersey Persib musim 2014 pernah @ceritajersey bahas dua kali: versi authentic di artikel blog dan boxset Victory Jersey di instagram.

Dengan konsep matang serta cerita yang dalam untuk jersey ketiga Persib Bandung 2014, tidak heran jika akhirnya jersey ini menjadi yang terbaik di Indonesia pada tahun tersebut. Kebanggaan lain dari prestasi ini adalah keberhasilan League selaku apparel lokal menempatkan produknya menjadi yang terbaik kedua di dunia. Ditambah prestasi Persib yang meraih gelar juara ISL di akhir musim tentu membuat jersey ini semakin ikonik. Apresiasi penuh untuk League, Persib, dan semua pihak yang ada di belakang kesuksesan jersey ini. Sampai jumpa lagi di artikel #TerbaikTerbaik berikutnya yang membahas jersey terbaik 2015/2016 ya.
Share:

Class Is Permanent - Review Persija Legend 2021 Home Shirt

6 Maret 2021, akun media sosial apparel asak Depok, @genesasports, menggoda para followernya melalui teaser bayangan sesosok pria disertai tagline "Class is Permanent". Mudah ditebak, hal ini terkait dengan Persija yang mana memang menjalin kerjasama dengan Genesa via foundationnya. Setelah jersey untuk Piala Soeratin dan Persija Muda dirilis, produk yang dinanti berikutnya tentu jersey Persija Old Stars. Perilisan jersey legend ini sendiri cukup heboh di lini masa penggiat jersey nasional hingga direpost oleh @hypebeastid, salah satu media sosial mengenai fashion & streetwear. Sejumlah artis tanah air seperti Rian D'masiv & Pandji Pragiwaksono juga tampak mengenakan jersey ini di media sosial masing-masing. Seperti apa jerseynya? Langsung simak artikel di bawah ya.


Tidak banyak yang bisa ceritajersey ulas sendiri tentang jersey ini. Apparel dengan tagline khasnya, #SetiapJerseyPunyaCerita mampu menjelaskan dengan runtut konsep serta tema dari jersey yang dibuat ini. Presentasi yang juga oke tentu sangat menunjang cerita yang ingin mereka sampaikan. Dikutip dari akun resmi apparel, jersey Persija Legend ini terinspirasi dari jersey lawas Persija Jakarta di era 1970an. Di masa itu, cukup lumrah dijumpai jersey dengan lengan panjang dan celana pendek sesuai dengan tren. Oleh karena itulah, diharapkan jersey ini mampu membangkitkan kenangan dari para legenda pada saat bermain seperti di masa lalu. Fyi, jersey yang sama juga menjadi inspirasi Specs saat mendesain jersey Persija Jakarta untuk musim 2019. Bentuk ujung kerah yang unik merupakan tribute ke jersey klub di era 1970an. Kalian bisa simak detailnya di artikel review jersey home Persija 2019.

Promotional images dari @genesasports

Dua legenda Persija, Dede Sulaeman dan Patar Tambunan, menjadi model dalam perilisan jersey Persija Legend ini. Diungkapkan oleh apparel, karena tema yang dipilih adalah klasik, bentuk logo hingga cuttingan jersey ini pun dibuat seperti jersey di masa lalu. Namun begitu, bahan yang digunakan saat ini jauh lebih baik sehingga pemain lebih nyaman memakainya. Jersey ini bisa diperoleh di marketplace Genesa ataupun rekanannya seperti Topscore.

Logo Persija Legend di jersey

Logo Persija di jersey ini dibuat secara khusus dengan tambahan elemen padi untuk melambangkan kejayaan klub. Material logo dicetak di kain dan dijahit di jersey untuk memberikan sentuhan klasik.

Logo Genesa yang disamarkan dengan warna merah

Logo Genesa selaku apparel dicetak dengan warna merah sehingga terlihat samar dalam jersey ini. Upaya "tidak narsis" ini menjadi nilai plus karena kesan retro dari jersey menjadi tetap terjaga. Di masa lalu pun nama atau logo apparel juga tidak ditampilkan di bagian depan, melainkan hanya di sisi dalam kerah.

Kerah legendaris dari jersey Persija era tahun 1970an

Elemen paling menyita perhatian di jersey ini tentu adalah kerahnya. Sama halnya seperti Bukta (apparel Inggris) yang jerseynya digunakan Persija di tahun 1975, kerah putih pada jersey Persija Legend dipadu dengan segitiga di sisi leher depan dengan ukuran yang cukup mencolok. Mungkin justru di sinilah menariknya. Di sisi dalam, Genesa menambahkan grafis memori peringatan kejayaan klub yang berisi tahun-tahun kompetisi dimana Persija menjadi juara. Dikutip dari penjelasan apparel, harapannya hal ini mampu membangkitkan kenangan serta rasa bangga akan prestasi yang berhasil diraih oleh para legenda Persija.

Cuttingan di sisi bahu & lengan jersey Persija Legend 2021

Ujung lengan panjang jersey Persija Legend 2021 memberikan kesan retro maksimal

Bagian dalam jersey Persija Legend 2021

Jersey ini hanya dibuat dalam lengan panjang (LS/long sleeve) untuk mereplikasi jersey Persija di tahun 1970an. Meski dibuat dengan inspirasi masa lalu, bahan yang digunakan apparel di jersey 2021 ini jauh lebih baik yaitu kain drifit smash. Keunggulan produk Genesa seperti teknologi anti UV, anti odor, dan fast drynya membuat jersey ini menjadi lebih nyaman dipakai. 

Hang tag Genesa yang bisa digunakan untuk diskon 10% pemesanan custom jersey

Jersey ini telah digunakan oleh Persija Legend dalam sebuah pertandingan eksibisi menghadapi Genesa Eleven pada April 2021 lalu. Di pertandingan inilah sepertinya para legenda Persija membuktikan ke anak-anak muda dari Genesa Eleven bahwa "age is just a number, class is permanent" 😁. Apparel berharap jersey ini dapat mengangkat kembali nama-nama legenda klub supaya generasi terbaru tidak melupakan jasa-jasa mereka. Dari ceritajersey sendiri berharap kerjasama Genesa bersama Persija Foundation terus berlanjut. Cerita kuat yang mengiringi proses pembuatan hingga perilisan jersey mereka ke publik menjadi nilai plus dari kesuksesan produknya. Masih ada event Liga 3 Zona DKI Jakarta 2021 yang menampilkan duet Persija Foundation dan Genesa, semoga bukan yang terakhir dari kerjasama ini.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels