Juku Eja - PSM Makassar 2016 Home Jersey

Di masa PSSI dibekukan oleh FIFA (2015-2016), kompetisi ISL tidak berjalan dan sebagai gantinya digelarlah Torabika Soccer Championship untuk mengisi kekosongan kompetisi. PSM Makassar yang menjadi salah satu tim peserta memiliki jersey yang cukup mudah diingat, dimana kerap disebut mirip dengan jersey home Ajax Amsterdam. Bagaimana detail dari jersey PSM tersebut? Mari kita simak ceritanya.

Rasyid Bakri, gelandang PSM Makassar yang mencetak 7 gol dan 8 assist dalam satu musim di ISC 2016. Photo by: bola.com

Skuad PSM Makassar yang berlaga di ISC 2016. PSM adalah klub tertua di Indonesia karena telah berdiri sejak 2 November 1915. Tim berjuluk Pasukan Ramang ini pertama kali menjuarai kompetisi Indonesia di era Perserikatan pada tahun 1957. Juara berikutnya diraih tahun 1959, 1965, 1966, dan 1992. Di era Liga Indonesia, PSM Makassar baru sekali menjadi juara, yaitu pada tahun 2000 lalu. Photo by: kompas.com

Para pemain PSM Makassar merayakan gol yang dicetak ke gawang Perseru Serui pada lanjutan ISC 2016 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar (16/09/2016). Pertandingan ini berakhir imbang 1-1. Photo by: bola.com 

Apparel asal Amerika Serikat, Nike, mensupport PSM Makassar sejak tahun 2013, tepatnya saat PSM bermain di Indonesia Premier League. Warna dan pola jersey yang hampir mirip dengan Ajax Amsterdam ini dimulai sejak musim 2014. Sebelumnya, pada masa awal Nike bekerja sama dengan PSM, warna jersey home masih merah polos. Logo Nike berupa bordir terpasang di dada kanan jersey ini.

Jersey home @psm_makassar saat mengarungi musim 2016 ini menggunakan teamwear Nike Park Derby berwarna merah dengan aksen putih. Sebelum berganti apparel ke Kelme pada 2017, PSM Makassar sempat identik dengan jersey Nike ini. Terkait warna merah, julukan Juku Eja (ikan merah) yang melekat pada PSM Makassar berasal dari warna seragam klub ini berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sementara ikan karena masyarakat Sulawesi Selatan terkenal sebagai masyarakat Maritim. Lalu berikutnya tentang sponsor, PSM Makassar juga identik dengan brand Semen Bosowa di depan jerseynya. Yang menarik di jersey ini adalah untuk pertama kalinya brand tersebut bertuliskan "Bosowa Semen", bukan "Semen Bosowa" di 2016. Ternyata dari pihak sponsor sendiri memang melakukan rebranding dan hal ini baru terkonfirmasi resmi pada 7 Desember 2016. Padahal, sudah hampir setahun brand baru "Bosowa Semen" terpampang di jersey PSM Makassar.

Di tahun 2016, PSM Makassar masih menggunakan logo lama yang diambil dari logo pemerintah daerah,tepatnya logo kota Makassar. Logo ini berupa perisai putih yang di dalamnya terdapat benteng, padi kapas, serta perahu pinisi. Warna merah, putih dan jingga di sepanjang tepi perisai melambangkan kesatuan dan kebesaran Bangsa Indonesia. Awalnya PSM Makassar bernama Makassar Voetbal Bond dan berdiri pada 2 November 1915. Logo ini dipakai semenjak MVB berubah nama menjadi PSM Makassar sekitar tahun 1950an. Btw logo di jersey ini berupa print polyflex.  

Patch Torabika Soccer Championship 2016 ini berupa print polyflex terletak di lengan sebelah kanan. Nama asli turnamen ini adalah Indonesia Soccer Championship. Dikutip dari Wikipedia, ISC adalah kompetisi sepak bola strata profesional tertinggi di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2016. Indonesia Soccer Championship diselenggarakan oleh PT Gelora Trisula Semesta yang merupakan anak perusahaan PT Liga Indonesia. Ini merupakan kompetisi indenpenden tanpa melibatkan PSSI yang telah di bekukan oleh Pemerintah dan FIFA pada saat itu ISC A akan diikuti oleh 18 klub perserta liga tertinggi tanah air dan berformat kompetisi penuh. PSM Makassar sendiri finish di posisi 6 klasemen akhir dalam kompetisi ISC 2016 ini.

Nike Park Derby ini memiliki model kerah V-neck dengan rib. Tidak ada yang spesial dari size tag jersey ini, sama seperti jersey Nike pada umumnya. Btw, ada yang pernah compare dengan yang Made In Thailand?

Name and number set untuk pemain menggunakan material cutting polyflex dan terdapat logo kecil PSM Makassar di dalam nomornya. Tentang pemilihan NNS ini... Reinaldo sendiri tidak memperkuat PSM di ISC 2016 dan baru bergabung di tim pada awal musim 2017. Selain itu, lebih ke karena ada stoknya dengan NNS ini sih untuk size XL. 😗

Kopi ABC baru resmi menjadi sponsor pendamping PSM Makassar untuk musim 2017. Kenapa ada di jersey untuk ISC 2016? 😂😂😂 Bisa jadi ini lagtime dijualnya jersey setelah ISC 2016 dan sebelum Liga 1 2017 digulirkan. Saat rilis resmi kerjasama kedua pihak pun (05/02/2017) jersey yang ditunjukkan adalah jersey musim 2016 ini. Material sponsor Kopi ABC berupa cutting polyflex.

Nike Park Derby dibuat dari material 100% polyester daur ulang. Tiap panel di jersey ini dijahit atau dikampuh pipih (flat seam). Jersey ini juga telah menggunakan teknologi  dri-fit untuk mengontrol kelembaban.

  
Blacktab authentic jersey ini terletak di pojok kiri bawah jersey. Karena jersey ini teamwear, tidak ada yang khusus pada blacktab original dari jersey PSM Makassar ini. Teamwear Nike Park Derby ini dijual seharga $29.99 di beberapa web. Dari PSM sendiri menjualnya seharga 450ribu pada awal rilis dan sudah lengkap full patch, termasuk nameset.
Share:

LokaleJersey feat. CeritaJersey - Video Review Jersey Pre Season Borneo FC 2019

Simak video review jersey pre season Borneo FC dari @lokalejersey feat. @ceritajersey di bawah ini.

Share:

Pesut Etam - Borneo FC 2019 Pre Season Jersey

Dua tahun terakhir, banyak klub di Liga Indonesia meluncurkan jersey pre season, yang mana digunakan sebelum menghadapi kompetisi utama. Jersey-jersey tersebut dikenakan saat kompetisi pra musim seperti Piala Presiden, Piala Gubernur Kaltim, dan bahkan yang teranyar, digunakan di kompetisi Piala Indonesia. Borneo FC termasuk salah satu tim yang meluncurkan jersey pre season di musim 2019 ini. Meski jersey utamanya telah diperkenalkan di pekan terakhir Liga 1 2018, ternyata jersey pre seasonnya tidak kalah ciamik. Yuk kita cek detail jerseynya.

Aksi Finky Pasamba dalam laga Piala Indonesia 2018 menghadapi PSS Sleman (15/02/2019). Borneo FC menang 1-0 dlam pertandingan leg pertama di Stadion Segiri melalui gol tunggal Lerby Eliandry. Photo by: @borneofc.id

Para pemain Borneo FC kompak menyatukan tekad dalam pertandingan leg kedua 16 besar Piala Indonesia 2018 di Maguwoharjo, Sleman (20/02/2019). Hasil imbang 0-0 cukup mengantarkan Borneo FC lolos ke babak perempat final. Photo by: @borneofc.id

Name & number set yang ada di bagian belakang jersey anyar Borneo FC untuk pra musim 2019. Di dalamnya terdapat gambar pesut mahakam, ikan yang menjadi ikon kota Samarinda, Kalimantan Timur. Photo by: @borneofc.id

Setelah musim 2018 menjadi satu-satunya tim yang disupport oleh Nike di Liga Indonesia, di 2019 ini Borneo FC kembali membuat gebrakan. Sebelumnya, di pertandingan akhir Liga 1 2018, Borneo FC telah menggunakan seragam resmi untuk musim 2019. Tidak ada lagi logo Nike di jersey tersebut. Borneo FC menggunakan self apparel dari Nabil Husein, Presiden Borneo FC, yang bernama NH Project. Responnya cukup positif, begitu pula saat Borneo FC melaunch jersey pramusimnya untuk 2019. Logo NH di jersey ini sendiri bermaterikan flock. Soal harga, jersey dibandrol 250ribu dan dapat diperoleh di @borneofcstore. Plus nameset menjadi 315ribu.

@borneofc.id tetap menggunakan warna kebesarannya, oranye, untuk jersey pra musim 2019 ini. Rencananya, jersey terkait akan digunakan sepanjang turnamen pra musim 2019, yaitu Piala Indonesia 2018 dan Piala Presiden 2019. Berbeda dengan jersey template yang diprovide Nike dan berwarna oranye polos, jersey pra musim ini tampak lebih meriah. Terdapat sublimasi motif zigzag dengan warna oranye yang lebih gelap di seluruh bagian jersey. Menurut klub, jersey baru ini mengkombinasikan sejarah dan masa depan klub dengan desain yang atraktif dan inovatif. Aksen putih di bagian kerah & lengan jersey juga membuatnya makin cantik. Yang menarik lagi, jersey pra musim ini memiliki sponsor. Berbeda dengan teaser jersey utama untuk Liga (yang diperkenalkan di pekan 34 Liga 1 2018), sponsor di jersey ini lebih colourful. Jersey pra musim Borneo FC menggunakan bahan kain 100% polyester. Oh iya, jangan lupa simak vlog collabs @ceritajersey & @lokalejersey untuk jersey @borneofc ini di channel bang spidey ya 😁😁😁

Logo Borneo FC menggunakan print & cut untuk jersey pra musim. Ada nama "Pusamania" di dalamnya, karena memang pada awal berdirinya (7 Maret 2014), klub bernama lengkap Pusamania Borneo FC. Pusamania sendiri adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasan Borneo FC yang bermarkas di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Di dalam logo juga terdapat ikon kota Samarinda, Pesut Mahakam.

Bagian kerah jersey menggunakan rib polyester dan berwarna putih. Di dalamnya terdapat slogan khas Borneo FC: Manyala. Hal ini menggambarkan semangat berkobar para pemain dalam berjuang demi kejayaan Samarinda. Jargon Manyala ini juga tampak sangat cocok dengan seragam tempur terbaru Borneo FC di di pra musim 2019 ini.

Patch sponsor Borneo FC di jersey dipasang dengan teknik print & cut. Di jersey yang diperkenalkan untuk musim 2019, warna logo sponsor monokrom dengan jersey. Untuk pra musim ini, logo lebih colourful, tidak jauh berbeda dengan di jersey 2018.

Bagian lengan mungkin yang terbaik di jersey ini. Menggunakan rib polyester, pemain tidak perlu pasang karet lagi supaya jersey lebih ketat di lengan. Ketika dipakai, jersey lebih pas menyesuaikan lengan pemakai. 

Di sepanjang samping jersey, terdapat pori-pori sebagai sirkulasi udara yang terbuat dari bahan jalan erbin polyester. Senada dengan warna kerah dan lengan, kombinasi warna putih ketiganya cukup cocok diterapkan di jersey Borneo FC yang berwarna utama oranye.

Washing tag jersey Borneo FC merupakan bagian yang menurut admin menarik diperhatikan. Ada yang masi ingat kontroversi washing tag Salvo beberapa musim lalu? Di jersey ini, kembali Borneo FC seolah mengajak ngobrol kita sebagai pemilik, "Cuci kalo udah kotor jangan takut rusak. Ini bukan barang tiruan apalagi bajakan!". Tidak banyak klub yang seinteraktif ini dalam hal cuci mencuci.

Patch authentic di jersey ini menggunakan material satin UV, tampak simpel dan elegan disajikan oleh NH Project.

Overall, jersey pra musim 2019 dari Borneo FC ini cukup menggebrak dari segi desain dibanding musim lalu. Baik jersey untuk outfield player dan goal keeper memiliki warna yang eye catching. Tentu hal ini sayang untuk dilewatkan para kolektor, apalagi ini produk pertama NH Project yang dijual umum. Patut dinanti bagaimana kualitas jersey untuk Liga 1 2019 nanti dari Borneo FC & NH Project.
Share:

Jersey Jawara Liga 1 2018 - Persija Jakarta 2018 Home Jersey

Persija Jakarta merupakan juara Liga 1 Indonesia untuk musim kompetisi 2018. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini meraih juara setelah menjalani satu musim penuh kompetisi (34 pertandingan). Setelah melewati berbagai drama, Persija memastikan gelar juara di pekan terakhir ketika berhadapan dengan Mitra Kukar. Semangat juara ini sejalan dengan filosofi yang diusung pada jersey musim 2018. Seperti apa detailnya? Mari kita simak ceritanya.

Ismed Sofyan memimpin rekan-rekannya memasuki lapangan dalam lanjutan pertandingan Liga 1 2018 menghadapi Arema FC (31/03/2018). Dikutip dari Wikipedia, Bang Haji, panggilan Ismed Sofyan, telah memperkuat Persija sejak tahun 2002 dan bermain dalam 392 pertandingan dan mencetak 19 gol. Mengawali karir dari Diklat Ragunan semasa di tim junior, tahun 1997 Ismed menapaki kiprah di pentas Liga Indonesia dengan memperkuat PSBL Langsa. Sebelum ke Persija, Ismed juga sempat memperkuat Persijara Banda Aceh dan Persijatim. Pemain kelahiran 28 Agustus 1979 ini juga telah memperkuat Timnas Indonesia dalam 53 pertandingan dengan kontribusi 3 gol. Photo by: persija.id @persijajkt

Persija didirikan pada 28 November 1928 dengan nama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Setelah terakhir menjuarai Liga Indonesia pada tahun 2001, Persija berhasil mengakhiri puasa gelarnya di akhir musim 2018 dengan merengkuh juara Liga 1. Prestasi ini merupakan gelar ke-11 untuk Persija di pentas liga domestik sejak era perserikatan. Di Liga 1 2018 lalu, Persija bersaing ketat dengan PSM Makassar, dan akhirnya menjuarai Liga dengan keunggulan 1 poin setelah menang 2-1 atas Mitra Kukar di pertandingan terakhir liga. Dua gol kemenangan Persija dicetak oleh Marko Simic. Photo by: sepakbola.com

@ismedsofyan14 telah memperkuat Persija selama 17 tahun. Namun begitu, sang kapten masih terhitung cukup prima saat bermain di usianya yang sudah menginjak 39 tahun. Bang Haji adalah salah satu contoh profesional sejati di dunia sepak bola. Hal ini tentu bisa menjadi teladan bagi para pemain muda untuk tetap bisa bertahan bermain di level tertinggi. Setelah merengkuh titel juara Liga 1 2018, Ismed Sofyan masih melanjutkan karirnya bersama Persija Jakarta di 2019. Photo by: @bolasportcom 

Untuk pertama kalinya, di musim 2018 lalu Persija bekerja sama dengan apparel @specs_indonesia setelah sejak 2011 hingga 2017 disupport oleh League. Persija merupakan satu dari klub yang disponsori oleh Specs di Liga 1 2018, dua lainnya adalah Arema dan Persipura. Jersey Persija untuk musim 2018 sendiri diluncurkan pada 2 Februari 2018 lalu. Dibandrol dengan harga 350ribu, jersey Persija dapat diperoleh di outlet-outlet Fisik Footbal, Persija Jakarta Store, dan The Jakmania Store.

Jersey home @persijajkt di musim 2018 berwarna merah, atau @specs_indonesia menyebutnya dengan Paprika Red. Setelah selama beberapa tahun terakhir cukup identik dengan warna oranye, Persija akhirnya kembali ke warna kebesarannya yang penuh sejarah. Sejak masih bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), warna utama kostum tanding mereka adalah merah. Dikutip dari artikel di Panditfootball, warna merah dan putih dari VIJ merupakan lambang semangat perlawanan dari tindak tanduk kolonialisme Belanda di kala itu. Perubahan ke warna oranye dilakukan pada masa kepimpinan Bang Yos sebagai Gubernur DKI Jakarta. Alasan perubahan warna jersey dari merah ke oranye dilakukan karena terinspirasi dengan warna jersey utama timnas Belanda, yang mana saat itu dikagumi karena total footballnya. Selain itu, ada harapan supaya Persija bisa bermain layaknya timnas Belanda. Pada 1997, Persija resmi mengenakan jersey utama berwarna oranye. 4 tahun kemudian, di 2001, dengan jersey oranye Persija akhirnya berhasil menjuarai Liga Indonesia. Kembali ke jersey home 2018, warna merah di sini memiliki arti semangat visioner. Diharapkan jersey ini bisa menginspirasi kemenangan sekaligus membangkitkan mimpi Persija menjadi kebanggaan. Desainnya yang cukup clean, tidak banyak motif, juga ingin menegaskan bahwa biar prestasi Persija yang berbicara dan membuktikan diri.

Di jersey ini, hampir seluruh elemen berupa sablon rubber, kecuali logo klub yang berupa printing polyflex. Persija memiliki beberapa logo klub sejak saat masih bernama VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Setelah berganti nama menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Persija) pada tahun 1951, perubahan nama tersebut diikuti dengan pergantian lambang klub. Dikutip dari haurgeulis.com, Sudiro yang pada masa itu menjabat sebagai walikota memberikan hak istimewa kepada Persija untuk mengenakan lambang Kotapraja sebagai lambang kebesaranya dengan tulisan PERSIJA yang ditempatkan di atas lambang Kotapraja tersebut. Saat itu belum Monas yang menjadi lambang Kotapraja, melainkan gambar Tugu Kemerdekaan. Barulah setelah Kotapraja Jakarta berubah nama menjadi DKI Jakarta, Persija mengganti lambangnya dari Tugu Kemerdekaan menjadi Tugu Monas. Tanda bintang di atas logo Persija bukan menunjukkan bahwa Persija telah menjuarai Liga Indonesia sebanyak 1 kali (2001), melainkan bintang tersebut didapatkan sebagai tanda bahwa Persija sudah menjuarai Liga di Indonesia sebanyak 10 kali. Juara 9 kali diraih pada saat kompetisi masih bernama Perserikatan, yaitu pada tahun 1931, 1933, 1934, 1938, 1964, 1973, 1975 (juara bersama dengan PSMS Medan), 1977, dan 1979. Titel kesepuluh diraih pada tahun 2001 di kompetisi Liga Indonesia.

Pembelian jersey Persija tidak disertai dengan patch liga 1, jadi kita pasang sendiri patch yang dibutuhkan. Patch ini sendiri banyak dijual secara online, dengan harga berkisar di 50ribuan.

Kerah jersey memiliki model round, dengan aksen putih mengelilinginya. Di dalamnya, terdapat informasi size label berupa rubber printing. Jersey yang dilepas Specs tidak dibedakan untuk pemain atau supporter, dengan keduanya berupa jersey slim fit. Black line beridentitaskan Specs nampak di atas size label jersey. Jersey ini mengusung teknologi xdry, yang mana menjaga si pemakai tetap kering dan "dingin" untuk menambah performanya.

Ada beberapa sponsor di jersey Persija musim 2018: Akulaku, Kuku Bima, Rasuna Epicentrum, dan Gojek. Seluruhnya berupa sablon rubber yang cukup bagus kualitasnya. Atas hal ini sepertinya ada beberapa jersey yang sponsornya berupa polyflex, walaupun statusnya sama-sama original dan dikeluarkan oleh Specs. Di jersey ini juga tampak elemen sublimasi berupa garis lurus yang membelah dada dari samping. Garis-garis yang bergerak dinamis ini menandakan pergerakan menuju perubahan, atau dengan kata lain transformasi dari Persija Jakarta ke arah yang lebih baik.

Nameset Persija Jakarta untuk musim 2018 sepertinya modifikasi dari font type MLS 2008. Yang cukup membedakan adalah font untuk nomor 1 yang lebih lurus dan tegas. Di 2018, banyak pemain Persija sendiri yang menggunakan dua kata untuk penamaan di nomor punggungnya, contoh: Ismed Sofyan, Rohit Chand, Sandi Sute, dkk. Cukup unik dibandingkan sistem penamaan di klub lain. 

Yang pernah nonton vlog bang Spidey @lokalejersey pasti tau nih gimana cara pasang nameset Persija. Setelah nameset dipasang, ditempelin lagi "stiker" kecil berlogo Persija di dalam nomor punggungnya. Kalau diraba akan terasa bahwa elemen logo ini diproses terpisah saat pemasangan NNS.

Di bagian belakang, ada dua sponsor yang terpasang: Tolak Angin di atas NNS dan Bank DKI di bawah NNS. Keduanya berbahan sablon rubber printing.

Di ujung lengan, terdapat 3 garis: hitam, oranye, dan merah yang berupa kain rib mengelilingi setengah arm hole. Cukup unik, mengingat aksen garis tiga warna ini juga ada di jersey 2017 yang disupport oleh League. Saat itu, ketiga warna tersebut merepresentasikan warna jersey Persija di musim 2017, yang mana merah adalah Persija, oranye mewakili the Jakmania, dan hitam adalah jembatan atas keduanya sekaligus simbol elegan.

Jersey Persija dari Specs ini terbuat dari 100% polyester dan memiliki pola yang melengkung di bagian bawah jerseynya

Untuk orisinalitas produk, Specs memasang barcode khusus dari printing polyflex yang dapat discan oleh pembeli untuk memastikannya. 

Secara umum, jersey ini tentu layak untuk dikoleksi, karena selain faktor teknologi jersey & desain, nilai sejarah bahwa Persija juara Liga 1 2018 dengan menggunakan jersey ini adalah sebuah nilai plus. Harga 350ribu untuk jersey ini (belum patch & nameset) cukup affordable dan worth it.          
Share:

Jersey Jawara Liga 2 2018 - PSS Sleman 2018 Home Jersey

PSS Sleman merupakan juara Liga 2 Indonesia untuk musim kompetisi 2018. Klub yang identik dengan suporternya (Slemania) ini akhirnya berhasil kembali ke kasta teratas Liga Indonesia setelah berjuang selama beberapa musim. Super Elja juga mengukir sejarah menjadi juara Liga 2 Indonesia 2018 setelah di final mengalahkan Semen Padang 2-0. Mari kita simak jubah perang dari PSS Sleman alias detail jersey homenya dalam artikel ceritajersey kali ini.

Aksi Bagus Nirwanto dalam pertandingan pekan 21 Liga 2 2018, antara PSS Sleman melawan PSIM Jogja (10/10/2018). PSS Sleman menang 4-0 dalam pertandingan ini berkat dua gol dari Christian Gonzales dan masing-masing satu gol dari Rangga Muslim Perkasa dan Ichsan Pratama. Munyeng, panggilan akrab dari Bagus Nirwanto, berposisi sebagai fullback dan sebagai kapten, Munyeng memimpin rekan-rekannya menjuarai kompetisi Liga 2 2018. Sebelum kembali ke PSS Sleman di April 2018, Munyeng sempat memperkuat Borneo FC dengan status pinjaman di Piala Gubernur Kaltim 2018. Photo by: @pssleman

PSS Sleman merupakan sebuah tim sepak bola yang berbasis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Tim ini didirikan pada 20 Mei 1976 semasa periode kepemimpinan Bupati Drs. KRT. Suyoto Projosuyoto. PSS Sleman merupakan salah satu tim sepak bola yang disegani di Indonesia dan memiliki julukan sebagai tim Super Elang Jawa atau Super Elja. Tim ini juga sering disebut dengan julukan Laskar Sembada. Lahirnya PSS dilatarbelakangi bahwa pada waktu itu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru ada dua perserikatan yaitu PSIM Yogyakarta dan Persiba Bantul. Waktu berdirinya PSS hampir bersamaan dengan saat berdirinya Persikup Kulon Progo dan Persig Gunungkidul. Di kompetisi Liga Indonesia, PSS Sleman pernah menjadi juara umum untuk kompetisi Divisi Utama 2013. Dan yang terbaru, PSS Sleman menjuarai @liga2match 2018 setelah mengalahkan Semen Padang 2-0 dalam final yang diselenggarakan di Stadion Pakansari, Bogor (04/12/2018). Photo by: @pssleman

Muhammad Bagus Nirwanto, atau yang akrab disapa @bagus_munyeng, lahir di Sidoarjo pada 23 Maret 1993. Berusia cukup muda, 25 tahun, Munyeng berhasil memimpin rekan-rekannya di PSS Sleman menjuarai kompetisi Liga 2 2018 dan promosi ke Liga 1 2019. Mengawali karir di Deltras Sidoarjo, Munyeng juga sempat memperkuat Gresik United dan Borneo FC, sebelum akhirnya berlabuh di PSS Sleman. Berposisi sebagai bek kanan, Munyeng sempat mencetak satu gol dalam kompetisi Liga 2 2018, tepatnya pada saat PSS Sleman berhadapan dengan Persiba Balikpapan di Stadion Batakan. Photo by: @hendriafri

Jersey PSS Sleman musim 2018 dikemas dalam box bertuliskan "Commitment, Passion, and Pride". Box ini digunakan sejak 2017, untuk penjualan jersey player issue PSS Sleman oleh @sembadastore. Ada dua versi dari jersey PSS Sleman, player issue dan supporter version. Untuk player issue dibandrol 350ribu, sementara supporter version sebesar 250rb. Untuk versi player issue alias authentic yang direview ini dibandrol seharga 455ribu, lengkap dengan sponsor dan name & number set.

Jersey home @pssleman musim 2018 memiliki desain lebih sederhana dari musim sebelumnya. Tetap menggunakan warna dasar hijau sebagai warna kebesaran klub, unsur lokal yang diangkat kali ini adalah watermark berupa Candi Prambanan di sepanjang garis dada. Desain ini mungkin juga diterapkan untuk mengakomodir banyaknya sponsor yang terpampang di jersey. Tercatat ada 4 sponsor di dada pemain: Corsa, Torabika, Indomie, dan Gojek. Aksen merah putih layaknya bendera Indonesia ditambahkan di bagian kerah dan lengan jersey dengan bahan kain rib, bukan sublimasi. Dari bahan jersey, tidak ada perbedaan mencolok antara versi player issue dan supporter karena sama-sama terbuat dari polyester kilimanjaro.

Logo PSS Sleman menggunakan plastisol transfer, material yang banyak digunakan untuk patch di jersey player issue ini. Unsur candi yang menjadi motif di jersey ini sama dengan yang terdapat di dalam logo klub. Logo PSS Sleman sendiri masih mengandung unsur logo pemerintah setempat, terlihat dari candi, batang padi, dan kapas. Candi Prambanan di sini melambangkan tingginya kebudayaan daerah Kabupaten Sleman, yang mengandung arti gotong-royong dalam menuju kejayaan. Untuk versi suporter, logo PSS di jersey berupa woven.

Jersey PSS Sleman musim 2018 kembali diproduksi dan didistribusikan oleh @sembadastore. Didirikan pada pertengahan tahun 2013 oleh komunitas suporter PSS Sleman yang tergabung di forum internet Kaskus, Sembada terus berkembang hingga menjadi penyuplai resmi perlengkapan tanding untuk PSS, seperti jersey, kaos polo, jaket, dan lain-lain.

Seluruh logo sponsor di jersey player issue menggunakan material plastisol transfer. Untuk versi suporter, logo sponsor dicetak sublimasi pada kain.

Selain polyester untuk jersey, terdapat kain mesh yang terletak di bawah lengan dan samping, yang berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara bagi pemain. Tampak motif candi juga terdapat di kain mesh ini.

Tampak logo PSS Sleman di dalam number set pemain yang berupa cutting polyflex. Dibanding musim sebelumnya, tampak NNS musim 2018, khususnya nomor punggung, lebih soft dari segi pemilihan fontnya.

Di bagian dalam jersey, tepatnya di balik washing tag, terdapat tagging dari apparel untuk menegaskan kembali bahwa jersey terkait merupakan jenis player issue.

Tema yang diusung PSS Sleman, selain di box, ditunjukkan kembali di hang tag jersey: One Commitment, Playing with Heart, Won with Pride. This is the Spirit of Super Elja. Super Elja atau Super Elang Jawa adalah julukan dari klub @pssleman

Bagian kerah memiliki aksen merah putih dan terbuat dari kain rib. Hal unik lainnya, terdapat kancing di kerah meskipun menggunakan model round neck. Di dalam kerah pun selain size label juga terdapat detail lain berupa black line bertuliskan nama apparel.

Patch Liga 2 include dalam pembelian jersey ini dan juga terbuat dari material plastisol transfer.

Untuk versi player issue, terdapat tag berupa plastisol bertuliskan "Sembada Authentic" di pojok kiri bawah jersey.

Untuk tim yang bermain di Liga 2 Indonesia, jersey PSS Sleman harus diakui kualitasnya cukup baik dan detail. Dikemas dengan cukup apik, mudah didapatkan, serta harga yang relatif sepadan dengan kualitas jersey, membuatnya cukup worth it untuk dimiliki. Jangan lupa, PSS Sleman melaju ke final dan menjuarai Liga 2 2018 dengan menggunakan jersey home ini. Patut dinanti bagaimana jersey selanjutnya dari PSS Sleman di Liga 1 2019 nanti.
Share:
@ceritajersey 2020. Powered by Blogger.

Search The Jersey

Labels