Macan Tidar - PPSM Magelang Centenary Jersey (2019)

PPSM Magelang merupakan salah satu klub pendiri PSSI dan berdiri sejak 15 Maret 1919. Tahun 2019 merupakan tahun yang spesial untuk PPSM karena mereka merayakan hari jadinya yang ke-100 tahun alias centenary (1 abad). Hanya PSM Makassar yang usianya lebih tua dari PPSM Magelang. Memperingati hal ini, PPSM merilis jersey khusus yang hanya digunakan dalam satu kali pertandingan. Seperti apa jersey eksklusif ini? Yuk kita simak cerita jerseynya.

Aksi M. Sofyan, salah satu punggawa PPSM Magelang dalam pertandingan menghadapi Persitema Temanggung (15/03/2019). Paduan jersey home berwarna orange dengan celana hitam tampak cocok dikenakan pemain di lapangan. Photo by: @ppsmday

Skuad PPSM Magelang dalam pertandingan persahabatan menghadapi Persitema Temanggung (15/03/2019) di Stadion Bumi Phala, Temanggung. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Dikutip dari wikipedia, PPSM Sakti Magelang (singkatan dari Perserikatan Paguyuban Sepak Bola Magelang) merupakan klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Magelang, Jawa Tengah. Klub didirikan pada tanggal 15 Maret 1919 dengan cikal bakal bernama Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM). IVBM adalah salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Enam klub lainnya adalah PSM Yogyakarta (PSIM Yogyakarta), VIJ Jakarta (Persija Jakarta), BIVB Bandung (Persib Bandung), MVB Madiun (PSM Madiun), SIVB Surabaya (Persebaya Surabaya), dan VVB Solo (Persis Solo). Saat ini PPSM berkompetisi di Liga 3. Sayangnya tahun lalu PPSM Magelang tidak ikut berkompetisi karena haknya dicabut akibat tidak mengikuti Piala Indonesia 2018. Photo by: @ppsm_mgl  

Para punggawa Macan Tidar berdoa bersama sebelum menghadapi Persitema Temanggung dalam pertandingan persahabatan bertajuk "Laga Hari Jadi". Tampak dalam foto, jersey yang dikenakan pemain tidak memiliki nama, hanya nomor punggung putih dengan logo PPSM di bagian ujung angka. Photo by: @ppsmday 

Jersey PPSM Magelang untuk peringatan 100 tahunnya ini dikemas dalam boxset exclusive bertuliskan "Spesial Satu Abad". Dibuka dalam dua kloter pemesanan, jersey ini dibandrol dengan harga 200ribu dan pemesanannya dilakukan dengan sistem pre order langsung ke @ppsm_mgl

Jersey 1 Abad ini menggunakan warna kebesaran @ppsm_mgl, orange. Bekerja sama dengan apparel @bjr_sport_jersey_printing, jersey ini berupa full sublimasi printing dengan jersey untuk pemain memiliki aksen warna lebih gelap di bagian dada dan lengan. Untuk kiper, jersey berwarna hitam dengan aksen emas. Ada penanda "1 Abad PPSM Magelang" di antara logo apparel dan klub untuk mengukuhkan identitas jersey ini dalam peringatan centenary. Di bawah garis hitam di bagian depan jersey, terdapat tulisan "PPSM Magelang" berwarna putih, cukup kontras dengan background orangenya. Garis hitam tersebut juga menjadi pembatas antara motif batik mandala dengan shading garis diagonal di bawahnya.

Boxset jersey centenary PPSM Magelang ini dilengkapi dengan sertifikat apresiasi dan dua stiker dengan tema "PPSM adalah Kita". Tema ini dipilih untuk memperingati 100 tahun PPSM Magelang yang jatuh pada tanggal 15 Maret 2019 lalu. Fyi, untuk perayaan 99 tahun PPSM, tahun lalu digunakan tema #silan99enerasi

Di bagian ujung lengan, rib berwarna hitam namun tidak terlalu elastis. Terdapat tulisan "Magelang" dengan warna orange disertai garis yang melingkar. 

Dikutip dari @jpradarsemarang, saat peluncuran jersey centenary, Muhammad Dicky, ketua panitia acara "1 Abad Menendang Bola" berharap motif batik dalam jersey ini menjadi ciri khas dalam peringatan 1 Abad PPSM. Salah satu unsur yang mencolok dalam jersey ini adalah adanya gambar candi jika dilihat dari atas. Candi ini sendiri merupakan Borobudur dari perspektif birdview. Candi Borobudur memang terletak di Kabupaten Magelang dan sepertinya, secara keseluruhan jersey ini mengadopsi motif batik mandala, yang merupakan batik khas daerah Borobudur dan sekitarnya. Dikutip dari beberapa sumber, Batik Mandala Borobudur pertama kali diciptakan untuk mendukung etika pengunjung Candi Borobudur. Dikutip dari kompas.com, selama beberapa tahun terakhir, setiap pengunjung yang datang ke Candi Borobudur diwajibkan untuk mengenakan kain batik. Aturan tersebut dimaksudkan sebagai etika karena Borobudur adalah tempat suci bagi umat Budha.

Logo PPSM dalam jersey ini berupa sublimasi printing. Sejujurnya hal ini sebenarnya kurang memuaskan untuk kolektor, namun seperti yang juga didiskusikan dalam forum apparel beberapa waktu lalu, banyak pemain bola yang lebih nyaman dengan ornamen jersey yang seperti ini. Tentu untuk pemain, makin sedikit material di jersey, makin ringan dan tidak "bikin gatal" saat dikenakan di lapangan. Tapi tentu jersey ini bisa lebih baik lagi ke depannya, terutama jika tujuannya untuk mengenang 100 tahun berdirinya klub dan menjadi salah satu collector item. Oh iya, bicara tentang logo, logo PPSM berupa paku bumi di dalam perisai. Paku bumi ini merupakan representasi dari Gunung Tidar yang terletak di Magelang. Mitosnya, gunung ini merupakan "paku" untuk membuat tanah Jawa tenang dan tidak terombang-ambing terbawa arus laut (karena bentuk Pulau Jawa seperti perahu).

Kerah jersey menggunakan model V dan berwarna hitam dengan aksen merah hasil sublimasi printing. Identitas apparel BJR tampak di bagian dalam kerah, di atas size label jersey yang berupa printing polyflex. Selain menjadi original merchandise dari perayaan 1 abad PPSM Magelang, jersey ini juga digunakan untuk pre season PPSM Magelang seperti tampak dalam informasi di size label.

Warna orange jersey berasal dari printing sublimasi, itulah mengapa warna kain dalam berwarna putih. Tampak juga size tag di bagian dalam jersey.

Tab woven dari apparel @bjr_sport_jersey_printing, salah satu dari sedikit elemen yang bukan sublimasi printing di jersey ini. Bajuri sendiri merupakan apparel asal Sukoharjo dan musim 2018 lalu menjadi apparel dari Yahukimo FC dan Persipur Purwodadi, peserta Liga 3 Indonesia.
 

Overall jersey ini cukup ikonik sebagai jersey centenary karena motif lokal dan pengemasannya yang cukup apik. Jika saja material di logo bukan sublim printing, mungkin jersey ini makin jossss. Untuk harga 200ribu, jersey ini cukup worth it dan karena penjualannya dikelola langsung oleh klub, tentu kita ikut berkontribusi untuk pemasukannya. Jadi, untuk musim 2019 tetap lanjut tuku ori ya. 👍   
Share:

Laskar Pandan Arang - Persebi Boyolali 2018 Home Jersey

Masih di Liga 3, kali ini kita ke Jawa Tengah untuk melihat detail dari jersey klub kebanggaan warga Boyolali: Persebi. Mari kita simak cerita jerseynya.

Launching skuad & jersey Persebi Boyolali untuk menghadapi musim kompetisi Liga 3 Zona Jawa Tengah 2018. Photo by: @zeinpuguh

Skuad Persebi Boyolali dalam salah satu pertandingan Liga 3 Zona Jateng 2018. Di klasemen akhir, Persebi menempati posisi 3 grup B dengan 5 poin dari 6 kali pertandingan dan gagal lolos ke babak 8 Besar.Tim yang berjuluk Laskar Pandan Arang ini didirikan pada tahun 1975 dan bermarkas di Boyolali, Jawa Tengah. Pencapaian terbaik Persebi sejauh ini adalah saat menempati peringkat 3 Babak 8 Besar Divisi 2 Liga Indonesia 2006 dan akhirnya promosi ke Divisi 1. Photo by: facebook @persebi.boyolali 

Tampak bagian belakang jersey home Persebi Boyolali 2018. Tanpa nama punggung, tulisan "Persebi" terlihat berada di atas nomor punggung pemain. Photo by: facebook @persebi.boyolali

Persebi merilis boxset jersey home 2018-nya sebanyak dua kali karena tingginya antusiasme pembeli pada sesi pre order pertama. Untuk boxset jersey ini dibandrol 135ribu dan sudah include jersey supporter version, sertifikat keaslian produk, dan stiker. Pre order jersey saat itu dilakukan langsung melalui manajemen lewat @persebistore.

Desain jersey home @persebi.boyolali untuk musim 2018 merupakan hasil sayembara yang dilakukan oleh manajemen klub. Dimenangkan oleh mas Yuli Nur Cahyo @julie.yulie, jersey home Persebi tetap berwarna dasar biru (warna kebesaran Persebi) dan banyak memasukkan unsur lokal Boyolali, seperti Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.

Selain jersey home supporter version, paket box jersey Persebi ini berisi stiker Persebi Boyolali, stiker Persebi Store, stiker apparel Sixtin, dan sertifikat keaslian. Yang unik, sertifikat ini memiliki serial number atau barcode yang bisa dicek di http://persebi.co.id/lisensi. Tinggal masukkan serial number sertifikat ke web, klik "cek lisensi", lalu keluar nama pemilik jersey (sesuai waktu pre order). 

Di musim 2018, Persebi bekerjasama dengan apparel lokal, @sixtin_apparel. Logo apparel berupa sublimasi printing di jersey supporter version ini.

Gambar dan motif dalam jersey ini berupa sublimasi printing. Dua gunung yang ditampilkan merupakan Gunung Merbabu dan Gunung Merapi yang menjadi anugerah dan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Boyolali. Selain gunung juga terdapat unsur daun dan tangkai bunga mawar pagar yang diambil dari logo Persebi. Unsur ini melambangkan pertumbuhan dan perkembangan. Dikutip dari @persebi.boyolali, filosofinya adalah Persebi Boyolali nantinya dapat selalu tumbuh dan berkembang menjadi sebuah klub yang profesional dan terus menuai prestasi dalam kancah sepak bola nasional. Diharapkan pada muaranya nanti, Persebi dapat berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepakbola tanah air dan menjadi kebanggaan warga Boyolali.

Logo Persebi Boyolali juga berupa sublimasi printing di jersey ini. Logo ini baru digunakan pada kompetisi Liga 3 2017 lalu, menggantikan logo lama yang masih sama dengan logo pemerintah daerah.Dikutip dari @persebi.boyolali, logo baru ini menggunakan konsep dasar "simpel dan modern". Salah satu pertimbangan pemilihan konsep ini adalah supaya logo tetap dapat dilihat oleh penonton bola walaupun dari jauh. Ada empat macam ciri khas Boyolali yang masuk ke dalam logo: gunung (Merapi & Merbabu), bambu kuning, sapi, dan bunga mawar. 

Jersey supporter version ini berbahan drifit printing. Tampak ada dua warna kain yang digunakan, biru dan putih.

Kerah jersey menggunakan model V dan informasi mengenai size & washing terdapat di bagian kerahnya langsung.

Satu-satunya bagian yang tidak disublim printing adalah tulisan Official Merchandise Persebi Boyolali yang berupa cutting polyflex. 

Untuk jersey tim liga 3 di level regional, mungkin jersey ini terhitung standar karena banyak menggunakan sublimasi. Namun patut diapresiasi presentasi jersey ini dari klub, yang mengkombinasikannya dengan beberapa merchandise dalam satu paket. Kode unik yang ada pun benar-benar mencerminkan "keeksklusifan" jersey ini, karena walaupun sudah diperjual belikan, tetap saja tidak bisa "balik nama" layaknya beli rumah atau mobil/motor.
Share:

Putra Tresna Bali 2018 Home Jersey

Liga 3 2018 Regional Bali dijuarai oleh klub asal Denpasar, Putra Tresna. Tim yang baru dibentuk pada tahun 2006 lalu ini memiliki jersey yang bisa dibilang luar biasa untuk coraknya: bergambar Hanoman full body di bagian depan. Mari kita cek detail jerseynya.

Putra Tresna mengenakan jersey yang berbeda di babak-babak akhir Liga 3 2018 Zona Bali. Tampak adalah jersey yang dikenakan dalam pertandingan final Liga 3 2018 Zona Bali saat berhadapan dengan Perseden Denpasar (18/07/2018). Photo by: @putra_tresnabali

Putra Tresna berdiri sejak tahun 2006, yang mana eksistensinya berawal dari kompetisi internal klub Perseden Denpasar. Di Liga 3 2018 lalu, Putra Tresna berhasil meraih juara untuk zona Bali dan berhak lanjut ke putaran nasional melalui babak pendahulu. Tampak dalam foto adalah skuad Putra Tresna saat berhadapan dengan PS Ngada dalam leg pertama babak pendahulu putaran nasional Liga 3 2018 (15/11/2018). Skor berakhir imbang 0-0. Photo by: @putra_tresnabali

Para pemain Putra Tresna merayakan kemenangan 2-0 atas Perseden Denpasar dalam final Liga 3 2018 Zona Bali. Gol dicetak oleh Agus Yoga dan Gede Gery Mardiastra. Tampak bagian belakang jersey yang memiliki number set berwarna merah dan berlogo Putra Tresna. Photo by: @putra_tresnabali

Jersey Putra Tresna dikemas dalam plastic bag berlogo WAFS, apparel dari Putra Tresna di musim 2018.

Di musim 2018, jersey home @putra_tresnabali berwarna dasar hitam-merah dan ada aksen putih dari sublimasi Hanoman dan motif patre. Tiga warna ini sendiri merupakan unsur warna dari Tridatu, yang memiliki nilai filosofis yang dalam dan diyakini memiliki kekuatan. Seluruh unsur di jersey ini, termasuk warna hitam-merah tadi, merupakan sublimasi printing di kain dryfit billabong. Nama klub tertulis besar-besar di bagian dada, mempertegas identitas Putra Tresna.

Putra Tresna berdiri sejak tahun 2016. Dikutip dari official instagram klub, Putra adalah laki-laki, sedangkan Tresna berarti setia. Logo klub menggunakan lambang Hanoman yang menendang bola. Menurut keterangan pemilik klub, Hanoman adalah Bhatara Bayu, simbol keperkasaan tenaga dan stamina. Putra Tresna ingin seluruh pemainnya memiliki sikap setia seperti Hanoman dan memiliki tenaga ekstra. Selain itu, di simbol Hanoman juga terdapat unsur Tridatu: merah artinya keberanian, putih artinya kesucian, dan hitam artinya kekuatan. Para pesepakbola di klub Putra Tresna dituntut memiliki kekuatan, keberanian, dan kesucian diri. Filosofi ini sukses menghasilkan pemain-pemain bola yang banyak dilirik klub-klub Liga Indonesia. Salah satu alumni Putra Tresna yang sukses adalah Putu Gede Juni Antara yang memperkuat timnas di Asian Games 2018 dan Bhayangkara FC.

Logo @wafs_bali sebagai apparel juga merupakan sublimasi printing. WAFS yang memiliki kepanjangan We Are Fashion Sports ini merupakan apparel lokal, berdomisili di Denpasar, Bali.

Di dalam kerah terdapat size label jersey berupa polyflex, infonya sih jersey ini cuma ada dalam satu ukuran aja: M, untuk seluruh pemain. 😂

Di bagian lengan jersey, terdapat sublimasi printing unsur lokal Bali yang lain: Patra Punggel. Dikutip dari budaya-indonesia.org, Patra Punggel merupakan salah satu kesenian dalam bentuk ukiran yang sudah lama melekat di Bali. Patra Punggel adalah sebuah ukiran yang biasanya terdapat di Pura. Bentuk ukiran dari Patra Punggel ini mayoritas menggunakan bentuk yang terinspirasi dari bentuk tanaman. Penggunaan tanaman sebagai dasar bentuknya adalah dikarenakan tumbuhan merupakan lambang kehidupan, dimana nilai tersebutlah yang ingin ditanamkan pada setiap ukiran pada Patra Punggel.

Jersey ini benar-benar memanfaatkan sublimasi printing untuk menambah corak-corak kearifan lokal. Seperti halnya logo, terdapat gambar besar Hanoman yang terpampang di jersey Putra Tresna. Tidak banyak klub di Indonesia yang berani bermain di jersey seperti ini. Adanya Hanoman dan juga tulisan "Putra Tresna" semakin mempertegas identitas klub seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Di jersey yang dikenakan pemain, number set berwarna merah beroutline putih dengan logo Putra Tresna kecil di bagian ujungnya. Di jersey ini sendiri numberset berwarna putih dan dicetak secara sublimasi, mungkin memang dibedakan antara match issue dan bukan.

Tag identitas produk dari WAFS juga berupa sublimasi printing, terletak di pojok kiri bawah dari jersey.

Secara keseluruhan, jersey ini benar-benar sarat akan muatan lokal dan menggambarkan karakter dari klub terkait. Ditambah dengan prestasi Putra Tresna sebagai juara Liga 3 2018 regional Bali, tentu jersey ini memiliki nilai tersendiri bagi para suporternya.
Share:

Juku Eja - PSM Makassar 2016 Home Jersey

Di masa PSSI dibekukan oleh FIFA (2015-2016), kompetisi ISL tidak berjalan dan sebagai gantinya digelarlah Torabika Soccer Championship untuk mengisi kekosongan kompetisi. PSM Makassar yang menjadi salah satu tim peserta memiliki jersey yang cukup mudah diingat, dimana kerap disebut mirip dengan jersey home Ajax Amsterdam. Bagaimana detail dari jersey PSM tersebut? Mari kita simak ceritanya.

Rasyid Bakri, gelandang PSM Makassar yang mencetak 7 gol dan 8 assist dalam satu musim di ISC 2016. Photo by: bola.com

Skuad PSM Makassar yang berlaga di ISC 2016. PSM adalah klub tertua di Indonesia karena telah berdiri sejak 2 November 1915. Tim berjuluk Pasukan Ramang ini pertama kali menjuarai kompetisi Indonesia di era Perserikatan pada tahun 1957. Juara berikutnya diraih tahun 1959, 1965, 1966, dan 1992. Di era Liga Indonesia, PSM Makassar baru sekali menjadi juara, yaitu pada tahun 2000 lalu. Photo by: kompas.com

Para pemain PSM Makassar merayakan gol yang dicetak ke gawang Perseru Serui pada lanjutan ISC 2016 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar (16/09/2016). Pertandingan ini berakhir imbang 1-1. Photo by: bola.com 

Apparel asal Amerika Serikat, Nike, mensupport PSM Makassar sejak tahun 2013, tepatnya saat PSM bermain di Indonesia Premier League. Warna dan pola jersey yang hampir mirip dengan Ajax Amsterdam ini dimulai sejak musim 2014. Sebelumnya, pada masa awal Nike bekerja sama dengan PSM, warna jersey home masih merah polos. Logo Nike berupa bordir terpasang di dada kanan jersey ini.

Jersey home @psm_makassar saat mengarungi musim 2016 ini menggunakan teamwear Nike Park Derby berwarna merah dengan aksen putih. Sebelum berganti apparel ke Kelme pada 2017, PSM Makassar sempat identik dengan jersey Nike ini. Terkait warna merah, julukan Juku Eja (ikan merah) yang melekat pada PSM Makassar berasal dari warna seragam klub ini berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sementara ikan karena masyarakat Sulawesi Selatan terkenal sebagai masyarakat Maritim. Lalu berikutnya tentang sponsor, PSM Makassar juga identik dengan brand Semen Bosowa di depan jerseynya. Yang menarik di jersey ini adalah untuk pertama kalinya brand tersebut bertuliskan "Bosowa Semen", bukan "Semen Bosowa" di 2016. Ternyata dari pihak sponsor sendiri memang melakukan rebranding dan hal ini baru terkonfirmasi resmi pada 7 Desember 2016. Padahal, sudah hampir setahun brand baru "Bosowa Semen" terpampang di jersey PSM Makassar.

Di tahun 2016, PSM Makassar masih menggunakan logo lama yang diambil dari logo pemerintah daerah,tepatnya logo kota Makassar. Logo ini berupa perisai putih yang di dalamnya terdapat benteng, padi kapas, serta perahu pinisi. Warna merah, putih dan jingga di sepanjang tepi perisai melambangkan kesatuan dan kebesaran Bangsa Indonesia. Awalnya PSM Makassar bernama Makassar Voetbal Bond dan berdiri pada 2 November 1915. Logo ini dipakai semenjak MVB berubah nama menjadi PSM Makassar sekitar tahun 1950an. Btw logo di jersey ini berupa print polyflex.  

Patch Torabika Soccer Championship 2016 ini berupa print polyflex terletak di lengan sebelah kanan. Nama asli turnamen ini adalah Indonesia Soccer Championship. Dikutip dari Wikipedia, ISC adalah kompetisi sepak bola strata profesional tertinggi di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2016. Indonesia Soccer Championship diselenggarakan oleh PT Gelora Trisula Semesta yang merupakan anak perusahaan PT Liga Indonesia. Ini merupakan kompetisi indenpenden tanpa melibatkan PSSI yang telah di bekukan oleh Pemerintah dan FIFA pada saat itu ISC A akan diikuti oleh 18 klub perserta liga tertinggi tanah air dan berformat kompetisi penuh. PSM Makassar sendiri finish di posisi 6 klasemen akhir dalam kompetisi ISC 2016 ini.

Nike Park Derby ini memiliki model kerah V-neck dengan rib. Tidak ada yang spesial dari size tag jersey ini, sama seperti jersey Nike pada umumnya. Btw, ada yang pernah compare dengan yang Made In Thailand?

Name and number set untuk pemain menggunakan material cutting polyflex dan terdapat logo kecil PSM Makassar di dalam nomornya. Tentang pemilihan NNS ini... Reinaldo sendiri tidak memperkuat PSM di ISC 2016 dan baru bergabung di tim pada awal musim 2017. Selain itu, lebih ke karena ada stoknya dengan NNS ini sih untuk size XL. 😗

Kopi ABC baru resmi menjadi sponsor pendamping PSM Makassar untuk musim 2017. Kenapa ada di jersey untuk ISC 2016? 😂😂😂 Bisa jadi ini lagtime dijualnya jersey setelah ISC 2016 dan sebelum Liga 1 2017 digulirkan. Saat rilis resmi kerjasama kedua pihak pun (05/02/2017) jersey yang ditunjukkan adalah jersey musim 2016 ini. Material sponsor Kopi ABC berupa cutting polyflex.

Nike Park Derby dibuat dari material 100% polyester daur ulang. Tiap panel di jersey ini dijahit atau dikampuh pipih (flat seam). Jersey ini juga telah menggunakan teknologi  dri-fit untuk mengontrol kelembaban.

  
Blacktab authentic jersey ini terletak di pojok kiri bawah jersey. Karena jersey ini teamwear, tidak ada yang khusus pada blacktab original dari jersey PSM Makassar ini. Teamwear Nike Park Derby ini dijual seharga $29.99 di beberapa web. Dari PSM sendiri menjualnya seharga 450ribu pada awal rilis dan sudah lengkap full patch, termasuk nameset.
Share:

LokaleJersey feat. CeritaJersey - Video Review Jersey Pre Season Borneo FC 2019

Simak video review jersey pre season Borneo FC dari @lokalejersey feat. @ceritajersey di bawah ini.

Share:

Pesut Etam - Borneo FC 2019 Pre Season Jersey

Dua tahun terakhir, banyak klub di Liga Indonesia meluncurkan jersey pre season, yang mana digunakan sebelum menghadapi kompetisi utama. Jersey-jersey tersebut dikenakan saat kompetisi pra musim seperti Piala Presiden, Piala Gubernur Kaltim, dan bahkan yang teranyar, digunakan di kompetisi Piala Indonesia. Borneo FC termasuk salah satu tim yang meluncurkan jersey pre season di musim 2019 ini. Meski jersey utamanya telah diperkenalkan di pekan terakhir Liga 1 2018, ternyata jersey pre seasonnya tidak kalah ciamik. Yuk kita cek detail jerseynya.

Aksi Finky Pasamba dalam laga Piala Indonesia 2018 menghadapi PSS Sleman (15/02/2019). Borneo FC menang 1-0 dlam pertandingan leg pertama di Stadion Segiri melalui gol tunggal Lerby Eliandry. Photo by: @borneofc.id

Para pemain Borneo FC kompak menyatukan tekad dalam pertandingan leg kedua 16 besar Piala Indonesia 2018 di Maguwoharjo, Sleman (20/02/2019). Hasil imbang 0-0 cukup mengantarkan Borneo FC lolos ke babak perempat final. Photo by: @borneofc.id

Name & number set yang ada di bagian belakang jersey anyar Borneo FC untuk pra musim 2019. Di dalamnya terdapat gambar pesut mahakam, ikan yang menjadi ikon kota Samarinda, Kalimantan Timur. Photo by: @borneofc.id

Setelah musim 2018 menjadi satu-satunya tim yang disupport oleh Nike di Liga Indonesia, di 2019 ini Borneo FC kembali membuat gebrakan. Sebelumnya, di pertandingan akhir Liga 1 2018, Borneo FC telah menggunakan seragam resmi untuk musim 2019. Tidak ada lagi logo Nike di jersey tersebut. Borneo FC menggunakan self apparel dari Nabil Husein, Presiden Borneo FC, yang bernama NH Project. Responnya cukup positif, begitu pula saat Borneo FC melaunch jersey pramusimnya untuk 2019. Logo NH di jersey ini sendiri bermaterikan flock. Soal harga, jersey dibandrol 250ribu dan dapat diperoleh di @borneofcstore. Plus nameset menjadi 315ribu.

@borneofc.id tetap menggunakan warna kebesarannya, oranye, untuk jersey pra musim 2019 ini. Rencananya, jersey terkait akan digunakan sepanjang turnamen pra musim 2019, yaitu Piala Indonesia 2018 dan Piala Presiden 2019. Berbeda dengan jersey template yang diprovide Nike dan berwarna oranye polos, jersey pra musim ini tampak lebih meriah. Terdapat sublimasi motif zigzag dengan warna oranye yang lebih gelap di seluruh bagian jersey. Menurut klub, jersey baru ini mengkombinasikan sejarah dan masa depan klub dengan desain yang atraktif dan inovatif. Aksen putih di bagian kerah & lengan jersey juga membuatnya makin cantik. Yang menarik lagi, jersey pra musim ini memiliki sponsor. Berbeda dengan teaser jersey utama untuk Liga (yang diperkenalkan di pekan 34 Liga 1 2018), sponsor di jersey ini lebih colourful. Jersey pra musim Borneo FC menggunakan bahan kain 100% polyester. Oh iya, jangan lupa simak vlog collabs @ceritajersey & @lokalejersey untuk jersey @borneofc ini di channel bang spidey ya 😁😁😁

Logo Borneo FC menggunakan print & cut untuk jersey pra musim. Ada nama "Pusamania" di dalamnya, karena memang pada awal berdirinya (7 Maret 2014), klub bernama lengkap Pusamania Borneo FC. Pusamania sendiri adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasan Borneo FC yang bermarkas di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Di dalam logo juga terdapat ikon kota Samarinda, Pesut Mahakam.

Bagian kerah jersey menggunakan rib polyester dan berwarna putih. Di dalamnya terdapat slogan khas Borneo FC: Manyala. Hal ini menggambarkan semangat berkobar para pemain dalam berjuang demi kejayaan Samarinda. Jargon Manyala ini juga tampak sangat cocok dengan seragam tempur terbaru Borneo FC di di pra musim 2019 ini.

Patch sponsor Borneo FC di jersey dipasang dengan teknik print & cut. Di jersey yang diperkenalkan untuk musim 2019, warna logo sponsor monokrom dengan jersey. Untuk pra musim ini, logo lebih colourful, tidak jauh berbeda dengan di jersey 2018.

Bagian lengan mungkin yang terbaik di jersey ini. Menggunakan rib polyester, pemain tidak perlu pasang karet lagi supaya jersey lebih ketat di lengan. Ketika dipakai, jersey lebih pas menyesuaikan lengan pemakai. 

Di sepanjang samping jersey, terdapat pori-pori sebagai sirkulasi udara yang terbuat dari bahan jalan erbin polyester. Senada dengan warna kerah dan lengan, kombinasi warna putih ketiganya cukup cocok diterapkan di jersey Borneo FC yang berwarna utama oranye.

Washing tag jersey Borneo FC merupakan bagian yang menurut admin menarik diperhatikan. Ada yang masi ingat kontroversi washing tag Salvo beberapa musim lalu? Di jersey ini, kembali Borneo FC seolah mengajak ngobrol kita sebagai pemilik, "Cuci kalo udah kotor jangan takut rusak. Ini bukan barang tiruan apalagi bajakan!". Tidak banyak klub yang seinteraktif ini dalam hal cuci mencuci.

Patch authentic di jersey ini menggunakan material satin UV, tampak simpel dan elegan disajikan oleh NH Project.

Overall, jersey pra musim 2019 dari Borneo FC ini cukup menggebrak dari segi desain dibanding musim lalu. Baik jersey untuk outfield player dan goal keeper memiliki warna yang eye catching. Tentu hal ini sayang untuk dilewatkan para kolektor, apalagi ini produk pertama NH Project yang dijual umum. Patut dinanti bagaimana kualitas jersey untuk Liga 1 2019 nanti dari Borneo FC & NH Project.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels