Store Visit - 757 Kepri Jaya FC Store


Yesss, akhirnya ada kesempatan nulis lagi setelah sekian lama. Maafkan ya, kalau ceritajersey jarang banget update artikel di blog beberapa bulan terakhir. Udah mulai kerasa sulit bagi waktunya eiii, wkwkwkwk. Apapun itu alasannya, ceritajersey tetep usahakan untuk sharing rutin mengenai khazanah jersey-jersey klub lokal di Indonesia, baik dikemas dalam bentuk unboxing video, carousel, atau trivia di Instagram ataupun twitter. Yang belum follow, bisa langsung ke @ceritajersey atau x.com/ceritajersey yaa. 

Nah di artikel ini ceritajersey berkesempatan untuk sharing mengenai perjalanan terkini ke salah satu official store klub peserta Liga 3 Indonesia: 757 Kepri Jaya FC. Klub ini merupakan hasil merger antara YSK 757 Karimun dengan Bintang Jaya Asahan di tahun 2017 lalu. Sayangnya, setelah debut di Liga 2 2017, 757 Kepri Jaya terdegradasi di akhir musim. Serdadu Melayu kemudian berjuang kembali untuk promosi dari Liga 3, yang sayangnya misi tersebut belum tercapai hingga akhir musim 2023/2024. 757 Kepri Jaya FC meraih juara Liga 3 zona Kepulauan Riau di musim 2019, 2021, dan 2023/2024.

Papan penunjuk official store 757 Kepri Jaya FC

Official Store 757 Kepri Jaya FC terletak di Blok P Shop House Panasera Batamindo, di Jl. Angsana No. 1, Muka Kuning, Kec. Sei Beduk, Kota Batam. Kalian ketik "757 Kepri Jaya" di Google Maps, lokasi persisnya akan segera ditunjukkan di layar. Untungnya, ada penanda di depan komplek pertokoan ini, yang menunjukkan selain store, office & ticket box 757 Kepri Jaya FC juga ada di sini. Klub sendiri bermarkas di Stadion Gelora Citamas yang berjarak sekitar 18-19 km dari store.

Komplek pertokoan Panasera Batamindo

Store mereka terletak di bagian dalam komplek ini. Jadi kita perlu masuk sedikit mengikuti arah panah tadi, kemudian akan terlihat di pojok terdapat papan bertuliskan "757 Kepri Jaya FC". Logo ikan berwarna kuning-biru yang kita kenal tampak mencolok di bagian depan store.

Bagian depan office & store 757 Kepri Jaya FC

Ceritajersey sendiri datang ke toko mepet dengan jam tutup (sekitar jam 5 sore), nyariiis aja bisa kalian liat sendiri fotonya di atas 😅😂. Untungnya pintu masih terbuka dan ada pegawai klub yang mempersilahkan masuk.

Backdrop foto besar 757 Kepri Jaya FC yang bertanding melawan Timah Babel di Liga 2 2017

Angka 757 di bagian depan Kepri Jaya FC lekat dengan Nurdin Basirun, ketua umum klub yang juga Gubernur Kepulauan Riau di tahun 2016-2019. Tidak hanya untuk nama klub, Nurdin Basirun juga menggunakannya untuk nomor plat beberapa mobilnya. Di biografinya, "Meniti Deburan Ombak" yang ditulis DR Helmi, angka ini bahkan dibahas spesifik di halaman 19 hingga 23. Dikutip dari sini, angka 757 memiliki hubungan dengan Tanjung Balai Karimun. Jika dikonversikan ke dalam angka maka akan sama jumlahnya dengan Tanjung (7 angka) Balai (5 angka) dan Karimun ( 7 angka) “757”. Untuk angka 5, hal ini berkaitan dengan peristiwa yang dialami Nurdin Basirun. Pada usia 5 tahun, Nurdin mengikuti orang tuanya pindah ke Pulau Buru. Angka 5 juga ada dalam tahun kelahirannya, 1957, dan Nurdin Basirun merupakan anak ke-5 dari 14 orang bersaudara. Dengan profesi sebagai seorang guru, tempat tinggal keluarga ayahnya tidak bisa menetap pada satu daerah. Dalam perjalanan dan selalu berpindah-pindah, Nurdin Basirun tumbuh besar, dan menjadi seorang pemimpin. Seperti itulah kira-kira makna angka 757 yang tertuang dalam buku biografi Nurdin Basirun karya DR Helmi.

Deretan signed jersey 757 Kepri Jaya FC dari musim ke musim

Sejujurnya tidak banyak barang saat itu yang tersedia untuk dijual. Toko harus cek stok ke gudang dulu jika kita mencari jersey/kaos yang sesuai dengan ukuran kita. Di dalam store dipajang beberapa jersey home 757 Kepri Jaya FC dari tahun ke tahun yang dilengkapi dengan tanda tangan para pemain. Sayangnya, jersey ini tidak dijual. Produk apparel yang bisa kita beli langsung selain jersey antara lain polo shirt, tshirt, dan topi.

Polo shirt official team 757 Kepri Jaya FC

Jersey kiper 757 Kepri Jaya FC musim 2019

Jersey kiper 757 Kepri Jaya FC musim 2019 ini termasuk barang lucu yang masih on stok di store. Desainnya mengingatkan kita dengan jersey klub PSIM Jogja di musim 2018. Btw sejak go live pada 2017 lalu, klub 757 Kepri Jaya tidak menunjukkan brand apparel apapun di jerseynya. Warna kuning dengan terkadang kombinasi biru tua konsisten menjadi identitas utama klub untuk jersey home.

Tshirt 757 Kepri Jaya FC yang berwarna kuning khas klub

757 Kepri Jaya FC menjadi klub profesional pertama di Kepulauan Riau ini. Sejak launch di 2017 lalu, mereka berhasil menggaet sponsor bahkan hingga durasi kontrak 5 tahun. Tidak kaget jika akhirnya kita bisa melihat berbagai logo seperti Club, Bintan Resort, hingga Indofood yang konsisten tampil di panel depan jersey klub. Batamindo Investment Cakrawala yang selalu menjadi sponsor utama 757 Kepri Jaya FC merupakan pengelola Batamindo Industrial Park yang menjadi kawasan industri terbesar di Pulau Batam.

Deretan topi offical merchandise dari 757 Kepri Jaya FC

Mug berlogo 757 Kepri Jaya FC

Tumbler putih dengan identitas klub Serdadu Melayu

Selain produk-produk apparel tadi, 757 Kepri Jaya FC juga menjual barang seperti mug, luggage tag, dan juga tumbler. Variasi merchandise mereka memang masih sederhana, namun harganya cukup terjangkau. Ceritajersey sendiri membeli topi & luggage tag klub senilai total Rp.110.000. 757 Kepri Jaya FC saat ini bersiap untuk menyambut Liga 3 musim 2024/2025. Tentu saja mereka masih berambisi untuk kembali ke Liga 2 setelah hampir 7 tahun mencoba. Semoga di musim depan hasil manis mereka raih dan mengembalikan mereka sebagai perwakilan Pulau Batam di Liga 2 Indonesia.
Share:

Store Visit - Official Garuda Store


Walaupun timnas menang 1-0 dari Vietnam, ternyata hiruk pikuk dari launch jersey terbaru timnas Indonesia dari Erspo masih berlanjut. Dari persoalan distribusi jersey ke pemegang tiket, filosofi jersey yang dianggap mirip dengan brand identitas salah satu liga di dunia, sampai kelakuan agensi yang membidani desain jersey match timnas, tidak henti-hentinya dibahas di dunia maya. Seru sih.

Kunjungan ceritajersey ke Official Garuda Store di komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno untungnya tidak seramai itu. Suasana store masih sepi seiring dengan berhentinya hujan di Minggu siang. Sambutan pegawai toko sangat ramah menanggapi rencana ceritajersey untuk pre order jersey timnas versi PI. Memang yang available baru versi replika & SV. Stok PI cukup terbatas yang dilepas ke market saat ini. Jersey timnas versi PI dijual seharga 1,3 juta rupiah, dengan replika di angka 599ribu dan SV sebesar 199ribu. 






Produk Erspo selaku apparel anyar timnas yang dipajang di store juga baru beberapa varian hoodie yang dibandrol sekitar 549ribu rupiah. Namun begitu, Garuda Store juga menyediakan beberapa produk fashion lainnya yang tidak kalah menarik seperti baseball shirt, american football jersey, dan tshirt. Baseball shirt bertuliskan "Kita Garuda" ini dijual seharga 350ribu, sementara untuk jersey rugbynya dibandrol di angka 290ribu. Tshirt historis dengan desain line up timnas saat mengalahkan Thailand di final SEA Games 2023 lalu tersedia dengan harga 160ribu.





Aksesoris kecil seperti gantungan kunci, pengharum mobil, gelang, sampai hand fan player juga disediakan Garuda Store untuk para suporter timnas. Dibandingkan sebelumnya, konsep baru Garuda Store kali ini memang tampak lebih fokus. Beberapa tahun lalu saat Garuda Store pertama dibuka, mereka juga menyediakan berbagai jersey klub-klub Liga Indonesia dari Liga 1 sampai Liga 2.

Partner anyar PSSI untuk footwear, Bocorocco, juga menjual produknya di sini. Sepatu kasual mereka tampak didisplay di area tengah Official Garuda Store. 




Garuda Store juga masih menjual limited collection dari timnas Indonesia. Komik "Garuda Squad" dan prangko menyambut keikutsertaan di Piala Asia 2023 lalu tersedia dengan jumlah terbatas di store. Dua produk ini juga sempat diunboxing oleh ceritajersey beberapa waktu yang lalu. Matchday Program Indonesia vs Vietnam juga masih tersisa beberapa eksemplar.





Selain produk-produk di atas, praktis highlight dari semuanya adalah jersey yang dipajang di dekat kasir: jersey home terbaru timnas Indonesia versi replika. Peneraan awal sih jersey replika ini juga menggunakan jacquard sama seperti versi PInya. Logo Garuda menggunakan woven heatpress, namun sayangnya elemen lingkarannya tampak over sampai shield Garudanya sedikit "menggembung". Ceritajersey sendiri masi preorder untuk versi player issuenya. Nanti coba kita bahas di lain waktu yaa. Temen-temen yang ingin main ke Garuda Store, bisa berkunjung ke store mereka di dalam komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno atau di Sarinah.

Share:

Store Visit - ASIOP Merchandise Store



Akhir pekan yang tenang, saatnya menjelajah kembali berburu jersey lokal di sekitaran Jakarta. Ceritajersey jujur baru tau, kalau ASIOP, salah satu akademi sepak bola terbesar di Jakarta & Indonesia ini, memiliki official merchandise store di training ground mereka di Sentul. Bergegaslah ceritajersey menuju sana, sekalian mengagendakan visit Persikabo Store (yang sayangnya ternyata tutup).




Dikutip dari website resminya, Akademi Sepak Bola Intinusa Olah Prima (ASIOP) Apacinti berdiri pada 28 September 1997 sebagai wadah untuk menyalurkan hobi atau bakat dalam sepak bola usia muda. Banyak lulusan ASIOP Football Academy yang berkarir di kompetisi profesional dan menjadi bagian dari timnas & klub di luar negeri. Andritany, Syamsir Alam, Ahmad Jufrianto, Zahra Muzdalifah, dan Airlangga Sucipto merupakan nama-nama alumni ASIOP. Berbagai prestasi telah diraih ASIOP dari tahun ke tahun, termasuk menjuarai Gothia World Youth Cup 2016.




Nah, Oktober 2021 lalu, ASIOP baru meresmikan base anyar mereka di Sentul. ASIOP Training Ground ini seluas 3 hektar dengan fasilitas-fasilitas yang menjadikan mereka memenuhi standar internasional sebagai akademi sepak bola. Hal ini tentu dapat mendukung program-program yang direncanakan oleh ASIOP untuk ke depannya, terlebih ASIOP saat ini juga memiliki klub yang bertanding di Liga Indonesia, ASIOP FC. Sejak 2021, ASIOP FC berkompetisi di Liga 3 Zona DKI Jakarta.






Di komplek training ground, terdapat merchandise store yang menjual beragam pernak-pernik ASIOP serta timnas Indonesia. Berkolaborasi dengan Mills, produk-produk apparel lokal ini turut dijual di merchandise store milik ASIOP. Mulai dari sepatu, jersey olahraga, topi timnas, jaket, dan jersey-jersey timnas keluaran Mills tersedia untuk dibeli customer.




Bersama Mills, ASIOP juga merilis jersey yang dikenakan mereka dari berbagai kelompok umur, termasuk untuk dikenakan di Liga 3 nanti. Jersey mereka dijual seharga Rp.380.000 (tanpa box) dan tersedia versi home, away, bahkan goal keeper.




Selain jersey ASIOP, Mills juga melengkapi etalase produk klub dengan polo, jaket, serta tas punggung.




Topi & gelas bertuliskan House of Champions menjadi pilihan produk dengan tagline menarik dari ASIOP.



T-shirt bertuliskan ASIOP dengan tahun kelahiran mereka, 1997, menjadi salah satu produk yang cukup banyak dihighlight pengunjung. Desain simpel namun berkarakter.


Penggemar pernak-pernik, tentu tidak melewatkan gantungan kunci berlogo ASIOP. Dibandrol seharga 40ribu rupiah, gantungan kunci berbahan rubber ini menjadi salah satu opsi terbaik dari pilihan merchandise ASIOP.



Well, ceritajersey sendiri membeli satu jersey home mereka yang akan dikenakan di Liga 3 mendatang. Di akhir kontrak Mills dengan timnas Indonesia, hal menarik melihat Mills bisa berkolaborasi dengan banyak klub di berbagai kasta Liga Indonesia, dari Liga 1, Liga 2, bahkan di level Liga 3 & sampai level football academy. Untuk ASIOP sendiri, dengan fondasi luar biasa dari mereka di berbagai usia, tidak mengherankan jika nantinya ASIOP dapat melaju jauh di Liga 3. Melihat infrastruktur dan program yang mereka punya, ingin rasanya nanti anak ceritajersey menyalurkan hobi & bakatnya di sini. 🥰

Share:

#WisataBola Episode 1 - Solo

Setelah StoreVisit & MatchdayJournal, satu lagi aktivitas yang jadi rubrik baru di @ceritajersey: #WisataBola. Edisi perdana ini kita coba jalan-jalan di Solo, kebetulan momennya pas dengan libur panjang beberapa hari lalu. Solo sendiri merupakan homebase salah satu klub bersejarah pendiri PSSI, Persis Solo, jadi cukup banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk "napak tilas" jejak sejarah klub di sini. Yang pertama tentu Balai Persis. Bangunan yang terletak di Jl. Gajah Mada nomor 73 ini sempat menjadi kantor Persis dari 1960 hingga 2016. Beragam trofi Persis saat masih bernama VVB tersimpan rapi di sini. Di area bangunan ini juga terdapat Patung Soeratin yang diresmikan pada HUT PSSI ke-30. Patung ini juga telah ditetapkan oleh pemerintah setempat menjadi cagar budaya di Solo. 

Dari sini kita lanjut ke apparel Persis Solo era 2011/2012, Bolamania, yang terletak di Jl. Pangeran Wijil no. 12. Well, sayangnya karena ini hari Minggu, tokonya tutup 🥲. Masih tampak di etalase mereka poster duka cita untuk kepergian pemain Persis saat itu, Diego Mendieta. 

Tujuan berikutnya, kita mampir ke Stadion Sriwedari, tempat bersejarah dimana PON 1 (1948) diselenggarakan. Pembukaan stadion ini di 1933 mempertandingkan Persis Solo & PSIM Jogja. Dua tahun setelah Sriwedari diresmikan, Persis Solo pun meraih gelar perdana mereka di kompetisi Stedenwedstrijden. Di depan stadion Sriwedari, terdapat patung pemain Persis Solo bernomor 16 menggunakan jersey putih. Hal ini pulalah yang menginspirasi desain jersey centenary Persis Solo tahun lalu, dimana Persis Solo menggunakan warna putih sebagai jersey utama di awal pembentukannya.

Sebelum ke Manahan, kita mampir ke Tugu Lilin, tugu yang didirikan dalam rangka mengenang 25 tahun berdirinya Boedi Utomo saat itu (1908-1933). Sejak tahun 1953, tugu ini menjadi bagian dari lambang pemkot Surakarta hingga saat ini. Tugu ini pula yang menjadi unsur utama dari logo Persis Solo, dikelilingi 15 bintang yang merupakan representasi dari 15 klub internal Persis.

Terakhir, kita main ke Stadion Manahan, kandang terkini dari Persis Solo yang baru saja digunakan untuk perhelatan Piala Dunia U-17 beberapa waktu lalu. Berdiri sejak 1998, beberapa klub pernah menjadikan Manahan sebagai homebase, seperti Pelita Solo, Persijatim Solo FC, dan tentu Persis Solo yang berhomebase di sini sejak 2006. Bhayangkara sempat akan pindah homebase ke Solo di tahun 2020 lalu, sebelum Persis memastikan promosi ke Liga 1 setahun berikutnya.

Mengakhiri #WisataBola di Solo, tidak lupa kita belanja kecil-kecilan di Persis Store, mumpung lagi banyak produk baru menyambut imlek. 
Jadi, kota mana yang akan jadi tujuan wisata kita berikutnya? Boleh saran di kolom komentar yaa 🥰



Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels