Laskar Jaka Poleng - Persab Brebes 2019 Home Jersey

Masih di Liga 3, kali ini kita beralih ke regional Jawa Tengah. Salah satu tim yang sedang berjuang untuk lolos ke level nasional adalah Persab, klub asal Kabupaten Brebes yang berdiri sejak 1964. Persab Brebes ini bukan klub sembarangan. Saat masih diperkuat Egy Maulana Vikri, Persab berhasil menjuarai Piala Soeratin 2016. Musim 2018 lalu, Persab Brebes gagal melangkah ke final regional Liga 3 setelah kalah 0-2 secara agregat dari Persibara Banjarnegara di babak semifinal. Nah, di musim 2019, semangat yang sama masih diusung klub berjuluk Laskar Jaka Poleng ini untuk lolos ke babak nasional. Yuk kita lihat bagaimana detail jersey kebanggaan warga Brebes ini.
Persab Brebes melaunching jersey bersama pemain dan official tim untuk kompetisi 2019 di Pendopo Bupati Brebes pada 1 Juli lalu. Warna biru masih menjadi warna utama di jersey home 2019, dikombinasikan dengan warna hitam. Pemilihan warna ini memiliki makna, biru yang artinya fokus dan hitam artinya penegasan dari kekuatan diri untuk mencapai tujuan. Dalam launching lalu, Bupati Brebes berharap Persab Brebes dalam melaju ke putaran Liga 3 Nasional 2019. Warna biru yang sudah identik dengan Persab Brebes juga menggambarkan bahwa Brebes terletak di kawasan pantai utara Jawa Tengah. Pola sayap yang ada di bagian depan menjadi simbol bagi klub untuk terbang meraih prestasi setinggi-tingginya. Musim ini, Persab Brebes masih berpartner dengan apparel lokal, Old Java, yang telah bersama sejak 2016.
Aksi Cahyono, punggawa dari Persab Brebes saat berusaha melewati kiper PPSM Magelang dalam lanjutan Liga 3 regional Jawa Tengah 2019 (31/07/2019). Persab Brebes menang 1-0 dalam laga ini dan menjadi pemuncak klasemen sementara grup 4 setelah 3 pertandingan. Photo by: @persabbrebes
Jersey Persab Brebes ini dapat diperoleh di Lapak Persab Brebes, yang mana merupakan pusat merchandise resmi dari klub. Jersey dipacking dalam kardus berlogo Persab Brebes yang cukup besar, disertai dengan sponsor-sponsor resminya seperti PO. Dedy Jaya, Big Brebes, dan apparel Old Java. Di dalamnya, jersey masih dikemas dalam plastic bag.
Hanging tag klub dan apparel terletak di bagian kerah. Ada semacam lubang kecil yang digunakan untuk menggantung tag ini.
Logo klub Persab Brebes berupa woven yang dijahit bordir di jersey. Tidak seperti logo kabupatennya yang berwarna biru, logo klub berwarna merah yang cukup tegas. Ternyata, dasaran logo klub merupakan bawang merah yang mana merupakan hasil pertanian dan komoditas utama dari Kabupaten Brebes. Sekeliling logo bawang terdapat akar dan garis tepi emas yang artinya fondasi serta ketegasan tujuan untuk kejayaan. Kenapa ada kuda putih? Kuda putih dalam logo ini merupakan lambang kekuatan dan hewan yang menjadi kendaraan pendiri Kabupaten Brebes, Padi dan kapas merupakan lambang kemakmuran dan kesejahteraan.
Ikon kabupaten Brebes yang lain adalah telur asin. Selain menjadi unsur di logo klub, telur bebek ini juga ditampilkan dalam jersey yang mana juga menjadi promosi produk kuliner khas Brebes, seperti disampaikan oleh apparel dalam keterangan rilis jersey. Unsur telur bebek ini dicetak secara sublimasi di jersey.
Btw soal apparel, Persab Brebes telah bekerja sama dengan apparel Old Java sejak 2016. Logo apparel berupa cutting polyflex dalam jersey ini. Yang menarik, jika kita berkunjung ke akun IG resminya, kita bisa melihat proses pembuatan jersey Persab Brebes di tahun 2016. Dari proses cetak logo, cutting & pressing polyflex, penyesuaian ukuran logo, pola dan tulisan, hingga pengiriman jersey ke Brebes ditampilkan dalam timeline IG-nya. Yuk berkunjung ke IGnya di https://www.instagram.com/oldjava_official/
Dua sponsor menghiasi jersey Persab Brebes: BIG Brebes (Bintang Indokarya Gemilang) dan PO. Dedy Jaya, logo keduanya dicetak secara sublimasi di bagian depan. Yang menarik tentang sponsor, BIG Brebes (produsen sepatu olahraga) menjadi sponsor Persab secara jangka panjang: 5 tahun, dimulai dari akhir 2017 lalu. Untuk tim liga 3, tentu kontrak jangka panjang dengan sponsor ini patut diapresiasi.
Untuk kerah, jersey ini menggunakan model V-neck. Informasi size terletak tidak di dalam, tapi di tepian kerah. Terdapat tagline apparel Old Java di bagian ini, "Slow but Sure".
Di baliknya, bagian belakang kerah bertuliskan "Persab Brebes" dan di bawahnya terdapat simbol kuda putih. Selain Laskar Jaka Poleng, Persab Brebes ini memiliki julukan "Kuda Putih". Dikutip dari Wikipedia, harapannya dengan julukan ini Persab menjadi klub sepak bola yang kuat dan lincah.
Nomor punggung di jersey berupa cutting polyflex dan tidak ada nama pemain yang ditulis. Masih ingat dengan NNS Persija di musim 2018? Mirip-mirip seperti itu, logo Persab kecil ujung bawah ini juga tempelan terpisah yang dipress jadi satu bersama dengan nomor punggung.
Bahan jersey ini berupa kain drifit zigzag. Seluruh warna dan motif pada jersey dicetak secara sublimasi. Di dalamnya terdapat label original merchandise dari klub Persab Brebes.
Tab authencity jersey berupa sublimasi printing, berisikan informasi mengenai apparel dan tahun berdirinya dalam angka romawi. Jersey Persab Brebes ini kental dengan budaya lokal. Motif batik terbaik Brebes, Kopi Pecah, diaplikasikan juga di bagian bawah jersey dengan warna biru, kebalikan dari motif batik di bagian atas. Kopi Pecah sendiri merupakan salah satu jenis dari Batik Salem. Batik Salem berasal dari Desa Bentar, Kecamatan Salem, Brebes. Motif lain dari Batik Salem ini yaitu mangga, merak, ukel kangkung, sinar rantai, dan lain-lain.
 
Jersey Persab Brebes ini layak dikoleksi melihat detail muatan lokal yang ada di dalamnya. Semoga semangat dan harapan yang ada dalam jersey ini bisa diteruskan melalui aksi-aksi para pemain di lapangan yang akhirnya mendongkrak prestasi tim. Akhir artikel, jangan lupa untuk buy original & support the club ya. Salam ora olih ora!
Share:

Laskar Angling Dharma - Persibo Bojonegoro 2019 Home Jersey

Liga 1 dan Liga 2 2019 Indonesia sudah dimulai dan kali ini giliran klub-klub Liga 3 yang melakukan kick off kompetisi. Start dari level regional, Liga 3 Jawa Timur mulai memainkan pertandingan pertamanya pada 26 Juli lalu, diawali dengan pertandingan grup A antara PSM Madiun dan Persibo Bojonegoro. Persibo sendiri bermain di grup ini bersama PSM Madiun, Putra Sunan Giri, Bumi Wali, dan Nganjuk Ladang FC. Layak disimak jersey-jersey yang dikenakan Persibo bersama klub Liga 3 Jatim lainnya, terlebih setelah adanya kerjasama antara Equinoc dan Asprov PSSI Jatim. Pertama-tama yuk kita simak cerita dan detail jersey dari klub asal Bojonegoro, Persibo.
Mariono, striker Persibo Bojonegoro, mencetak 2 gol dalam kemenangan 3-0 klubnya atas Bumi Wali dalam lanjutan Liga 3 2019 regional Jawa Timur (9/8/2019). Persibo, yang mana merupakan juara terakhir Copa Indonesia (2011/2012, sebelum Piala Indonesia 2018 kembali digelar), saat ini bermain di Liga 3 regional Jawa Timur. Sempat melaju ke Liga 3 Nasional 2017, di musim 2018 lalu Persibo gagal melaju ke babak 16 besar di level regional. Persibo Bojonegoro berdiri sejak 12 Maret 1949, diprakarsai oleh Bupati Bojenegoro pada waktu itu, R. Temenggung Sukardi. Selain juara Copa Indonesia, Persibo juga pernah merengkuh juara Divisi 2 Liga Indonesia pada musim 2003/2004 dan juara Divisi 1 musim 2007/2008 sebelum akhirnya promosi ke Divisi Utama. Pada Liga Joss Indonesia 2010, Persibo mengalahkan Deltras di partai puncak dan meraih tiket untuk lolos ke Liga Super Indonesia 2011. Setelah sempat mengikuti Liga Primer Indonesia dan terkena sanksi, akhirnya keanggotaan Persibo diputihkan dan memulai kembali perjalanan di Liga Indonesia dari kasta Liga 3. Photo by: @persibo.bojonegoro
Jersey home Persibo Bojonegoro berwarna oranye dan untuk musim 2019 ini terdapat watermark naga yang identik dengan Angling Dharma, julukan Persibo. Jersey yang dibuat oleh apparel Nayno Sportwear ini bermaterialkan kain drifit dan warna serta motif di atasnya berupa sublimasi printing. Jersey Persibo Bojonegoro dan klub Liga 3 Jawa Timur lainnya dapat diperoleh melalui Equinoc Store.
Harga jersey masing-masing klub bervariasi dan ntuk jersey Persibo sendiri dibandrol sebesar 185ribu. Saat dikirimkan, jersey dikemas dalam plastic bag berlogo apparel Nayno.
Nayno Sportwear, merupakan salah satu anggota Equinoc, asosiasi apparel di Indonesia. Equinoc (Equipment and Sports Apparel Industry Association of Indonesia) bekerja sama dengan Asprov PSSI Jawa Timur dan akan menyediakan perlengkapan jersey untuk para klub peserta Liga 3 regional Jawa Timur 2019. Ini artinya, selama dua musim terakhir, kerja sama apparel di Liga 3 regional Jawa Timur ini dilakukan di level Asprov PSSI-nya. Masih segar di ingatan ketika musim 2018 lalu seluruh klub pesertanya menggunakan jersey buatan apparel Fitsee. Musim ini, meski apparel yang mengendorse klub cukup banyak, semuanya berada di bawah naungan Equinoc. Kecuali mungkin untuk Warrix, yang mana merupakan apparel asal Thailand dan menjadi sponsor untuk Deltras, Arek Suroboyo, serta PS Kopa. Btw soal detail di jersey, logo apparel yang terpasang bermaterialkan cutting polyflex.
Logo klub di jersey berupa printing polyflex. Sama seperti kebanyakan klub era perserikatan, logo Persibo juga banyak mengadopsi unsur logo pemerintah daerahnya. Unsur gelombang air, padi, dan kapas memiliki kaitan erat dengan potensi alam serta kemerdekaan Indonesia. Kata Bojonegoro yang hurufnya berwarna hitam, jika disamakan dengan makna logo daerahnya mengandung arti bahwa Bojonegoro merupakan daerah yang gagah perkasa dan teguh hati dalam menghadapi setiap tantangan. Di atas menara di dalam logo terdapat logo bola yang menunjukkan bahwa Persibo adalah klub sepak bola. Uniknya di jersey ini, tidak semua logo berbahan polyflex. Logo PSSI yang terletak di tengah (antara logo apparel dan klub) berupa sublimasi printing.
Logo sponsor di bagian depan juga berupa sublimasi printing. Fresco merupakan salah satu brand dari Kopi Kapal Api yang mana menjadi sponsor Liga 3 regional Jawa Timur 2019. Bersama dengan Kopi ABC, ketiganya menyebar tampil di jersey klub peserta Liga. Btw Kopi ABC dan Kapal Api diproduksi oleh PT. Santos Jaya Abadi, perusahaan multinasional yang memproduksi minuman dan berkantor pusat di Sidoarjo, Jawa Timur.
Mungkin kita bisa menganggap hal ini sebagai identitas dari apparel. Di ujung lengan, di seluruh jersey klub yang disponsori Nayno, terdapat 5 titik khas Nayno yang berupa cutting polyflex. Cukup unik melihat hal ini. Meski terhitung pemain baru (jika dilihat dari postingan Instagram pertamanya pada 26 Juni), Nayno sudah mulai menerapkan brand identity di produknya.
Ini dia yang menjadi fokus perhatian pada jersey home Persibo Bojonegoro. Dalam promosinya, Nayno menjelaskan bahwa mereka mengangkat tema Laskar Angling Dharma untuk jersey Persibo musim 2019. Naga yang menjadi watermark ini berasal dari legenda tersebut dan menjadi ikon Kabupaten Bojonegoro. Jika dilihat dari ceritanya, bisa jadi naga ini merupakan Naga Bergola yang mana merupakan tunggangan Angling Dharma dalam melakukan perjalanan. Bukan tunggangan biasa, Naga Bergola juga memiliki kekuatan yang besar untuk melindungi Angling Dharma. Btw, julukan Persibo selain Laskar Angling Dharma adalah Naga Bergola lho. Motif naga ini ditampilkan di jersey dalam bentuk sublimasi printing, baik di depan maupun bagian belakang jersey.
Untuk NNS, sepertinya dalam kompetisi Liga 3 Jawa Timur ini hanya menampilkan nomor punggung. Tampak dalam foto bagian belakang jersey pemain dengan nomor 9. Sepertinya ada logo klub di bagian ujung bawah nomor. Photo by: @persibo.bojonegoro
Jersey ini menggunakan desain kerah V-neck dengan variasi. Untuk versi homenya kerah jersey berwarna hitam, kombinasi yang pas dengan warna oranye yang menjadi identitas Persibo. Informasi di kerah hanya mencantumkan size jersey yang dicetak dengan printing polyflex.
Di bagian bawah jersey, terdapat pita bertuliskan julukan klub, Laskar Angling Dharma, beserta tagline apparel, Born With Pride.
Di bagian dalam jersey, terdapat keterangan bahan jersey yang berupa 100% polyester dan washing instructionnya. Jika dilihat detail, tampak kain yang digunakan berupa drifit zig zag.
Hanging tag yang terpasang di jersey bertuliskan tagline apparel, Born With Pride. Sepertinya tagline ini dipilih karena Nayno merupakan apparel baru dan ada harapan untuk menjadi kebanggaan bagi partner atau customernya.
Tab otentik dari apparel terletak di pojok kiri bawah jersey dan berupa printing polyflex.

Jersey ini merupakan satu dari banyak jersey hasil kolaborasi Equinoc dan Asprov PSSI Jatim. Langkah Equinoc tentu patut diapresiasi karena mampu mengorganizir dan memperkenalkan banyak apparel lokal ke publik. Melibatkan mereka ke sebuah liga berskala nasional juga bagus untuk memperkaya pengalaman para apparel lokal. Pendistribusian jersey yang sebelumnya dilakukan di masing-masing klub atau apparel kali ini dilakukan secara terpusat di Equinoc Store. Dan so far, untuk @ceritajersey sih ini cukup nyaman dan mudah ketika belanja ya. Bisa dibilang Equinoc Store ini one stop shopping pertama untuk belanja jersey lokal di regional Jatim. Bagaimanapun mekanisme distribusi dan penjualannya, yang jelas ini langkah maju untuk industri bola di Indonesia, khususnya apparel. Saat kita lebih mudah mencari jersey original, mengapa harus cari yang KW? Semoga tulisan ini dapat membantu dan menambah referensi rekan-rekan dalam hunting jersey klub liga 3 Jawa Timur, khususnya Persibo ya. Buy original, support the club! Pembelian produk original akan sangat membantu klub yang kamu dukung.
Share:

PSPS 2019 Home Jersey - Demi Marwah Riau

Musim 2019 bisa jadi merupakan musim yang serba mendadak untuk PSPS Riau. Dengan kompetisi Liga 2 yang rencananya akan dimulai pada Juni 2019, PSPS Riau akhirnya menggelar latihan perdananya pada pertengahan Mei 2019. Case-case seperti tunggakan gaji yang menjadi kendala pun selesai menjelang keikutsertaan klub di Liga 2 2019. Bagaimana dengan jerseynya? Dari keterangan bang @SonyAndrio di twitternya, proses desain dan produksi untuk jersey PSPS Riau 2019 ini dikebut dalam waktu kurang dari 2 bulan. Kondisi yang bisa dibilang kurang ideal. Tapi sepertinya hal ini tidak mengurangi keunikan dan apiknya jersey PSPS di musim ini. Seperti apa detailnya? Yuk kita simak.

Skuad PSPS Riau mengenakan jersey homenya saat berhadapan dengan Sriwijaya FC pada lanjutan Liga 2 2019 (23 Juli 2019). PSPS memetik poin penuh setelah menang 2-1 atas Sriwijaya di Stadion Kaharuddin, Pekanbaru. Photo by: @pspsriau
Jersey home PSPS Riau di musim 2019 berwarna biru, sama seperti musim-musim sebelumnya. Yang membedakan, sublimasi gradasi air yang berada di bagian depan seolah "menghidupkan" jersey ini. Gradasi yang menggambarkan kedalaman air laut ini sekaligus untuk menegaskan ciri khas provinsi Riau yang identik dengan banyak perairan. Bekerja sama dengan apparel Curva Sports, jersey ini kembali didesain oleh mas @SonyAndrio. Seperti halnya jersey PSPS Riau di musim 2017 & 2018, jersey ini juga mengangkat identitas daerah dan klub. Selain gradasi perairan, unsur melayu dan throwback ke masa dream team PSPS Riau berusaha dikenalkan melalui seluruh jersey tanding pemain.
Untuk pembelian online, jersey dikirim dalam kemasan berlogo apparel seperti di atas
Di dalamnya masih terdapat plastic bag bertulisakn PSPS Riau Official Merchandise. Cukup rapi dan baik mengenai bagaimana apparel mentreat pengiriman produknya ke customer. Btw soal harga, jersey ini dibandrol sebesar 225 ribu dengan kualitas player issue.
Dalam paket pembelian jersey ini juga disertakan dua stiker bergambar logo official merchandise klub dan apparel jersey
Di musim 2019, PSPS bekerja sama dengan Curva Sports, apparel lokal asal Riau. Klub lain yang juga menjalin kerjasama dengan Curva adalah KS Tiga Naga, yang akan berkompetisi di Liga 3 2019. Tidak hanya jersey klub, Curva juga memproduksi kaos kaki, backpack, t-shirt, polo shirt, dan sudah memiliki teamwear sendiri. Nilai plus untuk Curva sebagai apparel!
Logo masih menjadi bagian primadona dari jersey PSPS Riau. Seperti yang sudah dijelaskan dalam review jersey musim 2018, unsur-unsur yang memiliki kaitan dengan PSPS dapat digambarkan dengan jelas dan modern di logo baru ini, termasuk bendera merah kuning hijau Melayu. Bahan logo terbuat dari material woven adhesive yang dipasang dengan cara heatpress di jersey. Cukup jarang ditemui cara seperti ini, jadi walaupun logo woven, karena materialnya cukup tipis (dan dipasang dengan teknik pressing) membuat jersey tetap ringan.
Patch Liga 2 berupa printing polyflex sudah include dalam pembelian jersey ini. Tidak seperti Liga 1, tampak tidak ada perubahan di logo Liga 2, tidak ada unsur sponsor tampil sehingga dalam 3 tahun terakhir logo relatif tetap.
Kerah jersey home (dan juga away) berwarna merah, yang mana terinspirasi dari jersey PSPS di era dream team (Liga Indonesia 2002)  saat skuad berisikan pemain-pemain sekelas Hendro Kartiko, Bima Sakti, Kurniawan, dkk. Jersey nike yang dikenakan PSPS saat itu juga cukup mencolok karena banyak terpampang sponsor di bagian depannya. Bisa jadi PSPS lah yang sebenarnya mengawali era jersey klub ligina memiliki banyak sponsor, di luar Bali United atau Persib Bandung seperti yang kita kenal saat ini. Di dalam kerah, terdapat informasi size dan keterangan original product made in Indonesia yang dicetak sepertinya dengan heat transfer.
Di belakang kerah, terdapat tambahan kain bersublimasi yang dijahit dan bermotif tricolor bendera Melayu: merah, kuning, hijau. Dikutip dari Wikipedia, masing-masing warna ini memiliki makna tersendiri. Merah digunakan untuk menunjukkan keberanian, kesetiaan, dan kepahlawanan. Kuning dikaitkan dengan Sultan-sultan Melayu dan digunakan untuk menegaskan kesetiaan orang Melayu kepada raja-raja mereka. Warna hijau adalah warna tradisional Islam, yang tentunya merupakan bagian penting dari budaya Melayu.
Di bagian samping, terdapat tulisan "Askar Bertuah" yang mana merupakan julukan dari PSPS Riau. Cukup menyenangkan melihat julukan PSPS akhirnya tersemat di jersey yang dilepas ke supporter. Musim lalu, tulisan "Askar Bertuah" hanya ada di jersey yang dikenakan oleh pemain bertanding (match issue), terletak di belakang kerah. Di musim 2019, julukan klub dicetak secara sublimasi di jersey, tepatnya di kain drifit jala (erbin) yang fungsinya sepertinya juga untuk sirkulasi udara jersey. Jahitan kain ini dipisahkan dengan list putih dengan bagian depan & belakang jersey.
Motif yang ditampilkan di badan jersey berupa pixel-pixel menggambarkan gradasi kedalaman air. Hal ini mengingatkan kita bahwa Riau adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan perairannya. Sungai Siak, sungai terdalam di Indonesia, melintasi Riau. Sungai Kampar dan Rokan juga melewati provinsi Riau. Selat Malaka yang merupakan batas antara Indonesia dan Malaysia juga terdapat di Riau, dan menjadi salah satu jalur perdagangan di Indonesia.
 @pspsriau 
Beralih ke NNS, foto di atas merupakan perayaan gol para pemain PSPS saat berhadapan dengan PSMS Medan di pekan pertama Liga 2 2019. Tampak desain dari name & number set para pemain berubah dari musim sebelumnya. Photo by: @pspsriau
NNS pemain musim ini terbilang unik. Berbahan printing polyflex, dot dot kecil yang ada di dalam nomor punggung ternyata merupakan logo PSPS Riau. Di ujung bagian bawah juga masih terdapat logo PSPS Riau yang lebih jelas dan ukurannya lebih besar. NNS Danil Junaidi dipilih karena beliau merupakan kapten dari PSPS Riau di musim 2019 ini,
Kapten PSPS Riau, Danil Junaidi berjibaku dengan lawan saat berhadapan dengan Persiraja Banda Aceh dalam kompetisi Liga 2 2019. Danil sempat memperkuat Persegres Gresik selama satu musim sebelum akhirnya kembali ke klub yang membesarkan namanya, PSPS Riau. Photo by: @pspsriau
Di ujung kerah, terdapat rib berwarna merah yang senada dengan bagian kerah jersey.
Jersey ini berbahan dasar drifit rhabit, fungsinya sama seperti drifit wave atau smash yaitu untuk anti UV dan anti bakteri. Polanya saja yang membedakan antara ketiga jenis drifit ini.
Penerapan teknik heat press atas woven adhesive juga dilakukan di black tab "original jersey" dari Curva.

Overall jersey home PSPS Riau di musim 2019 ini unik dan konsisten dengan tema-tema yang diangkat selama 3 musim terakhir. Unsur lokalnya cukup terasa, hanya saja bang Sony Andrio dapat lebih memodernisasikannya di edisi tahun ini.
Semoga PSPS Riau dengan jersey barunya ini dapat bangkit di Liga 2 dan membuka peluang untuk kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tahun depan. Akhir artikel, semoga tulisan ini dapat membantu dan menambah referensi rekan-rekan dalam hunting jersey home PSPS 2019 ya. Buy original, support the club! Pembelian jersey original ini akan berkontribusi 10% ke pemasukan PSPS Riau, di luar royalti wajib sesuai kontrak apparel dengan klub. Be a smart supporter then.

Share:

Persija Jakarta 2019 Home Jersey - Tribute to 1970s

Persija Jakarta sebagai juara bertahan Liga 1 meluncurkan jersey utamanya untuk musim kompetisi 2019 pada Mei 2019 lalu. Masih bersama dengan Specs, jersey ini merupakan salah satu klub yang ditunggu-tunggu launchingnya setelah pada pra musim lalu sempat merilis jersey untuk kompetisi Piala Presiden. Masih memiliki kemiripan tema, tribute untuk jersey Persija musim-musim sebelumnya, bagaimana detail tampilan jersey home Persija musim 2019? Yuk kita simak bersama cerita jersey.
 
Perayaan gol Marko Simic ke gawang Persib Bandung pada lanjutan Shopee Liga 1 2019 pada 10 Juli lalu. Pertandingan berakhir imbang 1-1. Persija sudah beberapa musim terakhir memilih warna merah sebagai warna utama di jersey kandang. Tampak satu stel yang dikenakan pemain dari jersey hingga kaos kaki berwarna merah, atau oleh apparelnya disebut "paprika red". Photo by @persijajkt
Persija Jakarta meluncurkan jersey terbarunya untuk mengarungi Liga 1 2019 ini di Epicentrum XXI 29 Mei 2019 lalu. Fyi, Specs menyediakan 3 varian jersey untuk 3 kompetisi yang diikuti Persija musim ini: AFC Cup, Piala Presiden, dan Liga 1 2019. Ketiga-tiganya unik dan memiliki filosofinya masing-masing. Untuk jersey home yang digunakan di Liga 1 2019 ini terinspirasi dari jersey yang digunakan Persija di musim 1970an, terlihat dari tambahan aksen putih di area kerahnya. Di tahun kedua kerjasamanya dengan Specs ini, warna merah atau paprika red masih menjadi warna jersey home, yang mana memang merupakan warna asli jersey utama Persija sebelum sempat beralih ke warna oranye di era gubernur Sutiyoso. Dengan tema #ChampionsEverywhere, diharapkan Persija dapat mempertahankan prestasi yang diraihnya di musim 2018 lalu. Persija merupakan juara bertahan Liga 1 dan di masa pra musim 2018 menjuarai kompetisi Piala Presiden dan Boost SportsFix Super Cup.
Tampak belakang jersey Persija yang dikenakan Ismed Sofyan dalam lanjutan Piala Indonesia menghadapi Borneo FC (29/06/2019). NNS musim ini menggunakan font type baru, baik dari name maupun numberingnya. Tidak ada stiker logo Persija kecil yang menempel di nomor punggung, melainkan langsung tercetak jadi satu dengan polyflex nomornya. Photo by: @persijajkt
Jersey Persija dikemas dengan sederhana dalam plastic bag dari apparel, Specs. Jersey ini dijual dalam 2 versi, sponsorless dengan harga sekitar 400ribu dan full sponsornya sekitar 450ribu. Penjualan dilakukan di outlet-outlet The Jak Mania Store atau bisa juga dibeli di @arjunaolshop. Rencananya Persija juga akan menjualnya di Persija Store, namun sampai dengan ini web storenya masih coming soon.
Logo apparel bermaterialkan rubber, sama seperti tahun sebelumnya. Specs sudah menjadi apparel Persija selama dua musim terakhir (2018 & 2019).
Bahan TPU seperti menjadi tren di musim 2019 ini. Persija bersama Specs menjadi salah satu tim yang logonya mendapatkan treatment "wah" ini. Btw walaupun Persija sudah meraih dua kali gelar Liga Indonesia (2001 dan 2018), tapi bintang di atas logonya hanya 1. Hal ini juga sempat ramai dibahas di awal tahun ini. Di Indonesia sebenarnya belum ada aturan spesifik yang membahas soal hal ini. Ada beberapa klub yang mengadopsi 1 kali juara sama dengan 1 bintang, namun Persija sepertinya memilih untuk berkiblat pada "sistem perbintangan" di Liga Italia yang mana 10 kali juara baru mendapat 1 bintang. Persija sejauh ini sudah meraih 11 gelar juara Liga Indonesia, dengan 9 di antaranya diraih di era Perserikatan.
Bahan sponsor untuk jersey 2019 menggunakan material cutting polyflex. Dan seperti musim sebelumnya, untuk jersey home ini warna-warna logo sponsor berubah menjadi monokrom. Satu poin plus untuk jersey ini.
Patch juara Liga 1 2018 terpasang di lengan kanan jersey. Meski sama-sama berwarna oranye seperti patch Liga Shopee yang lain, perbedaan nampak pada pita tengahnya yang berwarna biru gelap. Tambahan tulisan "Champions 2018" menegaskan bahwa pemakai patch ini merupakan juara bertahan kompetisi.
Rib di lengan masih berwarna tricolore khas Persija - merah, oranye, hitam. Merah merepresentasikan Persija dan oranye didedikasikan untuk Jak Mania. Bedanya dengan musim sebelumnya, tricolore kali ini terdapat di lengan kanan dan kiri serta susunan warnanya dibalik: merah di atas, dan hitam di bawah.
Walaupun ulang tahun Persija ke-90 sudah dirayakan pada 28 November 2018 lalu, emblem "Go to Glory" masih disematkan di jersey home musim ini. Julukan Macan Kemayoran tergambar dalam logo peringatan ulang tahun ke-90 ini. Kata "Go" merupakan angka 90, umur Persija per November 2018 lalu.
Di bagian belakang, di atas nameset terdapat logo sponsor Tolak Angin. Walaupun tidak monokrom seperti logo sponsor yang lain, warnanya berbaur dengan baik di jersey home ini.
Bagian kerah ini bisa dibilang menjadi pusat perhatian di jersey home Persija 2019 ini. Kain mesh putih di ujung bawah kerah merupakan sebuah tribute untuk jersey kandang Persija di tahun 1970an, yang mana era keemasan klub. Model jersey ini tampak dikenakan oleh para pemain Persija di tahun 1975 saat menghadapi Kickers Offenbach, klub asal Jerman. Tribute yang paling jelas justru terlihat di jersey yang dikenakan oleh ofisial klub Persija. Jersey tim ofisial memiliki kerah putih, bukan O-neck seperti yang digunakan pemain sehingga kesan retro lebih didapat. Di bagian dalam terdapat size label, dan neck tape yang musim lalu hanya bertuliskan nama apparel, musim 2019 ini bertulisan Persija dan berwarna oranye.
Jersey Persija 2019 terbuat dari 100% polyester. Bagian bawah jersey home memiliki model yang mirip dengan jersey musim 2018, ada tambahan kain putih berpola melengkung.
Berbeda dengan musim 2018, jersey 2019 memiliki penanda berupa label "official kit19 - player issue" di bagian dalamnya. Label ini bergambar harimau yang bisa jadi diasosiasikan dengan julukan Persija - Macan Kemayoran.
Teknologi dari apparel, XDry, diusung Specs untuk jersey musim 2019 ini. XDry diklaim mampu mempercepat penyerapan keringat dan evaporasi sehingga menjaga pemain tetap kering selama pertandingan.

Kerjasamanya dengan Specs dan Jak Mania Store, membuat jersey ini mudah ditemukan dimana saja, terutama di Jakarta. Distribusinya dilakukan melalui Fisik Sport, web Specs, outlet-outlet Jak Mania Store, dan Garuda Store yang terletak di kawasan Gelora Bung Karno. Seharusnya tidak ada alasan untuk membeli jersey KW-nya karena jersey originalnya ada dimana-mana. Overall jersey ini cukup otentik dan kesan retronya cukup terasa. Semoga apa yang diharapkan Persija dari filosofi jersey 2019 ini dapat tercapai. Akhir kata, mari kita budayakan membeli barang atau merchandise asli dari klub. Buy original, support the club! Semoga artikel ini dapat membantu dan menambah referensi rekan-rekan dalam hunting jersey home Persija 2019 ya. Sajete!
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels