"Orang telah tahu semua pun tahu Di lapangan hijau Kini telah muncul di ufuk timur Mutiara hitam
Timmo Kapisa Yohanes Auri Dan kawan kawannya Bermain gemilang menerjang lawan Dan selalu menang..."
Bait lagu di atas menggambarkan betapa tangguhnya Persipura Jayapura di tahun 1970an. Tim yang saat ini identik dengan jersey strip merah-hitam ala AC Milan ini menjadi peraih gelar juara terbanyak di era Liga Indonesia dengan 4 trofi. Musim ini, mereka bertekad meraih gelar juara kembali setelah terakhir mengangkat piala pada musim 2013. Sayangnya, baru tiga pekan liga bergulir, pandemi COVID-19 menghentikan kompetisi hingga saat ini. Jersey home terbaru mereka pun baru sempat sekali dipakai di pertandingan resmi.
Persipura Jayapura akhirnya mendapatkan desain jersey terbaru di musim 2020 ini setelah selama dua musim berturut-turut menggunakan corak ukiran Asmat yang sama untuk jerseynya. Warna strip merah-hitam kembali menghiasi jersey home mereka, menegaskan identitas klub asal Papua ini. Meski begitu, dalam sejarah awalnya Persipura menggunakan jersey berwarna kuning dan celana coklat sesuai warna burung Cendrawasih yang telah menjadi simbol di tanah Papua. Warna merah hitam mulai digunakan saat Persipura Plus atau tim Irian Jaya Selection bertanding melawan klub Hitachi (Jepang) pada tahun 1973. Berbeda dengan garis merah-hitam yang pernah dipakai sebelumnya, susunan warna pada jersey musim ini lebih variatif dengan permainan tebal tipis di tiap garis vertikalnya. Dalam budaya orang Papua atau Asmat sendiri, warna-warna ini memiliki arti tersendiri ketika diaplikasikan dalam ukiran atau lukisan mereka. Merah berarti darah yang dilambangkan untuk keberanian. Hitam melambangkan identitas orang Asmat sesuai warna kulit mereka. Dan ada satu warna lagi sebenarnya: putih, yang merujuk pada warna tulang untuk menyimbolkan kesucian. Treatment yang diberikan Specs juga menarik jika dilihat pada jersey away mereka yang bermotif bintang-bintang serta jersey third yang berwarna merah dengan tanda salib hitam besar berada di bagian depan jersey.
Sketsa jersey Persipura musim 2020 saat awal launching dan media penjualannya. Gambar dari @persipurapapua1963 & @divaspapua
Jersey ini bisa kalian pesan di @divaspapua yang menjual official merchandise dari Persipura Jayapura. Harganya sekitar Rp.400.000 dan jika plus nameset maka akan dikenakan biaya tambahan Rp.80.000. Ongkir dari Jayapura ke Bekasi waktu itu sih lumayan ya.. Sekitar 77ribu. Saran @ceritajersey sih kalian order ramai2 supaya ongkirnya ditanggung bareng, hehe.. Tapi beberapa hari terakhir saat artikel ini ditulis, Fisik Sport juga mulai menjual jersey Persipura terkait. Btw Persipura termasuk salah satu tim yang tegas mengenai pembajakan jersey lho. Tahun 2018 lalu, seperti dikutip dari Jawa Pos, Persipura menggelar razia bekerja sama dengan satpol PP dan melaporkan dua pedagang ke SPKT Polres Jayapura karena kedapatan menjual jersey palsu. Hal ini terbilang langka untuk klub di Indonesia. Salut untuk manajemen yang melakukan penertiban seperti ini.
Black tab "Mutiara Hitam"
Di musim 2020 ini, Specs memberikan black tab bertuliskan "Mutiara Hitam" di pojok kanan bawah bagian depan jersey. Sepertinya ini baru pertama kali apparel memberikan "identitas" tertulis untuk Persipura mengenai julukannya. Di awal artikel ini sudah dituliskan penggalan lagu "Mutiara Hitam" dari Black Brothers, band beraliran pop/rock dari Papua. Lagu ini dituliskan oleh Hengky Mirantoneng Sumanti, lead vocal sekaligus gitaris dari band Black Brothers setelah Persipura menjuarai turnamen Piala Presiden Soeharto di tahun 1976. "Mutiara Hitam" menjadi opening song dalam album perdana Black Brothers dan mereka pun menjadi ikon kebanggaan masyarakat Papua hingga saat ini. Sebelumnya, istilah "Pele-Pele Indonesia" digunakan oleh Presiden Soeharto yang kagum dengan permainan tim Persipura saat bertanding melawan Hitachi dan sejak itu, julukan Mutiara Hitam melekat pada klub hingga makin populer setelah Black Brothers merilis lagu legendarisnya tersebut.
Logo Specs di jersey Persipura Jayapura
Klub sempat mendapat kritikan dari para pendukungnya musim 2019 lalu karena jerseynya yang tidak "murni" merah hitam. Akhirnya di musim 2020, saat awal launching jersey pada 22 Januari lalu Benhur Tommy Mano (BTM) selaku Ketua Umum Persipura mengatakan bahwa desain musim ini telah sesuai dengan harapan para Persipura Mania. Beliau juga meminta para suporter setia klub untuk memberikan motivasi yang baik dan selalu mendukung jika bermain di kandang. Bicara tentang jersey, Persipura telah bekerjasama dengan Specs sejak 2005 kemudian berlanjut lagi pada September 2010 silam hingga saat ini. Kerjasama selama lebih dari 1 dekade ini menjadi kerjasama terlama suatu apparel dengan klub lokal di era Liga Indonesia.
Logo klub telah terdapat di Kemenkunham sejak 2013 lalu
Persipura memasang 4 bintang di atas logonya sebagai tanda telah menjuarai Liga Indonesia sebanyak 4 kali: 2005, 2009, 2011, dan 2013. Logo yang telah didaftarkan di Kemenkunham pada tahun 2013 ini diciptakan oleh legenda klub bernama Gasper Sibi. Logo Persipura berada di sebuah frame tiga sisi, yang masing-masing menyimbolkan adat, agama, serta pemerintah yang bersinergi memayungi Persipura. Gambar rumah Karwari yang berada di tengah merujuk pada tempat berlindung masyarakat lokal dan tiga gelombang yang ada di bawahnya menandakan bahwa rumah Karwari ini berada di atas perairan. Di bagian atap rumah terdapat gambar ikan yang menjadi simbol mata pencaharian masyarakat lokal, menggantikan gambar tifa yang sebelumnya terpasang di sana. Perubahan lain yang ada pada logo ini adalah jumlah tiang penyangga rumah yang saat ini ada lima (sebelumnya tujuh), yang menandakan Pancasila sebagai dasar negara. Di bagian samping rumah terdapat unsur padi & kapas yang merujuk pada sila kelima, dengan harapan seluruh penopang klub Persipura dapat hidup dalam kesejahteraan. Oh iya, di versi awal yang dijual di Divaspapua, logo klub menggunakan material sablon polyflex, sementara di versi yang dijual oleh Fisik Sport, materialnya menggunakan rubber on tatami. Logo klub pada jersey yang dikenakan pemain menggunakan material yang sama dengan yang digunakan oleh Divaspapua.
Kerah V-neck untuk jersey Persipura 2020
Kerah jersey ini menggunakan model V-nect dengan warna merah. Jersey ini terasa simetris dengan patch "KukuBima EnerG" di sisi kiri dan kanan bahunya. Garis vertikal hitam yang paling tebal pun berada tepat di tengah ujung kerah jersey ini seakan memotong jersey menjadi 2 bagian yang sama.
Garis bintang di bahu jersey home Persipura 2020
Di bahu, terdapat garis memanjang yang membentuk bintang di bagian ujungnya. Musim ini dua varian jersey Persipura dihiasi dengan unsur ini, bahkan untuk jersey away lebih kentara lagi dengan menempatkan banyak gambar bintang berbagai ukuran di bagian depan jersey.
Dua logo sponsor utama klub di bagian depan jersey
Bank Papua dan PT Freeport Indonesia kembali berkolaborasi menjadi sponsor utama Persipura untuk musim 2020 ini. Total dana yang digelontorkan dari kedua perusahaan ini adalah sebesar 17,5 M per tahunnya sejak 2019 lalu.
Potongan raglan untuk cutting jersey Persipura 2020
Sebagai legenda & masih aktif bermain di klub, tak salah rasanya jika @ceritajersey memilih nama Boaz untuk dipasang di jersey
Name & number set Persipura menggunakan font type berbeda dibanding musim sebelumnya. Jika di musim 2019 lalu warna nomor punggung merupakan gradasi dari putih ke merah, musim ini warnanya lebih tegas ke putih dengan logo kecil Persipura di bagian ujung bawahnya. Dua produk Bank Papua ikut ditampilkan di bawah NNS sebagai bagian dari kontrak sponsorhip dengan klub.
Penerapan direct print to fabric di jersey Persipura 2020
Apa yang menarik lagi dari jersey ini? Meski bagian dalamnya berwarna putih, bukan berarti warna di jersey ini sublimasi lho. Specs menggunakan metode direct print to fabric, yang artinya waktu proses pembuatan kain pun sudah memiliki warna dan grafis sesuai dengan yang saat ini kita lihat. Kurang lebih sama seperti Persebaya dengan kain croconya kali ya.
Xdry, teknologi andalan Specs dalam setiap produksi jerseynya. Tampak juga detail garis-garis hitam di jersey ini yang bermain tebal-tipis sebagai variasi.
Specs tetap menerapkan teknologi Xdry pada jersey musim 2020 ini, yang diklaim dapat membuat si pemakai lebih nyaman sehingga meningkatkan daya tahan serta performanya dengan cara mempercepat "penguapan" keringat.
Garis merah-hitam yang menjadi ciri khas Persipura ditampilkan kembali dengan lebih fresh oleh Specs di musim 2020 ini. Jersey ini juga nyaman dikenakan serta fittingnya pas. @ceritajersey memilih size L dan voila, ternyata memang sesuai. Tambahan tab "Mutiara Hitam" menjadi penegas identitas klub dan memperkuat cerita dari jersey ini. Overall @ceritajersey memberikan rating 4 dari 5 untuk jersey home Persipura Jayapura 2020.
Sebagai penutup, boleh lah kita simak lagu "Mutiara Hitam" dari Black Brothers berikut.
Arema FC memulai kampanye musim ini dengan meluncurkan jersey baru pada 23 Februari 2020 lalu. Bertajuk 10 Years of Victory, jersey ini diperkenalkan sebagai tribute atas kenangan manis mereka saat menjuarai Indonesia Super League musim 2009/2010 lalu. Langsung saja kita simak detail jerseynya.
Di tahun kedua menggunakan self apparel (SEA - Singo Edan Apparel), sepertinya Arema melakukan perbaikan signifikan atas kualitas jerseynya. Dengan konsep yang lebih berbobot, jersey ini ditujukan untuk memperingati peringatan 10 tahun atas prestasi Arema yang meraih gelar juara pada gelaran ISL musim 2009/2010 lalu. Angka 10 ini disajikan dengan angka romawi berupa garis-garis yang saling menyilang di bagian depan jersey. Perpaduan garis gradasi biru tersebut juga disusun dengan baik dan rapi. Lebih dalamnya lagi, filosofi dari jersey ini adalah mengingatkan tim bahwa perjuangan harus dimulai kembali untuk menjadi juara. Warna-warna logo sponsor dibuat monokrom silver sehingga memberikan kesan elegan pada jersey. Hal lain yang membuat jersey kandang ini semakin unik adalah pemakaian kaos kakinya. Klub memilih warna merah untuk kaos kaki merujuk pada hal yang sama yang dilakukan pada saat Arema menjadi juara ISL 2009/2010.
Pada awalnya, penjualan jersey Arema dilakukan dengan sistem pre order dengan waktu yang terbatas. Harga jersey dibandrol sebesar 450ribu rupiah, sementara untuk pemasangan nameset dikenakan tambahan biaya sekitar 50ribu. Menariknya, Arema juga sempat membuka pre order jersey spesial dengan ukuran big size (3XL hingga 5XL). Pembelian di sesi awal ini dikemas dalam boxset yang sama persis seperti penjualan jersey musim 2019 lalu plus merchandise. Ceritajersey mendapatkan box edisi awal-awal ini karena membeli saat pre order. Sebulan kemudian, sekitar April 2020, barulah Arema Official Store merilis packaging khusus untuk #10YearsOfVictory ini. Menurut @ceritajersey sendiri seharusnya hal ini dilakukan sedari awal saat sesi penjualan pertama jika memang tema terkait sudah fix untuk diusung dalam jersey 2020. Btw, saat ini kalian masih bisa membeli jersey Arema ini di official storenya karena sudah ready stock.
SEA Apparel memulai debutnya untuk Arema di pertengahan musim 2019 lalu setelah apparel X Munich bermasalah. Jujur, ceritajersey belum memiliki jersey SEA edisi pertama walaupun sempat visit dan melihat detailnya langsung di store. Namun jika dibandingkan dengan jersey 2019 tersebut, kualitas jersey 2020 jauh meningkat. SEA, yang merupakan singkatan dari Singo Edan Apparel, menggunakan material kain yang berbeda dari sebelumnya, begitupun untuk material logo klub dan sponsornya. SEA sendiri, selain jersey paruh kedua musim 2019, juga berperan untuk jersey yang dikenakan tim putri Arema 2019 dan jersey pre season Arema FC saat Piala Gubernur 2020 lalu.
Logo Arema berbahan 3D TPU
Logo Arema FC pada jersey ini menggunakan material 3D TPU, material yang saat ini umum sekali digunakan oleh klub-klub di Liga Indonesia. Dibandingkan teknik bordir yang digunakan X Munich musim lalu, setidaknya pemasangan logo musim 2020 ini lebih memberikan rasa nyaman untuk para pemain. Warna merah-biru-putih yang dihasilkan pada logo klub juga menjadi lebih kuat di jersey musim ini.
Kerah jersey kandang Arema FC 2020
Kerah jersey ini menggunakan V-neck dengan garis merah di sekelilingnya. Emboss "Arema FC" berada di sisi dalam, di bagian atas neck tape bertuliskan semangat Arema musim ini: Believe in Blue, untuk menyimbolkan kepercayaan pada warna biru (Arema). Uniknya, size label jersey ini menggunakan material yang kurang umum, semacam plastik transparan yang dipasang di bagian dalam kerah. Agak geli sih saat menggunakan jersey ini. Saat ini kebanyakan jersey menggunakan screenprint atau printable polyflex untuk penulisan size di jerseynya.
Pola potongan bahu & lengan jersey
Jersey ini menggunakan cutting raglan yang semakin memberikan kesan gagah saat kita menggunakan jersey. Tekstur material jersey ini juga semakin tampak dengan pemilihan cutting ini.
List merah putih pada cuffs jersey
Di ujung lengan, terdapat rib yang berwarna merah-putih-biru. List merah putih ini untuk menunjukkan semangat nasionalisme dari para pemain Arema FC.
Bagian ujung bawah jersey yang melengkung
Ujung jersey, yang umum disebut hem ini, menggunakan model curve yang mana melengkung dengan bagian belakang sedikit lebih panjang dibanding bagian depannya. Hal ini juga membuat jersey Arema musim ini terlihat semakin modern
Hendro Siswanto, kapten Arema FC, dipilih untuk nameset jersey @ceritajersey
Untuk name & number set, Arema FC bekerja sama dengan Rhinoflex untuk penyediaan materialnya. Tampak nama brand ini terpampang menjadi sponsor di dalam nomor punggung pemain.
Simbol kepala singa di bagian belakang jersey
Sedikit detail lain dari jersey ini adalah adanya simbol kepala singa di bagian belakang jersey, tepatnya di bawah nomor punggung. Simbol ini berbahan rubber yang cukup glossy, sehingga tampak berkilat jika tersorot cahaya. Sebenarnya menarik untuk dicari tahu mengapa peletakan logo ini ada di bagian belakang dan dengan warna yang samar (sama-sama biru).
Tekstur kain airwalk
Bagian dalam jersey yang merupakan kain berwarna biru. Berarti warna biru jerseynya asli... bukan sublim.
Jersey Arema FC 2020 ini berbahan polyester dengan kain airwalk, yang memberikan tekstur unik di bagian depannya. Material ini sepertinya mulai menjadi tren juga mengingat bahan yang sama juga kita temukan saat review jersey PSCS Cilacap musim 2020 ini. Untuk bagian samping jersey, apparel memakai drifit jala erbin karena karakter "lubang"nya yang cukup besar sehingga umum dipakai sebagai "ventilasi". Pemain Arema sendiri berkomentar bahwa jersey mereka musim ini cukup ringan, dingin, dan nyaman dipakai di badan.
Authentic black tab jersey Arema 2020
Black tab woven di bagian pojok kiri bawah menunjukkan keaslian jersey ini. Dipasang menggunakan teknik heat press, warnanya yang keperakan konsisten dengan tema monokrom dari jersey kandang Arema 2020 ini.
Hang tag official merchandise dari Arema FC
Agak tricky menilai jersey ini dari perspektif @ceritajersey. Kualitas jersey dari SEA mengalami peningkatan signifikan dari musim sebelumnya, begitupun dengan kerjasama bareng Rhinoflex yang memberikan support untuk NNSnya. Harga dari jersey ini cukup tinggi compare dengan jersey yang menggunakan kain sejenis, walaupun memang ada beberapa perbedaan terutama dari segi bahan logo klub atau sponsor. Gimmick yang ditawarkan pada awal penjualan (mengenai boxset) sayangnya tidak konsisten dan berubah hanya dua bulan setelah diluncurkan. Jadi, @ceritajersey memberikan rating 4 dari 5 untuk jersey kandang Arema FC musim 2020 ini.
Semakin maraknya self apparel untuk klub-klub di Indonesia memperlihatkan bahwa mereka semakin aware dengan tingginya nilai dari bisnis merchandising di liga ini. Jika diiringi dengan peningkatan kualitas dari tahun ke tahun dan katrol harga yang wajar dari klub, bisa jadi hal ini akan bertahan lama dan akan memberikan manfaat baik bagi klub, suporter, dan stakeholder lainnya. Yang penting kita sebagai suporter dan tentunya kolektor jersey, tetap dukung klub kesayangan kita dengan selalu membeli produk originalnya. Akhir kata, salam satu jiwa.
Selamat Ulang Tahun, Persita Tangerang! Tim kebanggaan Kabupaten Tangerang ini merayakan hari jadinya yang ke-67 tahun pada 9 September 2020 lalu. Persita memang baru diakui oleh PSSI pada 9 September 1953 walaupun, seperti dikutip dari situs resminya, klub ini telah lahir sejak 19 April 1940 dan resmi berdiri pada 15 September 1945. Tanggal 9 September disepakati bersama sebagai hari jadi setelah adanya musyawarah dengan para pengurus Persita.
Tahun 2020 ini, dengan semangat yang baru setelah merebranding logonya di awal musim, sayangnya Persita harus merayakan gempita ulang tahunnya yang ke-67 dalam masa pandemi COVID-19. Hal inilah yang mendasari manajemen untuk mengusung tema Selebrasi dari Hati, dengan harapan perayaan ulang tahun klub ini tetap dapat dirasakan oleh pada suporter dan elemen klub walaupun sedang dalam masa yang kurang mendukung. Persita Tangerang sendiri saat ini telah kembali ke Liga 1, setelah di akhir musim 2019 lalu mereka menjadi runner up Liga 2.
Mengikuti jejak beberapa klub Liga Indonesia, Persita merilis jersey spesial dalam rangka perayaan ulang tahunnya yang ke-67 ini. Warna ungu tentu tetap diusung karena inilah identitas Persita Tangerang. Klub juga menambahkan elemen batik khas Tangerang di sisi bahu serta pattern modern di sisi belakang sebagai perpaduan antara budaya tradisional dan semangat modernisasi. Jika kita lihat lebih detail lagi, di bagian depan juga terdapat pola marbles, yang sebenarnya merupakan representasi dari aliran sungai Cisadane. Yesss... Julukan Persita "Pendekar Cisadane" berasal dari nama sungai ini. Keinginan & harapan Persita untuk maju dan berkembang dari anniversary ini ditunjukkan melalui grafis panah ke atas yang menutup sebagian pattern sungai Cisadane tadi.
Persita merilis jersey anniversary ini dalam jumlah yang sangat terbatas, hanya 100 pcs. Distribusi penjualannya dilakukan melalui media sosial @persitastore_official serta website resmi klub persitafc.com. Klub merilis jersey ini dalam dua varian: jersey only yang hanya seharga 499.000, dan paket boxset seharga 567.000 yang di dalamnya termasuk sertifikat keaslian serta 2 masker Persita. Saat launching lalu, Persita bahkan menghadirkan kiper Annas Fitranto dan sang kapten, Hamka Hamzah, masing-masing selama 67 menit, dalam launching jersey ini di Persita Store dan menyapa para supporter yang datang langsung.
Istimewanya Persita, baik jersey versi authentic maupun Supporter Versionnya, semuanya menggunakan material 3D TPU untuk logo klub. Jersey anniversary ini pun demikian. Sepertinya klub memang sengaja melakukan hal ini untuk menjaga "keistimewaan" logo barunya supaya tetap elegan. Seperti yang kita ketahui, di awal musim 2020 ini Persita melakukan perubahan logo setelah selama 66 tahun lamanya mereka mempertahankan logo lamanya. Sayembara desain logo baru klub telah dimulai sejak September 2019 lalu dan mencapai klimaksnya pada Desember. Dua finalis, Ade Santani dan Dani Nugraha, lalu menjalani workshop dan berkolaborasi melahirkan logo baru yang kita lihat saat ini.
Logo baru Persita Tangerang sendiri tetap memasukkan unsur benteng & obor yang telah ada sejak logo sebelumnya. Unsur obor menggambarkan nyala semangat para pemain untuk selalu memberikan prestasi terbaik sekaligus merepresentasikan api yang selalu menerangi langkah Persita. Sementara benteng, yang sudah menjadi identitas utama daerah Tangerang, merepresentasikan kokohnya semangat atas perjuangan para peman Persita dan menggambarkan pertahanan terbaik saat menghalau serangan musuh atau lawan. Dua unsur tadi (obor dan benteng) berada di dalam sebuah perisai yang dianalogikan sebagai bentuk kegigihan serta ketahanan saat menghadapi banyak ancaman dan bahaya. Perisai ini dikelilingi dengan garis emas yang mewakili keinginan klub untuk selalu meraih prestasi terbaik. Warna ungu tetap dominan di dalam logo ini untuk menunjukkan kemewahan, kebijaksanaan, kekuatan, dan ambisi Persita Tangerang. Logo klub yang baru ini diimplementasikan ke seluruh apparel serta merchandise Persita.
Logo perayaan ulang tahun Persita ke-67
Tema ulang tahun Persita ke-67, Selebrasi dari Hati
Di ulang tahunnya yang ke-67 ini, Persita mengusung tema Selebrasi dari Hati. 2020 sebenarnya tahun yang luar biasa untuk klub karena mereka akhirnya kembali ke kasta tertinggi pesepakbolaan Indonesia, Liga 1. Namun di masa pandemi seperti saat ini, klub memprioritaskan kesehatan & keselamatan seluruh elemennya sehingga mengajak serta para pendukung untuk merayakan kejayaan ini dengan berdoa dari rumah masing-masing. Unsur perayaan ini disajikan oleh klub melalui printable logo "67" di sisi depan serta cutting polyflex hashtag #SelebrasiDariHati di bagian belakang jersey.
Kerah jersey anniversary berwarna magenta dengan collar rib
Sesuai warna khas klub, jersey anniversary ini juga sesungguhnya menggunakan warna ungu, hanya saja cukup banyak variasi yang digunakan. Misalnya di bagian kerah, walaupun sekilas kita melihatnya sebagai pink, namun kerah yang bermodel V-neck ini menggunakan warna magenta atau fuchsia yang juga masih turunan ungu. Kerahnya menggunakan collar rib sehingga cukup enak dipakai, sementara tulisan "Persita" berjejer rapi di necktapenya. Tagline klub "Satukan53mangat" tertulis di atas size label. Angka 53 dalam kata "semangat" ini merujuk ke tahun lahir Persita, 1953.
Motif batik Tangerang "Gerbang Wareng" pada bagian bahu jersey
Paduan unsur modern & tradisional dalam jersey ini terlihat jelas dengan adanya motif batik Tangerang yang bernama "Gerbang Wareng". Batik ini biasanya juga disertai dengan motif utama ayam wareng yang merupakan fauna endemik khas Kabupaten Tangerang. Fyi, ayam wareng juga menjadi maskot baru dari Persita Tangerang musim 2020 ini, berdampingan dengan Mat Peci. Warna ungu di bagian batik ini berselang-seling dengan variasi warna ungu lainnya hingga menjadi indigo di lengan jersey. Jersey ini menggunakan cutting raglan ya sehingga cukup enak ketika dikenakan, terutama untuk pergerakan lengan.
Angka 1953 di lengan kiri jersey, menunjukkan tahun kelahiran klub
Angka 2020 di lengan kanan jersey, menunjukkan tahun klub merayakan ulang tahun ke-67
Di kiri & kanan lengan jersey terdapat polyflex tahun berdirinya Persita (1953) serta tahun perayaan ke-67 klub di 2020. Detail yang menarik untuk memperlihatkan peruntukan atas perilisan jersey ini.
Motif aliran sungai Cisadane & panah ke atas
Di sisi bawah jersey, seperti yang sudah dijelaskan di awal, terdapat pola marbles untuk menunjukkan aliran air sungai Cisadane dipadu dengan ilustrasi panah ke atas yang menunjukkan semangat klub untuk maju dan berkembang. Pola yang sama juga berada di belakang, hanya saja untuk bagian ini ilustrasi aliran air tadi dipadu dengan pola polkadot yang lebih modern.
Bagian dalam jersey
Warna-warna di jersey ini merupakan sublimasi printing jika kita lihat sisi dalamnya. Menggunakan polyester dalam kain drifit nike (pori-porinya seperti lubang jarum), jersey ini nyaman untuk dipakai. Sizingnya slimfit, sehingga kalau @ceritajersey boleh sarankan sih pakai size yang lebih besar dikit. @ceritajersey sendiri nyaman di size XL untuk jersey ini.
Blacktab authentic jersey ini menggunakan material polyflex
Persita Tangerang menerapkan blacktab yang sama untuk seluruh produk merchandisenya musim ini dan rencananya akan berubah terus tiap tahunnya untuk menghidari pemalsuan produk. Sejak musim lalu, klub yang pernah meraih posisi runner up Liga Indonesia 2020 ini sudah menggunakan self apparel untuk memenuhi kebutuhan timnya
Aksen magenta di samping bawah yang menambah manis jersey ini berdampingan dengan motif polkadot di bagian belakang
Overall @ceritajersey memberikan rating 4 dari 5 untuk jersey spesial perayaan ulang tahun Persita Tangerang yang ke-67 ini. Produk ini merupakan yang pertama kali bagi klub dalam rangka merayakaan anniversarynya. Klub juga mampu menjelaskan cerita yang mereka usung secara jelas dalam desain jersey ini, tanpa melupakan kualitas bahan yang mereka gunakan. Harga sekitar 499ribu (untuk versi non boxset), walaupun mungkin cukup mahal, namun dibuat dengan sangat terbatas: hanya 100 pcs. Jadi limitasinya cukup terjaga di sini. Sebenarnya bisa lebih baik lagi jika per jerseynya memiliki serial number sendiri-sendiri.
Saat ini, rasanya tiap tahun klub di Liga Indonesia akan mulai secara rutin merilis jersey-jersey perayaan khusus seperti halnya Persita ini. Hal yang baik untuk klub karena tentunya hal ini dapat menambah pemasukan kas mereka selama para suporternya sadar & mau untuk membeli produk original. Di era industri sepak bola seperti sekarang memang sektor merchandise menjadi salah satu "penopang hidup" klub di samping hak siar televisi & ticketing. Jadi, yuk lah mari sama-sama kita dukung klub kita tercinta dengan selalu membeli official merchandisenya yang original.
Sekali lagi, selamat ulang tahun Persita Tangerang. Semoga apa yang dicita-citakan tercapai dan klub bisa terus maju dan berkembang. Satukan Semangat!
Jersey yang akan @ceritajersey bahas weekend ini bukan lah jersey bola, tapi masih berkaitan dengan olahraga yang kita sukai semua. Island of Gods (IOG) merupakan eSports team milik juara bertahan Liga 1 2020, Bali United, dan menjadi klub sepak bola pertama di Indonesia yang memiliki tim eSports sendiri. Akhir Juli lalu, IOG meluncurkan jersey anyarnya dan mulai dijual secara resmi pada akhir Agustus kemarin. Seperti apa penampakannya? Ayo kita simak bersama.
Jersey yang diperuntukkan bagi gamers ini memiliki warna tridatu khas Bali, dengan hitam sebagai warna utama dan lengan kanan-kiri berwarna merah & putih. Di bagian dada terdapat semacam warna belang-belang hitam gelap-terang yang tergradasi sampai bawah, yang mungkin bisa diasumsikan sebagai deburan ombak (koreksi jika salah yaa), mengingat di video launchingnya IOG menampilkan kecantikan pulau dewata dimulai dari adegan ombak di tepian pantai. Desain jersey ini sukses menampilkan sesuatu yang berbeda dibanding dengan jersey utama Bali United 2020. Meski begitu, aura "Bali" masih terasa di jersey Island of Gods 2020. Bahan jersey ini menggunakan polyester, dengan beberapa logo yang menempel berupa printable polyflex dan beberapa lainnya cutting. Warna-warna pada jersey ini merupakan sublimasi.
Video perkenalan Island of Gods
Logo IOG pada jersey
Bali United mampu melihat peluang emas melalui strategi marketingnya di 2019 lalu. Dengan perkembangan eSports yang luar biasa di kalangan milenial, mereka membentuk tim sendiri yang menjadikan mereka sebagai klub sepak bola pertama yang memiliki tim eSports di Indonesia. Hadirnya Island of Gods ini resmi diumumkan oleh media sosial Bali United pada 6 Februari 2019. Saat Initial Public Offering (IPO) saham Bali United pun, klub mengajak serta para personil IOG di Bursa Efek Indonesia. Prestasti IOG pun tidak main-main. Pada tahun 2019 lalu, mereka berhasil menjuarai kompetisi Free Fire Asia Invitational setelah mengalahkan 12 tim lainnya dari berbagai negara. Selain Free Fire, IOG juga memiliki divisi Mobile Legends, PUBG Mobile, PES (Pro Evolution Soccer), serta FIFA.
Logo Bali United pada jersey IOG. Tanda bintang juga ikut terpasang lho
Kata "Burn" pada jersey diikuti dengan garis merah putih
Dilihat dari perkenalannya tahun lalu, IOG sudah banyak menampilkan unsur api dalam dalam posting-posting awalnya. Warna merah menyala dalam logo IOG pun berasal dari nyala api. Jersey IOG 2019 bahkan bertema api: keep our inner flames alive dan ditandai dengan marking api di lengan kanan & kiri. Di tahun 2020, IOG kembali mengusung hal yang sama: ready to burn, bring the fire. Hashtag #IOGburn mulai digunakan sejak paruh kedua 2019 dan kata "BURN" akhirnya disematkan di jersey IOG 2020, diikuti garis memanjang ke bawah berwarna merah dan putih. Tulisan burn beserta nyala api di jersey ini berupa cutting polyflex dan garis merah putih tadi merupakan sublimasi.
Video launching jersey Island of Gods 2020
Potongan raglan jersey IOG 2020
Jersey ini menggunakan cutting raglan sehingga cukup nyaman bagi kita untuk menggerakkan lengan. Wajar jika ini penting, mengingat gamers pasti sangat aktif saat memainkan handheldnya menggunakan tangan. Btw IOG ini juga memiliki beberapa sponsor lho. Dari OVO, smartfren, BOS Bengkel Mobil, CBN Fiber, dan tentu: YCAB Foundation.
Jersey IOG 2020 menggunakan kerah round neck
Kerah jersey menggunakan round neck. Yang patut disayangkan, size label di bagian dalamnya masih menggunakan model tag lama sehingga cukup risih di belakang leher ketika digunakan. Kalau mau sih tinggal dipotong rapi aja bagian tag ini.
Nama tim tertulis di bagian belakang. Menariknya ada kesamaan dengan jersey Bali United 2020: siluet atap I Wayan Dipta
Di bagian belakang, tertera sublimasi printing nama tim ini: "Island of Gods" yang juga berarti Pulau Dewata. Di bagian atasnya, sama seperti jersey home Bali United 2020, terdapat siluet atap stadion I Wayan Dipta, yang menjadi homebase klub.
Bagian dalam jersey IOG 2020
Tambahan kain di bagian kerah dalam untuk menutupi bordiran siluet atap I Wayan Dipta
Seperti sudah disebutkan di atas, jersey ini menggunakan material polyester yang cukup nyaman digunakan, apalagi jika kita duduk berjam-berjam depan laptop atau memainkan game di handheld kita. Yang harus diperhatikan sebenarnya adalah sizing jersey ini. Ceritajersey membeli ukuran XL (sama seperti jersey Bali United 2020) dengan asumsi ukurannya akan sama. Ternyata... jersey IOG cukup besar. Lebarnya mencapai 56 cm dengan panjang 75 cm. Pro player dari IOG sendiri banyak menggunakan size L. Jadi ketika jersey ini mulai dijual, jelas saja "golden size" ini langsung sold out. 😅. Di bagian dimana terdapat bordiran siluet atap I Wayan Dipta, jersey ini dilapisi lagi dengan kain sehingga mengurangi risiko "risih" dengan jahitan tadi.
Material promo jersey dari Island Of Gods (@iogesports)
Jersey ini dijual dengan harga 185 ribu dan saat ini bisa didapatkan melalui Bali United Store. Untuk pembelian online, kalian bisa coba alternatifnya ke Reds Jersey Bali, karena baru mereka yang menjualnya via platform online. Melihat desain dan kualitasnya, jersey ini layak diberikan rating 4 dari 5 oleh Ceritajersey. Harga terjangkau, kualitas, serta desain khas dan inline dengan jersey utama Bali United membuatnya worth it dan pantas mendapat rating tersebut. Satu-satunya yang perlu diperbaiki mungkin mengenai sizingnya. Hati-hati salah ukuran ya.
Hang tag berhologram official merchandise Bali United
Langkah "bisnis" dari Bali United ini menjadi pionir di klub-klub bola Indonesia. Dengan memperluas cabang olahraga yang mereka geluti ke eSports, sepertinya memang sasaran "konsumen" mereka akan segera terpikat dengan Bali United. Selain Bali United, beberapa klub ligina lain saat ini sudah mulai aktif di dunia eSports, seperti PS Sleman, PSM Madiun, Persikabo Bogor, dan yang akan lanching dalam waktu dekat adalah Persija Jakarta. Ditambah lagi, pada Rapat kerja Nasional KONI Pusat lalu (25-27 Agustus), Kemenpora dan KONI telah secara resmi mengakui eSports sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia. Artinya, setelah ini eSports dapat juga dipertandingkan pada kompetisi resmi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) setelah sebelumnya "debut" di Asian Games 2018 serta Sea Games 2019. Makin menarik mengikuti perkembangan olahraga yang satu ini. Patut dilihat bagaimana klub-klub Liga Indonesia melihat peluang ini. Apakah nantinya akan ada kompetisi gaming Liga Indonesia seperti halnya ePremier League di Inggris sana? Semoga saja ini terwujud.