Laskar Joko Tingkir - Persela Lamongan 2019 Home Jersey

Masih dari histeria dimulainya Liga 1 2019, kita akan menuju Lamongan untuk bedah detail jersey home dari klub Persela, yang mana pada musim 2018 lalu finish di peringkat 13 klasemen akhir. Persela akan mengeluarkan tiga jenis jersey musim 2019 ini: home, away, dan third, yang mana ketiganya akan dilaunching secara terpisah. Yuk kita simak cerita jersey homenya dulu.

Aksi pemain Persela FC, Sugeng Effendi, dalam salah satu pertandingan Liga 1 2019. Persela kembali menggunakan jersey dari apparel Forium setelah pada pramusim 2019 lalu menggunakan jersey teamwear dari Warrix. Photo by @perselafc

Warna biru muda sebagai warna khas dari Persela Lamongan masih digunakan di jersey home musim 2019 ini. Didukung apparel asal Amerika Serikat, Forium, Persela merilis ketiga jerseynya musim ini secara parsial, tentunya jersey home menjadi yang pertama dimunculkan ke publik pada 8 Mei 2019 lalu. Didesain oleh Fajar Ramadhan (@fajarrusalem), Persela musim ini mengusung tema #HeartofBlue. Unsur warna merah, putih, dan hitam yang terkait Joko Tingkir juga masih dipertahankan di jersey sejak musim lalu. Mengenai bahan, Persela menggunakan polyester microfiber untuk jerseynya kali ini, yang harus @ceritajersey akui so far adalah jersey ternyaman di Liga 1 2019. Lembut. Tambahan aksen titik-titik kristal vertikal dari leher ke bawah semakin mempercantik jersey home ini.

Perayaan gol dari para pemain Persela dalam pertandingan persabahatan dengan Persewar Waropen (8/5/2019). Tampak titik-titik kristal di jersey diteruskan hingga bagian belakang. Selain itu, tampak sekilas perubahan desain untuk nomor punggung pemain dibandingkan musim 2018 lalu. Photo by @perselafc

Pembelian jersey Persela ini dikemas dalam shopping bag plastik berlogo Persela di bagian depan dan hashtag OraOriOra di bagian belakangnya. Kampanye #oraoriora ini digunakan oleh Persela untuk penjualan merchandise resmi dan original di Persela Store. Btw soal jersey, harganya cukup terjangkau untuk klub Liga 1, sekitar 245ribu rupiah.

Tidak seperti jersey musim sebelumnya yang mana motif Joko Tingkir mengelilingi kerah, desain motif di musim 2019 hanya melingkari separuh dari kerah bermodel O-neck ini. Fyi, dari keterangan Persela, warna merah marun, putih, dan hitam merupakan motif jubah dari Joko Tingkir. Informasi di size label pun bukan berupa cutting/printing polyflex, melainkan screen printing atau malah sepertinya sublimasi. Size label ini tercetak di tambahan kain yang ada di bawah kerah. Jahitannya cukup rapi sehingga tidak mengganggu si pemakai jersey.

Logo Persela berupa patch woven terletak di dada sebelah kiri. Jika diamati detil, font type di tulisan "Lamongan" nampak berbeda dari logo di jersey pra musim lalu. Di jersey Liga 1 2019 ini, tulisan "Lamongan" lebih sempit spacingnya dan bold. Sebagai klub dari era perserikatan, logo Persela juga memiliki kemiripan dengan logo Kabupaten Lamongan. Keduanya memiliki unsur bintang, ikan lele, bandeng, tempayan batu, dan keris, yang tentu memiliki makna tersendiri.
Forium bekerja sama dengan Persela Lamongan sejak musim 2018 lalu. Dari keterangan saat awal perkenalan apparel, Forium berusaha memenuhi harapan Persela dan fansnya di seluruh dunia dengan memposisikan dirinya sebagai internasional creative sport apparel brand. Logo apparel di jersey ini berupa screen printing.

Satu-satunya motif di bagian depan jersey adalah titik-titik kristal yang memanjang vertikal dari kerah hingga bagian bawah. Kristal ini digambarkan merupakan pantulan dari cahaya matahari ke air, mengingat Lamongan merupakan daerah yang dekat dengan laut. Motif ini sendiri dicetak secara sublimasi di jersey.

Patch sponsor So Nice dan Northcliff di jersey berupa printing polyflex. Tentang So Nice sendiri, brand makanan praktis ini sudah cukup lama terpampang di bagian depan jersey Persela, tepatnya sejak musim 2012/2013.

Kain rib bermotif merah-putih-hitam juga separuh mengelilingi ujung lengan jersey musim ini. Unsur ini semakin menegaskan identitas Persela sebagai Laskar Joko Tingkir seperti julukannya.

Nameset untuk jersey ini bisa diperoleh dengan menambah biaya pemasangan sebesar 75ribu. Berbahan cutting polyflex, ada perubahan di font type name & numbering musim ini, dengan desain khusus dari Fajar Ramadhan. Selain itu, adanya unsur riak air di dalam logo juga menambah kesan unik namesetnya. Kebanyakan jersey di Liga Indonesia memasang logo klub di dalam numbering NNSnya, jadi yang dilakukan Persela di musim ini termasuk hal yang menarik. Riak air ini sendiri masih berhubungan dengan letak geografis Lamongan yang dekat dengan laut.

Teknologi yang disematkan Forium dalam jersey ini disebut CoolExt. Teknologi ini mengklaim cepat menyerap keringat dan menguapkannya. Ada tekstur unik pada kain jersey yang mendukung sirkulasi udara di dalamnya.

Washing tag terletak di bagian dalam jersey dan menunjukkan dengan rinci bagaimana treatment yang disarankan untuk jersey ini dalam bilingual. Keterangan bahwa jersey ini dibuat dari 100% polyester juga ada di washing tag ini.

Jersey ini merupakan produk resmi dari Persela dan dijual melalui Official Storenya. Di era profesional sepak bola seperti saat ini, sangat wajar klub mulai mencari funding dari berbagai macam sektor, salah satunya adalah merchandise. Selain jersey pertandingan, Persela Store juga menjual berbagai produk t-shirt, jersey training, dan beberapa aksesoris lain.

Black tab jersey untuk menunjukkan keaslian produk dari Forium terletak di balik bagian bawah jersey.

In summary, jersey Persela Lamongan ini well-designed dan menunjukkan karakter dari Lamongan, baik dari segi geografis melalui unsur airnya dan semangat juang dari Laskar Joko Tingkir. Harganya yang cukup terjangkau untuk standar klub Liga 1 juga membuat jersey ini semakin worth it untuk dimiliki. Dan seperti yang sudah-sudah, jangan lupa untuk beli jersey orinya untuk mendukung kelangsungan hidup klub. Seperti kata Persela, #oraoriora.
Share:

Store Visit Episode 1 - Arema FC Official Store

Hai, hai.. Setelah beberapa kali kita ulas detail-detail jersey, ada baiknya kita juga main-main nih ke tempat penjualan langsung jersey original dan official merchandise dari klub-klub di Liga Indonesia. Setelah berakhirnya era APBD untuk menghidupi klub-klub sepak bola di Indonesia, mau tidak mau klub yang ada harus memutar otak untuk terus menjalankan kegiatan operasional sehari-hari. Selain mencari sponsor secara mandiri, cara lain yang lumrah dilakukan oleh klub-klub sepak bola adalah menjual merchandise resmi. Kita tidak asing dengan official store milik klub-klub luar negeri seperti Manchester United, Liverpool, Real Madrid, Barcelona, dll. Namun bagaimana dengan klub-klub di Indonesia? Selain toko-toko merchandise yang dikelola oleh suporter, ternyata saat ini lumayan banyak juga klub-klub Liga Indonesia yang memiliki official store sendiri. Sebut saja Bali United, Arema, Persebaya, PSM Makassar yang bermain di Liga 1, bahkan sampai Lampung Sakti yang saat ini bermain di Liga 3. Merchandising ini termasuk sektor yang menjanjikan bagi klub jika cerdas dalam mengolah dan memasarkannya. Penjualan baik melalui online maupun offline, tentu masing-masing memberikan pengalaman yang berbeda-beda bagi tiap customer atau suporternya.

Nah, di edisi pertama rubrik Store Visit ini, Cerita Jersey akan mengajak para pembaca mampir ke Official Store Arema di kota Malang. Yuk mari kita cek, seperti apa sih toko resmi dari klub kebanggaan arek-arek Malang ini? Apa saja produk yang dijual? Pengalaman apa yang ditawarkan? Langsung baca artikel di bawah yaa..

Official Arema Store ini terletak di Jl. Mayjend Panjaitan no. 42 Malang, cukup dekat dengan Malang Town Square dan Universitas Negeri Malang. Dilaunching pada bulan Maret 2018, official store ini tidak hanya berupa toko fisik, melainkan juga ada "Libom Store" alias toko berjalan. Jadi Arema juga memiliki inisiatif untuk "jemput bola" dengan menjual merchandise resmi klub berkeliling ke beberapa spot kota Malang.

Selain store, tempat ini juga menjadi "Kandang Singa" alias markas Arema untuk operasional sehari-hari. Sebelumnya Arema berkantor di Jl. Kertanegara Malang. Diresmikan pada 7 Maret 2018, saat itu manajemen juga memperkenalkan Balsa Bozovic sebagai pemain baru tim dan Ricardo Felipe Navarro sebagai pelatih kiper.

Produk terlaris tentu saja jersey resmi Arema yang digunakan di Liga 1 2019 ini. Terdapat display dari jersey home yang bermotifkan kepala Singa ini. Di musim 2019, Arema bekerja sama dengan apparel asal Spanyol, Munich, untuk memenuhi kebutuhan apparelnya.

Official Store Arema memiliki konsep semi museum, dimana ada beberapa memorabilia klub yang dipajang di dalamnya. Ada beberapa jersey yang dipampang, salah satunya jersey milik pemain Arema, Sunarto.

Jersey sang kapten, Hamka Hamzah, juga ikut dipajang di Arema Store. Jersey third musim 2018 lalu ini terhitung rare dan by the way, jersey bekas pakai atau matchworn yang berada di sini bisa dimiliki oleh suporter Arema alias dijual.

Jersey ikonik lain yang dipasang di tembok store adalah milik AK47 alias Achmad Kurniawan, salah satu kiper legendaris Arema. Jersey ini dikenakan oleh almarhum di laga resmi terakhirnya bersama Arema.

Tidak hanya jersey musim 2019, Arema juga masih menjual beberapa jersey musim lalu saat klub masih bekerja sama dengan apparel Specs. Tampak beberapa stok jersey away berwarna putih yang menjadi salah satu kandidat 100 best jersey Goal.co.id tahun lalu. Reviewnya bisa kalian baca di link ini ya.

Matchworn dari Ferry Aman Saragih saat memperkuat Arema beberapa musim lalu juga dijual di Official Store Arema FC.

Lebih dari itu, masih ada beberapa stok jersey dari masa Arema saat masih disponsori oleh Puma. Sikat cuy mumpung masih ada stok. Sayangnya tidak nampak jersey homenya, hanya beberapa jersey kiper dan sepertinya jersey training.

Nah, tidak hanya jersey, klub-klub di Liga Indonesia juga mulai menjual perlengkapan fashion, baik untuk pria maupun wanita. Tampak polo dan vest dengan brand Arema FC yang dipajang di store. Harganya cukup terjangkau, untuk vest sekitar 250ribuan.

Kaos-kaos untuk suporter dengan desain yang simpel dan menarik pun disediakan oleh store, tentu kental dengan nuansa biru dari Arema FC.

Kaos-kaos bergaya distro ini tersedia dalam berbagai ukuran dan dibandrol di angka 150ribuan.

Dan tidak cuma suporter dewasa, kaos-kaos ini juga memiliki sizing dan desain untuk kids. Harganya juga cukup murah, sekitar 135ribuan.

Tidak hanya kaos berwarna biru, Arema Store juga memiliki beberapa produk yang berwarna merah atau putih. Desainnya tentu masih bertema Arema, contohnya kaos yang bertuliskan "Singo Edan" ini.

Selain atasan, produk berupa trucker dan snapback hat juga disediakan di toko resmi Arema ini. Harganya sekitar 110ribuan.

Masih banyak jenis merchandise lain yang dijual di Arema Official Store, seperti payung, celana, kemeja, jaket, bantal, dll. Salah satu yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh untuk teman atau kerabat adalah aksesoris seperti asbak, pemantik api, gantungan kunci, magnet, dan stiker. Harganya cukup murah, untuk stiker dan key chain berkisar 15ribuan dan magnet sekitar 20ribuan.

Melanjutkan konsep semi museum tadi, memorabilia lain yang dipajang adalah beberapa trofi yang dimenangkan oleh Arema FC selama berkompetisi di Indonesia. Tampak piala dari Copa Dji Sam Soe yang dijuarai oleh Arema FC di tahun 2006.

Trofi paling anyar yang baru-baru ini dimenangkan, Piala Presiden 2019, juga ikut dipajang di Arema Store lengkap dengan boxnya. Pengunjung bisa berfoto ria di spot yang instagrammable ini. Selain dua trofi tadi, juga ada piala-piala lain yang dimenangkan oleh Arema, termasuk saat menjuarai ISL 2009.

Overall, Arema Official Store ini cukup lengkap menjual merchandise resmi milik Arema. Kehabisan stok merupakan hal yang lumrah terjadi dan pasti ada restok lagi dalam beberapa waktu ke depan. Desainnya yang semi industrial juga membuat store ini up to date dengan masa kini. Menurut @ceritajersey, nilai plus atau hal unik dari toko resmi Arema ini ada dua: adanya produk matchworn yang dijual oleh Arema dan spot-spot foto yang memorial dari konsep semi museum Arema. Yang jelas, adanya official store dari salah satu klub besar di Indonesia ini menambah satu lagi list destinasi wisata kita di kota Malang. Jika ada agenda nonton Arema atau sedang berlibur ke Malang, sempatkan beli pernak-pernik resmi Arema di sini. Hal ini juga berarti kita membantu klub secara finansial dengan membeli official merchandisenya.

Disclaimer: harga yang disebutkan di artikel ini bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan lupa cek juga official store Arema di Instagram @aremafcofficialstore untuk info lebih detail.
Share:

Pasukan Ramang - PSM Makassar 2019 Home Jersey

Bisa dibilang, jersey yang digunakan oleh PSM Makassar untuk Shopee Liga 1 2019 ini bukan kaleng-kaleng. Proses pembuatannya cukup panjang (6 bulan!) dan hasilnya benar-benar luar biasa. Tampak klasik namun tetap elegan dan mewah. Patut dinanti apakah jersey ini dapat berperan dalam perjalanan PSM Makassar menuju gelar juara Liga 1 di akhir musim nanti. Namun sebelumnya, mari kita simak detail-detail jersey home PSM Makassar 2019 dalam cerita jersey kali ini.

Skuad PSM Makassar di pekan ketiga Liga 1 2019 menghadapi Tira Persikabo di Bogor. Setelah musim lalu finish di posisi runner up di bawah Persija Jakarta, musim ini PSM Makassar berusaha menebusnya dengan menjadi juara Liga 1. Tekad tersebut tergambar dalam tema jersey musim 2019, yang bermakna mewujudkan kembali masa keemasan bagi PSM Makassar. Photo by: @psm_makassar
 
Perayaan gol para pemain PSM Makassar saat menghadapi Badak Lampung pada lanjutan Liga 1 2019 (24 Mei 2019). Tampak nameset pemain PSM yang berwarna emas, konsisten dengan tema warna jersey PSM musim ini. Photo by: @psm_makassar
 
PSM Makassar masih bekerja sama dengan apparel Umbro untuk musim 2019. Proses pembuatan bespoke jersey ini, seperti dikutip dari interview Ryan Gozali, CEO Umbro Indonesia, dengan kumparan.com, memakan waktu hingga 6 bulan. Warna merah marun dengan kombinasi emas di jersey home diangkat untuk membangkitkan kembali era keemasan PSM Makassar. Desain jersey yang sederhana mengingatkan kita ke era PSM di tahun 1991/1992 dimana PSM menjadi juara Perserikatan. Jersey warna merah marun polos yang dikenakan waktu itu mengantar klub berjuluk Pasukan Ramang ini merengkuh gelar kelimanya di Indonesia. Ditambah dengan aksen warna emas tadi, hal ini semakin menguatkan "kesederhanaan namun sarat makna" yang diusung oleh PSM Makassar. Kearifan lokal berupa kain tenun bermotif juga masih dipertahankan di jersey musim ini. Ada dua versi yang dijual: official jersey pro dan official jersey fans. Jersey pro akan menjadi bahan review ceritajersey kali ini. Jersey ini sendiri dilaunching pada 4 Mei 2019 lalu, bersamaan dengan launching tim, member card, dan sistem e-ticketing PSM Makassar.
 
Jersey home PSM Makassar 2019, baik versi pro maupun fans dapat diperoleh melalui mekanisme pre order di kiostix.com. Cukup unik pengalaman membeli jersey kali ini karena sistemnya yang mirip dengan membeli tiket konser. Informasi yang disampaikan di web kiostix mencakup perbedaan versi pro & fans, lalu kita bisa memilih seberapa banyak order jersey yang akan kita beli. Jersey versi pro dilepas dengan harga 799ribu, sedangkan versi fans di angka 249ribu. Cukup jauh bedanya. Untuk ceritajersey sendiri jersey PSM yang diorder diterima sekitar 7-8 hari dari proses payment selesai dilakukan. Jersey dikemas dalam paket berwarna abu-abu bergambar logo monokrom PSM Makassar dan keterangan bahwa produk yang dibeli asli atau official dari klub.
 
Umbro, yang berulang tahun ke-104 pada 2019 ini, menjalani tahun keduanya sebagai partner dari PSM Makassar. Logo apparel asal Manchester, Inggris, ini berwarna emas dan berupa polyflex yang diaplikasikan dengan heatpress. Btw, di Indonesia, musim ini Umbro hanya bekerja sama dengan PSM Makassar setelah lepas dari Barito Putera dan Bhayangkara FC.
 
Kerah jersey berbentuk V-neck dengan variasi, dimana bagian tengahnya (yang berwarna emas) merupakan kain terpisah dan menjadi penghubung kerah kiri dan kanan. Necktape di bagian dalam juga berwarna emas, terletak di atas size label.
 
Berbeda dari tahun sebelumnya, logo PSM Makassar di jersey pro version musim 2019 berupa rubber patch. Logo PSM Makassar ini terhitung baru karena baru diluncurkan pada bulan April 2017, walaupun sayembaranya sudah dimulai sejak tahun 2015. Menggantikan logo lama yang masih serupa dengan logo Pemdanya, logo baru ini menonjolkan unsur kapal Phinisi di dalamnya. Hal ini melambangkan keberanian dan nilai kearifan lokal seperti kerjasama, kerja keras, ketelitian, keindahan, dan religius. Perisai yang menjadi dasar logo melambangkan kepercayaan diri, keamanan, dan kesentosaan serta menyimbolkan kekuatan & pertahanan yang kuat dari PSM Makassar.
 
Sponsor yang terdapat di lengan kiri jersey juga berupa heatpress polyflex. Ada dua logo di sini: Kuku Bima Ener-G dan Kalla Group.
 
Nah, bagian ini yang paling menarik dari jersey home PSM Makassar 2019. Motif tenun khas Makassar yang ada di jersey ini memiliki tekstur alias bukan sublimasi. Emboss di jersey ini diklaim oleh apparel menggunakan teknik Jacquard, yang jika ditelusur lebih jauh, butuh metode dan mesin khusus untuk "menenun" kain hingga berpola seperti ini. Karakter dari metode ini pun terlihat dari kainnya yang tampak berkilau dan licin, jadi tidak heran jika jersey PSM Makassar cukup ciamik dan elegan untuk versi home 2019-nya.
 
Jersey home PSM ini berpola raglan dan jahitannya cukup rapi sehingga memudahkan lengan untuk bergerak.
 
Ciri khas Umbro berupa logo diamond tampak disusun melingkar di lengan kanan dan kiri jersey. Warna emas masih konsisten diterapkan di sini.
 
Logo sponsor utama PSM Makassar, Bosowa Semen, berada di bagian depan dan tampak cantik dengan warna emasnya. Warna merah marun dan emas seperti kombinasi tepat untuk jersey home PSM musim ini. Material sponsor utama masih berupa heatpress polyflex.
 
Jersey terbuat dari material 100% polyester dan mempunyai daya serap yang tinggi. Hal ini tentu membuat atlet lebih nyaman karena sirkulasi udara di dalam jersey lebih terjaga. Warna emas di bagian belakang bawah jersey bukan merupakan sublimasi, melainkan kain terpisah yang dijahit ke badan utama jersey.
 
Logo sponsor Honda yang tertelak di belakang jersey juga berupa heatpress polyflex berwarna emas.
 
Tag bahwa jersey ini authentic product dari Umbro terletak di bagian samping kiri bawah jersey, sedikit di atas bagian kain yang berwarna emas.
 
Di tahun kedua Umbro bekerjasama dengan PSM ini, Umbro sukses menghadirkan jersey yang klasik namun mewah. Inovasi yang dilakukan seakan membuktikan Umbro benar-benar mendedikasikan diri untuk jersey PSM Makassar di musim 2019. Harganya yang nyaris 800ribu mungkin cukup mahal, tapi bagi diehard fans jersey-jersey tim Liga Indonesia, terutama PSM Makassar, jersey ini wajib dimiliki. Untuk versi fans juga cukup worth it dimiliki dengan harga sekitar 249ribu. Perbedaan mencolok hanya di bahan logo klub dan grafis motif tenun Makassar. Setelah dilepas di Kiostix, sepertinya manajemen juga berencana menjual jersey original PSM di PSM Fest setiap matchday home dan juga official storenya.
Share:

Laskar Wilis - PSM Madiun 2019 Pre Season Jersey

Akhir 2018 lalu diwarnai dengan berita kembalinya PSM Madiun dari tidur panjangnya selama hampir 8 tahun. Saat ini PSM Madiun bersiap mengikuti kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2019 yang rencananya akan digelar pertengahan tahun ini. Di masa pra musim, PSM Madiun bekerja sama dengan apparel asal Bantul, Reds, untuk memenuhi kebutuhan tim dan menyambut perayaan ulang tahun klub ke-90. Seperti apa jersey yang dipersiapkan Reds khusus PSM Madiun di pra musim ini? Yuk kita simak cerita jerseynya.

PSM Madiun merupakan klub sepakbola yang berasal dari Kota Madiun, Jawa Timur dan berdiri pada tahun 1929 menggunakan nama Madioensche Voetbal Bond. Klub ini merupakan salah satu dari 7 klub pendiri PSSI. Setelah lama vakum (sejak 2011) karena beberapa alasan (dan akhirnya dibekukan oleh Ketua Pengcab PSSI Madiun), status PSM Madiun dipulihkan kembali pada Desember 2018 lalu dan bersiap mengikuti kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur 2019. Tampak dalam foto adalah pengumuman kerja sama apparel antara klub dan Reds Bantul untuk menghadapi pra musim 2019 dan peringatan 90 tahun PSM Madiun. Photo by: @official.psmmadiun
 
Jersey PSM Madiun untuk mengarungi masa pra musim 2019 ini berwarna putih untuk pemain dan hitam untuk kiper. Selain pra musim, jersey ini juga digunakan untuk pre match. Bertepatan dengan momentum 90 tahun PSM Madiun, Reds Bantul merilis beberapa produk "90 Years Memorabilia Edition". Peringatan 90 tahun ini juga tampak di jersey dengan adanya sublimasi printing angka 90 yang cukup besar di bagian bahu hingga dada jersey. Reds dengan cantik mengkombinasikan warna putih dengan warna kebesaran PSM Madiun: hitam dan kuning. Selain itu terdapat motif garis-garis diagonal yang memenuhi bagian depan jersey. Manajemen klub sendiri memiliki tema khusus untuk perayaan kembalinya PSM & 90 tahun klub: #ajiningro90 (Ajining Rogo) yang lengkapnya adalah Ajining Rogo soko Busono. Harapannya, di usia 90 tahun ini PSM Madiun dapat menyampaikan pesan kembalinya secara simbolis melalui jersey ini.
 
Pembelian jersey pre season ini di @redsbantul dikemas dalam plastic bag berlogo Reds dan disertai stiker apparel serta logo klub PSM Madiun. Jersey dibandrol dengan harga 159ribu.
 
Logo Reds di jersey berupa flock warna hitam, pas dipadukan dengan jersey putih. Seperti disebutkan manajemen klub dalam rilis resminya, salah satu alasan PSM Madiun menjalin kerjasama dengan Reds Apparel adalah karena prestasinya yang beberapa kali masuk nominasi jersey terbaik nasional bahkan dunia. Namun sepertinya kerja sama ini hanya berlangsung untuk peringatan 90 tahun klub dan pra musim. Patut dinanti apakah Liga 3 Jatim memiliki kebijakan yang sama seperti musim lalu (satu apparel untuk seluruh klub peserta liga).
 
Tulisan "Madiun" di bahu kanan dan kiri jersey berupa sublimasi printing, menegaskan bahwa klub ini berdomisili di Kota Madiun. PSM Madiun memilih Stadion Wilis sebagai homebasenya dan akan menjadi tuan rumah Grup A dalam kompetisi Liga 3 regional Jatim nanti.
 
Logo PSM Madiun di jersey berupa patch woven. Memiliki warna dasar hitam dan kuning, logo klub ditampilkan secara monokrom di jersey ini. Logo PSM Madiun yang terpampang di jersey ini merupakan logo ketiga sejak berdirinya pada 1929 lalu. Sama seperti kebanyakan logo klub era perserikatan, ada unsur logo pemerintahan yang juga diadopsi di logo ini, yaitu Keris Pusaka Tundung Madiun. Di logo kotamadyanya, makna keris yang berwarna hitam ini adalah kejayaan, kepribadian dan sebagai penolak bahaya.
 
Jenis model kerah yang digunakan adalah V-neck dengan jahitan di tengah. Di dalamnya terdapat informasi mengenai size jersey serta logo apparel & klub.
 
Rib di lengan berwarna hitam-kuning, yang mana merupakan warna kebesaran PSM Madiun. Warna ini lekat dengan seragam PSM Madiun (atasan kuning, celana hitam, kaos kaki kuning) dan logo klub sendiri.
 
Reds Bantul sepertinya masih konsisten dengan tema Trustdisional yang telah diusungnya sejak tahun 2018 lalu. Even di tagnya pun Reds juga menerapkan tema yang sama untuk produk PSM Madiun: warna hitam-kuning.
 
Warna hitam dan kuning kembali tampil di bagian samping jersey, di sebelah kain berongga yang berfungsi sebagai lubang "ventilasi" jersey.
 
Di bawah kerah bagian belakang, identitas klub kembali ditampilkan melalui namanya: PSM Madiun.
 
Tab authentic jersey dari Reds berada di pojok kiri bawah jersey.
 
Kembalinya PSM Madiun ke kancah pesepakbolaan nasional dan langsung memutuskan untuk bekerja sama dengan Reds merupakan hal yang harus diapresiasi. Reds yang selalu menghadirkan desain jersey berskala nasional, bahkan internasional, sesuai dengan tagline bangkitnya PSM Madiun #ajiningro90. Harga 159ribu menurut @ceritajersey sepadan dengan detil jersey yang disuguhkan, apalagi pembelian jersey juga berarti kita berkontribusi dalam menyokong finansial klub. Yuk budayakan membeli merchandise resmi atau original demi kelangsungan hidup klub.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels