#WisataBola Episode 3 - Yogyakarta


Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja...

Wisata Bola akhirnya berlanjut lagi... masuk ke episode 3, berkunjung ke kota salah satu klub pendiri PSSI yang lain: PSIM Jogja. Kebetulan sekali, ceritajersey tiba di Jogja beberapa hari sebelum PSIM bersiap memainkan partai final Liga 2 2024/2025 melawan Bhayangkara Presisi FC, yang saat itu belum diketahui dimana venuenya (akhirnya dimainkan di Stadion Manahan, Solo). Tempat pertama yang ceritajersey kunjungi, Wisma PSIM, masih tampak bertebaran karangan bunga ucapan selamat dari para suporter dan sponsor klub. PSIM Jogja akhirnya promosi ke kasta teratas Liga Indonesia setelah hampir 18 tahun bermain di level kedua. PSIM meraih tiket naik kelas ini setelah memuncaki klasemen Grup X babak 8 Besar Liga 2 2024/2025. Hal ini dipastikan via kemenangan tipis 2-1 Laskar Mataram atas PSPS Riau di laga terakhir grup.

Ceritajersey mengucapkan banyak terima kasih kepada @ayodukungpsim yang menemani berkeliling kota Jogja sepanjang sore hingga malam hari. Maklum, sesi Wisata Bola ini baru bisa ceritajersey lakukan di saat free time perjalanan dinas kantor. Di waktu yang cukup sempit sebelum kembali ke Jakarta ini ternyata ceritajersey bersama ayodukungpsim masih bisa visit ke beberapa tempat ikonik dan terkait dengan pesepakbolaan Jogjakarta. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Wisma PSIM, yang di dalamnya terletak juga Monumen PSSI.

Monumen PSSI, atau dulunya bernama Gedung Handeprojo (Soceiteit Handeprojo) ini merupakan gedung dimana federasi sepak bola Indonesia (PSSI) didirikan pada 19 April 1930. Di tempat ini berkumpul wakil dari VIJ (sekarang Persija Jakarta), BIVB, PSM (saat ini PSIM), VVB (saat ini Persis Solo), MVB (saat ini PSM Madiun), IVBM (saat ini PPSM Magelang), dan SIVB (saat ini Persebaya Surabaya) bersama Soeratin Sosrosoegondo mengadakan rapat dan membentuk organisasi PSSI. Barulah pada Kongres Pertama PSSI di Balai Persis Solo (baca Wisata Bola Episode 1), Soeratin dipilih menjadi ketua PSSI pertama. Area ini disebut juga sebagai Monumen PSSI karena adanya patung teratai dengan bola yang terletak di depan gedung. Seniman Jogja, Jayeng Asmoro, membuatnya pada tahun 1955.

Gedung Handeprojo sendiri saat ini kondisinya tidak cukup terawat dibandingkan Balai Persis Solo. Meskipun gedung ini telah direnovasi sejak 2009 bersama dengan kantor PSSI Asprov Jogja, masih tampak beberapa kaca pecah di beberapa tempat. Cukup disayangkan mengingat tempat ini menjadi salah satu tonggak awal sejarah sepak bola Indonesia.


Di area Wisma PSIM ini juga terdapat sekretariat Brajamusti. Brajamusti sendiri adalah akronim dari Brayat Jogja Mataram Utama Sejati. Sebelum ini, wadah untuk suporter PSIM disebut PTLM (Paguyuban Tresno Laskar Mataram). Dikutip dari detik.com, Brajamusti dibentuk pada 15 Februari 2003 di Jogja, dan awalnya merupakan gabungan dari sejumlah laskar seperti Hooligans, Mgr, Cobra Mataram, Dahkota, Baju Barat, Pathuk squad, Cidelaras, dan lain-lain. Total ada 21 kelompok suporter. Brajamusti bersama The Maident saat ini merupakan dua basis suporter terbesar dari PSIM Jogja.

Tak lengkap kalau kita berkunjung ke Wisma PSIM tanpa mampir ke PSIM Store. Official store dari PSIM Jogja ini berlokasi di sebelah Sekretariat Brajamusti. 2019 lalu ceritajersey juga pernah mampir ke sini, tepatnya saat PSIM merayakan anniversary mereka yang ke-90. Kalian bisa baca #StoreVisitnya di link berikut. Tentu saja setelah 5 tahun berlalu, layout store mereka cukup berubah dan menjadi lebih baik. Deretan produk anyar ditampilkan, termasuk jersey tanding & latihan yang PSIM gunakan musim ini. Selain produk dari Apex, tshirt & jaket kolaborasi mereka dengan Russ.co juga menjadi produk yang cukup laris di store.

Di dalam komplek Wisma PSIM ini juga terdapat mess pemain serta kantor dari Asosiasi PSSI Kota Yogyakarta. Signature "PSIM Jogja" yang khas ini terletak di depan kantor tersebut.

Di dalam Monumen PSSI, terdapat relief yang menggambarkan 5 teknik dasar bermain bola: shooting, dribbling, heading, passing, & goal keeping. Terhitung sejak 2009 melalui SK Walikota no. 798/KEP/2009, gedung ini telah tercatat sebagai warisan budaya dan disebut Gedhung Bola PSIM.

Bergeser dari area Wisma PSIM, kita jalan kaki ke stadion Mandala Krida, yang terletak tepat di sebelahnya, masih di kawasan Baciro. Stadion ini menjadi markas PSIM Jogja selama partai kandang di gelaran Liga 2 2024/2025. Stadion Mandala Krida merupakan fasilitas kegiatan keolahragaan milik Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikelola oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Dikpora DIY. Selain sepak bola, beberapa event olahraga seperti sepatu roda, balap motor, atletik, dan kegiatan non olahraga seperti pameran, bazar, pentas musik dan upacara juga diselenggerakan di komplek stadion ini. Stadion ini dibangun mulai tahun 1977 dan selesai di tahun 1984. Dalam sejarahnya, Mandala Krida juga pernah menjadi tuan rumah PON X Jogjakarta. Stadion ini mengalami renovasi besar dari tahun 2012 hingga akhir 2018, menyebabkan PSIM harus berpindah-pindah homebase selama kompetisi. Sebelum berkandang di Mandala Krida, PSIM Jogja menempati Stadion Kridosono yang terletak di area Kotabaru.


Stadion Kridosono sendiri saat ini sudah tidak digunakan lagi sebagai kandang PSIM Jogja. Djokjasche Voetbandbond menginisiasi pembangunan stadion ini pada tahun 1937 lalu. Kasultanan Ngayogyakarta membantu pendanaannya sebesar 9.000 gulden. Stadion Bijleveld menjadi nama awal stadion ini, diambil dari nama Gubernur Belanda yang bertugas di Jogja, Johannes Bijleveld, yang menjabat dari 1934 hingga 1939. Stadion ini memiliki tribun dengan 600 kursi yang dilengkapi dengan atap, ruang ganti pemain, serta toilet. Saat diresmikan pada 1938 lalu oleh Sultan Hamengku Buwono VIII, klub sepakbola Jogja bersama dengan Surakarta mengadakan pertandingan persahabatan untuk pembukaan. Nama stadion berubah menjadi Kridosono saat dilakukan pembukaan kembali di tahun 1950. Nama ini berarti "kepakan sayap". Kridosono memiliki makna sebagai simbol dari semangat, kelincahan, ketangguhan, dan kekuatan. Nama ini juga menjadi harapan bahwa Stadion Kridosono dapat menjadi tempat dimana atlet dan tim olahraga menunjukkan dinamika, perjuangan, dan kegigihan untuk mencapai prestasi. Saat ini Stadion Kridosono banyak digunakan untuk SSB lokal berlatih sepak bola di sore hari.




Satu tempat ikonik lain yang tentu erat dengan PSIM Jogja adalah Tugu Ngayogyakarta atau disebut juga Tugu Pal Putih. Tugu ini dimaknai secara filosofis sebagai pusat orientasi manusia dalam laku sembah dan aktivitas sehari-hari, dengan senantiasa mengingat kebesaran Tuhan sebagai "Sangkan Paraning Dumadi". Tugu Ngayogyakarta ini dibangun pada 1887-1889 sebagai pengganti Tugu Golong Giling yang sebelumnya ada sejak 1755 dan hancur akibat gempa bumi pada tahun 1867. Tugu Ngayogyakarta menjadi salah satu elemen ikonik di logo PSIM Jogja guna menunjukkan identitas dari mana klub berasal. Area sekitar tugu ini juga selalu menjadi pusat klub & suporter untuk merayakan prestasinya, termasuk keberhasilan PSIM saat meraih tiket promosi & menjuarai Liga 2 2024/2025 lalu.

Niat hati berkunjung juga ke Stadion Maguwoharjo & Stadion Sultan Agung Bantul, namun karena hari mulai gelap, @ceritajersey & @ayodukungpsim menuju area Ngaglik, Sleman, untuk menyambangi Omah PSS. Kantor dari klub PSS Sleman ini baru diresmikan pada Desember 2020 lalu oleh direktur utama klub saat itu, Marco Gracia Paulo. Meskipun namanya kantor, tapi bangunannya berkonsep Jawa, dengan adanya pendopo atau rumah Joglo di bagian tengah. Biasanya konferensi pers terkait aktivitas klub dilakukan di area ini. Selain kantor, di area Omah PSS ini juga terdapat PSS Store.

Setelah renovasi, PSS Store tampak lebih cacthy tampilannya & memiliki jam buka lebih banyak, termasuk di weekend (sebelumnya toko tutup di Sabtu-Minggu). Rangkaian produk baru, termasuk jersey PSS Sleman produksi Scorelab, juga banyak tersedia di sini. Jangan tanya jersey DRX yang digunakan klub pada awal musim, tentu sudah tidak adaa :"". Selain jersey anyar, yang paling dicari pengunjung tentu produk kolaborasi mereka dengan CRSL. Brand lokal asal Sleman yang berdiri sejak tahun 2017 ini banyak dikenal  melalui 5 karakter utamanya, Choco, Popo, Pigko, Odin, dan Chilo. Dikutip dari laman resmi klub, project ini diharapkan dapat menemani suporter melalui dunia fashion yang merepresentasikan identitas dan kebanggaan Sleman. Namun sayangnya, jersey PSS x CRSL yang menjadi wishlist ceritajersey ternyata memang sudah sold out. Stiker dan gantungan kunci lucu dari CRSL akhirnya menjadi souvenir penghibur dari kunjungan ke PSS Store ini.

Destinasi terakhir yang dikunjungi adalah store Almer Apparel yang terletak di Umbulharjo, Jogja. Sempat tutup, namun ternyata store kembali buka setelah para karyawan selesai melaksanakan shalat Isya. Apparel ini merupakan partner dari Persiba Bantul di PNM Liga 3 2024/2025 ini. Rangkaian produk klub, dari jersey tanding, polo, tshirt, jaket, hingga perlengkapan latihan & prematch menjadi item apik yang layak dikoleksi. Selain menjual berbagai macam merchandise Persiba Bantul, Almer juga menyediakan berbagai macam produk retail seperti teamwear dan layanan jersey custom. Sebelum dengan Persiba Bantul, apparel ini juga pernah bekerja sama dengan UNY, Giga FC Kota Metro, dan yang sampai level internasional: United City FC, klub sepak bola dari Liga Filipina.

Karena jersey sudah beli online sebelumnya untuk jersey pre season, jaket, hingga jersey tanding klub, di kunjungan kali ini ceritajersey beli official polo shirt dari Persiba Bantul. Lumayan bisa dipakai untuk kerja atau main golf dengan tetap menunjukkan identitas lokal. 😁

Wisata Bola setengah hari ini memang belum bisa mencakup banyak area ikonik terkait sepak bola di Jogja. Masih ada beberapa tempat yang mestinya bisa dikunjungi seperti Lapangan Karang, Lapangan Minggiran, Alun-alun Utara Jogja, hingga Stadion Sultan Agung dan Maguwoharjo. Semoga bisa ke sana di lain waktu ya. Yang penting lagi, selamat untuk PSIM Jogja yang telah menjuarai Liga 2 2024/2025 dan meraih tiket promosi ke Liga 1 2025/2026. Semoga sukses untuk klub ke depannya & terima kasih juga untuk mas Andreas @ayodukungpsim yang telah menemani perjalanan ceritajersey selama di Jogja. Mantabbb mas!

Next, kemana lagi kita?


Share:

#JerseyJawara Liga 4 Seri 2 Jawa Barat 2024/2025 - Patriot Bekasi FC


Liga 4 dari zona Jawa Barat merupakan salah satu liga asprov yang sangat kompetitif. Berbeda dengan Jawa Timur yang juga memiliki banyak peserta, Jawa Barat membagi kompetisinya menjadi dua kasta: Seri 1 & Seri 2.  Tahun 2024 ini ada 24 tim yang berlaga di Seri 1 dan 28 tim yang berlaga di Seri 2. Untuk Seri 2, pelaksanaannya hanya dilakukan dari 5 Desember hingga 28 Desember lalu. Patriot Bekasi FC menjadi juara setelah mengalahkan Persikad 1999 di partai final dalam drama adu penalti.


Patriot Bekasi FC sendiri baru berdiri pada tahun 2024 lalu dan langsung meraih gelar di partisipasinya yang pertama. Tergabung di Grup D bersama Benpica Karawang, Persika Karawang, Bekasi United, dan juga Buaran Putra FC, Patriot Bekasi sukses menyapu bersih kemenangan dalam 4 laga dan mencetak 22 gol. Hal ini membuat Patriot Bekasi menjadi juara grup dan lolos ke 16 besar. Di babak berikutnya, mereka mengalahkan Super Progresif FC 2-0 dan Bandung Barat United dengan skor yang sama di partai perempat final. Di semifinal menghadapi EASGA FC, Patriot Bekasi menang tipis 1-0 dalam pertandingan yang dilangsungkan di Sidolig tersebut. Patriot Bekasi akhirnya meraih gelar juara setelah mengalahkan Persikad 1999 5-4 dalam drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Dengan hasil ini, Patriot Bekasi FC pun meraih tiket promosi untuk bertanding di Liga 4 Seri 1 zona Jawa Barat musim 2025.

HNY Apparel, yang melayani jasa custom printing untuk jersey, menjadi apparel partner untuk Patriot Bekasi di musim 2024/2025 lalu. Apparel yang juga berdomisili di Bekasi ini banyak melayani pembuatan jersey untuk tim-tim fun football lokal bahkan juga beberapa kali menggelar turnamen atau trofeo.

Selain desain jerseynya yang terinspirasi atau bisa dibilang memiliki kemiripan dengan seragam kandang Arsenal 2024/2025, logo klub Patriot Bekasi ini juga menggunakan elemen meriam untuk ikon utamanya. Nama Patriot sendiri merupakan julukan dari Bekasi yang juga sering disebut sebagai Kota Patriot. Julukan ini berasal dari semangat patriotisme rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia di masa lalu. Nama Patriot juga diabadikan di stadion kebanggaan warga Bekasi: Patriot Candrabhaga, yang telah didirikan sejak tahun 1988.

Liga 4 Seri 2 Zona Jawa Barat merupakan kompetisi yang pertama kali selesai diselenggarakan di kasta keempat Liga Indonesia musim 2024/2025. Berlangsung kurang dari sebulan dengan format group & sistem gugur, turnamen ini bisa dibilang sukses dalam pelaksanaannya.

Seluruh elemen dari jersey ini merupakan sublimasi printing, termasuk tab authentic yang ada di pojok kiri jersey ini. Uniknya, Patriot Bekasi FC hanya menggunakan jersey merah ini saja sepanjang berjalannya turnamen. Kombinasi merah-putih-merah dari seragam yang dikenakan klub ini memberikan semangat meledak-ledak layaknya Arsenal. Mungkin Patriot Bekasi juga cocok dijuluki sebagai Meriam Bekasi.

Ceritajersey sendiri memilih untuk menggunakan nameset Danis Rizal Anandri. Pemain bernomor punggung 13 ini menjadi top skorer Liga 4 Seri 2 Zona Jawa Barat 2024 lalu dengan raihan 9 gol. Pemain lain seperti Ridho Abdurrohman juga mendapatkan prestasi sebagai pemain terbaik liga. 

Vini, vidi, vici. Pertama kali join kompetisi & menjuarai. Kisah & prestasi yang dibawanya membuat ceritajersey memberikan nilai 4 dari 5 untuk #jerseyjawara dari Liga 4 Seri 2 Zona Jawa Barat 2024 ini. Selamat, Patriot Bekasi!
Share:

Store Visit - Erspo Showroom


Perilisan jersey anyar timnas Indonesia untuk tahun 2025 sungguh gegap gempita, walaupun hanya dilakukan secara online via media sosial Erspo & timnas. Respon masyarakat pun sejauh ini sangat positif, menyambut desain baru yang rencananya akan mulai dijual ke publik pada Februari 2025 ini. Hal ini sangat berbeda dengan tahun lalu, saat Erspo diperkenalkan pertama kali di ajang runway launching jersey timnas. Pro kontra dan PR besar yang mengiringinya akhirnya siap dituntaskan kali ini.


Nah, sebelum produk anyar timnas ini mulai membanjiri market, mari kita kunjungi gerai Erspo di fX Sudirman untuk melihat & membeli koleksi terkini mereka. Erspo Showroom ini terletak di lantai 7, tepat di depan eskalator. Ada foto besar para pemain timnas ^grafis mural dari Azka Alfi yang cukup mencolok di sisi kiri toko, jadi pastinya temen-temen ga akan salah tempat.






Deretan jersey timnas dengan berbagai spesifikasi tersedia di showroom ini, dengan ukuran yang tentunya mulai terbatas. Jersey Supporter Version home & away masih tersedia dengan harga sekitar 199ribu. Untuk replika, Erspo membandrolnya seharga 599ribu. Jersey dengan tipe tertinggi, player issue, baik home dan away dijual dengan harga 1,29 juta. Jersey goalkeeper seperti yang dikenakan Paes & Ernando pun available di sini.

Ceritajersey sendiri sedang mencari jersey untuk anak, yang sayangnya belum dijual oleh Erspo. Pilihan jatuh ke versi replika untuk wanita (size S) yang ternyata cukup banyak dibeli untuk anak-anak juga. Temen-temen juga bisa pasang nameset di Erspo Showroom, baik nama pemain maupun custom, tarifnya sekitar 250ribu rupiah.


Selain produk jersey, perlengkapan lain pun tersedia juga di sini. Jersey training awal yang memiliki cukup banyak varian warna dijual seharga 499ribu. Midlayer jacket yang banyak difavoritkan kolektor pun masih ada, dibandrol seharga 799ribu.


Sweatshirt yang ikonik dengan garuda merah dibandrol dengan harga 499ribu. Bahannya lembut & tebal, cocok untuk dipakai jalan santai.

Berbagai pilihan warna polo timnas pun juga masih bisa kita beli dengan harga 399ribu. Opsi warna yang tersedia dari red, volt green, hingga light grey.



Tshirt timnas dengan patch garuda di dada & tulisan Indonesia bisa menjadi opsi menarik juga untuk dibeli. Produk ini cukup terjangkau, dijual dengan harga 179ribu.

Untuk melengkapi outfit jersey timnas, Erspo juga menjual menjual celana dan kaos kaki. Masing-masing dijual dengan harga 499ribu & 89ribu.

Nah, untuk angkut semua barang-barang di atas, cocok dimasukkan ke duffle bag timnas warna hitam yang juga keluaran dari Erspo. Produk ini dijual dengan harga 599ribu.




Vibes di Erspo Showroom ini cukup nyaman untuk kita belanja-belanja. Tim yang ada juga sat set menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang produk. Deretan wall of fame yang memajang jersey timnas 2024 menjadi salah satu highlight di toko ini. Well, bisa dibayangkan betapa ramainya bulan depan di Erspo Showroom saat jersey timnas terbaru mulai dijual. Atau malah temen-temen sudah pada beli waktu sesi pre order lalu? Wkwkwk


Yaa, apapun itu pastikan temen-temen tetep beli produk yang original ya. Baik melalui kanal online maupun offline, saat ini official merchandise timnas sudah cukup mudah didapatkan. 🥰👍


Disclaimer: harga yang disebutkan di artikel ini bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan lupa rutin berkunjung ke media sosial & marketplace Erspo untuk update harga & produk.

Share:

Pa'raga - Review PSM Makassar 2024/2025 Home Shirt


PSM Makassar menjadi salah satu dari 6 tim di Liga 1 2024/2025 yang bekerja sama dengan @drxwear sebagai apparel partner. Hal ini sekaligus menyudahi kerjasama klub dengan Rewako yang sudah berjalan selama 2 musim terakhir. Jersey jawara mereka di Liga 1 2022/2023 dan jersey perayaan ultah klub di musim 2023/2024 menjadi produk terbaik yang dirilis oleh Rewako bersama PSM Makassar.



Dirilis pada awal Agustus 2024, jersey anyar PSM Makassar terlihat simple & dinamis, yang justru menjadikannya memiliki kesan mewah. Pemilihan crest yang berupa kapal pinisi serta warna monokrom membuat jersey PSM Makassar musim ini menjadi salah satu yang memiliki desain terbaik. Jersey away mereka menggunakan putih dengan aksen hitam, namun begitu, nameset mereka yang colorful justru memberikan kontras yang unik untuk seragam tempur PSM Makassar ketika jauh dari kendang. Jersey apik ini bisa diperoleh melalui marketplace DRX Wear di blibli.

DRX Wear masuk di industri sepak bola Indonesia sejak musim 2023/2024 lalu saat menjadi apparel baru Dewa United. Semusim berkiprah di Liga Indonesia, musim kedua mereka membuat gebrakan dengan menggandeng 6 klub sekaligus di Liga 1 & 1 klub di Liga 2, PSKC Cimahi. Namun begitu, dari 6 klub Liga 1 ini, hanya tersisa PSM Makassar, Dewa United, Persik Kediri, PSIS Semarang, dan Madura United setelah PSS Sleman putus kontrak dengan DRX beberapa waktu lalu.


Kolaborasi kesenian Pa’raga & harga diri para pelaut Bugis Makassar yang selalu dijunjung tinggi menjadi inspirasi di balik pembuatan jersey home mereka. Dalam booklet yang disertakan dalam boxset jersey player issuenya, dijelaskan bahwa Pa'raga merupakan seni tari akrobatik mengola bola rotan yang merupakan kearifan lokal Makassar yang dimainkan secara berkelompok dengan kerjasama dan kekompakan yang menjadi kunci dari kesenian ini.

Pinisi yang menjadi ikon utama logo klub, sesungguhnya menjadi highlight di jersey PSM Makassar musim ini. Tampil tanpa tameng yang biasanya menyertai, logo klub ini justru terlihat semakin gagah. Dikutip dari booklet jersey, pinisi merupakan armada layar tradisional megah para pelaut Bugis Makassar untuk mengarungi lautan dengan gagah berani. Mereka punya prinsip kuat, "Sekali layar terkembang, pantang bidik surut ke pantai".




Warna marun di jersey utama mereka dipadukan dengan aksen putih & hitam yang tampak serasi sekali ditempatkan di ujung lengan. Penggunaan kain jacquard untuk jersey ini juga memberikan tekstur yang unik di panel kiri & kanan jersey yang berwarna putih. DRX merilis jersey PSM Makassar ini dalam beberapa versi; short sleeve player issue yang ada di batch pertama, lalu player issue dengan boxset berisi seragam, celana, serta kaos kaki, lalu ada juga jersey player issue dengan lengan panjang, dan tentunya jersey SV yang harganya lebih terjangkau bagi suporter.


Aksara lontara atau aksara Bugis bertuliskan Siri' na Pacce masih tertulis di jersey PSM Makassar ini. Ungkapan ini memiliki makna untuk memupuk rasa persatuan & kesatuan, membina solidaritas antara manusia agar mau membantu seseorang dalam berbagai kondisi. Prinsip ini dipegang betul oleh suku Bugis dalam hidup bermasyarakat.



Seperti halnya jersey produksi DRX Wear yang lain, jersey PSM Makassar ini juga memiliki tab NFC yang menjadi fitur unggulannya. Saat kita tap dengan handphone, link verifikasi produk akan ditampilkan di layar gadget kita, memberikan informasi tentang ukuran, musim, warna, serta kategori produk. Hal ini inline dengan tema #LegacyNotPiracy yang dikampanyekan apparel sejak awal musim.

Akhir dari artikel ini, dengan melihat betapa simple dan apiknya jersey home PSM Makassar musim 2024/2025, ceritajersey memberikan nilai 5 dari 5. Andai klub atau apparel juga menyediakan opsi untuk menambahkan nameset dan patch liga dalam pembeliannya, mungkin nilai 6 layak diberikan untuk jersey ini. Best shirt so far di Liga 1 2024/2025.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels