Sinergi dalam Batik Kawung - Persis Solo 2019 Home Jersey


Persis Solo baru saja meresmikan kembalinya mereka ke Stadion Manahan Solo pada pertandingan Sabtu (15/02/2020) lalu dengan menghadapi Persib Bandung. Jersey pre season 2020nya yang dibesut oleh DJ Sport cukup apik dengan konsep yang tertata. Eits.. tapi kita ga bahas jersey 2020 dulu ya di artikel ini. Kita selesaikan dulu list jersey 2019 lalu. Hehe..

Persis Solo nyaris melaju ke babak 8 besar liga 2 musim 2019 lalu setelah mengumpulkan poin yang sama dengan peringkat 4 klasemen Wilayah Timur (Mitra Kukar). Sayangnya, karena aturan urutan peringkat ditentukan oleh head to head (setelah poin), Persis Solo harus menempati posisi 5 dan melewatkan lagi kesempatan promosi ke musim berikutnya. Selama musim 2019 Persis tidak berhomebase di Solo, melainkan di Madiun dikarenakan Stadion Manahan yang masih direnovasi. Photo by: @official.persissolo 

Jersey home Persis Solo musim 2019 masih berwarna merah dan mengkombinasikannya dengan motif batik kawung. Seluruh motif dan warna di jersey ini merupakan sublimasi, hanya bagian logo klub saja yang bermaterialkan TPU dan blacktab berupa polyflex. Seluruh jersey yang digunakan di musim 2019 dirilis pada 16 Juni 2019 di Stadion Wilis, Madiun, bersamaan dengan launching skuad Persis Solo untuk Liga 2.

Persis Solo merilis jerseynya dalam dua versi: replika & authentic yang masing-masing dibandrol 250ribu dan 375ribu. Untuk authentic sendiri dikemas dalam boxset hitam berlogo Persis dan bertuliskan julukan klub: Laskar Sambernyawa.

Dalam boxset jersey ini juga disertakan sertifikat keaslian yang ditandatangani oleh Bogi Dirgantara, CEO dari apparel Saestu. Terdapat harapan bagi klub yang akan berusia 96 tahun di 2019 ini untuk memiliki tekad kuat dan pantang menyerah supaya menang di setiap laga yang dijalani.

Jersey Persis Solo bisa didapatkan di Saestu Apparel dan Xtreme Radiance yang merupakan partner resmi klub dalam penjualan merchandise. Gimmick lain yang disertakan dalam paket jersey authentic ini adalah stiker klub, apparel Saestu, serta Xtreme Radiance. Satu “merchandise” lain adalah gantungan kunci acrylic berlogo Persis Solo.

Saestu masih menjadi apparel klub untuk tahun 2019 lalu setelah pada 2018 lalu untuk pertama kalinya muncul ke publik. Logo apparel di sini berupa sublimasi printing.

Logo klub untuk versi authentic berbahan TPU, bahan yang lagi “in” di logo-logo klub Liga Indonesia musim 2019. Yang menarik untuk Ceritajersey adalah latar logonya, yang berupa peta Surakarta. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Persis Solo adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Surakarta.

Ada tiga logo sponsor yang terpampang di jersey musim ini: perusahaan milik owner Persis (Sigid Haryo Wibisono): PT. Syahdana Properti Nusantara (SPN) dan PT Kalimasadha Nusantara dan satu lagi merupakan perusahaan publik di bidang energi terintegrasi: Medco Energi. Penempelan sponsor yang sedikit ini sengaja untuk memberikan kesan minimalis pada jersey, jadi hanya sponsor yang benar-benar mau memberikan dana besar saja yang menjadi partner Persis Solo. Seluruh logo sponsor di jersey ini juga berupa sublimasi printing.

Warna putih dan garis emas pada bahu jersey ini bukan kain yang berbeda atau pilihan warna jahitan. Keduanya juga merupakan sublimasi printing pada jersey

Kerah jersey menggunakan model V-neck dengan variasi. Aksen emas kembali muncul di bagian ini, dengan tambahan ornamen neck tape bertuliskan Persis Solo. Slogan “Made With Pride” dipilih oleh Saestu untuk jersey Persis 2019. Btw soal sizingnya, hati-hati saat membeli. Ceritajersey menggunakan ukuran 3XL (56 x 76). Ukuran L yang biasanya dipilih Ceritajersey hanya sebesar 50 x 70. Jadi, kalian paling tidak harus menaikkan 2-3 ukuran ke atas.

Patch Liga 2 terletak di lengan kanan pada jersey ini.

Motif batik kawung terletak di bagian dada dan sisi kiri & kanan jersey. Jahitannya tampak masih kurang sempurna, dan kembali lagi, motif batik di sini hanya berupa sublimasi, bukan kain mesh yang biasanya digunakan sebagai “ventilasi” jersey. Motif batik kawung ini dipilih untuk melambangkan Persis Solo yang bersinergi dengan Stadion Manahan. Fyi, tribun Stadion Manahan Solo juga menggunakan motif batik kawung jika dilihat menggunakan birdview . Batik Kawung sendiri sudah menjadi salah satu budaya khas Solo dan juga Indonesia.

Persis Solo yang juga merupakan salah satu klub pendiri PSSI ini berulangtahun yang ke-96 pada tahun 2019 lalu. Logo perayaan yang berwarna emas ini disublimasi di bagian belakang, di bawah kerah jersey.

Nameset Persis Solo adalah hal unik lain yang ada pada jersey ini. Nomor punggungnya diletakkan di atas nama pemain. Sayangnya, warnanya “ngangkat”. Jadi warna merah jersey seolah-olah tembus ke polyflex putih yang menjadi NNS jersey.

Material jersey ini adalah kain drifit mtiis, terlihat dari motif zigzag pada permukaannya. Bahan ini cukup umum digunakan juga di jersey-jersey Liga Indonesia karena memang mudah menyerap keringat sehingga cocok digunakan sebagai pakaian olahraga.

Blacktab jersey berupa polyflex dan memiliki semacam nomor produksi. Jika kita lihat foto di atas, sepertinya jersey ini merupakan hasil produksi urutan ke-130.

Hangtag jersey terletak di bagian kerah dan memiliki stiker hologram Persis Solo. Slogan “Bangga Beli Original” dituliskan di bagian atas, kembali mengajak para suporter untuk selalu membeli produk asli klub.

Sebagai salah satu tim besar di bumi Mataram, jersey ini cukup dalam makna dan filosofinya walaupun banyak bagiannya yang hanya merupakan sublimasi. Harapan pada jersey ini juga masih harus ditunda karena Persis Solo belum mampu untuk promosi ke kasta tertinggi di tahun 2019. Semoga di 2020 kesempatan ini tiba dan tidak lama lagi kita bisa melihat duel tim para pendiri PSSI di Liga 1. Tetap semangat, Persis Solo!
Share:

Pangeran Biru - Persib Bandung 2019 Home Jersey


Setelah jalan-jalan ke Persib Store, tentu Cerita Jersey akan membedah detail dari jersey home klub kebanggaan warga Bandung ini (maafkeun baru sempet L ). Btw yang mau beli, sekarang (saat artikel ditulis) masih dijual versi authenticnya di Persib Store. Harganya cukup terjangkau, sekitar 250rb.

Persib Bandung finish di posisi ke-7 klasemen akhir Liga 1 2019 lalu setelah meraih 13 kemenangan dan 12 kali hasil imbang dalam 34 pertandingan.  Sedikit penurunan prestasi dari musim sebelumnya yang menempatkan klub di posisi 4 klasemen akhir. Photo by: @persib_official

Persib merilis jersey musim 2019-nya pada 11 Mei tahun lalu di Hotel Savoy Homann, Bandung. Warna jersey kandangnya tentu masih dominan biru, yang dikombinasikan dengan warna yang lumayan unik bagi Persib: kuning. Sempat ramai kontroversi karena warna kuning ini, ternyata pemilihan ini memiliki makna tersendiri. Kuning merupakan salah satu warna turunan dari logo Persib yang sudah identik dengan logo kota Bandung. Jadi, unsur warna tersebut dianggap menjadi kekhasan tersendiri dan dituangkan di bagian kerah supaya jersey tampak lebih segar. Seluruh jersey pemain outfield Persib Bandung menjadi satu-satunya jersey klub di Liga 1 2019 yang bermodel polo (berkerah dan berkancing). PSIS juga berkerah, namun hanya di jersey away. Jika diperhatikan lebih detail akan terdapat siluet wajah Maung (harimau) di bagian depan jersey Persib yang muncul dari perpaduan garis-garis dan sablon. Secara umum, tema yang diangkat  adalah culture, yang memunculkan identitas dari nilai-nilai dan kebudayaan Sunda dan Jawa Barat. Achmad Gunawan masih menjadi desainer untuk jersey Persib Bandung musim 2019. Pada awal rilisnya, jersey ini dibandrol seharga 500ribu (authentic/player issue version)

Logo Persib Bandung di jersey player issue menggunakan bahan yang berbeda (lagi) dari musim-musim sebelumnya. 2017 kita ingat Persib menggunakan flock dan 2018 lalu menggunakan rubber 3D sebagai bahan dasar logo. Apa lagi yang baru di sini? Coba perhatikan simbol ® di kanan bawah logo Persib.  Simbol ini berarti menunjukkan baha logo Persib Bandung sudah menjadi Registered Merk atau merek terdaftar. Langkah bagus yang layak diapresiasi, karena dengan hal ini Persib telah dilindungi hak-haknya sebagai pemegang merk. Hati-hati nih yang niru atau ngejiplak…

Sportama masih menjadi apparel untuk jersey Persib Bandung 2019. Hanya saja, logo “S”nya tidak lagi tampil di bagian depan jersey, melainkan di lengan.

Persib Bandung merupakan tim yang kuat secara finansial. Pada saat launching tim Mei 2019 lalu, mereka bahkan memiliki 18 sponsor untuk musim 2019. Hal yang wajar dimana di era saat ini klub dituntut untuk berjalan profesional. Persib juga tidak hanya memiliki skuad senior untuk “dihidupi”. Ada tim diklat, U-16, U-17, U-18, U-20, plus tim yang bermain di Liga Putri. Di level Liga 3 Jawa Barat pun mereka memiliki tim satelit: Maung Anom. Di jersey yang @ceritajersey beli, terdapat perubahan logo untuk salah satu sponsor klub, Gojek, yang baru saja meresmikan logo “Solv”nya pada Juli 2019 lalu.

Jersey ini bermodel raglan dan terdapat sablonan motif berbentuk logo Sportama (atau rantai?) di sepanjang bahu. Logo sponsor “Pria Punya Selera” masih bertahan di bagian kiri-kanan jersey ini, meneruskan kerja sama dari 2018.

Kain yang digunakan jersey ini memiliki tekstur yang unik. Seperti Persib mendevelop kainnya sendiri sama seperti Persebaya dengan croco-microdotnya. Di jersey Persib, lubang-lubang atau meshnya merupakan kombinasi selang-seling bintik kecil dan besar yang terlihat pada garis-garis vertikal jerseynya. Garis-garisnya bukan sublimasi, tapi memang dari kainnya pun sudah seperti itu. Niaaat.

Rib di ujung lengan memadukan warna kuning & biru dengan pas, begitupun dengan melarnya yang fit di lengan. Sesuai dengan jerseynya sendiri yang juga slimfit. Cocok buat yang mau pamer otot nih.. hahaha

Di dalam kerah, makin ditegaskan tuh mengenai larangan pembajakan/piracy. Sejalan dengan “Registered Merk” di logo Persib tadi. Tema jersey yang terkait dengan Jawa Barat juga ditunjukkan dengan simbolisasi peta provinsi di samping logo klub. Tak lupa, #GoPersi86o yang merupakan perayaan ultah klub ke-86 juga dipasang di bagian dalam kerah. Ingat ya, karena ini slimfit, beli jersey yang satu ukuran di atas ukuran normal kalian.

Bagian kancing pada kerah bertuliskan “Persib 1933”, menunjukkan tahun berdirinya Persib. Ga perlu takut hilang nih buat kancingnya, karena jersey ini juga menyediakan cadangan kancing di bagian dalam. Di dekat kancing ini juga terselip unsur merah putih yang merupakan bendera Indonesia. Hal ini untuk mewakili para suporter Persib yang menyebar di seluruh daerah Indonesia. Dengan slogan #GoPersi86o dan #Ngahiji (Bersatu), maka konsep jersey ini hal tersebut dibuat sebagai satu kesatuan.

Bagian belakang jersey Persib tetap bertuliskan julukan klub, “Pangeran Biru”. Hanya saja, jika tahun lalu tulisannya terletak di atas nomor punggung, kali ini dipindahkan tepat di belakang kerah. Hal ini mirip dengan jersey Persib Joma 9 tahun lalu (2010).

NNS Beckham dipilih untuk dipasang di jersey ini. Beckham Putra Nugraha merupakan rising star dari Persib Bandung. Dipromosikan dari tim U-19 Persib yang menjuarai Liga 1 U-19 2018, Beckham langsung mewarisi nomor 7 yang sebelumnya digunakan oleh Atep. Dikutip dari Wikipedia, Beckham menjalani debut resminya di kompetisi Liga 1 2019 saat Persib menghadapi PS TIRA Persikabo (18 Juni 2019) dengan masuk menggantikan Frets Listanto Butuan pada menit ke-79. Beckham juga merupakan pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang bermain untuk Persib dan menjadi salah satu debutan Persib termuda dengan usia 17 tahun, 7 bulan, dan 20 hari saat pertama kali bermain. NNS Persibnya sendiri juga unik, terdapat lubang-lubang dengan ukuran bervariasi disertai logo emas klub di bagian bawah ujungnya.

Tricolore menjadi unsur favorit jersey-jersey klub Liga Indonesia nih di 2019. Persib pun memasukkan pola warna hijau-biru-kuning di bagian tail shirtnya. Tiga warna ini merupakan unsur warna bendera kota Bandung, yang hijau artinya kemakmuran dan kesejukan, kuning berarti kesejahteraan, dan biru berarti kesetiaan.

Di bawah NNS, terdapat unsur kedaerahan lain, yaitu sablon aliran-aliran garis yang membentuk provinsi Jawa Barat. Aliran ini memusat ke tengah, tepatnya Bandung, yang menyimbolkan bahwa bobotoh Persib tidak hanya mengakar di Bandung namun juga ke seluruh Jawa Barat.

Hang tag jersey Persib (dan produk Persib Store lainnya) berbentuk seperti foto di atas dan bertema “Club Culture, Passion, and Pride”.  Logo Persib yang ada juga memiliki fungsi lain, tepatnya bisa kita lepas dan pasang sebagai stiker.

Kancing cadangan jersey terletak di tag bagian dalam, terpisah dari washing tag jersey. Di bagian bawah kancing cadangan ini, tertulis juga letak koordinat kota Bandung. Detail kecil lainnya yang mantab.

Dan akhirnya, tab authentic jersey dari Sportama. Terletak di ujung bawah bagian depan jersey, dengan warna monokrom biru-putih.

Sebagai salah satu pendiri PSSI, jersey Persib Bandung tentu tidak dilewatkan oleh @ceritajersey. Sejarah dan prestasi klub ini membuatnya layak menjadi salah satu tim yang diidolai di Liga Indonesia. Semoga ke depannya prestasi Persib Bandung semakin baik, begitu pula dengan (sebagai kolektor jersey) jersey-jerseynya yang makin ciamik dari waktu ke waktu. Jangan lupa untuk selalu produk klub yang autentik ya. No ori no party!
Share:

Store Visit Episode 4 - Persib Merchandise Store


Setelah sekian lama, akhirnya ada waktu juga untuk @ceritajersey melakukan #StoreVisit ke Persib Merchandise Store. Di periode 21-22 Desember 2019 lalu, tepatnya pada saat libur panjang Natal, admin berkesempatan trip dari Bandung, Jogja, hingga Malang. Tentunya, kita harus menyempatkan diri mampir ke official club store yang ada di masing-masing Bandung & Jogja.

Lokasi Persib Merchandise Store di Google Maps
Hari pertama trip, Cerita Jersey berkunjung ke Jl. Sulanjana no. 17 yang merupakan alamat dari Graha Persib. Terakhir kali main ke sini, tepatnya tahun 2010 lalu (saat beli Persib Joma), Graha Persib belum sebagus saat ini. Bahkan untuk membeli jersey di storenya pun kita hanya melakukan transaksi di bagian dalam kantor yang sederhana. 8 tahun berselang, tepatnya di 11 April 2018, Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, kemudian meresmikan Persib Merchandise Store. Toko yang bertema Sport, Fashion, and Pride ini terletak di lantai dua Graha Persib, di atas Kafe 1933 Dapur Kopi. Kantor manajemen Persib sendiri terletak di lantai 3 gedung ini.
Tangga yang bertuliskan keterangan "penghuni" tiap lantai Graha Persib

Manekin yang berjajar & tersusun rapi ini menjadi hal yang paling diingat ketika masuk ke Persib Merchandise Store. Sekilas mengingatkan kita pada susunan manekin di MU Megastore di Old Trafford ya, hehe.

Semua manekin di sini menggunakan jersey bernameset para pemain, termasuk jersey kiper yang bernameset I Made Wirawan.

Jersey Persib berada di sisi kiri dari manekin tadi, dengan display yang memisahkan segmen jersey player issue dan replika. Koleksinya sendiri masih cukup lengkap, dari jersey home, away, third, hingga kiper. Jersey Persib ini dibandrol seharga 500ribu untuk versi player issuenya (saat awal rilis). Namun kita bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah lagi mengingat Persib Store cukup sering mengadakan promo.

Di bagian lain toko, terdapat segmen untuk outfit-outfit casual seperti sweater dan kaos. Desainnya cukup simpel. Tulisan “Persib.” di atas warna polos putih atau hitam.

Persib juga memiliki lini produk yang terkait dengan pemainnya, seperti t-shirt bergambar Hariono ini. Hariono sendiri akhirnya meninggalkan Persib Bandung di akhir musim 2019 lalu setelah mengabdi selama 11 musim.

Selain kaos dengan tulisan Persib tadi, ada juga kaos lain yang memiliki desain berbeda dengan gambar atau kata-kata yang lebih ilustratif. Harga t-shirt ini bervariatif, sekitar 100 hingga 120ribuan.

Persib juga menjual jaket bomber seperti foto di atas. Sesuai dengan tema tadi, klub asal Bandung ini benar-benar merambah ke berbagai lini fashion dengan produk-produknya.

Jika ingin mencari produk yang tidak ada unsur-unsur logo klub namun masih kental dengan aroma Persib, polo shirt di atas juga bisa jadi pilihan. Kombinasi garis horizontal biru-putih atau kuning-birunya enak dilihat.

Untuk aksesoris kepala, Persib Store juga menyediakan topi atau snapback. Desainnya bermacam-macam, ada yang bertuliskan “1933” (tahun kelahiran Persib), Nation Wide Persib, hingga angka 86. Angka 86 ini inline dengan “GoPersi86o” yang menjadi tema ulang tahun Persib tahun 2019 lalu. Snapback ini dibandrol di angka 80ribuan.

Di bagian pojok toko ini juga dijual produk-produk berupa tas pakaian. Corak warna birunya serupa dengan jersey Persib 2018 lalu ya.

Masih banyak lagi jenis produk casual dari Persib di merchandise store ini. Di dekat plang “Persib est. 1933” di atas, ada bagian khusus clearance sale. Range harganya lumayan, dari 50ribu sampai 175ribu. Sok atuh kalau mau borong. :D

Nahhhh, ini bagian yang @ceritajersey suka. Ada bagian khusus yang menjual merchandise untuk anak-anak. Buat oleh-oleh ke anak, ponakan, cucu, atau siapapun ituuu yang masih kecil-kecil, produk di sini bisa jadi pilihan. Salah satunya kaos bergambar Si Maung di atas. Lucu juga ya.

Maskot Persib, Prabu, juga tidak ketinggalan dibuatkan merchandise resminya. Salah satu produknya adalah tas bagpack untuk anak-anak di atas. Tas ini dibandrol sekitar 170ribu.

Aksesoris lain yang tidak boleh dilewatkan adalah gantungan kunci atau pin. Varian yang disediakan Persib cukup banyaaak. Dari yang berbahan enamel sampai rubber. Harganya juga cukup terjangkau, tergantung material yang kita pilih. Untuk enamel sekitar 80 sampai 90ribu, dan rubber 35ribu.

Di balik rak gantungan kunci, ada produk-produk stiker. Stikernya juga macam-macam gambarnya. Selain variasi desain logo atau tulisan Persib, tentunya ada Prabu. Sticker Packnya cukup murah, harganya hanya sekitar 22ribu.

Sebagai maskot Persib Bandung, Prabu baru diperkenalkan pada 25 Desember 2018 lalu. Penamaannya diilhami dari nama salah satu raja yang pernah berkuasa di bumi Pasundan, Prabu Siliwangi. Adaptasi maung atau harimau sebagai maskot juga untuk menggambarkan bahwa Persib adalah “raja” di antara klub di Indonesia, sesuai dengan representasi harimau sebagai raja rimba. Selain itu, wujud harimau ini juga dipilih sesuai julukan klub, Maung Bandung. Prabu sendiri digambarkan menggunakan jersey Persib berwarna biru dan walaupun wujudnya harimau, maskot Persib ini digambarkan menyenangkan dan enerjik. Boneka maskotnya bisa didapatkan dengan harga sekitar 100ribu.

Seselesainya belanja, jangan lupa bayar di kasir... Btw, untuk mendapatkan harga lebih murah, sebaiknya kalian install aplikasi Persib di smartphone. Setelah registrasi member, kita bisa mendapatkan diskon tambahan 10%. Lumayan nih. Oh iya, kalian juga bisa berbelanja online merchandise Persib Bandung di elevenia.

Nah seselesainya belanja, buat ngaso dikit-dikit kita bisa mampir ke kafe yang ada dilantai 1. Sebelum masuk ke dalam 1933 Dapur Kopi, kita akan disambut dengan infografis Persib yang menjadi juara Liga Indonesia 2 kali, 1994/1995 dan 2014. Informasi yang disajikan cukup lengkap, berisi statistik dari babak-babak awal liga hingga final.

Bagian dalam kafe cukup nyaman, kita diarahkan untuk memesan dulu di kasir sebelum mencari tempat duduk dan menunggu pesanan datang. Ada beberapa TV juga yang dipasang menghadap ke berbagai penjuru, memudahkan para pengunjungnya untuk menonton TV.

Di salah satu sisi kafe terdapat pajangan jersey-jersey Persib musim 2019 yang disimpan dalam frame.  Sekilas mirip seperti bench pemain ya di bagian ini.

Desain nomor mejanya manis, monokrom biru putih dengan logo kafe.

Di masing-masing kursi juga terdapat nomor punggung pemain beserta namanya. Seperti di atas, ada kursi bernomor 24 dengan nama Hariono.

Cerita Jersey sendiri order Indomie ayam muter dan es kopi maung. Enak jos gandos, apalagi cuaca di Bandung saat itu hujan. Harga makanan/minuman di sini juga lumayan, yaa standar kafe lah. 36ribu udah dapet indomie seperti di atas plus es kopi (belum PPN yaa). Nice!

Ini salah satu favorit admin. Jadi, pengunjung di kafe ini disediakan buku Annual Report untuk tahun 2018 dari Persib. Kita bisa tahu statistik-statistik Persib di Liga 1  bahkan sampai ke level Pro Elite Academy melalui report ini. Sayangnya, tidak ada informasi laporan keuangan Persib. Wajar sih, mengingat PT. PBB belum IPO jadi tidak ada kewajiban juga untuk mereka mengungkapkan laporan keuangannya ke publik. Patut dinanti nih gimana Annual Report Persib nanti atas performa klub di 2019.

Persib Merchandise Store menawarkan pengalaman yang menyenangkan untuk kita sebagai wisatawan, suporter, atau kolektor dalam berbelanja. Produk-produknya cukup variatif dan harganya terjangkau. Konsep Sport, Fashion, and Pride tadi benar-benar tercermin di store ini. Belum lagi, adanya 1933 Dapur Kopi ini juga menjadi nilai plus bagi keberadaan Graha Persib. Sooo many improvement dari terakhir kali main ke sini 10 tahun lalu. Semoga ada kesempatan lagi ya untuk visit & belanja lagi di sini. Kalian wajib ke Persib Store juga nih kalau pas lagi di Bandung. :D

Disclaimer: harga yang disebutkan di artikel ini bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan lupa cek juga official store Persib di Instagram @persib_officialstore untuk info lebih detail. 
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels