Pangeran Biru - Persib Bandung 2019 Home Jersey


Setelah jalan-jalan ke Persib Store, tentu Cerita Jersey akan membedah detail dari jersey home klub kebanggaan warga Bandung ini (maafkeun baru sempet L ). Btw yang mau beli, sekarang (saat artikel ditulis) masih dijual versi authenticnya di Persib Store. Harganya cukup terjangkau, sekitar 250rb.

Persib Bandung finish di posisi ke-7 klasemen akhir Liga 1 2019 lalu setelah meraih 13 kemenangan dan 12 kali hasil imbang dalam 34 pertandingan.  Sedikit penurunan prestasi dari musim sebelumnya yang menempatkan klub di posisi 4 klasemen akhir. Photo by: @persib_official

Persib merilis jersey musim 2019-nya pada 11 Mei tahun lalu di Hotel Savoy Homann, Bandung. Warna jersey kandangnya tentu masih dominan biru, yang dikombinasikan dengan warna yang lumayan unik bagi Persib: kuning. Sempat ramai kontroversi karena warna kuning ini, ternyata pemilihan ini memiliki makna tersendiri. Kuning merupakan salah satu warna turunan dari logo Persib yang sudah identik dengan logo kota Bandung. Jadi, unsur warna tersebut dianggap menjadi kekhasan tersendiri dan dituangkan di bagian kerah supaya jersey tampak lebih segar. Seluruh jersey pemain outfield Persib Bandung menjadi satu-satunya jersey klub di Liga 1 2019 yang bermodel polo (berkerah dan berkancing). PSIS juga berkerah, namun hanya di jersey away. Jika diperhatikan lebih detail akan terdapat siluet wajah Maung (harimau) di bagian depan jersey Persib yang muncul dari perpaduan garis-garis dan sablon. Secara umum, tema yang diangkat  adalah culture, yang memunculkan identitas dari nilai-nilai dan kebudayaan Sunda dan Jawa Barat. Achmad Gunawan masih menjadi desainer untuk jersey Persib Bandung musim 2019. Pada awal rilisnya, jersey ini dibandrol seharga 500ribu (authentic/player issue version)

Logo Persib Bandung di jersey player issue menggunakan bahan yang berbeda (lagi) dari musim-musim sebelumnya. 2017 kita ingat Persib menggunakan flock dan 2018 lalu menggunakan rubber 3D sebagai bahan dasar logo. Apa lagi yang baru di sini? Coba perhatikan simbol ® di kanan bawah logo Persib.  Simbol ini berarti menunjukkan baha logo Persib Bandung sudah menjadi Registered Merk atau merek terdaftar. Langkah bagus yang layak diapresiasi, karena dengan hal ini Persib telah dilindungi hak-haknya sebagai pemegang merk. Hati-hati nih yang niru atau ngejiplak…

Sportama masih menjadi apparel untuk jersey Persib Bandung 2019. Hanya saja, logo “S”nya tidak lagi tampil di bagian depan jersey, melainkan di lengan.

Persib Bandung merupakan tim yang kuat secara finansial. Pada saat launching tim Mei 2019 lalu, mereka bahkan memiliki 18 sponsor untuk musim 2019. Hal yang wajar dimana di era saat ini klub dituntut untuk berjalan profesional. Persib juga tidak hanya memiliki skuad senior untuk “dihidupi”. Ada tim diklat, U-16, U-17, U-18, U-20, plus tim yang bermain di Liga Putri. Di level Liga 3 Jawa Barat pun mereka memiliki tim satelit: Maung Anom. Di jersey yang @ceritajersey beli, terdapat perubahan logo untuk salah satu sponsor klub, Gojek, yang baru saja meresmikan logo “Solv”nya pada Juli 2019 lalu.

Jersey ini bermodel raglan dan terdapat sablonan motif berbentuk logo Sportama (atau rantai?) di sepanjang bahu. Logo sponsor “Pria Punya Selera” masih bertahan di bagian kiri-kanan jersey ini, meneruskan kerja sama dari 2018.

Kain yang digunakan jersey ini memiliki tekstur yang unik. Seperti Persib mendevelop kainnya sendiri sama seperti Persebaya dengan croco-microdotnya. Di jersey Persib, lubang-lubang atau meshnya merupakan kombinasi selang-seling bintik kecil dan besar yang terlihat pada garis-garis vertikal jerseynya. Garis-garisnya bukan sublimasi, tapi memang dari kainnya pun sudah seperti itu. Niaaat.

Rib di ujung lengan memadukan warna kuning & biru dengan pas, begitupun dengan melarnya yang fit di lengan. Sesuai dengan jerseynya sendiri yang juga slimfit. Cocok buat yang mau pamer otot nih.. hahaha

Di dalam kerah, makin ditegaskan tuh mengenai larangan pembajakan/piracy. Sejalan dengan “Registered Merk” di logo Persib tadi. Tema jersey yang terkait dengan Jawa Barat juga ditunjukkan dengan simbolisasi peta provinsi di samping logo klub. Tak lupa, #GoPersi86o yang merupakan perayaan ultah klub ke-86 juga dipasang di bagian dalam kerah. Ingat ya, karena ini slimfit, beli jersey yang satu ukuran di atas ukuran normal kalian.

Bagian kancing pada kerah bertuliskan “Persib 1933”, menunjukkan tahun berdirinya Persib. Ga perlu takut hilang nih buat kancingnya, karena jersey ini juga menyediakan cadangan kancing di bagian dalam. Di dekat kancing ini juga terselip unsur merah putih yang merupakan bendera Indonesia. Hal ini untuk mewakili para suporter Persib yang menyebar di seluruh daerah Indonesia. Dengan slogan #GoPersi86o dan #Ngahiji (Bersatu), maka konsep jersey ini hal tersebut dibuat sebagai satu kesatuan.

Bagian belakang jersey Persib tetap bertuliskan julukan klub, “Pangeran Biru”. Hanya saja, jika tahun lalu tulisannya terletak di atas nomor punggung, kali ini dipindahkan tepat di belakang kerah. Hal ini mirip dengan jersey Persib Joma 9 tahun lalu (2010).

NNS Beckham dipilih untuk dipasang di jersey ini. Beckham Putra Nugraha merupakan rising star dari Persib Bandung. Dipromosikan dari tim U-19 Persib yang menjuarai Liga 1 U-19 2018, Beckham langsung mewarisi nomor 7 yang sebelumnya digunakan oleh Atep. Dikutip dari Wikipedia, Beckham menjalani debut resminya di kompetisi Liga 1 2019 saat Persib menghadapi PS TIRA Persikabo (18 Juni 2019) dengan masuk menggantikan Frets Listanto Butuan pada menit ke-79. Beckham juga merupakan pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang bermain untuk Persib dan menjadi salah satu debutan Persib termuda dengan usia 17 tahun, 7 bulan, dan 20 hari saat pertama kali bermain. NNS Persibnya sendiri juga unik, terdapat lubang-lubang dengan ukuran bervariasi disertai logo emas klub di bagian bawah ujungnya.

Tricolore menjadi unsur favorit jersey-jersey klub Liga Indonesia nih di 2019. Persib pun memasukkan pola warna hijau-biru-kuning di bagian tail shirtnya. Tiga warna ini merupakan unsur warna bendera kota Bandung, yang hijau artinya kemakmuran dan kesejukan, kuning berarti kesejahteraan, dan biru berarti kesetiaan.

Di bawah NNS, terdapat unsur kedaerahan lain, yaitu sablon aliran-aliran garis yang membentuk provinsi Jawa Barat. Aliran ini memusat ke tengah, tepatnya Bandung, yang menyimbolkan bahwa bobotoh Persib tidak hanya mengakar di Bandung namun juga ke seluruh Jawa Barat.

Hang tag jersey Persib (dan produk Persib Store lainnya) berbentuk seperti foto di atas dan bertema “Club Culture, Passion, and Pride”.  Logo Persib yang ada juga memiliki fungsi lain, tepatnya bisa kita lepas dan pasang sebagai stiker.

Kancing cadangan jersey terletak di tag bagian dalam, terpisah dari washing tag jersey. Di bagian bawah kancing cadangan ini, tertulis juga letak koordinat kota Bandung. Detail kecil lainnya yang mantab.

Dan akhirnya, tab authentic jersey dari Sportama. Terletak di ujung bawah bagian depan jersey, dengan warna monokrom biru-putih.

Sebagai salah satu pendiri PSSI, jersey Persib Bandung tentu tidak dilewatkan oleh @ceritajersey. Sejarah dan prestasi klub ini membuatnya layak menjadi salah satu tim yang diidolai di Liga Indonesia. Semoga ke depannya prestasi Persib Bandung semakin baik, begitu pula dengan (sebagai kolektor jersey) jersey-jerseynya yang makin ciamik dari waktu ke waktu. Jangan lupa untuk selalu produk klub yang autentik ya. No ori no party!
Share:

Store Visit Episode 4 - Persib Merchandise Store


Setelah sekian lama, akhirnya ada waktu juga untuk @ceritajersey melakukan #StoreVisit ke Persib Merchandise Store. Di periode 21-22 Desember 2019 lalu, tepatnya pada saat libur panjang Natal, admin berkesempatan trip dari Bandung, Jogja, hingga Malang. Tentunya, kita harus menyempatkan diri mampir ke official club store yang ada di masing-masing Bandung & Jogja.

Lokasi Persib Merchandise Store di Google Maps
Hari pertama trip, Cerita Jersey berkunjung ke Jl. Sulanjana no. 17 yang merupakan alamat dari Graha Persib. Terakhir kali main ke sini, tepatnya tahun 2010 lalu (saat beli Persib Joma), Graha Persib belum sebagus saat ini. Bahkan untuk membeli jersey di storenya pun kita hanya melakukan transaksi di bagian dalam kantor yang sederhana. 8 tahun berselang, tepatnya di 11 April 2018, Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, kemudian meresmikan Persib Merchandise Store. Toko yang bertema Sport, Fashion, and Pride ini terletak di lantai dua Graha Persib, di atas Kafe 1933 Dapur Kopi. Kantor manajemen Persib sendiri terletak di lantai 3 gedung ini.
Tangga yang bertuliskan keterangan "penghuni" tiap lantai Graha Persib

Manekin yang berjajar & tersusun rapi ini menjadi hal yang paling diingat ketika masuk ke Persib Merchandise Store. Sekilas mengingatkan kita pada susunan manekin di MU Megastore di Old Trafford ya, hehe.

Semua manekin di sini menggunakan jersey bernameset para pemain, termasuk jersey kiper yang bernameset I Made Wirawan.

Jersey Persib berada di sisi kiri dari manekin tadi, dengan display yang memisahkan segmen jersey player issue dan replika. Koleksinya sendiri masih cukup lengkap, dari jersey home, away, third, hingga kiper. Jersey Persib ini dibandrol seharga 500ribu untuk versi player issuenya (saat awal rilis). Namun kita bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah lagi mengingat Persib Store cukup sering mengadakan promo.

Di bagian lain toko, terdapat segmen untuk outfit-outfit casual seperti sweater dan kaos. Desainnya cukup simpel. Tulisan “Persib.” di atas warna polos putih atau hitam.

Persib juga memiliki lini produk yang terkait dengan pemainnya, seperti t-shirt bergambar Hariono ini. Hariono sendiri akhirnya meninggalkan Persib Bandung di akhir musim 2019 lalu setelah mengabdi selama 11 musim.

Selain kaos dengan tulisan Persib tadi, ada juga kaos lain yang memiliki desain berbeda dengan gambar atau kata-kata yang lebih ilustratif. Harga t-shirt ini bervariatif, sekitar 100 hingga 120ribuan.

Persib juga menjual jaket bomber seperti foto di atas. Sesuai dengan tema tadi, klub asal Bandung ini benar-benar merambah ke berbagai lini fashion dengan produk-produknya.

Jika ingin mencari produk yang tidak ada unsur-unsur logo klub namun masih kental dengan aroma Persib, polo shirt di atas juga bisa jadi pilihan. Kombinasi garis horizontal biru-putih atau kuning-birunya enak dilihat.

Untuk aksesoris kepala, Persib Store juga menyediakan topi atau snapback. Desainnya bermacam-macam, ada yang bertuliskan “1933” (tahun kelahiran Persib), Nation Wide Persib, hingga angka 86. Angka 86 ini inline dengan “GoPersi86o” yang menjadi tema ulang tahun Persib tahun 2019 lalu. Snapback ini dibandrol di angka 80ribuan.

Di bagian pojok toko ini juga dijual produk-produk berupa tas pakaian. Corak warna birunya serupa dengan jersey Persib 2018 lalu ya.

Masih banyak lagi jenis produk casual dari Persib di merchandise store ini. Di dekat plang “Persib est. 1933” di atas, ada bagian khusus clearance sale. Range harganya lumayan, dari 50ribu sampai 175ribu. Sok atuh kalau mau borong. :D

Nahhhh, ini bagian yang @ceritajersey suka. Ada bagian khusus yang menjual merchandise untuk anak-anak. Buat oleh-oleh ke anak, ponakan, cucu, atau siapapun ituuu yang masih kecil-kecil, produk di sini bisa jadi pilihan. Salah satunya kaos bergambar Si Maung di atas. Lucu juga ya.

Maskot Persib, Prabu, juga tidak ketinggalan dibuatkan merchandise resminya. Salah satu produknya adalah tas bagpack untuk anak-anak di atas. Tas ini dibandrol sekitar 170ribu.

Aksesoris lain yang tidak boleh dilewatkan adalah gantungan kunci atau pin. Varian yang disediakan Persib cukup banyaaak. Dari yang berbahan enamel sampai rubber. Harganya juga cukup terjangkau, tergantung material yang kita pilih. Untuk enamel sekitar 80 sampai 90ribu, dan rubber 35ribu.

Di balik rak gantungan kunci, ada produk-produk stiker. Stikernya juga macam-macam gambarnya. Selain variasi desain logo atau tulisan Persib, tentunya ada Prabu. Sticker Packnya cukup murah, harganya hanya sekitar 22ribu.

Sebagai maskot Persib Bandung, Prabu baru diperkenalkan pada 25 Desember 2018 lalu. Penamaannya diilhami dari nama salah satu raja yang pernah berkuasa di bumi Pasundan, Prabu Siliwangi. Adaptasi maung atau harimau sebagai maskot juga untuk menggambarkan bahwa Persib adalah “raja” di antara klub di Indonesia, sesuai dengan representasi harimau sebagai raja rimba. Selain itu, wujud harimau ini juga dipilih sesuai julukan klub, Maung Bandung. Prabu sendiri digambarkan menggunakan jersey Persib berwarna biru dan walaupun wujudnya harimau, maskot Persib ini digambarkan menyenangkan dan enerjik. Boneka maskotnya bisa didapatkan dengan harga sekitar 100ribu.

Seselesainya belanja, jangan lupa bayar di kasir... Btw, untuk mendapatkan harga lebih murah, sebaiknya kalian install aplikasi Persib di smartphone. Setelah registrasi member, kita bisa mendapatkan diskon tambahan 10%. Lumayan nih. Oh iya, kalian juga bisa berbelanja online merchandise Persib Bandung di elevenia.

Nah seselesainya belanja, buat ngaso dikit-dikit kita bisa mampir ke kafe yang ada dilantai 1. Sebelum masuk ke dalam 1933 Dapur Kopi, kita akan disambut dengan infografis Persib yang menjadi juara Liga Indonesia 2 kali, 1994/1995 dan 2014. Informasi yang disajikan cukup lengkap, berisi statistik dari babak-babak awal liga hingga final.

Bagian dalam kafe cukup nyaman, kita diarahkan untuk memesan dulu di kasir sebelum mencari tempat duduk dan menunggu pesanan datang. Ada beberapa TV juga yang dipasang menghadap ke berbagai penjuru, memudahkan para pengunjungnya untuk menonton TV.

Di salah satu sisi kafe terdapat pajangan jersey-jersey Persib musim 2019 yang disimpan dalam frame.  Sekilas mirip seperti bench pemain ya di bagian ini.

Desain nomor mejanya manis, monokrom biru putih dengan logo kafe.

Di masing-masing kursi juga terdapat nomor punggung pemain beserta namanya. Seperti di atas, ada kursi bernomor 24 dengan nama Hariono.

Cerita Jersey sendiri order Indomie ayam muter dan es kopi maung. Enak jos gandos, apalagi cuaca di Bandung saat itu hujan. Harga makanan/minuman di sini juga lumayan, yaa standar kafe lah. 36ribu udah dapet indomie seperti di atas plus es kopi (belum PPN yaa). Nice!

Ini salah satu favorit admin. Jadi, pengunjung di kafe ini disediakan buku Annual Report untuk tahun 2018 dari Persib. Kita bisa tahu statistik-statistik Persib di Liga 1  bahkan sampai ke level Pro Elite Academy melalui report ini. Sayangnya, tidak ada informasi laporan keuangan Persib. Wajar sih, mengingat PT. PBB belum IPO jadi tidak ada kewajiban juga untuk mereka mengungkapkan laporan keuangannya ke publik. Patut dinanti nih gimana Annual Report Persib nanti atas performa klub di 2019.

Persib Merchandise Store menawarkan pengalaman yang menyenangkan untuk kita sebagai wisatawan, suporter, atau kolektor dalam berbelanja. Produk-produknya cukup variatif dan harganya terjangkau. Konsep Sport, Fashion, and Pride tadi benar-benar tercermin di store ini. Belum lagi, adanya 1933 Dapur Kopi ini juga menjadi nilai plus bagi keberadaan Graha Persib. Sooo many improvement dari terakhir kali main ke sini 10 tahun lalu. Semoga ada kesempatan lagi ya untuk visit & belanja lagi di sini. Kalian wajib ke Persib Store juga nih kalau pas lagi di Bandung. :D

Disclaimer: harga yang disebutkan di artikel ini bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan lupa cek juga official store Persib di Instagram @persib_officialstore untuk info lebih detail. 
Share:

New Apparel, New Hope - Barito Putera 2019 Away Jersey


Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya dalam artikel Store Visit – Barito Putera Store, klub asal Kalimantan Selatan ini merilis dua jenis jersey: versi player issue dan replika. Versi player issuenya hanya bisa didapat melalui pembelian season card sementara versi replikanya dijual bebas. Nah Cerita Jersey akan membahas detail dari jersey away 2019 versi replikanya di artikel ini.

Barito Putera finish di peringkat 13 klasemen akhir Liga 1 2019 lalu. Memainkan 34 pertandingan, mereka menderita kekalahan sebanyak 13 kali dan sempat berada di papan bawah klasemen sebelum akhirnya bangkit di pertandingan-pertandingan terakhir (meraih 3 kemenangan dari 5 pertandingan). Photo by: @psbaritoputeraofficial

Jersey away Barito Putera menggunakan warna reversal atau kebalikan dari jersey homenya, yaitu hitam dengan aksen kuning di beberapa bagian. Pola gradasi kristal di bagian dada dan lengan sama dengan versi jersey home. Tahun ini merupakan tahun pertama Barito Putera menggunakan self apparel, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Riors dan terakhir Umbro (2018). Kontrak dengan Umbro diakhiri lebih awal karena menurut klub, jersey musim lalu kurang diminati karena harganya yang cukup mahal (pro versionnya  atau level 1 mencapai 600ribu). Akhirnya klub memutuskan untuk memproduksi jerseynya sendiri supaya harganya bisa lebih terjangkau. Satu perbedaan yang paling mencolok dari jersey versi replika dan player issue Barito Putera musim ini adalah material logo klub. Di versi replika, logo klub hanya berbahan printing polyflex, sementara versi player issuenya menggunakan bahan TPU.

Jersey Barito Putera 2019 dalam kemasan plastic bag
Nota pembelian di Bario Putera Store
Jersey ini bisa didapatkan di akun official store klub di shopee atau langsung visit ke Barito Store di Banjarbaru. Jersey dikemas dalam plastic bag dengan logo official merchandise klub. Versi replikanya cukup murah, hanya 250ribu.

Pada 4 Februari 2019 lalu, Pak Hasnuryadi, owner sekaligus manajer Barito Putera sempat berkunjung ke kantor marketing Persebaya dan bertemu dengan Azrul Ananda. Bisa jadi dari diskusi dua tokoh top sepak bola Indonesia itu, Barito Putera akhirnya memutuskan untuk menggunakan self apparel. Sama seperti NH milik Borneo FC, Barito Putera juga menggunakan inisial petingginya, H, dalam logo apparel yang disematkan.

Untuk sponsor di bagian depan jersey tidak banyak perubahan dibandingkan musim sebelumnya.  Logo Jhonlin Group masih berada di sebelah kanan jersey dan logo sponsor utama klub, Hasnur Group, terpampang di bagian tengah.  Keduanya logo ini berbahan printing polyflex

Selain dua logo sponsor di depan jersey, masih terdapat satu logo sponsor di bagian belakang (bawah NNS) yang berbahan cutting polyflex.

Bagian kerah bermodel V-neck dan hanya berisi informasi size jersey. Di versi player issunya, terdapat neck tape bertuliskan “Pride of Banua”. Pride of Banua menandakan bahwa Barito Putera ingin menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

Tulisan “Pride of Banua” di jersey musim 2019 ini muncul lagi di bagian belakang jersey, di atas sketsa sang pendiri klub, alm. H. Abdussamad Sulaiman HB, dan istrinya, almarhumah Hj. Nurhayati. Sketsa ini muncul selama dua musim berturut-turut di jersey Barito Putera.

NNS pada jersey away ini menggunakan warna kuning dengan desain yang lebih personal. Di dalam nomor punggung terdapat garis yang terhubung dengan logo klub di bagian dasarnya. Photo by: @psbaritoputeraofficial

Yang unik dari jersey ini adalah bagian bawah “ekor” atau tail shirt-nya. Jika biasanya gambar di sini berada di bagian dalam, tail shirt Barito Putera justru menghadap luar. Gambar di tail shirt ini adalah perahu khas Banjar, sama seperti yang terdapat di neck tape jersey musim 2018 hanya saja ditampilkan dengan warna berbeda.

Bagian dalam jersey replika Barito Putera 2019
Drifit smash menjadi bahan jersey ini dimana klub menggunakan dua kombinasi warna dasar kain: hitam untuk bagian belakang dan kuning untuk bagian depannya.  Untuk jersey player issue menggunakan drifit chevron seperti yang sudah dibahas dalam artikel Store Visit.

Tab authentic jersey Barito Putera 2019
Hangtag official merchandise klub yang terpasang di bagian dalam kerah
Tab authentic product  berada di bagian bawah jersey ini dan berbahan polyflex. Dibandingkan jersey tahun 2018 lalu (dari Umbro) tentu ada banyak perbedaan pada kedua jersey ini. Namun patut diapresiasi langkah dari klub untuk mulai membesarkan sektor merchandisingnya dengan membuat apparel sendiri. Semoga ke depannya profit dari bisnis merchandise ini dapat memberikan kontribusi positif untuk keberlangsungan Barito Putera, sama seperti halnya dengan Persebaya Surabaya yang telah melakukannya dalam 3 musim terakhir. Makanya, buat kalian para pencinta jersey Liga Indonesia, pastikan untuk selalu beli produk klub yang original yaaa.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels