Laskar Ciung Wanara - PSGC Galuh Ciamis 2018 Home Jersey

Cerita jersey berikutnya berasal dari salah satu peserta 8 besar Liga 3 2018, PSGC Galuh Ciamis. Klub ini menggunakan jersey dari dua apparel berbeda dalam satu musim, dimana yang akan kita bahas adalah jersey yang mereka gunakan dalam babak 8 besar. Yuk kita cek detailnya.
Aksi pemain PSGC Galuh Ciamis, @aldi_imron95 dalam babak 16 besar Liga 3 Putaran Nasional melawan Solok FC pada 8 Desember 2018 lalu. Satu gol dari Aldi membawa PSGC menang 2-0 dalam pertandingan ini. Photo by: @psgc_ciamis

Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis atau PSGC berdiri pada 26 Agustus 1990. Tim yang bermarkas di Stadion Galuh Ciamis ini mengawali kiprahnya di Liga 3 2018 Putaran Nasional setelah terdegradasi dari Liga 2 2017. Tidak butuh waktu lama, PSGC berhasil promosi kembali ke Liga 2 2019 setelah di pertandingan kedua Babak 8 Besar Liga 3 2018 menang tipis 1-0 atas Persiba Bantul. Photo by: @psgc_ciamis

Dalam pertandingan akhir grup barat babak 8 besar Liga 3 2018, PSGC harus takluk 1-2 dari PSCS Cilacap yang akhirnya melenggang ke partai final menghadapi Persik Kediri. Namun hal ini tidak mengubah kepastian PSGC untuk promosi ke Liga 2 musim 2019. Tampak bagian belakang jersey PSGC yang dikenakan Ivan dan Ganjar, ada dua jenis number set berbeda yang diterapkan. Satu mengenakan logo klub di dalamnya, satu lagi tidak. Nama pemain cukup clear tertulis di nameset. Photo by: @psgc_ciamis

Ada dua apparel yang digunakan PSGC untuk kompetisi musim 2018. PSGC bekerja sama dengan i-Sport Apparel untuk babak penyisihan Liga 3 Nasional dan @sportsgez mulai babak 32 besar hingga 8 besar. Jersey dijual dengan mekanisme pre-order dengan harga 100rb pada saat itu. Cukup banyak peminat jersey ini, terbukti dengan orderan yang dibuka sampai tiga kloter. Btw, size label dicetak dengan polyflex di kerah dalam dan logo apparel dicetak secara sublimasi di jersey.

Jersey home @psgc_ciamis menggunakan warna ungu yang merupakan warna kebesaran PSGC Galuh Ciamis dan jika dirunut lebih jauh, warna ungu digunakan sejak jaman Kerajaan Galuh. Warna ungu ini melambangkan keagungan atau keluhuran budi dan hingga saat ini tetap dipertahankan oleh Pemkab Ciamis dan menjadi lambang Kabupaten Ciamis. Jersey untuk putaran 32 besar Liga 3 Nasional ini berbahan polyester dan seluruh elemennya menggunakan print sublimasi. Ada motif garis-garis diagonal di bagian depan jersey dan aksen putih di ujung lengan serta samping.

Logo PSGC dicetak sublimasi di jersey. Logo klub juga menyematkan unsur logo pemerintahan di dalamnya, tepatnya logo Kabupaten Ciamis. Ada bahasa sansekerta "Mahayunan Ayuna Kadatuan" yang berarti "menghadapai pembangunan kemakmuran daerah". Warna ungu dan kuning juga dominan di logo yang masing-masing berarti kekayaan budi dan duniawi atau cahaya kelegaan. Warna hijau yang terlihat sekilas merupakan unsur gunung tertinggi di Ciamis, yaitu Gunung Syawal. Arti hijau sendiri adalah subur, damai, gemar ripah loh jinawi. Dengan tambahan "bola" dan teks "Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis" menegaskan makna logo klub PSGC sebagai tim sepak bola dari Ciamis.

Sponsor tim di jersey dicetak secara sublimasi. Ada dua sponsor utama yang terpampang: Sumber Jaya, yang merupakan perusahaan otobus, dan Manuk Londo (malon), yang merupakan burung puyuh hasil persilangan antara puyuh lokal dan puyuh Prancis. Jarang-jarang ada klub pasang sponsor nama makanan di bagian depan jerseynya 😁

Di bagian belakang, tepatnya di bawah kerah, terdapat satu lagi sponsor yang berkaitan dengan tempat makan: Cobek Beti. Sama seperti elemen jersey yang lain, logonya juga dicetak dengan sublimasi.

Varian warna ungu pada material polyester di jersey PSGC.

Name & number set juga dicetak secara sublimasi di jersey dengan putih sebagai pilihan warnanya. Selain itu, untuk penegasan identitas, ada logo klub di dalam nomor punggung pemain.

Tampak pola jahitan di bagian dalam dan material jersey yang cukup ringan saat dikenakan. Pori-pori di kain fungsinya mungkin mirip seperti ventilasi di jersey.

Tab original dari apparel terletak di bagian depan bawah, dengan keterangan "official team equipment".

Dengan harga 100ribu, jersey ini terhitung cukup murah dan sebanding dengan kualitas printingnya. Fakta bahwa PSGC juga sukses meraih prestasi dengan promosi ke Liga 2 di akhir musim Liga 3 2018 berhasil menambah nilai historis jersey ini.
Share:

Bayi Ajaib - Persikota 2009/2010 Home Jersey

Sesi jersey klasik kali ini mengangkat jersey home dari klub asal Tangerang, Persikota, yang digunakan untuk mengarungi kompetisi Liga Joss Indonesia 2009/2010. Mari kita simak cerita detailnya.
Pemain Persikota Tangerang, Deddy Junaedi, berebut bola dengan pemain Persidafon Dafonsoro pada lanjutan kompetisi Divisi Utama atau Liga Joss Indonesia musim 2009/2010. Photo by: @tempodotco

Skuad Persikota Tangerang saat menghadapi Persiba Bantul pada lanjutan Liga Joss Indonesia 2009/2010. Menempati grup 2 yang berisi 11 tim (termasuk Deltras, Mitra Kukar, dan PSIS), Persikota menempati peringkat 10 di akhir babak reguler. Hal ini membuat Persikota degradasi ke Divisi 1 untuk musim berikutnya. Photo by: Yan Arief

Padli Haris berusaha membayangi pergerakan striker Persiba, Ezequiel Gonzales, dalam pertandingan Liga Joss 2009/2010 antara Persiba Bantul dan Persikota Tangerang. Pertandingan ini dimenangkan Persiba dengan skor 5-0. Photo by: @antarafotocom

Jersey @persikota.fc untuk musim 2009/2010 disupport oleh brand lokal, Specs. Fyi, Persikota juga merupakan klub profesional pertama yang bekerja sama dengan @specs_indonesia pada tahun 2004. 

Jersey home Persikota Tangerang berwarna kuning dengan aksen biru. Warna ini juga yang dipilih untuk jersey home musim 2009/2010. Specs menggunakan teamwear Tiro untuk jersey ini. Tidak hanya Persikota, Mitra Kukar dan Semen Padang juga mendapat teamwear yang sama di musim tersebut. Ornamen yang ditambahkan antara lain logo klub, patch liga, dan logo PSSI. Di jersey yang dikenakan pemain juga terdapat nomor dada yang terletak di atas patch liga.

Logo klub berupa polyflex untuk jersey ini. Layaknya kebanyakan klub Indonesia saat itu, logo klub juga berisi unsur-unsur yang mirip dengan logo pemerintah daerahnya. Ada unsur landasan pacu yang memiliki arti semangat pacu untuk mencapai cita-cita yang luhur, serta riak air Sungai Cisadane yang berarti memberikan manfaat dan kesuburan bagi masyarakat Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang. Persikota baru berdiri di tahun 1994 dan tahun tersebut juga tercantum dalam logo klub.

Patch liga yang berupa polyflex dipasang di bagian dada pemain. Hal ini (patch liga dengan ukuran besar di bagian dada) lumrah di Indonesia, bahkan sejak era Liga Dunhill atau Liga Indonesia pertama. Sejak ISL menjadi kasta utama Liga Indonesia, Divisi Utama berubah menjadi kasta kedua. Extra Joss menjadi sponsor Divisi Utama ini sehingga nama resmi liga menjadi Liga Joss Indonesia.

Dengan mayoritas material polyester, Specs mengkombinasikannya dengan kain drifit jarum di beberapa bagian tertentu untuk memberikan efek ventilasi bagi jersey supaya atlit lebih nyaman saat menggunakannya.

Tag produk pada masa itu (2009) untuk menunjukkan bahwa jersey ini merupakan keluaran dari brand Specs.
Share:

Laskar Mahesa Jenar - PSIS Semarang 2018 Home Jersey

Jersey klub Liga 1 2018, PSIS Semarang, merupakan salah satu yang menarik perhatian para kolektor pada musim lalu. Masih melanjutkan kerjasamanya dengan Riors, jersey third PSIS di 2018 juga dinobatkan sebagai salah satu jersey terbaik oleh media Goal.co.id. Bagaimana dengan jersey homenya sendiri? Mari kita simak detail ceritanya.
Aksi pemain PSIS Semarang, Gustur Cahyo, dalam pertandingan Liga 1 2018 melawan PS Tira pada 17 Mei 2018 lalu. Dalam pertandingan ini, PSIS kalah 0-2 dari tim tamu. Photo by: @psisfcofficial

Skuad PSIS Semarang sebelum bertanding melawan PSMS Medan pada pekan keempat Liga 1 2018. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini berdiri pada 18 Mei 1932 dan menjuarai kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia tahun 1999. Saat masih era Perserikatan, PSIS juara di tahun 1987 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya di partai final. Meski berstatus tim promosi di tahun 2018 ini, PSIS berhasil finish di 10 besar klasemen akhir Gojek Liga 1 2018. Photo by: @psisfcofficial

Bruno Silva, striker PSIS Semarang, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan melawan PSMS (15/4/2018). Berkat hat-tricknya, PSIS menang 4-1 dalam pertandingan ini. Ada yang unik dalam penempatan nama pemain di NNS jersey PSMS, yang mana posisinya ada di bawah nomor punggung. Photo by: @psisfcofficial

Pada 17 Maret 2018, diumumkan secara resmi bahwa @riorsofficial kembali bekerja sama dengan @psisfcofficial . Apparel yang sebelumnya bernama "Vision of Superior", lalu menjadi "Super10r" ini, bertransformasi kembali di tahun 2018 menjadi "Riors", yang artinya Ring of Fires. Logo baru apparel dicetak dengan teknologi high density java pro system di jersey ini. Ada dua versi jersey yang dirilis oleh Riors untuk PSIS, yaitu authentic dan supporter. Untuk authentic, versi full sponsornya dibandrol dengan harga 440rb saat awal rilis sedangkan versi supporternya di angka 199rb.

Jersey home @psisfcofficial untuk Gojek Liga 1 2018 ini berbahan dasar 95% polyester dan 5% elestane stretch. Fyi, jersey ketiga (third) dari PSIS mendapatkan peringkat 3 besar jersey terbaik di dunia yang dirilis oleh @goalcomindonesia . Dengan teknologi yang sama yang diterapkan untuk jersey home, away, dan thirdnya, tentu bandrol tinggi atas jersey ini terbayar lunas. Anti UV dan anti odor yang diusung Riors untuk jersey ini membuat pemain merasakan panas matahari yg lebih minim saat bertanding dan terlindung dari bau badan saat berkeringat. Tidak hanya saat olahraga, jersey ini pun cukup nyaman jika dipakai secara casual sehari-hari. Warna biru dipilih sebagai warna jersey home karena merupakan warna kebanggaan PSIS dan jika diperhatikan, terdapat gradasi berbentuk panah ke bawah di bagian dada. Motif chevron ini bermakna Victory bagi PSIS Semarang. Selain motif ini, jersey ini juga memiliki aksen putih di bagian lengan (cuff style) dan bahu. Untuk bahu sendiri ini ternyata material kainnya berfungsi sebagai ventilasi jersey. Btw jersey ini bisa diperoleh di apparelnya langsung @riorsofficial


Salah satu logo 3D paling josgandos di Liga Indonesia 2018. Apparel menggunakan teknologi 3D badge java pro system untuk membuatnya. Proses ini cukup rumit dan untuk hasil akhirnya, Riors menyebutnya dengan 3D Weld Logo. Ada fakta menarik nih tentang logo PSIS.. PSIS Semarang adalah klub pertama di Indonesia yang memakai emblem di jerseynya atau sejak turnamen tahun 1937. Pada waktu itu, klub lain lebih memilih menonjolkan identitas tim melalui pemilihan warna jersey. Satu bintang di atas logo menandakan bahwa PSIS telah menjuarai Liga Indonesia sebanyak 1 kali (1999). Untuk unsur logo sendiri, di dalamnya terdapat tugu muda Semarang, yang jika direlasikan dengan makna unsur yang sama di logo Kota Semarang, hal ini mencerminkan sikap patriotisme warga Kota Semarang saat melawan bala tentara Jepang dalam “Pertempuran Lima Hari". Snex, salah satu basis suporter PSIS Semarang selain Panser Biru, menyanyikan anthem "Tugu Muda di Dada" setiap PSIS bertanding.

PSIS menyematkan alamat web officialnya, www.psis.co.id di lengannya jerseynya. Hal ini cukup bagus, mengingat mulai banyak klub di Indonesia yang melek dengan media dan branding di dunia digital.

Kerah unik ini oleh Riors disebut sebagai "Monster V Collar", dan sepertinya memang cuma jersey home PSIS yang memiliki kerah V seperti ini. Identitas Riors juga terdapat di bagian dalam kerah, di atas size label jersey. 
 
Bahan sponsor pada jersey authentic PSIS berupa material dari PU transfer dan cutting polyflex.

Ini dia teknologi yang digunakan Riors untuk jerseynya: IOR Dry. IOR (Innovation of Riors) Dry merupakan perpaduan dari benang kain polyester dan microfiber lalu dikombinasikan dengan teknik rajut berbentuk zona ventilasi.  Ditambah dengan teknologi anti UV dan anti odor pada kain, menghasilkan keistimewaan fungsi jersey untuk memuaikan panas/keringat dan akhirnya nyaman saat dikenakan.

Identitas Riors kembali muncul di balik kerah jersey. Di bawahnya, di mana posisi nama pemain biasanya berada, terdapat logo sponsor Kuku Bima. Dengan hal ini, maka peletakan nama pemain berada di bawah nomor punggungnya.

Logo authentic product dari apparel terdapat di kiri bawah jersey.

Overall, dengan harga 440rb, jersey ini cukup joss buat dikoleksi atau dipakai main bola & jalan2 sore. Predikat sebagai jersey terbaik ketiga untuk jersey third PSISnya (versi @goalcomindonesia ) membuktikan bahwa produk apparel ini tentu layak diperhitungkan.
Share:

Harimau Muda Merapi - PSIK Klaten 2018 Home Jersey for Soeratin Cup U-17

Setelah kita banyak membahas detail-detail jersey dari klub-klub senior di Liga Indonesia, mari beralih sejenak ke jersey yang digunakan tim junior di kompetisi Piala Soeratin. Dikutip dari Wikipedia, Piala Soeratin adalah sebuah turnamen kompetisi sepak bola di Indonesia yang diperuntukkan bagi pemain sepak bola yang berusia 18 tahun ke bawah. Pada tahun 2012 PSSI meregulasi kompetisi Piala Soeratin diperuntukkan bagi pemain sepak bola yang berusia 17 tahun ke bawah. Nama Soeratin diambil dari nama depan mantan ketua umum PSSI yang pertama yaitu Soeratin Sosrosoegondo untuk mengenang jasa-jasa dia dalam merintis dan membangun sepak bola Indonesia. Salah satu klub yang mengikuti kompetisi ini di musim 2018 adalah PSIK Klaten. Klub asal Klaten, Jawa Tengah, ini mengenakan jersey yang sarat akan muatan lokal. Seperti apa jersey homenya? Mari kita simak.
Aksi pemain PSIK Klaten Jr., Deny ( @_denistwnn ) dalam pertandingan kandang melawan PPSM Magelang di Piala Soeratin U-17 (22/7/2018). Di pertandingan ini tim Harimau Muda Merapi bermain imbang 2-2 dengan tim tamu. Photo by: @_denistwnn

Skuad PSIK Klaten Jr. saat bertanding melawan Persak Kebumen Jr. dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 2018 di Stadion Candradimuka, Kebumen. PSIK Klaten berdiri pada 10 Oktober 1946. Tim seniornya sempat vakum sejak 2009 (saat masih bernama Liga Nusantara) dan baru aktif kembali mengikuti kompetisi di Liga 3 2018 ini. Dalam masa vakum tersebut, PSIK kebanyakan berlaga di Liga Remaja Soeratin Zona Jawa Tengah. Dalam kompetisi ini (Piala Soeratin U-17) untuk tahun 2018, PSIK Jr. mampu lolos ke babak 12 besar, setelah sebelumnya meraih status runner up grup di babak penyisihan. Sayangnya, meski menang telak 4-0 dalam pertandingan terakhir grup melawan Persipa Pati Jr., PSIK Jr. gagal melaju ke babak semifinal Piala Soeratin U-17 Zona Jateng. PSIK hanya menempati posisi runner up grup, selisih dua poin dengan Persipa yang masuk ke babak empat besar. Photo by: @psikklatenofficial

Para punggawa tim mengucapkan terima kasih kepada suporter setia PSIK seusai pertandingan melawan Persak Kebumen. Tampak bagian belakang jersey dan name & number set pemain. Name pemain sepertinya default "PSIK", alias tidak ada nama pemain yang tertulis di bagian punggung. Selain nama apparel, ada logo Putra WD selaku sponsor tim yang juga dipasang di belakang jersey. Photo by: @psikklatenofficial

Berbeda dengan jersey tim seniornya yang dikemas dalam boxset, jersey PSIK Klaten Jr. dikemas dalam plastic bag dari apparel Total Sports. Jersey tim junior ini dipatok di harga 120rb. Tidak ada perbedaan spesifikasi jersey, dimana jersey untuk pemain & suporter sama kualitasnya.

Jersey dominan hijau ini menjadi jersey home PSIK Jr. @psikklatenofficial dalam Piala Soeratin U-17 2018. Yang unik dari jersey ini adalah latarnya yang berupa ilustrasi dari salah satu spot wisata Klaten: waduk Rowo Jombor. Selain Torabika, seluruh sponsor yang ada di jersey berasal dari area Klaten, seperti Putra WD yang merupakan perusahaan jasa angkutan, cell phone store Amira Cell di Klaten, bahkan ada angkringan "Pak Boss" Karangwuni yang juga menjadi sponsor tim. Proses pencarian sponsor ini juga dibantu oleh Aliansi Suporter Klaten (ALASKA).

Logo PSIK Klaten dicetak secara sublimasi di jersey. Logo baru klub ini menyematkan tahun pembentukan klub yaitu 1946.

Apparel tim tentu saja juga asli Klaten, @totalsportsapparel . Tahun 2018 merupakan tahun ketiga PSIK Klaten dan Total Sports bekerja sama. Apparel ini menyediakan dua desain jersey home berbeda untuk tim senior & junior PSIK di kompetisi 2018. Sama seperti logo klub, logo apparel juga dicetak sublimasi di jersey.

Model kerah V hitam dengan aksen putih dipilih untuk jersey ini. Ada slogan apparel "Phenomenal Starts from Total" di bagian atas size label yang terletak di kerah dalam.

ALASKA atau Aliansi Suporter Klaten @alaska_psik46 berdiri sejak 5 Agustus 2016. Dikutip dari Football-tribe.com, ALASKA merupakan wadah perkumpulan suporter yang memiliki keistimewaan tersendiri. Ikatan penggemar sepakbola ini menampung para suporter Klaten yang tersebar hampir di seluruh penjuru Pulau Jawa. Meski rata-rata mendukung tim-tim kota besar, namun tujuan utama mereka tetap satu: menjadi pemain ke-12 bagi PSIK Klaten. Ada tulisan menarik tentang ALASKA oleh mas @joyoisworo di @footballtribeid . Monggo dibaca-baca.

Satu lagi sponsor dari Klaten yang menghiasi jersey klub: @klatenyoben yang merupakan komunitas berbagi informasi & merchandising Klaten. @klatenyoben membantu  administrasi dan dokumentasi foto PSIK layaknya media official.

Jersey terbuat dari kain dri-fit jarum dan 100% polyester. Seluruh material sponsor & logo klub dicetak secara sublimasi, mungkin supaya lebih awet.

Tag original product dari apparel terletak di kiri bawah jersey. Btw ada bonus stiker apparel setiap pembelian jersey PSIK Klaten Jr. ini. 😁

Overall, dengan harga 120rb, jersey yang Klaten banget ini cukup oke buat dibeli, baik untuk dikoleksi maupun dikenakan jalan-jalan. Inget, beli yang asli untuk support klubnya ya. 😁👍 
Share:

Laskar Bawor - Persibas Banyumas 2018 Home Jersey

Dari Liga 1, mari beranjak ke Liga 3 untuk melihat jersey dari tim Persibas Banyumas. Sesuai julukannya, Persibas benar-benar merepresentasikan "Laskar Bawor" ke dalam jersey kebanggaannya di musim kompetisi 2018 ini. Mari kita simak.

Kapten Persibas Banyumas, Bilton Fernando, sebelum mengeksekusi penalti dalam pertandingan Liga 3 Nasional menghadapi Persip Pekalongan (8/9/2018). Persibas menang dengan skor 1-0 dan lolos ke babak 32 besar nasional. Photo by: Twitter Banyumas Fans ( @knight_rebelx8 )

Skuad Persibas Banyumas sebelum bertanding menghadapi PSGC Ciamis dalam babak awal Piala Indonesia 2018. Tim kebanggaan Banyumas, Jawa Tengah, ini bermarkas di Stadion Satria dan sudah berdiri sejak 1950 dengan nama ISB (Ikatan Sepakbola Banyumas). Barulah di tahun 1986 berubah namanya menjadi Persibas (Persatuan Sepakbola Banyumas). Di 2014, Persibas di bawah asuhan Putut Wijanarko promosi ke Divisi Utama Liga Primer Indonesia setelah menempati peringkat 3 di grup 12 Liga Nusantara. Saat ini Persibas berlaga di Liga 3 Nasional dan terhenti langkahnya di babak 32 besar. Photo by: Twitter Banyumas Fans ( @knight_rebelx8 )

Kapten tim Persibas, Bilton Fernando, berduel dengan pemain PSGC Ciamis dalam Piala Indonesia 2018. Persibas menang 2-1 dan lanjut ke babak 64 besar. Tampak model name & number set pada jersey yang dikenakan pemain. Photo by: Twitter Banyumas Fans ( @knight_rebelx8 )
 
Jersey Persibas Banyumas disupport oleh apparel @djsportstore_purwokerto . Logo apparel berupa polyflex. Jersey ini waktu itu dapat diperoleh di @bombastik_blueshop atau pembelian langsung di apparelnya @djsportstore_purwokerto . Jersey dirilis dalam dua versi: ori seharga 250rb dan replika seharga 150rb. Yang membedakan adalah material jersey dan teknik sablon atas logo apparel dan klub.

Jersey home @persibasofficial 2018 bertema Bawor biru. Biru tentu merupakan warna kebanggaan Persibas, dan Laskar Bawor adalah julukan tim. Dikutip dari Wikipedia, Bawor atau Ki Lurah Carub Bawor juga dikenal dengan nama Bagong adalah anak bungsu Semar. Senjatanya adalah kudi. Tutur bahasanya kasar, jujur dan tidak serius. Dikatakan Bawor adalah wayang "ora basa ala tanpa rupa". Bagi masyarakat Banyumas, Bawor sangat disukai kemunculannya dalam setiap pagelaran wayang kulit. Ilustrasi kepala Bawor atau Bagong ini tampak di belakang logo Persibas. Jersey tipe ori ini menggunakan material kain dari pabrikan M-tiis yang mana berteknologi quick dry dan anti UV.

Logo Persibas dibuat dari polyflex untuk jersey 2018 ini. Logo ini dipakai mulai tahun 2006 dengan penyederhanaan tulisan "Persatuan Sepakbola Indonesia" di bagian atas menjadi "Persibas". Di bagian tengah masih mengadopsi logo Kabupaten Banyumas yang di dalamnya terdapat unsur Gunung Slamet. Gunung ini digambarkan sangat megah menjulang tinggi ke angkasa, melukiskan keagungan dan keteguhan yang dimiliki dan diamalkan oleh manusia masyarakat di Kabupaten Banyumas. Rarasaning Rasa Wiwaraning Praja, tulisan di dalam logo tersebut, diartikan bahwa rasa yang serasi dari masyarakat merupakan pintu gerbang untuk memasuki daerah atau negara yang dicita-citakan.

Dibuat dengan cutting polyflex, penambahan name & number set untuk jersey ini ditebus dengan harga 30ribu saja. Warna kuning dipilih untuk menyesuaikan tema jersey home dan ada logo apparel di dalamnya. 

Tag jersey terpasang di size label pada kerah dalam yang cukup sederhana, hanya mencantumkan ukuran jersey. Teknologi yang dibawa jersey ini mengklaim dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV dan secara efektif melakukan sun bloking serta memberikan kenyamanan bagi si pemakai dalam menjalani aktivitas keseharian di bawah sinar matahari.

Black tab original product dari apparel terletak di pojok kiri bawah jersey. Fyi, jersey ini dibuat di Sragen dan untuk tim Persibas sendiri hanya bekerja sama dengan DJ Sport cabang Purwokerto. 

Cukup jarang ada tim Liga 3 merilis jersey dengan dua versi: player issue maupun replika. Dengan harga yang cukup terjangkau, tidak ada alasan untuk tidak membeli jersey originalnya. Cukup worth it melihat kualitas jersey yang diproduksi DJ Sport ini, apalagi dengan adanya muatan lokal Banyumas di dalamnya.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels